Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Tidak menikah juga bagus


__ADS_3

Rembulan malam kembali menyapa, saat ini aku sedang duduk di depan perapian untuk menghangatkan tubuhku, udara bahkan sangat dingin, namun aku tak bisa tidur, Aku menghela nafas pelan, mengapa sangat menyebalkan


"Xiang er" Ucap ayah ku, saat ini aku duduk diam di depan tenda, kami baru saja meninggalkan kerajaan Xiou wan, dan seperti biasa kami harus melewati dua hari perjalanan untuk kembali ke kerajaan Xi'ang, sejak tadi aku hanya termenung di depan tenda, aku menyusun rencana untuk membalas kedua kakak menyebalkan ku itu


"Aiyaa ayah, malam semakin dingin, mengapa ayah di luar" Ucap ku perlahan berdiri menyambut kedatangan ayah ku


"Mengapa belum beristirahat, udara malam tak baik untuk kesehatan mu Xiang er, apakah ada yang membuat merasa tidak nyaman hingga sulit tertidur?" Ucap Ayah pelan, dan dengan gerakan anggun mendudukkan diri di samping ku, aku menghela nafas pelan sembari menggeleng pelan, dan setelahnya menyandarkan tubuh ku ke bahu tua ayah


"Xiang er malah mengkhawatirkan Ayah, ayah baru saja sembuh, perjalanan ini cukup panjang, Xiang Er mengkajwatirkan kesehatan ayah" Ucap ku pelan

__ADS_1


"Ayah tidak apa apa, Xiang er tak perlu cemas, sekarang Xiang er segera masuk, untuk segera beristirahat" Ucapnya sembari mengelus rambutku dengan lembut


"Ayah, Xiang er belum mengantuk" Ucap ku pelan, aku mengangkat kepala ku dan mendekat ke api unggun untuk menghangatkan diri yang terasa sedikit dingin karena terpaan angin malam


"Maafkan ayah" Ucapnya, aku menatap ayah dengan tatapan tanya, apa yang perlu di maafkan?, ayah tak melakukan kesalahan apapun, mengapa harus meminta maaf


"Ayah tau kesedihan mu, maafkan ayah yang tak berdaya, lagi lagi ayah tak bisa melindungi mu" Ucap ayah ku dengan penuh rasa bersalah, aku berdehem pelan sembari menatapnya dengan lekat, sebenarnya apa yang terjadi?, mengapa ayah terlihat begitu tak bahagia, ada apa?, apa yang telah ku lewatkan


"Ada apa dengan lin er?" Ucap ayah menatap ku dengan lembut

__ADS_1


"Ayah, kakak ke tiga sudah cukup dewasa, aku tak ingin ia menjadi olok olokan para nona muda, mengingat reputasinya yang tampa sengaja ku rusak, aku khawatir ia tak mendapatkan pernikahan yang baik, aku benar-benar merasa bersalah, aku tak berniat mempermalukannya hari itu" Ucap ku memasang wajah sendu ku, hey sebenarnya bukan aku yang merusak reputasi Yi Lin itu, aku hanya membantunya sedikit bermain, tak menyangka jika akan sangat fatal seperti ini, lagi pula siapa suruh ia mengusik ku, satu hal yang selalu ku pegang sampai saat iniĀ  pembalasan akan jauh lebih buruk dari apa yang ia lakukan, jika ingin jatuh makan datang dan mari bertaruh


"Ayah lebih mencemaskan mu Xiang er, jie ketiga mu sudah memiliki perjanjian pernikahan dengan tuan muda dari keluarga Xu, dan acara pernikahan akan di lakukan dua bulan kedepan, sedangkan kau?, ayah takut kau tak mendapat pernikahan yang layak" Ucap ayah pelan,


"Ayah tak perlu mengkhawatirkan aku, jika tak ada yang mau menikahi ku, maka itu jauh lebih baik, aku bisa selalu berada di sisi Ayah selamanya, tapi ayah, ku dengar tuan muda Xu cukup liar, dan selalu keluar masuk rumah bordir, Xiang er mencemaskan jie ke tiga, bagai mana jika ada yang menindasanya, bagai mana kehidupannya di kediaman Xu kelak, sejak kecil ia terbiasa hidup dengan baik, aku benar benar mencemaskannya ayah" Ucap ku pelan


"Ayah yakin Lin er bisa bertahan dengan posisinya sebagai nyonya keluarga Xu, Lin er akan bertahan dengan kedudukannya, ia adalah putri keluarga Yu yang begitu kokoh dan teguh dengan pendiriannya, dan lagi menikah dengan keluarga Xu adalah berkah bagi Lin Er, dan semoga Lin Er bisa mengatasinya, ayah yakin jika putri Ayah adalah wanita kuat" Ucap Ayah menghela pelan, ah tenyata jie ketiga ku yang jahat itu memang sudah di takdir kan untuk menderita nasib yang begitu malang, menikah dengan tuan muda Xu itu jelas hanya akan mendorongnya ke dalam neraka, setiap hari harus merasakan rasa sakit saat melihat suami membawa wanita datang ke rumah, menyimpan begitu banyak selir, ah jie ketiga ku yang tercinta, sepertinya kau memang sudah dilahirkan untuk menjadi istri yang di abaikan


"Kita hanya bisa berharap ayah, semoga semua baik baik saja, meskipun Xiang Er tak percaya sepenuhnya dengan keluarga Xu" Ucap ku pelan, ayah mengguk sebagai jawaban

__ADS_1


"Mari lupakan hal itu, toh masih cukup lama dan sedikit tabu untuk di bahas, sebaiknya Xiang Er beristirahat, ayah akan menemui jendral Fu terlebih dahulu" Ucap ayah pelan


"Harap ayah tak kembali terlalu larut, udara malam sangat tak baik untuk tubuh ayah, Xiang Er permisi" Ucap ku pelan setelahnya aku beranjak masuk ke tenda dan segera mengistirahatkan tubuhku yang sedikit lelah karena telah menempuh perjalanan yang cukup panjang,


__ADS_2