
"Kakak" Ucap ku pelan, saat ini aku sedang berada di pinggir lapangan, sejak tadi aku memperhatikan kakak ku yang sedang melatih para prajurit, aku sudah sangat jarang bermain bersama mereka akhir akhir ini, berada di kediaman sangat membosankan hingga aku lebih memilih untuk menghabiskan waktu di luar
"Xiang er, mengapa keluar?, udara sangat dingin" Ucap kakak ku memakai akan jubah hitam khas seorang jenderal, kakak ku ini bernama Yu Zian Li, seorang jenderal muda yang sangat berprestasi, bahkan bukan, kakak ku bukan jendral kerajaan, kakak ku adalah salah satu jendral besar di Kekaisaran, wah sebagai adik tentu saja aku sangat bangga dengan pencapaiannya
"Xiang er sudah lebih baik" Ucapku pelan,
"Duduk lah" Ucapnya yang hanya ku balas dengan anggukan kecil, Ming ji menuangkan teh untukku, dan aku menyesapnya perlahan menikmati sensasi hangat yang masuk ke tubuh ku, sungguh teh hijau ini kualitas terbaik
"Kakak, kapan kakak kembali?" Ucap ku pelan
"Beberapa hari yang lalu, apakah Xiang er merindukan kakak?" Ucapnya sembari mengelus surai panjangku dengan lembut, kehangatan ini?, sungguh kehidupan yang cukup baik dari pada kehidupan ku di masa depan, yang harus bertahan dan hidup sendiri, tampa orang tua, kakak, ataupun adik, yang ada hanya aku, aku sendiri.
"Tentu saja ia, kakak sangat jarang di rumah" Ucapku dengan manja
"Tapi sekarang kakak berada di hadapan Xiang er kan?, aiyoo lihat lah siapa yang sedang merajuk ini" Ucapnya mengacak rambut indah ku
__ADS_1
"Kakak" Rengek ku sembari membenahi tatanan rambut ku yang sudah di acak ini
"Xiang er sangat menggemaskan" Ucapnya
"Xiang er sudah besar kakak" Ucap ku menggembungkan pipiku kesal, bagai mana mungkin aku selalu di perlakukan seperti bocah
"Xiang er tetap lah adik kecil kakak" Ucapnya yang lagi lagi ku balas dengan menggembungkan pipi kesal, meski aku disini muda bukan berati aku bocah aku adalah gadis cantik berusia 18 tahun, dan aku bukan anak kecil lagi
"Apakah di chap militer menyenagkan?" Ucap ku beralih menatap kakak laki laki ku, yah ia terlihat lebih kurus dari saat kami bertemu
"Mengapa?, apakah para pelayan di sana merawat kakak dengan baik?" Ucapku ku polos
"Seperti itu lah kenyataan hidup, dan untuk pertanyaan kedua mu itu sungguh lucu adik kecil, tentu saja tak ada pelayan di sana, di sana harus hidup sendiri dan menghabiskan waktu untuk berlatih dan bertempur" Ucapnya pelan
"Pasti sangat melelahkan" Ucap ku menghela nafas pelan
__ADS_1
"Lupakan itu,nia apakah Xiang er mau menemani kakak berkeliling?" Ucapnya
"Tentu saja, aku sangat suka itu, kau tau ayah selalu mengurung ku di kediaman dengan berbagai alasan, beruntung aku pintar dan berhasil ka... " Aku langsung menutup mulut ku, aiya aku hampir saja ke ceplosan, kakak ku ini adalah si taat peraturan,
"Xiang er?" Ucapnya memiringkan kepala,
"Ah kakak, aku akan segera beraiap, kembali lah ke valium mu aku akan menjemput mu " Ucap ku berjalan cepat menuju meja rias, oh tidak hampir saja aku ketahuan.
Aku tersenyum lebar sembari turun dari kereta, wah suasana kota Xi'ang tak pernah berubah, masih tetap indah dan astri, sungguh aku beruntung bisa merasakan kehidupan seperti ini
"Dari mana kita akan memulai? " Ucap kakak ku yang membuat senyum ku semakin lebar, tentu saja hal yang penting adalah makan
"Kita ke Restoran ruyi,menikmati makanan enak di sana" Ucap ku dengan semangat,
"Baik lah mari " Ucap kakak ku pelan, aku dan kakak ku berjalan menuju restoran yang memang tak terlalu jauh dari tempat kereta berhenti, aku berjalan dengan riang menuju restoran ruyi, tempat makan yang terkenal oleh kambil guling pedasnya, uh sangat sangat nikmat
__ADS_1