Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Malam semakin larut Yu Ahli bahkan masih duduk di depan jendela, menikmati udara yang segar, suasana hatinya tidak begitu baik, bahkan dalam Keterdiaman air mata jatuh Tampa suara, bagai mana tidak, kenagan hari indah bersama sang ayah kembali berputar seolah kaset rusak di otaknya, semua kejadian indah itu bahkan hanya menjadi sebuah kenangan yang tak akan pernah dapat terulang kemabali


"Ayah, kau pasti sangat kecewa saat tau jika salah satu dari putrimulah yang merencanakan pemusnahan itu" Ucap yu ahli dengan nada nan begitu lirih, ia masih begitu menyesal, ia masih begitu merasa bersalah karena telah meninggalkan sang ayah sendirian hingga orang jahat melakukan berbagai trik untuk menjatuhkan sang ayah


"Apa yang sedang menunggu pikiran mu permaisuri" Suara bas datang dengan begitu tiba tiba, yu ahli bahkan langsung menepis air matanya yang mengalir


"Ah, anda, apa yang membuat anda datang yang mulia" Ucap Yu Ahli dengan nada serak khas orang yang baru saja menangis, jendral Wu melangkah mendekati yu ahli dan membawanya kedalam pelukan yang hangat dan mengakan


"Bagai mana keadaan mu, apakah beberapa waktu di kerajaan ini menyulitkan mu" Bisik kaisar Wu dengan nada begitu lembut, ia tau jika hari hari sang permaisuri di kerajaan ini tidaklah mudah, sang permaisuri bahkan berkali kali di pukul dengan kenyataan yang begitu kejam


"Saya baik baik saja" Ucap Yu Ahli dengan nada pelan, namun ia bahkan tak ingin melepaskan pelukan hangat dari Wu Liang, ia merasa begitu hangat dan begitu tenang saat berada di dalam pelukan sang kaisar


"Jangan takut, aku akan berada di sisi mu, jika ingin nangis maka menagislah" Ucap kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut, ia tau jika permaisurinya bahkan memaksakan diri untuk terlihat kuat, ia jelas tau jika saat ini yu ahli merasa begitu kacau saat mengetahui segala kenyataan yang ada, kaisar Wu tau bagai mana perasaan dan kesulitan yang di lalui Yu Ahli selama ini

__ADS_1


"Mengapa kau terlambat, mengapa kau tak menemui ku dari awal, mengapa kau tak menyelesaikannya, mengapa kau malah membuat ku tau dengan kenyataan ini, mengapa kau begitu menyebalkan" Ucap yu ahli dengan suara keras, ia bahkan menagis dengan begitu keras, ia tak menahan dirinya lagi, ia benar benar merasa kesal, ia merasa kesal saat kaisar Wu bahkan tak datang untuk melihat bahkan menayangkan keadaanya, ia sudah sangat menderita di kerajaan ini, tapi?, Kenapa kaisar Wu terlambat, apakah setelah kematian ayahnya yu ahli akan benar benar di anggap tak berguna?, Apakah ia Seoang gadis yang hidup hanya mengandalkan segala kuasa ayahnya


"Maaf, Zen terlambat datang, Zen sudah membuatkan mu menderita di waktu yang begitu lama"


"Kau sudah benar benar terlambat, apakah kau tau?, Ini sangat menyakitkan, terlebih saat tahu bagai mana mereka memperlakukan ayah ku dan membunuhnya dengan begitu kejam" Ucap Yu Ahli bahkan semakin mempererat pelukanya, ia kesal dan bahkan sangat kesal dengan ini, ia memarahi dirinya sendiri, namun karena kaisar Wu berada di sisinya maka kaisar Wu mau tak mau harus menerima segala kemarahan ini


"Yah, ini salah Zen, Zen yang terlambat" bisik kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut, ia bahkan tak berfikir jika Yu Ahli akan menerima pelukanya, dan bahkan membalas pelukannya, ini adalah yang pertama, pertama kali Yu Ahli tak menolak keberadaanya, ia memang sudah tergila gila dengan Yu Ahli hingg bahkan apapun yang di lakukan Yu Ahli akan membuat ia merasa bahagia, sejak awal ia bahkan tak percaya, selama ini ia hidup dengan begitu datar, tak merasa bahagia sedih ataupun kesal, namun semua berubah drastis saat pertemuannya dengan yu ahli di masa lalu, setelah pertemuan hari itu ia merasa jika dirinya kembali hidup, ia merasa jika ia kembali memijaki sebuah dunia, ia merasa memiliki sebuah tujuan hingga membuatnya menjadi begitu bersemangat untuk memperbaiki diri agar pantas berdiri di samping nona muda yang lahir di keluarga yu itu


"Aku ingin nyawa mereka" Ucap yu ahli mendongak menatap wajah kaisar Wu, tatapan yang begitu lekat, kaisar Wu tersenyum samar sembari mencubit pipi yu ahli gemas, lihatlah, sebelumnya ia menagis tersedu sedu namun dalam beberapa saat ia bahkan mampu menujukan raut wajah ini, raut yang begitu menggemaskan membuat semua orang tak bisa menolak keinginannya


"Ulangi kata katamu mu permaisuri" Ucap kaisar Wu dengan nada semangat, sebelumnya?, Permaisurinya mengatakan?, Apakah ini sebuah kenyataan?, Ia harus mendengarnya lagi


"Terimakasih" Ucap yu ahli dengan nada pelan

__ADS_1


"Setelahnya" desak kaisar lagi


"Aku.. aku mencintaimu" Ucap yu ahli dengan nada nan begitu pelan, ia merasa malu, ia bahkan tak menyangka jika ia akan keceplosan di saat seperti ini


"Apa?, Zen tak mendengarnya dengan baik" Ucap kaisar Wu


"Aku mencintaimu kaisar bodoh" Ucap Yu Ahli melompat dan memeluk kaisar Wu, dan bahkan dengan gerakan cepat mengecup kening sang kaisar, ia ia tak bisa menahannya lebih lama, saat awal ia Memang merasa begitu terganggu dengan kehadiran sang kaisar, namun setelah waktu berlalu ia menjadi terbiasa, ia bahkan sangat menghargai segala perjuangan kaisar selama ini, ia tau jika kaisar mencintainya dengan begitu tulus, mengingnkanya Tampa suatu sayrat, hal ini di tandakan dengan ketidak pedulian kaisar dengan segala rumor yang beredar


"Zen lebih mencintaimu permaisuri" Ucap kaisar Wu dengan nada nan begitu lembut dan bahkan mengelus pucuk kepala Yu ahli


"Apakah kau tak akan mencium ku?, Aku melihat begitu banyak film dan cerita, saat pemeran utama wanita mengatakan cintanya maka...." Ucapan yu ahli terhenti saat kaisar Wu menarik tengkuknya dan membawanya ke dalam sebuah ciuman yang begitu menggairahkan, hingga setelah beberapa saat ciuman itu terlepas


"Kau sangat terburu buru, setidaknya beri pemberitahuan terlebih dahulu" Ucap Yu Ahli dengan nada kesal, ia menatap di sekeliling, dan setelah melihat akhirnya ia menemukan sebuah meja, ia menarik meja agar mendekat ke arahnya

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?"


"Diamlah" Ucap Yu Ahli bergerak menaiki meja dan setelahnya menarik tubuh kaisar mendekat, ini jelas tak bisa di biarkan, kaisar menciumnya dengan begitu tiba tiba dan membuatnya terkejut, maka dari itu kaisar harus bertanggung jawab, yu ahli bahkan kembali membawa sang kaisar kedalam sebua ciuman yang begitu panas, keduanya bahkan saling berpelukan dan membagi Silva dan membiarkan rembulan malam menjadi saksi bisu dengan sebuah hubungan yang baru saja di mulai.


__ADS_2