
Waktu berjalan begitu cepat, keadaan yu ahli pun sudah sepenuhnya membaik, saat ini ia sudah berdiri di depan gerbang istana, hari ini ia akan ke kerajaan Xi'Ang untuk menyelesaikan keinginannya, ia tak bisa berdiam diri seperti ini, ia harus mencari akar permasalahan ini, ia akan membalaskan dendam ayahnya, selama ini ayahnya adalah orang yang begitu mulia, kuat dan setia, namun orang orang itu dengan begitu tega menghancurkan keluarga mereka hanya untuk menghilangkan penghalang
"Xiang Er, apakah kau yakin?, Bagai manapun Xi'ang dan Xio WAN cukup jauh, jie takut hal buruk terjadi pada mu" Ucap Yu Ming Li pelan, sejak awal ia sudah berusaha untuk menghentikan adiknya, namun?, Sang adik bahkan tak ingin mendengar hal itu, ia bersikeras untuk mencari pembunuh keluarga mereka, ia bersikeras untuk membalaskan dendam
"Jie, aku akan menyelesaikannya, aku akan baik baik saja" Ucap yu ahli pelan, ia sudah mengatakan hal ini berkali kali, apapun yang terjadi ia akan menemukan orang itu, orang yang menghancurkan keluarganya, orang yang harus membayar mahal atas segala penderitaan yang ia rasakan selama ini
"Apakah kau tak ingin berpamitan pada yang mulia kaisar?" Ucap Yu Ming Li lagi, bagai manapun ia dapat melihat jika adiknya terlibat dalam hubungan dengan sang kaisar, jika meninggalkan kaisar seperti ini bukankah sangat tak baik
"Tak perlu jie, aku tak memiliki kewajiban untuk meminta izinnya" Ucap Yu Ahli pelan, keadaan kaisar sedang tidak baik baik saja, ia tak ingin membuat kaisar berfikir banyak, untuk saat ini biarkan ia pergi sendiri, ia sudah mengatakan pada Chan Li untuk tak mengikutinya, meskipun pada awalnya Chan li menolak namun bukan yu ahli namanya jika tak bisa menekan Chan Li hingga ia tak memiliki pilihan lain selain patuh dengan perintah gadis yang sampai saat ini ia panggil permaisuri,
"Baiklah, jie tak bisa menghentikan mu jika sudah berkeinginan, jagalah dirimu baik baik" Ucap yu Ming Li pelan, ia tentu mengenal bagai mana tempramen saudaranya, yu ahli tak akan berhenti meskipun sudah di hentikan, dari pada yu ahli pergi diam diam akan lebih baik ia melepaskan kepergiannya, setidaknya ia merasa lega setelah tau jika adiknya pergi dengan barang yang cukup, dan uang yang akan menopang kehidupannya
"Tentu saja jie, aku akan baik baik saja, kau jaga dirimu baik baik, jaga kesehatan mu jangan biarkan tubuh lecet sedikit saja karena aku akan kecewa jika melihatnya, hm baiklah, aku sudah terlalu banyak bicara, dan sudah masuk waktunya, aku harus segera pergi, sampai jumpa di tiga purnama kedepan jie, ku pastikan jika aku akan membalas dendam ayah dan semua orang" Ucap Yu Ahli tersenyum samar dan setelahnya memacu kuda untuk segera meninggalkan istana, seperti Yang ia katakan, ia akan menyelidiki sebab kematian ayahnya, ia bahkan tak ingin perduli dengan Surat terakhir yang di tinggalkan sang ayah, baginya nyawa harus di bayar dengan nyawa, ia tak akan melepaskan pembunuh itu dengan mudah,
"Dia sangat keras kepala, hingga bahkan tak ingin mendengarkan apa yang telah ayah katakan" Ucap Yu Ming Li dengan nada pelan, perdana Mentri bahkan sudah meninggalkan surat terakhir, yang mengatakan jika kematian dan kehancuran ini tak perlu di perpanjang, karena hanya akan membuatnya semakin kecewa, namun?, Yu ahli sangat bersikeras dan mengabaikan pesan itu, ia tau ayahnya terpaksa, ayahnya terpaksa menuliskan wasiat itu, ayahnya hanya tak ingin melibatkan putrinya lebih jauh dari ini, sampai kapan pun Yu Ahli tak akan pernah diam jika ada yang berani menyakitinya maka terimalah pembalasan yang bahkan lebih kejam dari sebuah kematian, ia terlahir bukan untuk menjadi sosok yang lemah, ia bahkan gadis kuat yang berkuasa, berprinsip dan berkeyakinan, jika ia sudah mengatakan iya maka tak akan ada yang bisa mengubahnya
"Ibu, apakah bibi akan hidup di jalanan?" Ucap Qing wa yang sedari tadi berdiri di antara mereka
"Itu pilihannya, sekarang mari kembali, udara masih sangat dingin dan tubuh mu masih begitu lemah permaisuri" Ucap raja Xio wan pelan, dan setelahnya membantu sang permaisuri untuk kembali ke kediaman dan beristirahat, dan Qing wa tentu saja dibawa oleh pelayan untuk kembali belajar.
__ADS_1
Hari beranjak sore, kuda masih terus berjalan menyusuri hutan, hingga pada akhirnya ia bertemu dengan sebuah pondok makan, karena perutnya Lapar maka ia harus berhenti sejenak untuk mengisi perut
"Bos, berikan aku semangkuk mie" Ucap yu ahli pelan, dan tentu saja di angguki oleh penjual, yu ahli menuangkan air dan menyesapnya perlahan, ternyata berkuda seharian membuat tubuhnya cukup lelah, namun kelelahan ini tak akan menggoyahkan tekatnya, ia akan menyerah, ia akan menemukan mereka dan memberikan pelajaran yang jauh lebih menyakitkan dari yang mereka bayangkan
"Mie anda pelanggan" Ucap si pelayan sembari meletakan semangkuk mie di hadapannya
"Ah iya tuan, bawakan arak bunga persik, dan beberapa hidangan penutup" Ucap Yu Ahli lagi, ia sudah tak makan sedari tadi, tentu saja ia merasa sangat lapar, satu mangkuk mie tak akan cukup mengisi perutnya
"Baik pelanggan" Ucapnya pelan, dan setelahnya meninggalkan Yu Ahli untuk mengambil pesanan
"Eh, kau dengar?"
"Saat ini kerajaan sedang begitu kacau"
"Apa yang terjadi?"
"Hal yang biasa terjadi, pemberontakan dan pengkhianatan"
"Hah?"
__ADS_1
"Benar, selama beberapa waktu ini sangat banyak pejabat yang mati karena berkhianat"
"Benar, hal ini bahkan menyentuh Mentri Yu, Mentri yang paling di hormati oleh sang raja" Ucap orang lainya, mendengar nama ayahnya di sebut yu ahli sontak terkejut dan tentu saja menajamkan pendengaran mereka
"Sudah beberapa waktu berlalu, selama ini Mentri Yu sangat baik hati dan dermawan, namun siapa yang menyangka jika ia tak lebih dari seorang pria serakah pengincar kedudukan" Ucapnya lagi,
"Siapa yang tak tergiur dengan sebuah kekuasaan"
"Tua Bangka serakah itu?, Bahkan sangat gila dengan rasa hormat, lihatlah, ia berhasil menikahkan putri sulungnya dengan raja kerajaan Xio, ia bahkan belum puas dan menjadikan pangeran Lie sebagai menantunya juga, namun itu bahkan belum juga memasukannya, bahkan membuatnya semakin berambisi untuk menggulingkan kuasa raja" Yu Ahli masih berada dalam keheningan, namun tangannya bahkan meremas gelas dengan kuat hingga
"Tak" gelas yang di tangannya pecah begitu saja, ayahnya?, Bagai mana mungkin ayahnya mendapatkan tuduhan sekejam ini, selama ini ia tak tau, karena kerajaan Xio wan bahkan tak pernah membahasnya, dan saat ini?, Ia bahkan baru menginjakan kakinya di tanah Xi'ang dan bahkan sudah mendengar segala celaan dan kutuan untuk ayahnya
"Pelanggan" Ucap si pelayan yang berhasil menyadarkan Yu ahli dari lamunan,
"Ah?" Ucap yu ahli kembali ke alam sadar, ia meletakan gelas yang pecah di atas meja dengan begitu santai
"Ah maafkan saya tuan, saya akan menggantinya"
"Tak masalah pelanggan, nikmati makanan anda" Ucap si pelayan pelan, dan bergerak meninggalkannya
__ADS_1