Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Aku bukan permaisurinya


__ADS_3

"Jie, apa kau benar benar akan kembali?, apakah kau tak menunggu kaisar?, aku tak menyangka jika kaisar kaku itu sudah memiliki permaisuri, apa kau tau?, aku sangat terkejut mendengar kabar itu, selama ini ia selalu di anggap sebagai pria bengkok karena tak tertarik dengan segala jenis wanita, tak menyangka jika ia malah menyukai mahluk sejenis mu, apa kau tau?, selain perang ia tak ingin terlibat masalah apapun tak ada perasaan dan cinta di hatinya, setiap harinya ia hanya memiliki ambisi untuk membunuh dan meluas kekuasaan, hingga akhirnya, Ayah meninggal dunia, dan dengan terpaksa meneruskan Tahta, jika bukan paksaan dari Ayah Kekaisaran tentu saja ia masih tinggal di perbatasan, menjadi tameng terdepan Kekaisaran ini, menjadi jendral besar


yang begitu di takuti oleh orang orang sekitar, dari itu, kemanapun ia pergi, semua orang pasti mengenalinya


"Siapa yang perduli dengan orang bodoh itu, dan jangan pernah mengatakan apapun tentangnya, aku tak ingin tau dan tak mau tau" Ucap ku, hey aku sedang marah sekarang setelah meniduri ku, dan rumor menyebar dengan cepat, meski aku tak perduli tentang hal itu tapi ayah ku?, ayah ku dan keluarga Yu ku kembali terkena imbas hal sepele ini, dan kemana dia sekarang?, mengapa pergi seperti bocah kecil yang lari dari sebuah tanggung jawab, menghilang Tampa jejak seolah kedatanganya hanya terbawa angin, dasar biang masalah, lihat saja di masa depan jika dia kembali jatuh di depan ku, aku tak akan pernah Sudi membantunya dan membiarkannya mati begitu saja mati dengan keadaan yang mengenaskan, menyebalkan, meski aku tak memperdulikan rumor itu tapi jujur saja, ini sangat meresahkan, saat aku berjalan jalan di pasar hanya hal ini lah yang begitu gencar menceritakan kejadian malam itu, bahkan dengan beraninya mereka berkata "Nona muda dari kediaman yu telah menyihir kaisar, hingga kaisar Wu yang dingin menidurinya" Hey yang benar saja, sihir apa yang mereka maksud, jelas jelas kaisar bodoh itu yang mendatangi paviliun ku dan setelahnya tentu saja kalian tau bukan?, tak perlu bertanya aku sedang kesal

__ADS_1


"Ming ji, nasehati nona mu itu, kakak Kekaisaran pasti tertarik padanya, bersyukurlah dengan wajah mu yang cantik itu, apakah kau tau?, kakak Kekaisaran seperti gunung es yang tak bisa cair dan tak bahkan mustahil untuk digapai, ia selalu membatasi dirinya dengan siapapun, bahkan dengan keluarganya sendiri, seharusnya nona mu bersyukur pada dewa, karena wajah cantik itu berhasil menggaet seorang penguasa dataran cina" Ucap Yan Ru menyesap tehnya perlahan, saat ini ia duduk tak jauh dari Ming Ji yang sedari tadi sibuk berkemas, kami akan segera kembali ke kerajaan Xi Ang, sudah satu minggu acara itu berakhir, aku sudah terlalu lama di sini dan merindukan Xi Ang aku ingin pergi bermain dan menyantap semua makanan nikmat di sana, dan lagi aku juga harus kembali untuk segera mengatur siasat untuk mempercepat pernikahan kakak ke tiga ku, ia membuat ku begitu di rugikan, dan aku jelas akan membalasnya, untuk saat ini mari kita lupakan pria gila itu, aku harap ini terakhir kalinya, aku harap tak ada pertemuan lagi setelah ini, karena hanya akan membawa masalah pada diri ki


"Aku bukan permaisurinya, sekarang biarkan Ming ji mengemasi barang bawaan, kau bisa kembali ke halamanmu dan lanjutkan mengoceh mu pada pohon sakura, aku pusing mendengar mu selalu mengoceh sepanjang waktu, tak terjadi apapun antara aku dan dia, tidak ada hal istimewa yang perlu diceritakan atau di bahas" Ucap ku kesal, dan aku hanya mendapati tatapan mengejek dari Yan Ru, tapi yang ku katakan memang benar bukan, tak terjadi apapun di antara kami


"Apa yang kau katakan Ming ji, tak ada apapun di antara aku dan dia, tidak akan pernah ada" Ucap ku kesal, hey semua orang selalu mengungkit hal itu, demi apapun tak ada sesuatu yang terjadi malam itu, aku hanya membantu orang yang sedang mabuk saja, dan tertidur hanya itu, tak lebih

__ADS_1


"Aku percaya nona, bahkan jika nona mengatakan jika kalian tak tidur bersama aku akan tetap mempercayaimu, aku mempercayaimu sepenuh hatiku, aku percaya" Ucap Ming ji menatap ku dengan penuh keyakinan, aku menghela nafas pelan gadis ini, hal ini memang cukup sulit di jelaskan, dan akhirnya aku memilih untuk mengabaikannya, semua orang berfikir


terlalu jauh tanpa mengetahui kenyataan yang ada


"Kau semakin menyebalkan Ming ji, lanjutkan berkemas, jangan sampai ada yang ketinggalan" Ucapku menggembungkan pipi kesal, aku segera  beranjak meninggalkan kamar, tujuan ku adalah taman yang berada di paviliun ini, aku membutuhkan udara segar untuk menenangkan fikiran, aku bisa mati berdiri jika terus berada di ruang  yang sama dengan mereka yang cerewetnya melewati mertua

__ADS_1


__ADS_2