
Jamuan makan di aula terlihat cukup ramai, tentu saja jamuan ini hanya di hadiri oleh beberapa keluarga kerajaan saja, dan aku masuk dalam hitungan itu, jangan lewatkan nona muda Yan, gadis yang ku selamatkan beberapa waktu lalu, aku tak menyangka jika ia adalah putri Yan Ru Qin putri ke 12 dari kaisar terdahulu, dan merupakan keponakan dari Raja Xiou wan sendiri, mahluk Seperti ini berstatus seorang putri kekaisaran?, yang benar saja, bahkan Yan Ru tak pernah terlihat seperti itu
"Apakah sudah siap?" Ucapku pelan, acara makan sudah berlalu, para tamu kembali melanjutkan aktivitas, sedangkan aku memilih untuk ke ruang belajar milik sang raja, aku tak berniat menggodanya, lagi pula aku masih sangat waras untuk tak merebut suami dari saudara ku sendiri, aku datang hanya untuk menemani keponakan kecil ku meminta izin untuk meninggalkan istana, ia terlihat begitu penasaran, dan bagai manapun sebagai bibi jelas senang saat sang keponakan mau bermain dengan Ku
"Nona muda ini menyapa yang mulia raja dan ratu" Ucap ku dengan begitu lembut, ini adalah masa kuno, aku jelas tak bisa menyebut kakak dan kakak ipar ku sembarangan, mereka berstatus tinggi, dan jelas berbeda dengan ku
"Xiang Er, buang formalitas, jadi apa yang membuat Xiang Er datang?"
"mengenai hal itu akan lebih baik jika Qing Er yang menagatakanya
__ADS_1
"Ayah dan ibu bisa melihat dan bertanya pada bibi, aku hanya di minta untuk menemaninya berkeliling" Ucap Qing wa dengan nada pelan, aku menjergit pelan, hey, apakah aku tak salah dengar?, bukankah dia yang mengajak ke pasar?, tapi mengapa sekarang seolah aku yang mengajaknya, gadis licik ini, bahkan sudah menjadi rubah saat baru saja menarik nafas di muka bumi ini, ia bahkan tak menyangka jika akan menjadi tumbal keponakanya sendiri, si kecil ini benar benar
"Xiang er, kakak tau jika kau suka bermain, tapi Qing er masih terlalu kecil, dan akan merepotkan mu, aku akan meminta jenderal yang menemani mu" Ucap Ming li, yah dia kakak pertama ku, dan apakah aku baru saja mendapat teguran?, dan itu di sebabkan oleh kelicikan rubah kecil itu?,
"Ibu, apakah ibu ingin membuat bibi kecewa?, apa salahnya berkeliling bersama keponakan sendiri?, lagi pula Qing Er bukan anak nakal yang akan membuat bibi repot" Ucap Qing wa membujuk, ia sudah bertekad ingin keluar, ia hanya perlu sedikit memohon, ia yakin di izinkan, sejak kapan ibunya menolak keinginan sang bibi, semua orang juga tau jika nona besar keluarga Yu adalah nona yang paling di sayang oleh keluarganya
"Yang mulia" Ucap Ming li pelan, ia tentu tak bisa membuat keputusan tampa persetujuan dari sang suami
"Kau semakin pandai bicara rubah kecil" Ucap ku mencubit pipi gembul Qing wa dengan gemas, lihat lah bagai mana ia membuat kedua orang tuanya tak berdaya, dan berakhir mengizinkannya ke luar, rencananya bahkan berjalan dengan sempurna
__ADS_1
"Semua berkat jie yan" Ucap Qing wa dengan penuh semangat
"Yah itu baru dari sebagian dari kemampuan ku" Ucap Yan Ru membusungkan dada dengan bangga,
"Kau bangga dengan pengajaran buruk mu itu" Ucapku terkekeh pelan
"Sudah lah, jie, tak perlu mengolok ku, sekarang mari berkeliling" Ucap yan wa dengan semangat, aku menghela nafas dan tersenyum lebar, "hari masih terlalu pagi" Ucap ku pelan, yah hari masih terlalu pagi untuk bermain, dan yah badai pun juga masih sangat deras,
"Hmm bagai mana jika kita bermain bersama para prajurit terlebih dahulu" Ucap Yan wa pelan, ah sepertinya ia juga suka bermain maka baik lah
__ADS_1
"Jie, apa yang akan di lakukan di Sana?" Ucap Qing wa dengan polos
"Kau akan tau saat kau besar, pelayan bawa putri ke ruang belajar" Ucap ku pelan, para pelayan pun sudah meninggalkan aula jamuan, setelah nya tentu aku dan yan wa pun meninggalkan tempat ini, baik lah mari bermain sebentar, anggap saja pemanasan sebelum terjun ke dunia luar.