Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
Permaisuri kepala mu kotak


__ADS_3

"Brak" Aku menjergit pelan saat suara pintu di buka paksa, tidurku terganggu, tunggu ada yang tidak beres mengapa perutku berat sekali, seakan, seakan ada yang menimpanya dengan aku membulatkan mata saat melihat seseorang yang masih terlelap dan masih memeluk ku, bahkan ini lah yang ku lihat saat pertama kali membuka mata, seorang pria yang tertidur dengan begitu pulas di samping ku, jangan lewatkan tangan besar itu yang bahkan dengan tak sopan melingkar di pinggang ku,


"Sial, aku ketiduran" Ucap ku kesal, aku sudah bahkan sudah merencanakan kabur saat ia tertidur, namun siapa yang menyangka jika aku bahkan ikut tertidur bersamanya dan apa lagi ini, terjadi keributan di luar, dan dengan tak berperasaan mendobrak pintu kamar ku


"Ayah, jangan mempercayai ucapan pelayan itu, mana mungkin Mei Mei melakukan hal memalukan itu, mei mei adalah gadis yang baik, tak mungkin mencoreng nama baik keluarga Yu kita" Ucap seorang gadis dari balik kelambu, hey aku mengenal suara itu, bukankah itu kakak laknat ku?, aku menghela nafas pelan saat kelambu itu di angkat, aku sangat ingin bangkit, namun pria sialan itu tak melepaskan ku, aku sudah berusaha sedari tadi, namun tangan ini benar benar sulit untuk di angkat, seperti besi ratusan kilo, jangan kan mengangkat menggesernya pun aku tak mampu,


"Xiang er, kau?" Ucap ayah menatap ku dengan tak percaya, di depan sana bahkan sudah berdiri ayah, si kakak ketiga bangsat ku dan beberapa pejabat tinggi lainnya, aku tak perduli dengan yang lainya, tapi ayah ku? untuk pertama kali aku merasakan rasa bersalah sebesar ini


"Ayah" Cicit ku pelan, aku sangat ingin bangkit namun pelukan ini sangat erat, demi apapun aku tak berdaya, aku sangat ingin mendekat ke ayah dan menjelaskan semuanya, namun?, tangan pria ini bahkan benar benar tak bisa di lepas


"Siapa yang berani menggu tidur Zen dan permaisuri Zen" Ucapnya serak sembari membukakan matanya dengan pelan, tampa di duga seluruh orang yang berada di tempat itu bersujud di lantai, hey apa yang terjadi, ia bahkan belum bangkit namun semua orang malah menjatuhkan diri mereka ke lantai


"Apa yang kalian lakukan" Ucapku beranjak duduk, pria gila ini baru saja melepaskan pelukannya dan aku menggunakan kesempatan ini dengan baik,

__ADS_1


"Memberi salam kepada yang mulia Kaisar, semoga di berkahi umur panjang dan kebahagiaan seumur hidup" Mereka mengatakan itu dengan serentak, aku menjergit pelan, semua berlutut, termasuk?, termasuk, ayah ku?, siapa sebenarnya pria ini, mengapa semua orang begitu segan dengannya, aku menghela nafas pelan, apa peduli ku, toh tidak penting


"Bangkitlah" Ucap si pria dengan suara serak, dua pria tampan datang dan segera memakaikan jubah kebesarannya, hah?, yang benar saja, ukiran naga emas itu?, apakah dia benar benar kaisar?, dan semalam aku tidur bersama seorang kaisar, yang benar saja?, ini pasti mimpi, ini jelas hanya lelucon


"Yang mulia, anda?, nona Yu?" Ucap seorang pria tua, dengan tubuh yang sedikit bergetar, ia terlihat sangat ketakutan


"Katakan hukum apa yang pantas untuk seseorang yang telah mengusik Zen?, dan permaisuri Zen?, orang yang dengan berani memprovokasi permaisuri" Wajah itu terlihat begitu datar, dan cukup mengerikan, suasana tiba tiba berubah menjadi begitu mencekam, yang benar saja, apakah dia benar benar pria semalam?, pria yang bicara begitu banyak omong kosong, apakah mahluk sok cool ini dia?


"Hamba bersalah, hamba pantas mendapat hukuman karena lancang mempertanyakan urusan pribadi anda" Ucap semua yang berada di ruangan sembari bersujut dan lagi lagi sangat kompak


"Apa yang kau lakukan, ini penganiayaan permaisuri" Ucap si pria menghindari pukulan maut dari ku, biarkan saja aku sedang kesal sekarang, untuk kali ini biarkan aku melampiaskan kekesalan ku, karena yah?,


"Siapa yang kau sebut permaisuri sialan?" Ucap ku enak saja, permaisuri kepala mu kotak?, kapan nikahny?

__ADS_1


"Tentu saja kau, siapa lagi, tidak ada yang pantas menjadi permaisuri Zen selain kau, kau harus bertanggung jawab karena telah merebut ciuman pertama Zen dan membuat Zen tidur dengan mu" Ucapnya yang membuat ku semakin kesal, dia yang memeluk ku, mencium ku, bahkan meniduri ku, lalu?, mengapa aku yang harus bertanggung jawab?, di sini jelas aku yang di rugikan, mengapa ia malah bersikap seakan aku yang memaksanya, seakan aku yang menggodanya untuk memeluk dan menciumnya, dasar pria gila dengan semangat menggebu aku memukulinya dengan segala kemampuan yang ada, ia telah menyiksaku dalam pelukanya semalaman, dan sialnya aku malah tertidur dengan begitu nyenyak dan yah?, sangat nyaman.


"Pergi dari kamar ku sialan, dan kembalikan semua pelayan ku" Ucap ku, dasar pria licik, beraninya ia bermain main dengan ku, ia bersikap begitu dingin saat pertama kali bertemu, dan nyatanya ia tak lebih dari pria yang mesum tak tahu diri, dewa aku menyesal telah menolongnya,


"Hey kau jangan bercanda ini sama sekali tak lucu" Ucap ku saat tubuh pria itu melemah dan kembali terbaring, ini pasti hanya trik bodohnya, aku tak akan terpengaruh lagi tidak akan


"Hey bagun lah, hey apakah kau tuli, bangun bodoh" Ucap ku menepuk pipinya dengan sedikit keras, namun nyatanya ia benar benar tak bergerak?, apakah ia benar benar pingsan?


"Hey yang berada di luar" Teriak ku, jujur aku merasa sedikit panik saat tubuh pria ini melemah, lalu?, apakah ia akan mati?, oh tidak, ku mohon jangan mati di pangkuan ku, mati saja di tempat lain,


"Menghadap permaisuri" Ucap keduanya membungkuk secara bersamaan, aku menghela nafas, permaisuri pala mu peang, aku yi yanli belum menikah, masih perawan dan jomblo, mana bisa jadi permaisuri


"Bawa tuan kalian keluar, dia selalu merepotkan ku, dan setelah ia sadar katakan padanya, jika ingin mati atau pingsan cari tempat lain jangan hanya di pangkuan ku, merepotkan" Ucapku menggembungkan pipi ku kesal, bahkan saat ini pun ia masih berada di pangkuan ku, bukankah itu menjengkelkan?, aku selalu lemah jika berurusan dengan pria ini, aku sendiri merasa sedikit heran, hatiku selalu tergerak menolongnya, dan yah lagi lagi akal ku kalah dengan hati menyebalkan ini

__ADS_1


"Ah ia, segera kembalikan ke tiga pelayan ku" Ucap ku datar, keduanya hanya mengguk dan beranjak meninggalkan kamar, aku menghela nafas pelan dan kembali merebahkan tubuhku, suasana begitu sepi tak ada keributan antara Xio bai dan Ming ji, di tambah lagi tingkah Bao Zi yang menggemaskan


__ADS_2