Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Perjaka Tua


__ADS_3

Xi Lin menghela nafas dan beranjak meninggalkan ruang kerja milik kaisar, ia tentu saja harus menyiapkan segala keperluan di mansion milik kaisar yang berada di kerjaan Xi'ang, dan yah sebagai tabib pribadi tentunya ia juga akan ikut ke Kerajaan Xi'ang memastikan jika keadaan tuan akan baik baik saja, ia sudah menghabiskan begitu banyak waktu dan upaya untuk mengatasi penyakit aneh yang di miliki kaisar ini, dan sampai saat ini belum memiliki sebuah titik terang, tak masalah mereka yakin jika hasil tak akan mengkhianati sebuah perjuangan, namun meskipun itu ia tentu saja harus menghubungi bawahanya untuk menyelesaikan kekacauan ini, dan memastikan jika kaisar meninggalkan kekaisaran dengan aman, kaisar Wu bukanlah orang baik yang akan mentoleransi sebuah kegagalan, jika membuatnya tak bahagia maka bersiaplah dengan setidaknya dua puluh pukulan tongkat panjang, langkah ringan itu membawa Xi Lin kembali ke kediaman, ia baru saja menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya di tinggalkan kaisar, dan saat ini sudah waktunya ia berangkat ke kerajaan Xi'Ang, dan memeriksa keadaan kaisar setelah melewati perjalanan yang cukup jauh ini.


Di sisi lain kuda hitam berlari dengan kecepatan tinggi, si penunggang nampak begitu serius dan fokus pada setiap langkah kuda yang saat ini ia tunggangi, yah dia adalah kaisar Wu bersama kuda hitam nan gagah begitu gagah yang selama bertahun tahun menemaninya dalam Medan pertempuran,


Ia sangat bersemangat saat ini, bagai mana tidak, setelah berpisah dalam waktu yang cukup lama akhirnya ia memiliki kesempatan untuk ke mansion jendral dan tentu saja untuk menemui gadis cantik yang sampai saat ini dengan begitu bangga ia sebut sebagai permaisurinya, tentu saja ia harus senang, ah tidak, bahkan ia sangat senag sejak beberapa waktu lalu Xi Lin selalu menahannya di istana membuatnya duduk diam dan harus menenggelamkan kan diri dengan segala pekerjaan yang melelahkan itu, hari harinya bahkan dihabiskan dengan suasana yang suram dengan setumpuk dokumen yang tak pernah memiliki akhir, melakukan hal hal yang bahkan sangat tak ia inginkan, ia terlalu muak dengan laporan dan keluhan para pejabat pemakan gaji buta itu,


"Yang mulia, mata hari sudah berada di atas kepala, akan lebih baik jika mencari tempat untuk beristirahat" Ucap Xi Lin pelan, kuda sudah berlari sejak tadi dan tentu saja merasa lelah, bagai mana pun kuda buka mesin, ia juga memiliki titik lelahnya, ia tak ingin hal buruk terjadi hanya karena terburu buru


"Yang mulia, tak jauh dari hutan ini ada sebuah pedesaan, kita bisa beristirahat di sana" Ucap Chan Li pelan, Wu liang hanya diam namun ia akan mengikuti saran dari kedua pengawalnya ini, perutnya juga sudah terasa lapar, dan beristirahat sejenak bukan pilihan yang buruk, jarak yang akan mereka tempuh tak terlalu jauh, saat ini ia bahkan sudah sampai di perbatasan kerajaan, ia bisa sedikit lebih bersantai


"Yang mulia sangat bersemangat" Ucap Chan Li pada Xi Lin, saat ini keduanya sudah berada di rumah makan, dan yah sang kaisar di biarkan beristirahat di lantai atas, ia menyewa kamar untuk sekedar melepas letih beberapa saat, dan setelahnya jelas mereka akan melanjutkan perjalanan ini, keadaan kaisar sebenarnya tak terlalu baik, terlalu kelelahan akan membuat racun di tubuhnya kambuh

__ADS_1


Dan hal itu akan membuat ia harus beristirahat dengan baik, agar tak menakuti sang permaisuri jika tiba tiba penyakitnya kambuh sewaktu waktu, racun benar benar tak terkendali akhir akhir ini, ia akan datang kapanpun ia inginkan


"Kau pun sama" Ucap Xi Lin dengan nada mengejek, ia menuangkan arak kedalam gelas kecil yang berada di hadapannya, ia jelas tau betapa bucinannya sang saudara, bahkan saat ini tak ada keluhan karena kenakalan permaisuri yang memusingkan itu


"Aku?, tentu saja, aku sudah tak sabar menemui kekasih ku" Ucap Chan Li dengan nada ringan, benar beberapa hari terakhir ia di perintahkan untuk kembali, dan untuk beberapa hari ini bahkan ia tak melihat wajah sang kekasih, sebagai pemuda yang sedang di mabuk kasmaran jelas ia merasa sangat merindu


"Dasar tak tau malu, kau sudah berada di sekelilingnya sepanjang hari, mengapa harus bertingkah menjijikan ini, kau bahkan seperti orang bodoh" Ucap Xi Lin dengan nada mengejek


"Kau mengatakan apa?" Ucap Xi lin tak terima, ucapan ini jelas sangat menohok, ucapan yang bahkan mampu membuat Xi Lin menjadi tak bahagia, dengan begitu tak berperasaan saudaranya memberikan julukan mengerikan itu, ia hanya belum menemukan pasangan yang ia inginkan, belum menemukan bukan berarti tidak akan bertemu bukan?


"Kau perjaka tua tak mampu, jika ingin merasakan rindu maka segera cari gadis mu, jatuh cinta lah terlebih dahulu agar kau tau bagai mana menyakitinya sebuah kerinduan yang mendalam" Ucap Chan Li tampa rasa bersalah sedikit pun, saudaranya ini memiliki hati yang sangat dingin, ia bahkan dengan ringan menyantap makanan di hadapannya, Tampa perduli dengan harga diri saudaranya yang bahkan sudah terluka karena ucapan menoghoknya sebelumnya

__ADS_1


"Aku ingin hidup normal lebih lama, aku tak ingin terjangkit penyakit kalian yang sangat meresahkan ini" Ucap Xi lin ketus, yah ia memilih untuk tak membuka hati, ia tak ingin jatuh ke lubang yang sama dengan tuan dan saudaranya, sangat di buta kan oleh hal yang tak memiliki bentuk namun kekuatannya sangat nyata, dan yah orang orang biasa menyebutnya cinta.


"Hey, kau, apakah kau tau cinta sangat menyengkan, apakah kau tak bisa melihat aura menyenangkan di sekeliling yang mulia?," Ucap chan li menatap saudaranya,


"Aku senang saat melihat yang mulia, hanya saja aku merasa jijik padamu" jawab Xi lin acuh, ia memilih untuk menyesap teh hangatnya, kepalanya hanya akan tambah pusing jika harus menghadapi segala ke konyolan saudaranya ini, Saudaranya menjadi mahluk cerewet karena jatuh cinta, benar benar tak terduga


"Kau?, apakah kau benar benar saudara ku?, kau bahkan sangat menyebalkan, dasar pejaka tua tak mampu" Ucap Chan Li bangkit dari duduknya menuju tangga, ia sedang kesal dengan saudaranya dari itu ia memilih untuk pergi meninggalkan saudaranya yang bergelar perjaka tua tak mampu itu


"Hey, mau kemana kau?"


"Melihat keadaan yang mulia"

__ADS_1


__ADS_2