
"Apakah tidurmu nyaman?" Bisikan itu membuat Yu Ahli mengeliat pelan, dan dengan malas membuka matanya, huh baik lah untuk kesekian kalinya ia tertidur di pelukan hangat sang kaisar Wu, ia bahkan tak pernah menyangkan jika pelukan kaisar Wu benar benar mampu menenangkannya, bahkan ia benar benar mendapat kualitas tidur yang baik setelah mengalami kegelisahan selama beberapa waktu lalu?, seperti yang di ketahui, Yu Ahli bahkan masih terus menapik adanya perasaan pada sang kaisar, akan tapi?, semua sudah terlihat dengan jelas bukan, meskipun mulutnya berkata tidak namun hati manusia siapa yang tahu?, ah sudah lah tak perlu banyak berfikir biarkan waktu yang menentukan bagai mana kelanjutan sebuah kisah cinta sang kaisar dingin yang menjadi gila hanya karena mengharapkan cinta seorang putri mentri, bagai mana waktu menyadarkan Yu Ahli akan perasaanya sendiri, dan biarkan masa menentukan akhir dari kisah keduanya
"Hm" Ucap Yu Ahli sembari menganggukkan pelan, kaisar Wu tersenyum samar dan bergerak pelan untuk segera bangkit dari tidurnya, hari memang masih cukup pagi namun beberapa hal yang harus segera ia selesai, semalam Xi Ling mendapat kabar dan sesegera mendatanginya dan melaporkan beberapa masalah yang terjadi di istana setelah sepeninggalnya beberapa belakangan ini
"Hari masih terlalu pagi, kau bisa melanjutkan tidurmu permaisuri" Bisik kaisar Wu dengan nada yang begitu hangat dan begitu lembut, ia tersenyum lebar dan memanggil Chan Li selaku bawahanya untuk segera menaninya mengatasi maslah yang memang tidak pernah absen untuk datang, ia harus menyelesaikannya, para kerajaan kecil itu sudah mulai berulah, dengan begitu tak tau diri menggigit kaki tuanya sendiri, kaisar Wu jelas Takan mengampuni mereka yang telah merampas waktunya dan sang permaisuri
__ADS_1
"Yang mulia" Ucap Chan Li membungkukkan kepalanya dengan sopan, saat ini Chan Li bakan berdiri di balik kain pembatas antara ruang berbincang dan ranjang
"Segera siapkan pakaian dan air mandi untuk ku, dan kau" Ucap kaisar Wu yang bertujuan untuk seorang gadis di samping Chan li
"Siapkan makanan, permaisuri ku sedang dalam masa yang kurang baik, aku tak ingin ia kelaparan, buatkan sup jahe dan tambahkan beberapa porsi sayuran" Ucap kaisar Wu dengan nada dingin seperti biasanya, ia bahkan tak berniat bersikap baik pada seseorang, pada dasarnya ia memang bukan orang baik, ia hanya di paksa gila oleh cintanya pada nona muda kesayangan keluarga Yu ini
__ADS_1
"Nona" Ucap Ming ji pelan, setelah meminta pelayan dapur menyiapkan makanan Ming ji segera menuju kamar sang nona untuk membantu sang nona bersiap,
"Nona, air mandi anda sudah siap, saya akan membantu anda membersihkan diri" Ucap Ming ji pelan, Yu Ahli hanya mengguk dan turun dari ranjang, ia melangkah pelan menuju sebuah ruangan yang biasa di gunakan untuk membersihkan diri, dalam sekejap aroma melati masuk ke indra penciumanya membuatnya sedikit lebih tenaga
"Ming ji, apakah kaisar itu sudah pergi?" Ucap Yu Ahli sembari mengulurkan tusuk rambut agar Ming ji dapat memasangkanya di kepalanya
__ADS_1
"Yang mulia kaisar masih berada di kediaman, ia juga sudah menyiapkan makanan dan menunggu anda di gazebo" Ucap Ming ji pelan, yu ahli hanya bisa menghela nafas dalam diam, kaisar itu, sejak awal ia pikir kaisar akan pergi setelah meninggalkannya begitu saja tapi?, kaisar bodoh itu malah mengajaknya sarapan bersama,