
"Permaisuri apakah keadaan mu sudah lebih baik" Ucap kaisar menatap ku dengan penuh perhatian,
Aku hanya membalas dengan mengguk pelan, keadaan ku sedikit jauh lebih baik dari sebelumnya, meskipun perutnya masih sedikit nyeri dan keram, tapi tak masalah ia bisa menahan itu,
Semoga saja dua mahluk ini tak membuatnya semakin kesal dan hanya akan memperburuk moodnya, ia hanya bisa berharap, namun semua jelas tau apa yang akan terjadi jika kedua mahluk itu berjumpa,
Pertemuan pertama saja mereka sudah bertarung, lalu bagai mana dengan pertemuan selanjutnya?, pastinya mereka akan kembali membuat suasana menjadi kacau, harapan Yu Ahli bear benar hanya akan berakhir sia saja
"Sudah jauh lebih baik, dan silahkan menikmati makanannya, putra mahkota tolong hentikan wajah buruk Anda, dan anda yang mulia jangan tunjukan tatapan itu, hanya akan membuat ku terganggu" Aku menyantap makanannya dengan datar, saat ini aku bahkan hanya menghela nafas dengan penuh kesal,
Hal yang tak ingin ia lihat malah ia temui lihatlah, kedua mahluk ini masih tatapan tajam keduanya, ia bahkan sudah hampir melupakan kesopanannya pada kedua mahluk berkedudukan tinggi di hadapannya ini
"Brak" ia meletakan sumpitnya dengan kasar, saat ini keadaanya bahkan belum sepenuhnya baik, namun?, dua mahluk ini malah memperburuk keadaan dengan saling mengeluarkan aura penekanannya, ia sudah berdiri dan bersiap untuk meninggalkan tempat terkutuk ini
"Permaisuri anda akan kemana" Ucap kaisar saat melihat Yu Ahli yang menatap mereka dengan wajah tak bahagia
"Kalian merusak mood ku, jangan ada yang mengikuti ku, jika ingin berkelahi akan lebih baik di luar kediaman, tak merusak suasana dan segala properti kediaman, jika kalian mati pun aku tak ingin perduli" Ucap Yu Ahli menghela nafas pelan
"Maaf karena telah membuat mu tak nyaman jie" Ucap sang putra mahkota dengan penuh penyesalan, namun bahkan Yu ahli hany abai dan melangkah pelan meninggalkan kedua pria tampan itu
"Permaisuri" Ucap kaisar dan ia melangkah menyusul Yu Ahli yang sedang mengamuk,
"Jangan mengikuti ku bajingan kau merusak suasana hati ku" Ucapnya dengan penuh emosi, jika ingin ribut maka lanjutkan saja, Yu Ahli hanya ingin tenang, perutnya masih keram, moodnya bahkan naik turun, ia sangat sensitif dan sangat mudah tersinggung, namun?, para pria itu bahkan tak mengerti akan hal itu
__ADS_1
"Permaisuri redakan amarah anda, amarah hanya akan membuat mu tertekan" Ucap kaisar yang saat ini sudah berdiri di hadapan sang permaisuri
"Kau yang membuat ku tertekan bodoh, jika mood ku sudah rusak apa yang bisa kau lakukan?, hah?, kau menyebalkan, jangan mengikuti ku, jangan pernah dekati aku lagi dan segera tinggalkan kediaman ini, kau membuat hari hari ku menjadi begitu sulit" Omel Yu Ahli
"Permaisuri aku akan memberimu Konvensi" Ucap kaisar menarik pergelangan Yu Ahli pelan, ia tak memiliki banyak waktu, setelah melepas rindu tentu saja ia harus kembali ke istana, ia harus membasmi pengacau pengacau itu sebelum membawa permaisuri ke istana, ia tak ingin permaisuri mengalami kesulitan dengan segala kelicikan istana,
"Baik lah, mari ikuti aku" Ucap Yu Ahli tersenyum lebar, kaisar sudah membuatnya kesal dan ia akan memberi pelajaran pada kaisar ini, ia berharap kaisar akan segera pergi dari kediamannya
"Permaisuri apa yang akan kau lakukan" Ucap kaisar pelan saat ia di suruh berdiri di tengah lapangan
"Meletakan apel di kepala mu" Ucap Yu Ahli dengan girang
"Lalu?" Ucapnya lagi, seketika otak seorang kaisar menjadi lemot, apa lagi yang akan di lakukan oleh permaisuri jahilnya ini, saat ini ia hanya bisa berdoa semoga saja ia masih memiliki stok nyawa untuk membuka mata di hari esok
"Kau ingin membunuh Zen?" Ucapnya pelan
"Tergantung kemampuan dan keberuntungan mu yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan senyuman mengejek, mahluk ini sudah membuatnya kesal dan ia harus membalasnya sesegera mungkin
"Apakah kau benar benar siap menjadi janda?, Zen belum siap meninggalkan mu, Zen mencemaskan nasib mu dan anak kita di masa depan" Ucap kaisar pelan
"Kita bahkan belum menikah, bagai mana mungkin bisa punya anak, dan, lagi menurut ku janda pun masih bisa mencari suami baru kan?, aku cantik dan sangat memadai untuk memiliki suami yang baru, yang lebih tampan, kuat, kaya, dan sangat penurut" Ucap Yu Ahli sembari mengambil busur tak jauh darinya
"Zen tak akan membiarkan itu terjadi" Ucap kaisar masih berdiri diam di tempatnya
__ADS_1
"Dari itu jangan banyak bergerak dan mengomel, jika kau tak ingin melihat ku menjadi janda, dan segera mencari suami yang lebih tampan dan kaya dari mu" Ucap Yu Ahli menarik busurnya, kaisar Wu memilih untuk memejamkan matanya, ia percaya jika panah itu tak akan menyakitinya, permaisurinya tak akan begitu tega, yah kaisar Wu percaya itu
"Ya dewa apa yang sedang nona lakukan?" Ucap seorang pengawal muda yang menatap kelakukan Yu Ahli dari kejauhan, Yu Ahli bahkan sangat ceroboh, bagai mana jika panahnya meleset dan kaisar akan di rugikan seumur hidupnya
"Kau hanya bisa menonton, jangan banyak berkomentar jika tak ingin berada di posisi itu" sahut rekanya yang berdiri tak jauh darinya
"Tapi?, yang mulia kaisar?, ini jelas suatu penghinaan, nona akan mendapat masalah" Ucapnya lagi, siapa yang tak mengenal si pemilik benua timur ini?, pemimpin paling bengis dan begitu gila harta, bahkan ia sudah menguasai lebih dari setengah kerajaan yang tersebar di benua ini
"Kau pengawal baru ya?" Si pria hanya mengguk sebagai jawaban
"Pantas saja" Ucapnya lagi sembari terus menatap kelakuan nonanya dari kejauhan
"Apakah aku meninggalkan hal penting?" Ucap si prajurit muda dengan begitu pelan
"Sudah menjadi rahasia umum, kaisar Wu yang tak tersentuh jatuh cinta ah tidak tergila gila pada nona muda keluarga Yu, semua orang juga mengetahui itu, lagi pula siapa yang berani menolak pesona seorang gadis cantik" Ucap si prajurit pelan
"Apakah itu kebenaran?, rumor yang bertebaran itu nyata?, bukankah kaisar Wu sosok yang sangat kaku?" Ucap si prajurit pelan
"Kau bisa melihat sendiri bagai mana pria yang selama ini di katakan dingin tak tersentuh, bahkan ia begitu pasrah dengan segala kelakukan jahil nona kita, tapi?, meskipun begitu bukankah mereka pasangan yang cocok"
"Yah sangat cocok, kita hanya bisa berdoa agar tak terjadi hal.. "
"Hore kena juga" Ucap Yu Ahli dengan girang, ia sudah berhasil membidik apel di kepala sang kaisar bukankah keterampilan memanahnya semakin bagus?
__ADS_1