
Manusia diciptakan dengan akal dan na*su oleh Allah untuk menjadi penghuni bumi dengan fitrahnya. Manusia adalah makhluk mulia pilihan Allah yang menjadikan nabi Adam sebagai Khalifah pertama yang saat itu menjadi manusia pertama yang menghuni surga, nabi Adam tidak puas dengan kesendiriannya yang menikmati semua yang ada di surga sampai akhirnya dirinya memohon kepada Allah untuk menciptakan teman hidupnya yaitu ibunda Hawa, tidak berhenti disitu, karena diciptakan dengan memiliki na*su, akalnya terkalahkan oleh bujukan iblis yang ingin menjatuhkan jenis ciptaan Allah yang telah dimuliakan Tuhannya, Hingga akhirnya diusir dari surga menduduki bumi sampai mendapatkan berjuta-juta keturunan di bumi yaitu dunia.
Begitu juga dengan asisten Rama yang tergiur dengan harta dan jabatan milik tuannya sampai tega mengkhianati orang yang sudah mengangkat harkat dan martabatnya dari anak jalanan.
Lelaki empat puluhan ini melangkah cepat mencari seorang wanita yang baru saja melahirkan di Rumah sakit milik Reinaldi.
Dengan langkah mantap asisten Rama sudah berada di depan kamar Malika sambil membawa berkas di tangannya untuk diserahkan kepada Malika.
Tok!!..tok!!
Grekk!!
Pintu dibuka oleh Rena kepala pelayan Malika. Lelaki itu tersenyum lalu memberikan salam kepada Malika dan Rena. Malika yang kaget dengan kedatangan Rama yang tiba-tiba membuatnya curiga pada asisten papanya ini.
"Selamat malam nona Malika!
Mohon maaf nona saya baru tahu kalau anda dirawat di sini nona," ucap asisten Rama dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Selamat malam juga paman Rama, dari mana anda tahu keberadaan saya," saya tidak merasa menghubungi anda.
"Maaf nona Malika, semenjak kejadian di mansion nona saya sudah mencari keberadaan nona tapi pencarian saya nihil sampai saya tidak sengaja melihat nyonya Andien yang sedang membawa baby nona Malika, ketika saya tanya tentang nona beliau mengatakan kalau nona dirawat di rumah sakit ini."
"Saya harap kamu tidak terlibat dengan penyerangan di mansion seminggu yang lalu paman Rama, dan apakah urusan perusahaanku berjalan dengan baik ataukah ada yang sedang mengincar perusahaanku selama aku dan papaku tidak berkunjung ke sana?"
"Tentu saja nona semuanya dibawah kendali saya selama nyonya dalam masa pemulihan dan kabar tuan Daniel dan nyonya sudah mendapatkan kepastian informasinya yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh team kami nona Malika.
"Tenang saja paman Rama ,setelah aku pulih aku akan melakukan penyelidikan, siapa tahu kecelakaan pesawat jet milik papaku murni "human eror" dan jika kamu terlibat dalam kekacauan ini semua, aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu dan seluruh keluargamu," ancam Malika dengan pandangan intimidasi pada asisten Rama.
__ADS_1
"Saya tidak senekat itu nona muda untuk mengkhianati keluarga tuan Daniel, apapun miliknya akan saya lindungi dengan jiwa raga saya," sumpah asisten Rama dengan suara tegas pada Malika.
" Itu kembali kepada pilihanmu paman Rama, aku tidak akan tinggal diam sampai aku menemukan bukti apakah kamu terlibat atau tidak dengan kecelakaan orangtuaku dan peristiwa penyerangan malam itu."
"Nona boleh pegang janji saya, maaf saya datang kesini hanya meminta tanda tangan anda di beberapa berkas penting yang saya bawa saat ini."
"Baiklah, serahkan berkas itu ke bibi Rena, saya akan memeriksanya dulu sebelum ditandatangani."
"Maaf nona berkas ini harus ditandatangani sekarang karena banyak klien kita yang sudah menunggu kontrak kerjasamanya dengan perusahaan anda."
Malika berpikir sesaat, kemudian dia meminta berkas yang ada di tangan asisten Rama. Asisten Rama menyerahkan berkas itu dan menunjukkan mana saja perlu ditandatangani oleh Malika.
"Saat ini aku menyerahkan tanggung jawab perusahaan milikku kepadamu, tolong dijalankan dengan sebaik mungkin, hubungi aku kalau ada apa-apa dengan perusahaan, mungkin saya akan pulang besok, tapi saya akan menginap di rumah mertua saya karena baby Ezra di asuh oleh mertuaku saat ini.
"Kalau begitu saya permisi nona Malika, saya akan kabarkan anda setiap hari yang berhubungan dengan perusahaan."
"Hati-hati dijalan paman Rama, terimakasih atas kunjungan anda malam ini, tolong rahasiakan keberadaan saya pada siapapun sampai saya kembali ke perusahaan nanti.
"Siap nona saya akan menutup mulut tentang keberadaan anda."
Asisten Rama berjalan keluar dengan perasaan menahan kesal pada Malika yang mengintimidasinya. Setelah beberapa langkahnya asisten Rama bergumam sendiri di lorong rumah sakit itu.
"Dasar perempuan sialan, sudah hampir mati konyol kamu masih menunjukkan taringmu padaku, he..he.. kita lihat saja nanti, siapa yang lebih berkuasa dan memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis, keangkuhanmu akan aku jatuhkan, dasar gob**k, kau saja tidak sadar menyerahkan perusahaanmu baru saja padaku, dengan begitu semua aset milikmu sudah berpindah tangan padaku setelah itu aku akan membunuhmu sama seperti yang kulakukan pada kedua orangtuamu.
Ancamanmu tidak seberapa nona ketika kamu kembali ke perusahaan akan aku pastikan kau tidak akan bisa masuk ke perusahaan yang sekarang menjadi milikku kecuali kamu menjadi simpananku," ucap asisten Rama yang kembali berjalan menuju tempat parkir.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Asisten Rama sudah berada di dalam mobilnya, dengan sedikit merilekskan badannya Rama menyalakan mobilnya dan meninggalkan rumah sakit. asisten Rama tertawa puas dengan keberhasilannya yang telah menipu Malika dengan sedikit trik membuat gadis itu percaya padanya. Kendaraan berwarna hitam itu sudah bersama dengan kendaraan lain yang malam ini cukup padat hingga menimbulkan kemacetan. Rama memukul stir mobilnya dengan mengumpat kesal.
"Sial!!
"Kenapa malam ini jadi macet begini, kapan aku bisa sampai ke rumah tuan bos kalau laju kendaraan jadi lamban seperti ini."
Ponsel Rama berdering, iapun memencet tanda hijau di ponselnya dan dinyalakan speaker ponsel miliknya supaya terdengar jelas tanpa harus menggenggamnya.
"Selamat malam bos."
"Selamat malam tuan Rama, di mana posisi anda saat ini?,
jam berapa anda akan bertemu dengan saya?"
"Tuan Bagas, mohon maaf jalanan nya sangat macet pak, kendaraan agak sulit bergerak cepat."
"Apakah kamu sudah lakukan yang aku minta padamu."
"Sudah tuan Bagas sekarang berkas penyerahan kekuasaan perusahaan milik tuan Daniel sudah ditandatangani oleh putrinya dan sekarang ada bersamaku."
"Kerja yang bagus tuan Rama berarti kita tinggal melegalkan perusahaan tersebut menjadi milik kita dan itu harus atas namaku kau paham!"
Mendengar kata-kata tuan Bagas membuat lelaki pengkhianat ini menarik nafas berat, dalam hatinya Rama mengumpat lelaki di seberang teleponnya.
"Kesialan apa malam ini yang menimpaku sehingga mendapatkan intimidasi dari kedua orang yang sama-sama berkuasa.
Aku yang mengusahakan ini semua harusnya perusahaan itu atas namaku mengapa sekarang malah berbalik atas nama tuan Bagas, oh nasibku memang selalu sial selalu saja menjadi pesuruh, kapan aku jadi bosnya."
__ADS_1
Tanpa terasa kemacetan sudah berangsur hilang, Rama menancap kan gas mobilnya dengan kecepatan sedang mengejar waktu untuk menemui tuan Bagas yang sudah menunggunya.