
dengan langkah ringan aku bergerak meninggalkan kamar, untuk segera menyambut kedatangan tamu yang tak di undang itu,
"Ah apakah nona muda ini membuat pangeran dan jie jie menunggu?"
"tentu saja tidak, Nona yu terlambat karena ada hal yang mendesak" Ucap Lie Wang dengan nada datar, aku hanya menggukan kepala ku pelan, sebelumnya mahluk ini begitu tak tau malu, namun saat di hadapan umum?, terlihat cukup terhormat, rubah dan bunglon, mereka benar benar pasangan yang serasi
"Terimakasih atas pengertian anda yang mulia, jie, kau beruntung sekali, mendapatkan suami seperti yang mulia, duduklah yang mulia, jie jie, nona muda ini terlihat begitu kasar jika tak menyambut dua orang penting ini" Ucap ku menunjukan senyum lebar ku, sedangkan kakak kedua ku Tantu saja memakai wajah masam, aku jelas tau bagai mana kehidupannya setelah menikah, hancur, kacau dan menyedihkan, malang sekali bukan?, itulah kenapa manusia harus tau dengan rasa syukur, itu lah kenapa manusia tak boleh tamak, karena semua hal akan terlihat indah jika berada di kejauhan, saat dalam genggaman maka tak ada hal yang menarik, dan bahkan bisa saja membuat kehidupan mu menjadi begitu buruk
"Lalu, angin apa yang membuat jie jie dan Pangeran mengunjungi adik ini" Ucap ku menunjukan senyuman terbaik ku dan dengan gerakan anggun segera duduk mengambil posisi secantik mungkin, pangeran sampah ini telah menyia nyikan ku bukan?, dari itu ia harus menyesal, ia harus mengerti bagai mana rasa terbuang, dan Jie ku tercinta, ia pun juga harus tau bagai mana sakitnya saat orang yang kau cintai, saat orang yang terpaut hubungan spesial di rebut oleh orang lain, aku memang tak berniat untuk dendam, namun?, membalas perlakukan di masa lalu tentu saja harus ku lakukan, aku akan membuatnya mengerti bagai mana sakit yang di alami oleh Yu Ahli waktu itu bagai mana rasa sakit hatinya selama ini, saat dunia tak menginginkannya, saat semua orang memandangnya sebelah mata, seolah tak mampu bertahan hidup Tampa keluarga Yu yang menopang,
Ingatlah jie jie ku tercinta, aku pasti akan membuat hidupmu bahkan lebih menyedihkan dari pada neraka, aku tak sabar bagai mana reaksi mu saat suami yang kau banggakan malah memilih orang lain
"Mei Mei, jie jie ini mendengar jika kau menghilang, bagai mana keadaan mu" Ucapnya dengan lembut, aku hanya tersenyum ringan sembari menuangkan teh dan menyesapnya perlahan
"Cukup lebih baik, jie jie tak perlu khawatir, Mei Mei ini telah melewati begitu banyak bahaya, hal sepele seperti ini jangan terlalu di pikirkan" Ucapku pelan sembari meletakan cangkir teh dengan anggun, senyuman indah itu bahkan tak pernah lepas dari wajah cantik ku, dan aku jelas juga tau jika si pangeran sampah itu sedang menatap ku dengan penuh kagum, penyesalan sudah benar benar tak berguna saat ini, aku bukan Yu Ahli yang dengan bodoh mencintai mahluk tak berguna ini, aku bukan Yu Ahli yang mengedepankan perasaan dan lihatlah hasilnya, ia mati, karena orang yang paling ia cintai, nasib yang miris bukan?
__ADS_1
"Mei Mei, jie jie sangat bersyukur, Mei Mei sudah semakin dewasa" Ucapnya tersenyum lembut, aku menggukan kepala ku dengan pelan, mahluk ini, datang seolah paling perduli, namun nyatanya?, hanya untuk mengejek ku,
"Mei mei sudah datang terlebih dahulu, apakah kerajaan Xiou wan ini sangat menarik hingga Mei mei mempercepat keberangkatan"
"jie, kau suka sekali bercanda, bagai manapun ini adalah rumah jie jie pertama, sebagai adik kesayangan jelas aku harus datang lebih dahulu, jika tidak jie pertama akan sedih"
"Ah benar, sejak kecil Mei mei hanya memiliki Jie Jie pertama dan Gege" Ucapnya lagi, aku hanya mengguk ringan, mahluk ini, bahkan masih sempat menertawai ku yang tak memiliki ibu
"Sayang sekali, nyonya pergi dengan begitu cepat, hingga membuat Mei mei begitu kesepian setelah pernikahan jie pertama"
"Jika tak salah ingat ayah hanya memelihara beberapa ekor kucing, lalu?, kelinci manakah yang mei mei maksud, kenapa jie tak mengetahuinya" Ucap Ling Shi dengan nada tanya, dan tentu saja ku balas dengan kekehan ringan namun terdengar jelas jika itu kekehan mengejek
"jie, jangan terlalu serius jie, ah yang mulia, ada apa dengan wajah mu?, kau terlihat, terlihat sedikit tak sehat"
"Udara dingin sebelumnya, tubuh yang mulia sedikit lemah, hingga mengalami sedikit flu" Ucap Ling Shi dengan lembut
__ADS_1
"Memang benar yang mulia, di masa depan jaga lah tubuh anda, banyak hal yang harus anda lakukan, jika anda sakit lalu siapa yang akan menyusun begitu banyak rencana jahat" Ucap ku menunjukan senyum miring, aku sedang tak berminat untuk ramah, ku rasa beberapa kata pembuka sebelumnya sudah cukup bukan?, aku sudah berbaik hati dan sekarang mari bermain
"Kau.." Ucap Ling Shi dengan suara tertahan, sedangkan aku hanya menunjukan senyuman mengejek
"jie, jangan terlalu terbawa perasaan, aku hanya mengatakan beberapa lelucon namun kau malah menganggapnya serius"
"Yang mulia bukan lah orang yang bisa kau jadikan lelucon Mei mei, jie jie ini telah terbawa emosi, yang mulia mohon jangan hukum mei mei dia hanya anak kecil yang naif" Ucap Ling Shi lagi
"Apa?, apakah yang mulia keberatan?, jika iya... maka aku tak perduli" Ucap ku menunjukan senyuman lebar, mahluk ini?, bahkan tak mengatakan hal apapun, sepertinya pangeran sampah ini memiliki pengendalian diri cukup baik
"Nona Yu, bukankah ini sedikit berlebihan, kita akan di tertawakan oleh orang orang" Ucap Lie Wang dengan nada datar, sedangkan aku?, bahkan tak berpengaruh, sangat pandai membawa diri, bahkan masih bisa begitu cool saat di sudutkan, cukup kuat
"Kita?, maaf yang mulia, nona muda ini bahkan tak berniat masuk dalam hal itu, jikapun ada yang harus di tertawakan adalah kalian berdua, pasangan yang menyedihkan, membuang berlian hanya untuk butiran debu, namun tak masalah, sekarang kita sudah menjadi kelurga, dari itu tak perlu di ungkit" Ucap ku lagi, aku perlahan berdiri dari duduk ku, aku sudah tak ingin meladeni mereka, dan lagi tubuh ku masih sedikit lelah, aku jelas butuh waktu istirahat, pasangan tak tau malu ini benar benar menganggu ku
"Ming Ji, antarkan pangeran dan permaisuri pangeran kembali, udara semakin dingin jaga tubuh anda dengan baik yang mulia, jika tidak putra mahkota tidak memiliki saingan untuk berebut tahta" Ucap ku tersenyum lebar dan setelahnya segera berbalik dan melangkah menuju kamar, aku jelas tau, dua mahluk ini tak akan melakukan hal buruk,
__ADS_1