Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Yu Ahli Berulah


__ADS_3

"Nona, apa yang kau lakukan" Ucap Ming ji berteriak, saat ini aku sedang berdiri di atas atap, udara sangat segar, musim semi baru saja datang dan aku ingin melihat bunga dari ketinggian, benar saja hamparan bunga itu terlihat sangat indah, ide jahil muncul di otak ku, sebelumnya aku mendapat laporan dari Xio Bai dan Bou Zi bahwa Ming ji baru saja memiliki kekasih, dan aku jelas harus melihat dan memeriksanya, sejak di masa moderen aku adalah mahluk kepoo, dan aku harus tau pria itu, pantas atau tidak ia menjalin hubungan dengan pelayan terbaik ku, aku juga mendapat perlakukan aneh beberapa hari ini, tak ada yang bisa ku ajak bermain, mereka selalu memaksaku untuk beristirahat dan menghabiskan makanan makanan lezat itu, meskipun aku tak tak ingin menolak, namun, ini tak bisa di biarkan begitu saja, aku menjadi sapi yang gemuk jika bayak makan tampa olahraga seperti ini


"Tidak" Ucap ku tak kalah keras


"Nona, ku mohon jangan seperti ini, turunlah, kita bicarakan baik baik" Ucap Ming ji


"Benar nona, turun lah" Ucap Bou Zi dan Xio bai yang baru datang, mereka memakai wajah cemas mereka dan itu sangat menggemaskan bagi ku, baiklah karena mereka telah mengurung ku satu minggu ini mari membalas dendam


"Tidak, aku tidak akan turun jika Ming ji tak menunjukan kekasihnya"


"Nona, aku tak memilikinya, tolong jangan mengada ngada" Ucap Ming Ji dengan nada kecil namun aku masih dapat mendengarnya dengan cukup jelas


"Jika tidak aku akan segera melompat, jangan salahkan aku jika akan terluka" Ucap ku yang mulai berancang ancang


"Nona ku mohon turun lah, jangan seperti ini"


"Tidak, aku tak ingin turun sebelum menemuinya, aku ingin memastikan jika dia layak atau tidak"


"Aku benar benar tak memilikinya nona"


"Aku tak perduli"


"Nona Ming, turuti saja keinginan nona, apa kau ingin nona mati?" Ucap Bou Zi yang hanya ku balas dengan anggukan,


"Benar" Sambung Xio Bai lagi


"Tapi?, .. ahaik lah" Ucap Ming ji dengan keras, aku tersenyum lebar sembari mengguk antusias


"Sekarang anda turun, nona Ming akan membawa kekasihnya menemui kita" Ucap Bou Zi membujuk ku


"Tidak"

__ADS_1


"Nona, nona Ming ji sedah setuju, mari turun"


"Aku ingin sekarang" Ucap ku pelan


"Baik lah, baik lah nona Ming ji akan membawanya sekarang"


"Aku akan turun setelah melihatnya" Ucap ku, ternyata bermain seperti ini cukup menyenangkan, bahkan aku sangat tak berniat untuk bunuh diri, dan mereka salah sangka, ada baiknya memanfaatkan ini dengan  baik, "Bao Zi, Xio Bai bersiaplah, kalian akan menjadi korban selanjutnya" Batin ku, setelahnya aku memilih untuk duduk santai di atas atap, bahkan aku tak memiliki niat untuk turun dalam waktu dekat ini, Ming ji telah pergi untuk menjemput kekasihnya dan tinggal Bou Zi dan Xio Bai


"Bao Zi kau menggemaskan sekali," Ucap ku terkekeh pelan, "aku juga ingin Bou Zi membawa jendral Fu untuk ku"


"Tapi nona, jendral sedang melatih para prajurit, ia pasti sibuk" Ucap Bou Zi pelan


"Aku tak mau tau, aku ingin jendral Fu" Ucap ku keras, ku lihat ia hanya menghela nafas setelahnya membungkuk patuh, aku tersenyum senang, jika bukan karena jendral Fu yang mengatakan ini pada Ayah, tentu aku tak akan di perlakukan seperti tahanan seperti ini, aku bahkan tak bisa kabur, aku memang bisa lepas dengan mudah dari mansion, namun Xio Bai sialan itu?, kemanapun aku pergi tentu akan ketahuan, bahkan selalu menangkap ku dan membawaku kembali, sangat menyebalkan, semua telah pergi, tinggal hanya Xio Bai, aku segera meminta Xio Bai untuk membantu ku turun, aku sudah selesai menikmati pemandangan, dan aku ingin bermain


"Anda berlebihan nona" Ucap Xio Bai yang hanya ku balas dengan kekehan pelan "bahkan kau tak bisa lepas dari ku yang keterlaluan ini Xio Bai" Batin ku bersorak senang


Aku berjalan ringan menuju gazebo setelah meminta pelayan membawa beberapa gaun dan alat rias ku, tak lupa dengan pelukis handal, aku akan memintanya meluakis pemandangan yang sangat indah nantinya


"Jendral Fu, dari mana saja kau?, mengapa kau sangat jarang muncul" Ucap ku menggembungkan  pipi ku kesal, beberapa hari ini jendral memang tak terlihat di manapun, ia seperti menghilang di telan bumi


"Hm baik lah jika begitu, mari temani aku menikmati segelas teh" Ucap ku tersenyum ringan sembari menyesap teh ku dengan anggun, ini aneh, aku bahkan tak mengalami kejadian yang sering terjadi di dalam sebuah cerita, atau mungkin aku bukan pemeran utama wanitanya?, ah lupakan lagi pula untuk apa aku menjadi peran pendukung di cerita orang lain, bahkan aku bisa menjadi pemeran utama di ceritaku sendiri, mengapa harus memaksakan diri.


"Menghadap nona" Ucap Ming ji membuat ku membalikan tubuhku dan


"Kau?" Ucap ku menunjuk pria yang berdiri di smping Ming ji, aku tak salah lihat kan?, pria ini adalah salah satu bawahan dari pria berengsek yng mengaku Kaisar itu, aku memberi tatapan tak suka pada, hey ia pasti memiliki niat lain, aku tak mungkin membiarkan Ming ji jatuh dan setelahnya kecewa


"Memberi hormat permaisuri" Ucap si pria pelan, ia bahkan tak berusaha menutupi identitasnya, baik lah pandangan ku sedikit berubah padanya


"Siapa yang kau sebut permaisuri, aku bukan permaisuri siapapun, dan Ming ji, kau tak bisa bertemu dengan pria ini, aku tak ingin kau terkena masalah apapun" Ucap ku yang membuat Ming ji terbelalak kaget, aku bahkan sangat ingin tertawa, permainan baru di mulai mengapa suasana sudah se tegang ini


"Non... "

__ADS_1


"Saya berjanji tak akan menyeret Ming ji ke dalam masalah saya" Sela si pria dengan penuh tekat, aku menatapnya dalam diam, ternyata ia cukup nekat, nama besar yang kudapatkan sangat mengerikan, dan sepertinya tak berpengaruh pada si pria ini


"Kau seyakin itu?, bagai mana jika kau menyakiti Ming ji ku?"


"Biarkan dewa yang mengutuk ku" Ucap si pria lagi, aku ingin sekali bertepuk tangan dengan drama cinta picisan ini, cukup baik


"Baiklah, jika kau benar benar menginginkan Ming ji, maka kau harus menemani ku bermain" Ucap ku dan seketika senyum cerah itu muncul dan aku juga melihat kerutan di dahinya, aku tentu tak akan melepaskan pria ini, enak saja, tuanya sudah membuat ku repot, bermain dengan bawahanya tidak terlalu buruk kan?, yang penting bisa balas dendam


"Mematuhi"


"Baik lah, selain tampan kau juga penurut, aku suka itu, pelayan siapkan kursi dan benda yang ku katakan tadi" Ucapku pelan, para pelayan mulai mengguk dan mengambil kursi dan yang lainya mengambil beberapa barang di kamar ku


"Nona?" Ucap Ming ji menatap ku penuh tanya,


"Apa?, akun hanya ingin menunjukan sedikit kemampuan ku, tidak boleh?" Ucap ku pada Ming ji yang sedari terheran melihat para pelayan berlalu lalang


"Permainan seperti apa yang Anda inginkan nona?, mengapa begitu banyak gaun dan bahan rias?"


"Kau diam lah" Ucap ku menarik Bou Zi dan segera memulai aksiku, ku lihat kerutan di wajah mereka, aku tak butuh waktu lama untuk merias seorang Bou Zi, nyatanya wajahnya sudah sangat halus, aku hanya perlu membenahi alis dan memakaikan pemerah bibir dan pipi


"No.. "


"Aku akan menagis jika kau tak menurut" Ucap ku yang telah mendudukan jendral Fu di kursi yang berada di hadapan ku


"No.. "


"Menurut saja jendral" Ucap Bou Zi menghela nafas pelan, ia sudah ku minta untuk menunggu sebentar, pelayan akan datang menjemput mereka


"Tapi.. "


"Huee" Ucap ku berpura pura menagis, aku hampir saja tersedak air liur saat melihat expresi panik dari ke empat pria tampan itu

__ADS_1


"Tenang lah nona, redakan amarah mu, jendara Fu pasti akan setuju" Bujuk Ming ji yang Mena dapat anggukan terpaksa dari sang jendral, aku tersenyum senang.


Tak membutuhkan waktu lama Acara merias ku sudah selesai, ke empat pria yang menjadi kelinci percobaan ku itu telah di bawa ke sebuah ruangan tempat menggantikan pakaian, aku bahkan sudah memilih warna untuk masing masing dari mereka, sesuai dengan riasan mereka


__ADS_2