
Hari sudah beranjak sore tampa terasa sudah cukup lama kami berkeliling, Qing wa pun nampak begitu senang, namun seketika senyuman itu menghilang saat terjadi kericuhan, kericuhan memang sering terjadi, terlebih di tempat keramaian seperti ini, dan seperti biasa target utama mereka adalah sang putri mahkota kerajaan, benar benar memiliki nyali yang besar
"Lindungi para putri" Ucap para pengawal membuat farmasi untuk melindungi ku beserta kedua putri, pertarungan mereka cukup sengit, dan kemana perginya jendral yang dan Lin, hanya jendral Fu terlihat sedikit kewalahan menghadapi para membuat kekacauan itu, mereka terlihat begitu misterius, aku yakin ini sudah di rencanakan dengan baik, lihatlah kemampuan mereka, mereka memiliki kultivasi yang lebih baik dari ukuran seorang prajurit
"Nona Yan, bawa Qing er kembali" Ucapku dengan cepat membantu keduanya untuk naik ke kuda, ini sedikit tergesak, target mereka adalah Qing wa, aku tak ingin terjadi hal buruk pada keponakan ku yang imut itu
"Tapi?, bagai mana dengan mu jie?" Ucap Yan Ru dengan cemas, aku hanya tersenyum kecil, tak perlu mengkhawatirkan aku, toh aku bisa kabur dan menyelamatkan diri ku sendiri, saat ini kedua putri itu lebih penting dan lebih membutuhkan penjagaan
"Aku akan kembali, cepat bawa Qing er kembali, para pembuat onar itu sudah menargetkan dia" Ucapku, menepuk pantat kuda, si kuda berlari dengan kecepatan tinggi menuju istana
"Nona?" Ucap jendral Fu kaget saat aku masuk dalam pertarungan, hey ia hampir mati jika aku tak memblokir serangan itu, tapi kenapa ia malah menatap ku seperti itu?, seolah aku sedang meminjam uangnya dan tak mau mengganti
"Mereka dari mana? " Ucapku, kami masih melanjutkan pertarungan dengan sedikit mengobrol, seperti biasa aku tak terlalu suka dengan suasana yang tegang, aku memang tak terlalu ahli dalam bela diri namun jika di coba juga akan sulit untuk di kalahkan
"Penyerangan dari organisasi teratai hitam" Jawab jendral Fu pelan
"Hm sejenis organisasi pembunuh bayaran?"
"Benar nona" Aku hanya mengguk pelan, ini keren ada begitu banyak organisasi pembunuh bayaran di masa ini, ternyata para mafia sudah terkenal sejak zaman kuno, aku hanya terkekeh sembari bertarung dengan gembira, sudah cukup lama aku tak menggerakkan tenaga, aku selalu saja mengandalkan babi menyebalkan itu dengan alasan malas, kali ini mari lihat kemampuan
"Hey kau, sudah berapa lama kau kerja seperti ini?, aku benar benar tak menyangka jika itu kau" Ucapku di sela pertarungan, jika tadi aku mengajak jendral Fu berbincang maka saat ini aku akan mencoba mengobrol dengan lawan ku, lagi pula aku mengelalnya kami sempat bertemu beberapa kali, pertama ia menolong ku, dan setelahnya aku yang membantunya, bukankah itu sudah cukup adil, tapi kenapa kali ini kembali bertemu, dan bahkan berhadapan secara langsung
"Apa yang kau lakukan di sini nona, pergilah, aku tak ingin melukaimu"
__ADS_1
"Aku tak akan terluka jika kau tak menyerang ku, aku sedikit lelah, mari beristirahat, banyak hal yang akan ku tanyakan pada mu" Ucapku pada si pemuda, si pemuda mengguk pelan dan beranjak menuju kedai tak jauh dari lokasi keributan
"Jendral Fu, beristirahat jika lelah, aku ke kedai teh di sana, tak perlu khawatir aku bisa mengatasinya" Aku dan si pemuda berjalan pelan menuju kedai teh, mengendalikannya
"Minum lah" Ucap ku saat teh sudah di sajikan
"Kau ini sangat lucu, beberapa waktu lalu kita bertemu dan kau sebagai panolong, tapi saat ini kita kembali bertemu, tapi kau sudah menjadi si pengacau dan menjadi pembunuh bayaran, kau sedikit plin plan ternyata" Ucapku terkekeh pelan sembari menyesap teh ku pelan, kami pernah bertemu beberapa waktu lalu, ia menyelamatkan ku dari gangguan beberapa orang brandalan saat bermain di tepi hutan, tentu saja di hutan siapa yang berani menyinggung ku di tengah keramaian,
"Kau tau?"
"Apa yang tidak ku ketahui mengenai dunia kelam itu?, membunuh menjadi makanan, dan kelici kan di jadikan teman"
"Yah seperti itulah" Ucapnya, ia menghela nafas pelan, terlihat jika ia tertekan
"Aku menolong karena rasa kemanusiaan dan membunuh karena itu pekerjaan ku" Ucapnya menyantap beberapa hidangan dengan tenang , sejak awal ia memang terlihat berbeda, aku tertarik, tertarik untuk merekrutnya untuk menjadi orang ku, namun sayang setelah beberapa kali pertemuan waktu lalu ia malah menghilang dan saat ini malah menunjukan diri di kerajaan ini
"Hm bagai mana jika kau mengganti pekerjaan mu, ku fikir itu bertentangan dengan hati nurani mu kan?, aku tak tau apa yang membuat mu tertekan hingga memilih untuk menerima pekerjaan beresiko, sebagai teman aku hanya memperingati mu jika yang kau lakukan tak benar" Ucapku pelan
"Apa yang orang tau tentang ku, mereka hanya tau jika aku telah membunuh ayah ku, tak ada yang bertanya, apa yang membuat ku membunuh, mereka hanya tau jika Bao Zi membunuh ayahnya itu saja"
"Apapun kesulitan mu kau tak bisa menentang hati mu, aku tak tau apa masalah mu, aku juga tak mungkin menghakimimu karena hal ini, aku yakin kau memiliki masalah mu sendiri, mengapa harus menjadi lebih buruk, mengapa harus menerima pekerjaan kotor?, ibumu pasti merasa sedih jika tau kau menjalani pekerjaan ini"
"Siapa yang mau memperkerjakan seorang anak yang bahkan tega membunuh ayahnya sendiri, ibu ku sudah tua, selain aku tak ada yang bisa ia andalkan"
__ADS_1
"Apa kau pernah berfikir, jika kau mati dalam misi?, bagai mana kehidupan ibumu?, apakah kau kira para pembunuh itu akan memberikan biaya pensiun mu, atau setidaknya konvensasi,"
"Mereka telah berjanji"
"Apakah kau percaya dengan janji orang jahat"
"Tidak ada yang bisa aku lakukan selain itu"
"Aku akan memberimu penawaran, kau bisa bekerja dengan ku, dan ku jamin pekerjaan mu bersih, ingat hanya satu kali penawaran, fikirkan dengan baik" Ucap
ku menebuk bahunya,
"Jika aku mau pun aku tak bisa lepas dengan mudah dari mereka"
"Kau ini bodoh atau bagai mana?, kau bisa kabur saat keadaan kacau, ku berikan kau waktu untuk berfikir, temui aku di rumah Bordir Ying besok jika kau berubah fikiran" Ucap ku pelan, aku membutuhkan orang untuk mengawasi rencana jahat para pengacau itu, bayang kan saja aku harus mewaspadai 3 selir dan ke 7 putra putri mereka, belum lagi orang yang memiliki dendam pribadi pada tubuh ini, sungguh merepotkan bukan?, meski aku bisa mengatasi namun aku adalah manusia, aku bisa mati jika lengah sebentar saja.
"Aku pergi" Ucapku tersenyum lebar dan beranjak mendekati kericuhan, tentu saja aku akan menemui jenderal Fu dan sedikit mengganggunya
"Apakah sudah selesai" Ucapku tersenyum lebar saat pertarungan sengit di depan mata, setelah beberapa saat menunggu akhirnya jendral Fu berhasil mengalahkan si penyerangnya
"Nona, mengapa kau kembali" Ucap jendral Fu, masih memblokir segala serangan, kekuatan mereka cukup kuat, belum lagi hanya jendral Fu yang menghadang, dengarkan kedua jendral tak berguna itu menghilang entah kemana, aku juga sudah mencium bau bau pengkhianatan di sekitar sini, benar benar tak bisa di percaya
"Hanya melihat lihat, baik lah jika tak ada hal penting aku akan pergi bermain, sampai bertemu di istana" Ucapku tersenyum lebar setelah mengucapkan selamat tinggal aku segera keluar dari pertarungan itu menuju tempat yang lebih menyenagkan untuk bermain.
__ADS_1