Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Benar hanya kau yang pantas


__ADS_3

"Permaisuri bangun lah, hari sudah beranjak pagi" Suara lembut itu berasal dari pria tampan yang masih berada dalam pelukan seorang yu ahli,


"Diam lah" Ucap Yu Ahli dengan malas, ia semakin menyusupkan kepalanya ke dada biang Wu Lian mencari kenyamanannya sendiri, udara sangat dingin tak masalah kan mencari kehangatan di pelukan orang yang menumpang, anggap saja begitu, pada kenyataannya kaisar gila itu benar benar betah berlama-lama di mansion Yu


"Permaisuri jika mentri melihat ini mereka pasti akan salah faham" Ucap Wu Lian pelan, Yu Ahli dengan malas beranjak duduk, yah ia baru saja sadar jika ia telah memeluk seseorang yang tak pantas di peluk, Yu Ahli gelagapan dan segera menjauhkan diri dari Kaisar gila ini,


"Ming ji" Ucap Yu Ahli pelan, Ming ji yang sedari tadi berada di luar menunggu datangnya panggilan dari sang tuan segera beranjak masuk, untuk membantu nonanya bersiap


"Nona?"


"Siapkan air untuk mandi, dan suruh beberapa pengawal menyeret pria gila itu dari kamar ku" Ucap Yu Ahli malas dan beranjak menuju kamar mandi, Yu Ahli perlahan memasukan tubuhnya ke bak besar itu, air hangat dengan aroma lavender sangat nyaman, Yu Ahli memejamkan matanya membiarkan sensasi hangat dari air masuk ke pori pori kulitnya, sangat nyaman, ia jadi teringat jaman moderen, apakah di zaman moderen ia bisa melakukan ini?, jawabnya tentu saja tidak, ia selalu menghabiskan waktu dengan bekerja, jika ada waktu senggang ia memilih untuk berolah raga, dan terkadang pergi muncak, dia adalah gadis kuat yang suka alam bebas, tapi saat ini?, ia tak tau harus marah ataupun mengucapkan terimakasih pada Yu Ahli yang memberinya kesempatan kedua, ia senang berada di sini tapi bagai manapun ia mahluk moderen ngak enak juga kan lama lama di zaman kuno ini


"Nona" Ming ji dengan sedikit cemas membangunkan sang nona saat sudah hampir dua jam ia berendam, Ming ji takut jika  terjadi apa apa pada nonanya


"Eugg" Lenguh Yu Ahli perlahan membuka matanya, tak menyangka jika ia benar benar tertidur sangat nyaman


"Apakah nona baik baik saja?"


"Hmm, kau bisa keluar, siapkan pakaian ku"


"Baik nona"


"Ah iya, apakah orang gila itu sudah pergi?"


"Yang mulia kaisar menunggu anda di gazebo untuk makan bersama"


"Hari yang menyebalkan" Ucap Yu Ahli perlahan berdiri keluar dari bak mandi dan membalut tubuhnya dengan hantu tipis


"Creett" Pintu perlahan terbuka, Yu Ahli melangkah malas menuju tempat ganti, ia sangat tak ingin menikmati pagi dengan kaisar gila itu, tapi?, apakah ia bisa menolak?, tentu saja tidak, sebenci apapun ia pada kaisar gila itu ia tak bisa membantah ucapan mahluk paling berkuasa itu, menyebalkan.


ia menghela nafas pelan, di depan sana seorang pria sedang duduk santai sembari menatap hamparan bunga yang bermekaran, ia hanya bisa menghela nafas pelan, meskipun ia tak mau dan tak bisa menolak


"Memberi salam pada yang mulia" Ucap Yu Ahli menekukan lututnya dengan lembut, ini menjijikan tapi?, ia tak bisa menolak, sebelumnya Mentri Yu sudah menjelaskan segalahal mengenai mahluk astral ini, kaisar ia adalah kaisar yang tak pernah memikirkan rumor, ia tak perduli dengan segala hal tentangnya, ia mendapatkan tahta ini murni atas kepercayaan mendiang kaisar terdahulu, tak ada campur tangan dari pihak manapun, oleh karena itu kaisar gila ini adalah salah satu dari beberapa orang yang tak bisa di kendalikan oleh para menteri, dan mengenai rumor yang menghangat di pasaran pun sudah di atasi, bukankah itu kejam?, siapa yang berani mengungkit maka langsung di eksekusi di tempat, kaisar gila yang sangat mengerikan

__ADS_1


"Mari duduk" Ucap si kaisar dengan lembut, wajah itu memang terlihat kaku tapi?, mengapa memaksakan untuk tersenyum di hadapan ku, jujur setelah mendengar cerita ayah aku merasa sedikit takut, kaisar gila di hadapan ku ini benar benar kejam,


"Apakah hamparan bunga lili ini sangat indah hingga permaisuri bahkan tak berkedip menatapnya?" Ucap sang kaisar


"Mohon maaf atas ke lancangan hamba yang mulia, benar bunga lili ini begitu indah, harum senerbak dengan warna yang berbeda beda," Ucap ku pelan


"Benar"


"Yang mulia, bukankah anda sudah cukup lama berada di sini?, bukankah seharusnya anda kembali dan mengurus urusan negara? " Ucap ku pelan, walau aku di paksa hormat, tapi aku tak bisa luluh dengan mudah, mengusirnya adalah tujuan ku, aku tak akan bisa istirahat dengan baik jika ia masih di kediaman yu ini, kaisar gila itu salalu mengusik ku, bagai mana kehidupan ku di masa depan?


"Seperti pengusiran" Ucap si kaisar gila itu tersenyum miring,


"Hamba tidak berani yang mulia, anda bisa datang dan pergi kemanapun yang anda inginkan, hanya saja bukankah Seorang kaisar harus mengerjakan urusan negara?" Ucapnya dengan begitu lembut, dalam diam aku meraih cakir teh dan menyesapnya perlahan, ia harus memastikan jika pria bodoh ini harus pergi, pergi dari kediaman dan pergi dari kerajaan ini, pergi sejauh mungkin hingga tak memiliki waktu untuk membuatnya repot


"Tak salah, kau adalah calon permaisuri yang sangat pengertian, sangat menghormati negara dan memikirkan kepentingan rakyat"


"Anda terlalu memuji yang mulia, baik lah hari sudah mulai larut kereta sudah siap, saya akan mengantarkan yang mulia" Ucapnya bangkit dan menekuk lututku lembut, jangan lewatkan senyum palsu itu


"Saya merasa terhormat" Ucap Yu Ahli dan lagi lagi hanya menunjukan seyum palsu dan berjalan beriringan menuju kereta, mengantar kaisar gila ini pergi, tak terlalu buruk kan?


"Memberi salam pada yang mulia semoga di berkahi kebahagiaan dan umur yang panjang" Ucap seorang pria paruh baya yang membungkuk hormat di depan kami, pria paruh baya itu adalah sang mentri Yu yang terhormat


"Bangkitlah"


"Terimakasih yang mulia, maaf jika lancang bertanya, kemanakah yang mulia akan pergi?


" Ucap menri yu pelan


"Zen sudah cukup lama membiarkan Kekaisaran kosong, Zen akan kembali, Terimakasih atas jamuannya"


"Melayani yang mulia adalah tugas hamba" Ucap mentri Yu lagi, aku menatap keduanya jegah, hingga akhirnya langkah membawa kamu  di depan sebuah kereta


"Zen akan mengunjungi permaisuri di lain waktu"

__ADS_1


"Suatu kehormatan bagi keluarga kami menerima kedatangan anda yang mulia" Ucap Yu Ahli yang hanya menujukan senyum palsu, kaisar gila itu sudah menaiki kereta dan yah pergi


"Akhirnya dia pergi juga menyebalkan" Ucap Yu Ahli pelan


"Bagai mana?"


"Ya ampun, jie jie kau membuat ku terkejut" Ucap ku memegangi dadaku kesal, hey sejak kapan kakak pertama ku ini datang?, sejak kapan ia?


"Hormat pada permaisuri" Ucap kakak pertama ku memnekuk lututnya sembari tersenyum mengejek, siapa juga yang mau menjadi permaisuri kaisar gila seperti Wu Liang bodoh itu


"Berhentilah mengejek ku jie, aku sedang kesal"


"Apa karena yang mulia pergi?"


"Tentu saja tidak, aku kesal mengapa kau selalu bisa kabur dari suami mu, sedangkan aku?, harus bersuah payah melewati penjagaan ayah, belum lagi para pelayan yang tak setia pada ku"


"Tentu saja mudah, kau hanya perlu bermain trik sedikit lebih pintar"


"Sudah lah jie, aku tak ingin mendengar pengajaran buruk mu itu, ayah sangat fosesif akhir akhir ini, bahkan dia memaksa aku di jaga oleh seorang jenderal, yang benar saja, aku bukan putri loh"


"Kamu memang bukan putri, melainkan orang yang akan melahirkan calon penerus Kekaisaran ini"


"Kau membuat mood ku hancur jie"


"Baik lah baiklah lah, adik ku tersayang sedang merajuk, hm ku dengar akan ada festival di kota, apakah kau ingin pergi?"


"Tenang saja, tak perlu takut, aku akan membicarakan ya ke ayah, kau bisa duduk manis di kediaman mu"


"Kau yang terbaik jie" Ucapnya menghambur ke pelukan kakak pertama dari Yu Ahli, yaitu Yu Ming li


"Lihat lah siapa ini yang memeluk ku dengan begitu semangat"


"Tentu saja aku, adik kesayangan mu" Ucap ku tersenyum lebar dan kami melangkah masuk untuk menikmati acara makan siang yang akan di bulai tak lama lagi, hari bahagia, hari yang tenang aku datang, tampa pengganggu, tampa pengusik, dan yang jelas tampa kaisar gila yang sok soan jadi manusia es kaku di hadapan orang lain dan jadi mahluk tak tau malu di hadapannya

__ADS_1


__ADS_2