
"Bagai mana keadaannya?" Ucap seorang wanita mengenakan pakaian putih khas berkabung, yah dia adalah Yu Ming Li, saudara tertua Yu Ahli, sosok yang sangat menyayangi sosok Yu ahli, malam itu ia bahkan sangat terkejut saat seorang pria datang membawa tubuh tak berdaya saudaranya,
"Belum ada pertanda nona akan terjaga yang mulia" Ucap seorang tabib tua pelan, Ming Li semakin terisak mendengarnya, setelah selesai memeriksa dan g tabib membungkukkan tubuhnya beberapa derajat, dan setelahnya meninggalkan kamar sang nona muda Yu bersama para pelayan lainya, dan saat ini hanya tersisa Yu Ming Li dan sang suaminya sang raja dari kerajaan Xiao wan ini
"Xiang Er, maafkan jie jie yang tak ada di saat kau terpuruk, maafkan jie jie" Ucap Ming Li menggenggam erat tangan kecil saudaranya, ia merasa sangat menyesal, menyesali segala hal yang telah terjadi, menyesali kematian ayah dan keluarga, menyesali kehancuran kediaman yu dan menyesali nasib buruk yang menimpa Yu Ahli yang malang ini, sudah hampir satu Minggu berlalu, dan bahkan yu ahli tak kunjung membuka matanya, ia masih begitu betah dalam keterdiamanya, ia bahkan terlihat masih begitu betah dengan alam mimpinya
"Ming er, jangan terlalu larut dalam kesedihan, kesehatan mu pun sudah semakin menurun, sudah satu Minggu berlalu, Ming Er bahkan tak beristirahat dengan baik" Ucap Raja Xiao wan dengan nada nan begitu lembut, ia bahkan sudah melihat ini selama berhari hari, melihat wajah sedih dan murung milik istrinya, jelas ini sangat menyakiti hatinya yang bahkan tak pernah melihat istri tercintanya meneteskan air mata, selama hampir 8 tahun pernikahan mereka hidup dengan penuh kebahagiaan, hanya ada Yu Ming Li tak ada yang lain, sosok Yu Ming Li yang sangat hangat dan penuh perhatian membuatnya bahkan tak mampu untuk menatap wanita lain
"Yang mulia, adik ku dalam keadaan seperti ini?, Apakah pantas permaisuri ini tenang?, Apakah pantas untuk aku beristirahat dan memikirkan kesehatan ku?, Saudara ku bahkan sudah mengalami banyak penderitaan, dan kali ini ia bahkan kehilangan semuanya" Ucap Yu Ming Li mendongak menatap suaminya, ia tak suka seperti ini, ia tak akan membiarkan siapapun menjauhkannya dari sisi sang saudara, sebagai saudara tertua, sebagai sosok yang selalu bersama Yu ahli sejak muda ia benar benar merasa hancur saat melihat keadaan adiknya yang bahkan tak jauh berbeda dari sebuah kematian
"Ming Er" Ucap raja Xiao wan pelan, namun ia menghentikan ucapannya sa
__ADS_1
"Mei mei, bukalah matamu, aku tau kau adalah gadis yang sangat kuat, jangan sampai kau di kalahkan oleh semua ini, jie yakin kau mampu, kau adalah gadis yang kuat dan mendomisili di manapun kaki mu berpijak" Ucap Ming Li di sela isaknya
"Ibu" Ucap seorang gadis kecil yang saat ini berdiri di depan pintu, Ming Li menatapnya dengan tatapan sendu, sang gadis kecil melangkah dengan pelan mendekati kedua wanita yang sedang dalam keterpurukannya
"Ibu, Qing Er datang membawakan sup ibu" Ucapnya pelan, yah dia adalah putri tunggal kerajaan Xiao wan ini, ia adalah Qing wa kponakan kesayangan Yu Ahli dan permata paling berharga di kerajaan Xiao wan ini
"Bukankah kau harus belajar Qing Er,mengapa merepotkan diri untuk datang melihat ibu dan bibi mu" Ucap Ming Li pelan, ia membenahi duduknya sembari membantu Qing wa meletakan Napan yang ia bawa
"Apakah kau tau?, Datang dengan membawa Napan seberat ini akan berbahaya, jika kau tak kuat menahan maka kuah panas itu akan melukai mu" Ucap Ming Li dengan nada jengkel
"Ibu jangan marah, qing Er datang bersama pelayan, hanya saja Qing Er meminta mereka menunggu di luar, Qing Er tak ingin menunggu ibu dan bibi" Ucapnya lagi, Tampa sadar Yu Ming Li meneteskan air matanya dan menarik Qing wa dalam pelukanya
__ADS_1
"Maafkan ibu yang mengabaikan mu, maafkan ibu yang melupakan mu beberapa hari ini" Ucap Ming Li menangis tersendu sembari memeluk putri kecilnya dengan erat, ia terlalu larut dalam kesedihan hingga lupa jika ia memiliki Qing wa yang sangat membutuhkan kasih dan perhatiannya, ia memang ibu yang buruk, sangat egois
"Ibu, Qing Er baik baik saja, Qing Er hanya terlalu cemas dengan keadaan ibu, sudah beberapa hari ini ibu tak keluar dari tempat ini, ibu tak memakan apapun dan hanya menagis sepanjang waktu, kesehatan ibu bahkan semakin menurun, Qing Er takut jika ibu jatuh sakit karena terlalu larut dalam kesedihan ini" Ucap Qing wa pelan, ucapannya bahkan begitu lembut penuh perhatian, ia jelas tau bagai mana kasih sayang ibunya pada sang bibi, dan untuk ini Qing wa bahkan tak pernah merasa keberatan, meskipun di istana ia menjadi putri satu satunya ingatlah, ia adalah seorang bangsawan, ia sudah di latih sejak muda, ia sudah di ajarkan menjadi gadis yang pengertian sejak belia, semua ini jelas tak pernah ia permasalahkan,
"Ibu benar benar ibu yang buruk" Ucap Ming Li lagi sembari terus memeluk Qing wa, sedari tadi bahkan siakan tak pernah mampu di hentikan, wajah seorang Ming Li yang begitu cantik menjadi sembab dan membengkak karena mengais terus menerus, kekacauan ini jelas membuatnya sanga terpukul, terlebih belum ada kepastian siapa pelaku pembantaian kejam itu, pihak istana xi' Ang bahkan sudah menyelidikinya namun tak menemukan titik terang, bukan hanya itu kerajaan Xiao wan pun juga sudah berusaha untuk mencari kebenaran perihal ini, namun?, Semua seakan abu abu, tak memiliki kepastian, tak gelap ataupun terang, semua masih terawang Awang dalam perkiraan dan pemikiran sesaat
"Ibu adalah ibu yang terbaik Yang ada di dunia ini, tak perlu menyalahkan diri ibu, Qing Er benar benar baik baik saja, sekarang ibu harus meminum sup ini, Qing Er tau jika tenggorokan ibu akan sakit jika memakan makanan yang keras, dari itu Qing Er juga membawa bubur putih ini" Ucap Qing wa pelan, Ming Li hanya bisa tersenyum kecil dalam isakanya, ia bahkan tak menyangka jika putri kecilnya sudah menjadi begitu dewasa
"Jangan menagis ibu, itu hanya akan membuat Qing Er merasa menjadi putri yang tak berguna karena tak mampu menghibur ibu" Ucap Qing wa sembari menepis pelan air mata yang jatuh di wajah cantik sang ibu
"Qing Er adalah anak yang paling berbakti, terimakasih sudah menguatkan ibu" Ucap Ming Li memeluk erat tubuh kecil putrinya
__ADS_1