Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Darah hati


__ADS_3

Hari beranjak siang, Yu Ahli sudah berdiri di depan gerbang untuk melihat kepergian saudaranya, pada dasarnya tugas tetaplah tugas, ia tak akan menghentikan saudaranya untuk menjalani sebuah kewajiban


"Gege, berjanjilah untuk kembali dengan Tampa ada yang kurang" Ucap Yu Ahli menggenggam tangan sang saudara laki laki, ia cemas namun ia tak bisa egois dan memaksa kakaknya untuk tetap tinggal, sebuah pekerjaan memiliki tanggung jawab dan konsekuensinya masing masing


"Gege berjanji, Xiang Er jangan tunjukan wajah sedih itu, Gege menjadi tak tega"


"Jika tak tega maka tinggallah"


"Sayangnya Gege tidak bisa, maafkan Gege"


"Sudah lah ge, pergilah, jika lebih lama Xiang er takut jika, Xiang Er tak mampu melihat kepergian Gege"


"Baiklah, jaga diri mu baik baik" Ucap jendral yu dengan nada lembut, Yu Ahli memeluk erat tubuh saudaranya


"Jangan seperti ini" Bisiknya lagi


"Berjanjilah untuk kembali dengan banyak hadiah"


"Baik lah, apapun untuk Xiang Er yang cantik"


"Pergilah ge" Ucap Yu Ahli dengan enggan melepas pelukannya, kaisar Wu melihat adanya sebuah kesempatan langsung menarik tubuh yu ahli ke dalam pelukanya


"Zen ada di sini, tak perlu takut" bisik kaisar Wu lembut sembari mengeratkan pelukanya


"Yang mulia, aku menitipkan Xiang Er, jie jie, yang mulia raja saya mohon diri" Ucapnya dengan nada lembut dan setelahnya menaiki kuda untuk segera berangkat ke perbatasan


Setelah rombongan menghilang Yu Ahli menghela nafas pelan dan berjalan kembali ke kediaman, tak ada hal yang menarik yang bisa ia lakukan


"Permaisuri" Ucap kaisar Wu mengikuti langkah Yu Ahli untuk segera kembali ke kediamannya


"Hm" Ucap Yu Ahli pelan, setelah menolak beberapa waktu akhirnya Yu Ahli bermurah hati membiarkan kaisar Wu memanggilnya seperti itu, toh ia tak bisa melakukan apa apa meskipun menolak

__ADS_1


"Apakah kau tidak bosan?, Selama ini kau bahkan sangat suka bermain" Ucap kaisar Wu pelan, selama ini yang ia tau jika Yu Ahli adalah sosok yang begitu aktif, terlalu lama berdiam diri di dalam kediaman ini bahkan akan membuatnya mati kebosanan


"Aku lelah" Ucap Yu Ahli dengan nada ringan, ia terus melangkah dan terus mengabaikan keberadaan kaisar yang sedari tadi di sisinya


"Agg" kaisar Wu memegangi dadanya pelan


"Kau" Ucap Yu Ahli langsung berbalik, dan yang ia dapatkan kaisar yang sudah berada di tahan sembari meringis menahan sakit


"Yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan panik ke arah kaisar Wu, dengan panik menyentuh dada sang kaisar


"Aghhh" Kaisar Wu masih memegangi dadanya, sedang kan Ming Ji yang berada di antara mereka pun ikut panik hingga bahkan tak tau harus berbuat apa


"Ah, bertahan lah, hey jangan tutup tamu, kaisar, jangan tutup mata mu, kau dengar, jika berani maka kau akan menanggung akibatnya" teriak Yu Ahli dengan cemas, bagai mana tidak saat ini bahkan kaisar sudah jatuh tak sadarkan diri, dengan keras kepala menutup matanya hingga membuat Yu Ahli dalam ketakutan


"Ku mohon, jangan tutup mata mu, hiks, ku mohon" Air mata jatuh Tampa sebuah pemberitahuan, namun Yu Ahli bakan masih memeluk tubuh kaisar Wu dengan erat, saat ini tubuhnya dalam keadaan begitu lemah, ia tak mampu untuk sekedar membantu kaisar ke kamar, demi apapun jika hal buruk terjadi maka ia hanya akan menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi penyebab penderitaan orang orang di sekelilingnya


"Jangan menagis, aku hanya bercanda" Suara bisikan itu membuat bola mata Yu Ahli membulat dan dengan kejam mendorong tubuh kaisar menjauh darinya, ia benar benar kahwatir dan takut akan kehilangan, namun kaisar malah mempermainkannya


"Maaf, Zen salah, Zen sama sekali tak berniat memiliki niat untuk mempermainkan mu" Ucap kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut


"Lepas" Ucap Yu Ahli dengan nada rendah, ia tak suka jika di permainkan seperti ini


"Maaf" bisik kaisar Wu lagi, ia tak bermaksud, ia tak bermaksud untuk mempermainkan Yu Ahli, luka itu tiba tiba beraksi, karena tak ingin membuat sang permaisuri cemas ia memaksakan diri untuk menjadi sok kuat


"Lepas" Yu Ahli bahkan masih bersemangat melepaskan diri dari pelukan sang kaisar, hingga pada akhirnya,


"Darah?" Ucapnya sembari menatap tangannya dengan tatapan kosong


"Kau, kau berdarah yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan nada cemas dan penuh sesal


"Aku baik baik saja" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan, ia baik baik saja, bahkan luka itu tak terasa sama sekali

__ADS_1


"Aku menyakiti mu yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan anda lirih,


"Hanya luka lama, bukan salah mu" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan, luka lama itu kembali terbuka, luka ini terbuka karena kelalaiannya, tak ada sangkut pautnya dengan sang permaisuri


"Yang mulia, ini pasti sangat menyakitkan, Ming Ji, segera panggilkan tuan Xi Lin" Ucap Yu Ahli dengan cemas dan membantu kaisar Wu segera beristirahat


"Bagai mana keadaan yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan cemas, ia bahkan dengan keras kepala untuk tinggal dan melihat luka di tubuh kaisar meskipun kenyataanya ia takut untuk melihat


"Ah, keadaan yang mulia tidak bisa di katakan baik baik saja, akhir akhir ini ia terlalu memaksakan diri, hingga membuat luka itu kembali terbuka"


"Tidak ada hal gawat lainya bukan?" Ucap yu ahli pelan


"Tidak yang mulia, yang mulia kaisar hanya butuh sedikit waktu istirahat dan makan dengan baik, sejak ia mengetahui kekacauan ini tampa pikir panjang ia bergerak dan segera menemui mu, meskipun lukanya bahkan belum sepenuhnya pulih"


"Apa yang terjadi mengapa yang mulia bisa terluka?"


"Ini adalah akibat proses pengobatan, bunga itu tak bisa berfungsi jika tak di teteskan darah dari hati orang yang terkena racun"


"Dan kalian menusuk hatinya?"


"Kami tak memiliki pilihan yang mulia, kami hanya memiliki satu kesempatan dan kaisar bahkan dengan keras kepala menyanggupinya Tampa berfikir kedepan"


"Bajingan sialan itu" Ucap yu ahli dengan nada kesal


"Jangan salahkan yang mulia, kami harus melakukan segala hal untuk menyembuhkan racun itu, agar kelak tak melukai anda, yang mulia Kaisar bahkan sangat menyesali kejadian di masa lalu, saat ia Tampa sengaja menyakiti anda" Ucap Xi Lin pelan, meskipun sudah di larang ia harus mengatakannya, agar nona muda keluarga Yu ini tak semakin menyalahkan sang kaisar, bagai manapun hanya merekalah yang tau segala penderitaan yang di alami sang kaisar selama bertahun tahun


"Jika dia mati apakah dia fikir aku akan hidup dengan bahagia" Ucap Yu Ahli dengan nada kesal


"Saya harus memasak sup obat untuk yang mulia, berharap agar yang mulia permaisuri merawat kaisar dengan baik"


"Pergilah, aku akan mengurusnya" Ucap Yu ahli pelan

__ADS_1


__ADS_2