Nona Muda Yu

Nona Muda Yu
kerajaan Yuan dan nenek


__ADS_3

"Anda sangat cantik nona" Ucap Ming Ji pelan, aku hanya menggukan kepala ku sembari menghela nafas pelan, bagai manapun aku memang harus terlihat cantik, aku memang harus terlihat baik baik saja di hadapan ayah ku, entah kenapa aku merasa begitu cemas, dan resah terlebih setelah kepergian kaisar bodoh itu, ia pergi dalam keadaan seperti itu, aku hanya terlalu terkejut dengan penyakitnya, benar aku hanya terlalu terkejut, yah, mana mungkin aku mulai memperdulikannya, bagai manapun ia hanyalah pria menyebalkan yang selalu menempeli ku


"Apakah ayah masih di ruangannya?" Ucap ku pelan, aku tak boleh terlalu larut dalam perasaan ini, aku tak ingin membuat keadaan yang kacau menjadi semakin kacau


"Masih nona, seperti biasa nona tuan besar akan keluar dari ruangannya hingga hari beranjak larut" Ucap Ming Ji pelan, dan lagi lagi hanya ku balas dengan anggukan pelan


"Baiklah, mari menemui aya, jangan lupa bawakan sup ginseng yang kau buat" Ucap ku lagi, Ming Ji hanya menggukan kepalanya dan bergerak mengikuti langkah ku degan Napan di tangan


"Ayah, malam sudah hampir larut, Xiang Er perhatikan akhir akhir ini ayah terlalu sibuk di ruang kerja dan istana, sampai melupakan tubuh mu sendiri" Ucap ku sembari meletakan Napan berisi sup


"Beberapa hal, yang mesti di persiapkan"


"Aiyaa, ayah akan sakit jika terlalu lama seperti ini, Xiang Er membawakan sup ginseng" Ucap ku sembari menuangkan sup ke dalam mangkuk dan mengatakannya di hadapan ayah

__ADS_1


"Xiang Er benar benar pengertian dan anak yang sangat berbakti" Ucap ayah sembari mengelus pucuk rambut ku dengan penuh kasih sayang


"Tentu saja, Xiang Er adalah yang terbaik" Ucap ku dengan semangat dan tak lupa dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantik ku, aku menatap ayah dengan tanya saat tiba tiba terdiam


"Ada apa ayah?, apakah ada yang menganggu pikiran mu ayah?" Ucap ku pelan, dapat ku lihat jika ayah memaksakan diri untuk tersenyum sembari meniup sup dengan pelan, aku masih diam di tempat ku, masih menunggu ayah yang membuka suara, apa yang terjadi, mengapa ayah menjadi gundah seperti ini


"Ayah baru saja menerima surat dari kerajaan Yuan" Ucap Ayah pelan sembari meletakan mangkuk sup dengan pelan


"Apakah Xiang Er sudah melupakan nenek mu di sana"


"Nenek?"


"Benar, akhir akhir ini nenek mu jatuh sakit, ia mengatakan karena ia sangat merindukan Xiang er" Ucap ayah pelan,

__ADS_1


"Jika nenek merindukan Xiang Er, maka nenek bisa mengirim surat, lalu mengapa ayah terlihat tidak baik baik saja?"


"Xiang Er, nenek merindukan mu, dan Ayah berencana untuk mengirim Xiang Er ke sana"


"Jika Xiang Er pergi, lalu siapa yang akan menjaga ayah?" Ucap ku pelan, ini terlalu tiba tiba, dan tentu saja aku belum menyiapkannya


"Ayah baik baik saja, jadi apakah Xiang Er akan pergi, untuk melepas rindu nenek mu" Ucap ayah pelan


"Jika ayah sudah meminta, Xiang Er jelas tak bisa menolak" Ucap ku pelan


"Baiklah, pelayan akan menyiapkan semuanya, Xiang Er harus menyiapkan tubuh Xiang Er, karena perjalanan ke kerajaan Yuan cukup melelahkan"


"Besok?, bukankah itu terlalu cepat Ayah?" Ucap ku pelan,

__ADS_1


__ADS_2