
Mentari pagi kembali bersinar dengan begitu cerah, seperti biasanya aku sudah duduk di bawah pohon persik sembari menikmati desiran angin lembut di lagi hari, udara begitu segar, sangat di sayangkan jika di biarkan berlalu begitu saja, sebuah jubah langsung saja membaluti tubuhnya, yu ahli tersentak pelan dan berbalik untuk melihat siapakah gerangan yang dengan lancang menyentuhnya
"Udara sangat dingin permaisuri, jangan sampai kau jatuh sakit, karena Zen akan merasa sangat bersalah"
"Yang mulia, bukankah seharusnya anda kembali ke istana?, bukankah ada beberapa masalah mendesak" Ucap Yu ahli pelan, bukankah ia sudah mengusir kaisar ini, bahkan ia mengantar sendiri kepergian kaisar Wu ini, tapi?, mengapa bisa sampai di sini lagi?
"Jika permaisuri masih begitu acuh dengan kesehatan tubuh mu, bagai mana mungkin Zen bisa tenang meninggalkan permaisuri dengan orang orang ini"
"Sejak kecil saya di asuh oleh pelayan yang mulia, dan saya fikir mereka tak akan berani melakukan hal di luar jangkauan"
"Hati manusia siapa yang tau?" Ucap kaisar Wu pelan dan setelahnya mendudukkan diri di balik meja kayu di samping Yu ahli
"kemarilah permaisuri, Zen hanya akan pergi jika telah memastikan jika kau beristirahat dan makan dengan baik"
"yang mulia, ini sedikit tak pantas, dan
terlebih bisa menyakiti leluhur ku, saat ini aku bahkan tinggal di rumah ayah, rumah ku sendiri, bagai mana mungkin ada yang berani menelantarkan ku?" Ucap Yu Ahli pelan,
"Kau benar, Zen lah yang terlalu mengkhawatirkan perihal ini" Ucapnya lagi, yu ahli menghela nafas pela. dan melangkah mendekati meja batu tersebut, tak ada perbincangan di antara mereka, yu ahli sedang memikirkan beberapa hal membuatnya menjadi melamun"
"apa yang mengusik mu permaisuri?" Ucap kaisar Wu saat melihat Yu ahli yang tiba tiba termenung
"Hanya beberapa hal" Ucap yu ahli pelan, para pelayan datang bersama Napan Napan berisi berbagai makanan lezat dan dengan begitu telaten menatanya di meja di hadapan mereka
"Permaisuri makan lah, ini adalah ayam daun bawang dari toko yang Ximin (Restoran terkenal di kerajaan Xi'ang ini)
"Apakah waktu anda begitu senggang yang mulia?"
__ADS_1
"Tak perlu cemas, Zen masih memiliki banyak waktu, selagi bersama mu maka Zen tak masalah meninggalkan kepentingan yang ada"
"Buaya darat" Batinnya dengan penuh rasa jijik ia fikir aku adalah seorang gadis yang begitu mudah luluh dengan bujuk rayuannya ini, meskipun berada di tempat ini cukup lama jangan pernah melupakan fakta jika ia adalah gadis yang datang dari masa moderen, pria buaya seperti ini sudah sangat biasa ia atasi
"Apakah kau sedang mengutuk Zen?" Ucap kaisar Wu yang mendapat kerutan kening dari Yu Ahli
"Sudah lah, jangan banyak berfikir, Zen hanya menebak, dan itu di perkuat dengan expresi jijik mu permaisuri, benar benar menggemaskan" Ucap kaisar Wu memasukan potongan daging ayam ke dalam mangkuk milik Yu ahli
"Yang mulia, saya ingin menanyakan beberapa hal"
"Katakan saja, aku bahkan tak keberatan"
"Jika diri ku saat ini bukan diriku yang dulu apakah kau akan melepaskan ku?"
"Tentu saja tidak, siapapun kau, baik dulu ataupun sekarang, selagi masih dirimu Zen akan menerimanya"
"jika suatu saat aku meninggalkan anda sendirian, apa yang anda lakukan?"
"ah permaisuri, habiskan makanan anda, agar kau memiliki banyak tenaga, menghadapi ku bukan lah perkara mudah, kalian harus tetap bersabar apapun yang akan terjadi setelahnya"
"Anda benar benar kurang pekerjaan yang mulia" Ucap yu ahli pelan, namun wajah geli itu di gantikan dengan wajah sedikit terkejut melihat perubahan kaisar yang menjadi begitu pucat
"hey, yang mulia, ada apa dengan wajah mu?, mengapa begitu pucat" Ucap yu ahli dengan panik, ia perlahan mendekat dan menyentuh tangan sang kaisar
"sangat dingin, apa yang sedang terjadi?" Ucap yu ahli lagi, namun bahkan hanya di balas dengan keheningan
"Siapapun, bantu aku" Ucap yu ahli pelan, dan dalam sekejap beberapa pelayan datang
__ADS_1
"Nona, ada apa?" Ucap Ming Ji yang baru saja tiba di kediaman
"Segera panggilan tabib, dan bantu membawanya ke kamar untuk beristirahat" Ucap Yu Ahli dengan nada panik, meskipun ia tak begitu suka di usik oleh sang kaisar, namun melihat kaisar kesakitan seperti ini benar benar membuatnya cemas, melakukan apapun yang ia bisa lakukan seolah di masa depan sudah benar tak ada waktu untuk bersama lagi
"Pelan pelan dan baringkan tubuhnya di sini" Ucap yu ahli dengan begitu panik, bahkan ia dengan begitu mudah menyerahkan kamarnya pada orang lain, setelah selesai maka pelayan harus segera meninggalkan tepat ini, ia tak ingin ada yang menguping dan hanya akan membuat mu jatuh dalam stuasi yang begitu berbahaya
"Yang mulia" Ucap Chan Li dengan anda kaget, racun sedang kambuh, dan sialnya malah di kediaman Mentri, Chan Li sembari berniat untuk mengangkat tubuh sang kaisar dan berniat untuk membawanya menjauh agar tak membuat kekacauan dan membuat ia merasa takut
"Kemana kau membawanya, tabib akan segera sampai, kau tak perlu membawanya pulang hanya untuk ini"
"Yang mulia, saya akan membawa sang kaisar kembali, Xi Lin segera bantu aku, akan sangat berbahaya jika ada yang mengetahui keadaan kaisar yang sebenarnya, karena hal ini hanya akan memicu sebuah pertengkaran dan keributan"
"Aggghhhj" teriakan menggelegar itu bahkan sudah hampir merusak seisi kamar karena ia yang sedang mengamuk
"Apa yang terjadi?, di mana tabib, mengapa sangat lama" Ucap Yu Ahli dengan nada cepat,
"Apa yang terjadi pada tubuhnya, mengapa begitu dingin" Ucapnya lagi
"Xi Lin, ayo kita kembali"
"Sudah mustahil untuk di kejar, jika nekat keluar maka akan banyak mata yang melihat kejadian ini, dan setelahnya kita lah yang akan menerima hukuman, Ah Nona Yu, anda bisa meminta para pelayan anda mundur, ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan, ini menyangkut nyawa yang mulia kaisar"
"Baiklah,Ming Ji, bawa yang lainya menjauh dari istana, baik itu pengawal ataupun pelayan, jauhkan mereka dari kediaman untuk beberapa waktu"
"Tapi mengapa nona"
"Lakukan seperti yang ku katakan" Ucap Yu Ahli Putus Yu Ahli dengan nada yang begitu datar dan tentu saja membuat Ming Ji merasa sangat ketakutan, namun siapa yang akan perduli?, ia merasa begitu cemas, ia takut dan kalut, ia tak ingin di bantah apa lagi di ganggu dengan hal hal konyol lainya
__ADS_1
"Baik non" Ucap Ming Ji pelan, ia merasa terkejut dengan nada rendah itu, hal ini jelas membuat bulu kuduknya merinding
,