
Mentari sudah bersinar begitu indah, dan seperti yang telah di tetapkan, aku akan ke segera berangkat ke kerajaan Yuan, mengunjungi nenek yang katanya sangat merindukan ku, aku bahkan tak tau, sejak kapan aku memiliki nenek, selama aku menempati tubuh ini bahkan tak ada satu pun yang membahas perihal itu, dan kali ini?, tiba tiba saja, aku tiba tiba menjadi cucu yang di rindukan oleh seorang nenek yang begitu jauh, benar nasib yang tak terduga
"Nona, apa anda melamun?" Ucap Ming Ji pelan
"Bagai mana?, semuanya sudah selesai di persiapkan?" Ucap ku dengan nada nan begitu pelan tak lupa dengan helaan nafas panjang, seperti yang sudah ku katakan sebelumya aku merasa terlalu cemas, aku terlalu takut meninggalkan ayah sendirian di sini, namun?, bahkan ayah begitu bersikeras untuk segera mengirim ku ke kerajaan Yuan itu, dan untuk ini mau tak mau harus patuh meskipun kegundahan memenuhi relung kalbu
"Kereta sudah di siapkan, dan barang bawaan pun sudah di persiapkan, hanya tinggal menanti nona keluar" Ucap Ming Ji pelan, ia melangkah mendekati sang nona yang nampak sangat tak bersemangat ini
"Ayah benar benar mengusir ku, ia sangat bersikeras mendorong ku pergi dari ini" Ucap lagi lagi menghela nafas, ketidak nyamanan ini benar benar menganggu ku, aku benar benar tak suka dengan stuasi ini
"Tuan tak mungkin seperti itu nona, anda memang sudah cukup lama tak mengunjungi nyonya besar, bagai manapun, nona adalah cucu kesayangan dan putri kesayangan tuan besar, bagai mana mungkin tuan mengusir
nona"
"Semoga saja kecemasan ku ini tak bersebab, ah di mana Bao Li?" Ucap ku pelan, aku baru teringat tentang pemuda tengil itu, sebelumnya aku memintanya melakukan beberapa hal, dan sampai hari ini bahkan ia tak datang menghadap pada ku,
"Bao Li masih di luar menyiapkan segalanya" Ucap Ming Ji pelan
"Minta dia untuk datang, beberapa hal yang ingin ku katakan" Ucap ku sembari terus menatap pantulan diri dari di depan kaca, penampilan yang begitu cantik namun berhati gundah, benar benar sangat di sayangkan
"Bao Li, setelah kembali kau bahkan tak datang untuk menghadap ku" Ucap ku dengan lirih, saat ini bahkan si pemuda tengil sudah berdiri di hadapan ku, dengan tubuh yang sedikit membungkuk sebagai salam hormat
"Saya tak berniat untuk menunda waktu nona, hanya saja beberapa waktu ini anda terlihat tak bahagia, dan saya tak berani untuk menganggu"
"Aiyooo, siapa ini?, sejak kapan Bau Li si tengil ini menjadi begitu sopan, benar benar membuat ku sungkan" Ucap ku terkekeh pelan, mahluk tengil itu?, menjadi begitu sungkan dan hal ini benar benar membuat ku merasa geli
__ADS_1
"Aku memang pemuda yang begitu sopan dan baik hati nona" Ucap Bao Li dengan penuh percaya diri dan lagi lagi hanya membuat ku terkekeh
"Sudahlah sudah lah, jangan membuat ku merasa geli, katakan bagai mana keadaanya?"
"Ah, yang mulia kaisar?, keadaanya tak baik baik saja saat ini, bahkan Xi Ling harus bekerja sama dengan Chan Li untuk mengatasi ini"
"Separah itu kah?"
"Benar, selama ini aku bahkan tak pernah mengetahui hal ini, siapa yang menyangka jika seorang kaisar yang di kenal begitu kejam malah memiliki kesehatan tubuh yang begitu buruk, ia bahkan masih terus berbaring di ranjang setelah meninggalkan kediaman Mentri"
"Apakah tidak ada cara lain untuk mengobatinya?"
"Hanya sebuah tumbuhan, yang bahkan keberadaanya tak begitu jelas di mana, entah itu nyata atau hanya sebuah bulan saja"
"Menyedihkan, kau cari tau mengenai tumbuhan itu, hal seperti ini tak baik di biarkan terlalu lama"
"Siapa yang mencintainya?"
"Tak perlu mengelak lagi nona, semua orang di kerajaan ini bahkan sangat kenal dengan tempramen anda, gadis yang begitu jujur dan memiliki lidah tajam, jika bukan karena tertarik nona jelas tak akan membiarkan kaisar berada di sekitar anda, anda bukanlah gadis yang mau di kekang, anda bahkan tak segan untuk siapapun yang berani membuat anda tak nyaman"
"Ternyata dalam pandangan mu aku begitu buruk?"
"Tentu saja nona, rumor bahkan tak segan untuk menentang perintah raja, bahkan banyak yang mengatakan jika nona dengan begitu berani menolak dan mempermalukan seorang pangeran dari kerajaan ini"
"Sudah lah, lakukan apa yang sudah menjadi bagian mu, dasar mahluk tengil" Ucap ku yang tak ingin melanjutkan pembicaraan ini, mengapa malah membahas segala keburukan yang di lakukan Yu Ahli di masa lalu
__ADS_1
"Ah baiklah" Ucap Bao Li membungkukkan tubuhnya beberapa derajat dan segera bergerak meninggalkan kediaman
"Ming Ji"
"Saya nona"
"Mari keluar, ayah dan yang lain pasti sudah menunggu"
"Ah baik nona"
Dengan gerakan pelan aku segera melangkah meninggalkan kamar untuk segera ke gerbang tempat kereta di persiapkan
"Xiang Er, jaga diri mu baik baik"
"Baik ayah, ayah pun harus menjaga kesehatan ayah, jangan terlalu suka bergadang karena tak baik untuk kesehatan ayah"
"Ayah pasti akan merindukan mu, jadilah anak baik"
"Ia ayah, Xiang Er pamit" Ucap ku lirih dan setelahnya masuk kedalam kereta,
"Jaga diri ayah baik baik" Ucapku setengah berteriak saat kuda bergerak meninggalkan kediaman, tak lupa melambaikan dan tentu saja di balas ayah ku dengan senyuman kecil dan lambaian tangan yang sama
"Semoga tak terjadi apapun setelah ini" Ucapku menghela nafas sembari kembali menutup gorden jendela
"Semua akan baik baik saja nona" Ucap Ming Ji pelan
__ADS_1
"Aku harap demikian"