Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
gadis mabuk


__ADS_3

"Nona" Suara serak itu membuat ku berbalik, yah itu Ming ji yang baru saja bangun, dengan rambut yang sedikit acak acakan dan jangan lewatkan wajah sembabnya itu, semalam bahkan keduanya menghabiskan seluruh tenaga ku, bagai mana tidak?, aku sudah memesan dua kamar untuk mereka namun?, bahkan kedua nona muda yang sedang mabuk itu malah mengacau di kamar ku, mengatakan banyak hal konyol yang bahkan tak masuk akal


"Kepalaku pusing sekali" Ucapnya sembari memegangi kepalanya, aku hanya menganggukkan kepala ku pelan


"Teruslah beristirahat, pelayan akan segera datang membawa makanan dan sup pereda mabuk" Ucapku sembari mengalihkan pandangan menatap keindahan kota di pagi hari


"Maaf atas kelancangan  hamba nona" Ucap Ming ji berjalan sempoyongan mendekati ku, aku hanya menghela nafas pelan,


"Duduk diam di sana" Ucapku, aku baru saja mendengar ketukan dari luar dengan enggan aku beranjak menuju pintu, lima pelayan sudah berdiri di sana, jangan lupa napan yang mereka bawa, aku mempersilahkan mereka masuk dan menata makana  di meja


"Minum lah sup penghilang mabuk ini, setelahnya segera bersihkan diri" Ucapku pada kedua gadis yang duduk di hadapan ku ini, keduanya mengangguk patuh, dan mulia meminum sup, setelahnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri, aku melangkah pelan meninggalkan kamar menuju restoran yang ada di lantai bawah, biarkan keduanya bersiap terlebih dahulu, toh aku juga sudah lapar


"Huh aku masih memiliki waktu 1 hari, kemana aku akan pergi?, dalam hitungan jam jendral Fu dan lainya akan sampai dan pastinya akan kembali membuat ku terkurung di antara mereka" Ucapku sembari menyantap buah apel yang baru saja ku buka, aku masih diam di depan jendela, di temani teh dan buah apel,


"Xio Bai" Ucapku pelan, Dan ia datang dalam sekejap, sesuai janji ku semalam Xio Bai akan menjadi pengawal ku, aku bosan mendengar rengekannya meminta untuk hidup seperti manusia, tak masalah toh aku masih memiliki cukup tempat untuk menampung mereka, biarkan saja mereka menikmati kehidupan, sama seperti ku, jika memiliki kesempatan maka tentu saja harus di gunakan sebaik mungkin


"Sudah waktunya makan ya?" Ucapnya dengan senyuman lebarnya,


"Tak usah banyak bertanya, segeralah duduk dan makan dengan nyaman" Ucap ku malas

__ADS_1


"kemana perginya kedua nona cantik semalam?"


"Masih di kamar, kau tau sendiri bagai mana gilanya mereka saat mabuk" Ucapku sembari memasukan pangsit ke mulut ku, makanan pembuka yang cukup lezat, sebelum ayam panggang dan bebek Peking makan pangsit setidaknya bisa mengganjal lapar


"Benar, bahkan mereka sangat kuat, aku menjadi ragu apakah mereka benar nona muda, dengan kekuatan monster seperti itu, lihatlah bahkan aku harus menyisir rambut ku selama beberapa jam karena mereka mengacaknya dengan semalam, mereka yang mabuk kepala ku yang menjadi pusing


"Jangan banyak mengeluh, di masa depan mereka akan menjadi rekan mu, kau tentu saja harus membiasakan diri, Ming Ji bukan gadis jahat, ia hanya gadis kecil yang kelebihan tenaga" Ucap ku terkekeh pelan sembari menyesap minuman ku, dalam waktu singkat bahkan aku sudah menyelesaikan semangkuk pangsit, dan saat ini beralih ke ayam bakar yang baru saja di sajikan


"Apakah kau benar benar seorang nona muda bangsawan?, mengapa makan mu bahkan mengalahkan monster, apakah lambungku terbuat dari karet" Ucap Xio Bai dengan nada mengejek, aku hanya menaikan bahu ku tak perduli, toh yang makan aku, yang bayar pun juga aku kan?, mengapa harus memikirkan pandangan orang lain


"hey, nona, kau adalah nona muda bangsawan, bersikaplah lebih lembut dan anggun, jika seperti ini sepertinya kau akan kesulitan mendapatkan jodoh" Ejek Xio Bai


"Bagai mana bisa kau menghukum ku seperti ini?" protes Xio Bai yang membuat ku terkekeh geli, apakah mahluk ini menganggap candaan ku serius?, yang benar saja


"Tentu saja bisa, bukankah aku adalah tuanya?, jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau, kau hanya perlu menjadi lebih penurut saja, jangan cemas, kau tidak sendirian, masih ada jendral Fu dan beberapa pria tampan lainya, aku adalah nona bangsawan yang kaya, mana mungkin puas dengan satu pria saja"


"Kau benar benar jelmaan iblis" Ucap Xio Bai menatap ku dengan tatapan menyebalkan itu,


"Apakah kau buta?, mana mungkin ada iblis secantik aku, aku tentu saja jelmaan bidadari kecil yang lembut dan anggun"

__ADS_1


"Teruslah bermimpi nona, selagi mimpi gratis" Ucap Xio Bai membuat ku menghentikan acara mengunyah ku, apakah dia tak percaya?, aku adalah bidadari kecil yang bersemangat, bagai mana mungkin berubah menjadi jelmaan iblis, dasar dewa hutan tidak jelas


"Jie" Dua orang gadis melangkah mendekati ku, aku hanya berdehem pelan, tak perlu di suruh toh keduanya akan duduk sendiri, Yan Ru bukan gadis yang terikat dengan etika seorang bangsawan ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan


"Kau mengundang pria tampan tapi tidak mengajak kami?" Ucap Yan Ru dengan nada jengkel, sedangkan aku hanya melanjutkan acara makan ku dengan nyaman, kedua bocah ini bahkan tak akan berhenti mengatakan omongan kosong


"Salahkan kalian yang minum sangat banyak, lihat lah apa yang terjadi setelahnya?, mabuk kan?, merepotkan ku kan?" Ucap ku dengan nada ringan, acara makan yang nikmat, mana mungkin aku membiarkan hal sepenting ini terganggu oleh kedua mahluk yang baru datang ini


"Jika bukan kami lalu siapa lagi yang bisa membuat mu repot, sudah lah jie jangan memarahi ku di hadapan pria tampan ini" Yan Ru menatap ku dan dengan semangat menunjukan senyum konyolnya


"Masih ingin mengomel?, jika sudah selesai anda bisa kembali, mereka pasti mencari mu"


"jangan seperti itu jie, kita sudah bertemu di sini, dan sebagai tuan rumah aku harus menunjukan banyak hal pada pendatang baru seperti kalian, di negri ini ada banyak hal yang menyenangkan"


"bukankah kau berasal dari kota kekaisaran?, dan sejak kapan kau menjadi tuan rumah di kerajaan ini" Ucap ku malas, nona muda ini bahkan sangat suka membual,


"Tentu saja, aku adalah tuan rumah di berbagai kerajaan, saat bosan di rumah maka aku hanya perlu kabur" Ucap Yan Ru sembari menuangkan teh dan menyesapnya dengan pelan, sedangkan aku hanya memutar mata ku malas, tidak bisa bela diri namun sangat suka menyelinap, apakah gadis ini gila?, bagai mana jika ia menemui orang jahat di luaran sana?, bagai mana jika ia di usik oleh orang berandalan, gadis yang benar benar nekat


"

__ADS_1


__ADS_2