Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Perjalanan ke Xiou Wan


__ADS_3

"Aku kenyang sekali" Ucapku menepis sisa makanan dengan sapu tangan kecil milikku, sedangkan kakak hanya memandangi ku dengan senyuman yang manis, sungguh membuat ku meleleh


"Xiang er sangat menggemaskan" Ucapnya lembut, aku hanya tersenyum lebar menyantap beberapa buah segar sebagai pencuci mulut


"Ge, kapan kita ke kerajaan Xiao?, aku sudah sangat merindukan kakak pertama" Ucapku pelan,


"Tubuh Xiang er masih belum pulih, lagi pula jie jie pasti mengerti" Ucapnya yang membuatku menggembungkan pipi ku kesal, aku sudah pulih, sepenuhnya pulih, lagi pula aku hanya masuk angin dan mengantuk, tak lebih dari itu, kenapa sangat merepotkan


"Xiang er merindukan jie jie" Ucapku memelas, aku tau kakak laki laki ku tak akan mungkin menolak keinginan adik kesayangannya ini, mana mungkin ada yang menolak ku


"Hm baik lah, kita akan meminta izin pada ayah terlebih dahulu" Ucapnya yang langsung  membuat senyuman lebar terukir di wajah cantik ku, aku sudah tak sabar lagi, bertemu dengan kakak pertamaku


"Baik lah, mari berburu harta di pasar" Ucapku dengan girang menarik tangan kakak ku meninggalkan restoran, dan kami menuju pasar untuk membeli beberapa barang


"Wow, lihat sangat indah" Ucapku menunjuk sebuah lukisan


"Selera anda cukup bagus nona, ini adalah lukisan hutan bambu yang di buat langsung oleh sarjana Yao Ling" Ucap sang pedagang, aku tersenyum dan menatap kakak ku pelan, aku menyukai lukisan itu, lagi pula lukisan itu juga cukup layak untuk di jadikan hadiah ulang tahun, kakak perempuan ku sudah memiliki semuanya, perhiasan, dan dia juga sudah memiliki berbagai benda langka, ku pikir ia tak memiliki lukisan seperti ini, Kakak laki laki ku bahkan hanya bisa tersenyum dan membayar lukisan, aku tak tau apa yang sedang ia senyumi, setelahnya kami kembali berjalan mengelilingi pasar, barang barang?, tentu saja di serahkan para pelayan, toh aku adalah nona muda kesayangan bagai mana mungkin mau merepotkan diri dengan segala beban berat itu

__ADS_1


"Nona, ku dengar ada pakaian terbaru di toko Lin Yi apakah nona ingin melihat?" Ucap Ming ji dengan semangat, dan tentu saja ku balas dengan anggukan semangat pula, aku segera menarik saudara laki laki ku menuju toko yang di sebutkan, baju keluaran terbaru kan?, aku harus melihatnya terlebih dahulu, sebenarnya aku tak terlalu suka batang barang seperti ini, tapi berebutan dengan nona nona muda yang sombong itu sangatlah menyenangkan, aku bahkan tak ingin melewatkan momen itu, aku sangat menyukai kericuhan yang ku buat.


Hari beranjak gelap, Tampa terasa bahkan kami sudah bermain seharian dan tentu saja sudah saatnya untuk segera kembali ke kediaman, bersiap, agar besok bisa pergi ke kerajaan Xiou Wan, aku hanya perlu merengek dan ayah ku pasti mengizinkannya, lagi pula aku hanya ingin mengunjungi saudara ku, ayah tak akan mempersulit ku, aku yakin itu


"Xiang er, tubuh Xiang er masih sangat lemah, Ayah tak ingin Xiang er sakit" Ucap ayah ku pelan, saat sampai di kediaman aku langsung ke ruangan ayah, mengatakan keinginan ku, dan tentu saja dengan sedikit merengek dan ada unsur pemaksaannya


"Ayah, Xiang er sudah sembuh, Xiang er sangat merindukan jie pertama, boleh ya?, ya, sudah lama jie jie pertama tak kembali, selama ini hanya jie jie yang benar benar menyayangi ku, sedangkan yang lainya hanya menunggu celah saat aku melakukan kesalahan dengan begitu mereka dapat menindas ku" Ucapku dengan nada kecil, jurus andalan untuk menghadapi ayah beserta kakak laki laki ku, aku hanya perlu sedikit memelas maka mereka akan mengabulkan apapun yang aku inginkan


"Baik lah, tapi Xiang er harus menjaga diri dengan baik, minggu depan jie dan adik mu akan menyusul" Ucapnya pelan, aku mengangguk dengan semangat, seperti peraturan yang ada putri dari seorang selir tak di perbolehkan memasuki istana sebelum waktu yang di tentukan,


"Kau yang terbaik ayah" Ucapku langsung menghambur ke pelukannya tak lupa dengan senyuman lebar yang selalu terpajang indah di wajah cantik ku yang pari purna ini, dan setelahnya tentu saja segera meninggalkan ayah yang sibuk bekerja.


Mentri pagi kembali menyapa, aku sudah berada di depan kaca menghias wajah ku dengan polesan makeup tipis namun tetap cantik, ah aku gitu loh, mau di apain juga tetap cantik


"Kereta sudah siap nona" Ucap Ming ji, dengan semangat aku berjalan menuju kereta


"Berhati hatilah" Ucap ayah sembari menatap ku dengan lembut, aku mengangguk semangat dan berjalan menuju kereta, kereta perlahan beranjak meninggalkan kediaman menuju pinggiran kota, ini adalah jalan menuju kerajaan Xiou Wan.

__ADS_1


Hari sudah beranjak sore, aku sudah mulai bosan berada di kereta, sebenarnya berapa lama lagi kami akan sampai mengapa begitu lama?, aku duduk diam dalam kebosanan, aku tak bisa kabur karena aku di jaga langsung oleh jendral Fu, jika aku pergi maka ayah akan kembali mengurung ku di paviliun, bukankah itu menyebalkan, saat asik mengeluh kereta berhenti,


"Nona" Ucap Ming ji pelan, sejak keberangkatan Ming ji memang meminta untuk duduk di luar kereta di samping kusir, aku sudah menyuruhnya masuk namun ia berdalih jika tak ingin menggangguku, bukankah itu menyebalkan


"Apakah kita sudah sampai?"


"Benar nona, kita sudah sampai di penginapan desa Ying" Ucap Ming ji yang membuat ku menggembungkan pipi kesal


"Sebenarnya berapa jauh kerajaan Xiou wan itu?" Ucapku berjalan kesal memasuki penginapan, penginapan ini sudah di pesan oleh prajurit yang di perintahkan jendral Fu


"Kita masih harus menempuh 2 hari perjalanan lagi nona"


"Ternyata sangat jauh" Ucapku mendudukkan  diri di sebuah kursi kayu yang berada di depan jendela, mataku langsung di sambut oleh keindahan pedesaan yang tertutup salju ini, perjalanan seharian seperti ini memang sangat melelahkan, tapi jika di pikir apakah para prajurit pejalan itu tidak lelah?, bahkan mereka sudah bekerja saat matahari terbit dan hanya beristirahat saat matahari sudah mulai tenggelam, itu pun tak beristirahat dengan baik, sungguh menjadi prajurit adalah pekerjaan yang melelahkan


"Ming ji, minta prajurit untuk beristirahat, dan tak perlu berjaga di depan pintu"


"Tapi nona ini adalah perintah dari perdana menteri"

__ADS_1


"Ayah pasti mengerti, lagi pula mereka juga pasti lelah, dan butuh istirahat, katakan pada jendral Fu aku tak suka jika ada yang mengabaikan perintah ku" Ucapku mengupas buah jeruk dan menyantapnya dengan pelan


"Baik nona" Ucap Ming ji dan beranjak meninggalkan kamar, aku mengeliat pelan dan merebahkan tubuh ku di kasur, sebenarnya ini sungguh tak nyaman, tubuh yang sangat pegal di sambut dengan kasur yang keras, memang sedikit masuk akal, masa ini belum ada yang namanya kasur busa yang lembut dan nyaman, di masa ini para bangsawan tidur di kasur yang keras, saat pertama kali aku tidur di kasur keras ini paginya tubuhku terasa remuk, tak nyaman sama sekali, beruntung saat ini aku sudah terbiasa, aku menguap pelan dan meninggalkan alam sadar menuju dunia mimpi yang telah menunggu


__ADS_2