Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
"PERISTIWA TRAGIS"


__ADS_3

Waktu seakan berlari begitu cepat, meninggalkan kenangan yang mengukir kesan entah indah maupun buruk. Semua manusia harus melaluinya, peran demi peran berubah dalam setiap waktu yang tiap episode kehidupan telah tercatat dalam titahNya.


Hanya saja episode kehidupan nyata sudah terbungkus rapi dalam takdir, produser dan sutradaranya adalah Tuhan sendiri yang memberikan peran setiap hambaNya. Ada segelintir manusia yang selalu terekspos kehidupan mereka oleh media namun tidak sedikit kaum papah yang berjalan diatas nestapanya sendiri, dalam diam dan dalam kesepian mereka menjalani hidupnya tanpa ada orang lain yang mengetahui jalan hidup mereka.


Keluarga kecil Reinaldi, kini sudah mulai menjalani hari-hari mereka dengan tawa canda, sedangkan di tempat yang berbeda telah terjadi hukuman alam yang menelan setiap jiwa dengan kedatangan tsunami yang tidak terduga oleh warga sekitar pesisir pantai sebagian kecil pulau Jawa. Tidak sedikit korban yang selamat dari kejadian air bah itu, peristiwa naas itu terjadi disaat manusia tengah menjalani aktivitas mereka sehari-hari. Kabar duka itu sampai terdengar oleh pemimpin mafia yang berada di negara Jerman yaitu kekasih dari Lili Nurlyah.


Alex yang sedang berbaring ditempat tidurnya merasakan kegelisahan yang begitu mendalam, seakan ada kesedihan yang akan datang menyapanya, beberapa kali dicobanya untuk memejamkan matanya tapi lagi-lagi hatinya seakan memaksanya untuk tetap terjaga, yang membuatnya makin tersiksa adalah selintas bayangan wajah sang kekasih Lili, yang menjerat pikiran dan hatinya kini, Alex mendengus rindu, lalu ia pun mengambil lagi ponselnya yang sudah diletakkannya di atas meja dekat dengan pembaringannya saat ingin merebahkan tubuhnya di pembaringan. Ditatapnya lagi wajah kekasihnya yang sangat cantik yang tergambar jelas dilayar ponsel miliknya.


"Lili sedang apa kamu sayang, mengapa aku tiba-tiba sangat merindukanmu, padahal beberapa jam yang lalu kita baru saja saling ngobrol, tapi mengapa rindu itu datang kembali, apa aku harus menghubungimu lagi hhm?," ucap Alex yang terus mengusapkan jarinya diwajah cantik Lili di layar ponselnya.


Saat Alex ingin memencet nomor ponsel sang kekasih, sedetik kemudian ada panggilan masuk dari Indonesia, tentu saja tuan Romi menelepon Alex untuk mengabarkan peristiwa bencana alam yang terjadi hari ini di wilayah Indonesia tepatnya di sebagian kecil laut Jawa.


"Selamat malam Alex!"


"Selamat malam bos!"


"Di mana kamu sekarang Alex?"


"Aku sudah di mansionku bos, ada yang bisa saya bantu?"


"Alex tolong kamu nyalakan televisi atau kabar berita di internet."


"Ada berita apa tuan Romi?"


"Di pulau Karimun Jawa telah terjadi tsunami yang melanda di sebagian kecil laut Jawa, untuk lebih jelasnya kamu nyalakan televisi siaran langsung berita hari ini di wilayah Indonesia."


"Deggg!"


"Apa tuan Romi, apakah anda tidak salah menyampaikan informasi ini?"


"Tidak Alex!, semua televisi dari berbagai negara sudah menayangkan berita bencana alam tersebut dan saya telah mengerahkan anak buah saya untuk membantu korban yang ada di sana."


Bagai dihantam ombak laut seketika menerpa kesedihan dihati Alex saat ini, lelaki itu tidak lagi membalas perkataan bosnya. Hatinya mulai dikuasai kesedihan mendalam setelah mendengar berita duka yang terjadi kepada kekasih dan keluarga Lili. Sesaat Alex merasa linglung, hampir saja tubuhnya oleng, namun ditahan olehnya karena ia ingin memastikan sendiri peristiwa bencana alam hari ini yang terjadi di sebagian wilayah kecil Indonesia.


Di raihnya remote televisi yang menempel di dinding kamarnya, lalu dinyalakan televisi tersebut dan mulai pencarian berita luar negeri khususnya Indonesia. Apa yang di dengar dari bos Romi sama persis yang sedang ditayangkan di berita, Alex histeris memanggil wanitanya.


"Tidakkkk!"


"Liliiiiii!!"


"Ya Tuhan kenapa ini harus terjadi disaat aku ingin mendapatkan kebahagiaanku?..hiks..hiks!" tangis Alex sambil memukul-mukul sandaran tempat tidurnya.


"Lili, sayang semoga kamu selamat bersama keluargamu di sana, tunggu aku sayang, jika di izinkan hiduplah untuk lelaki brengsek seperti aku ini, aku tidak rela jika kau... oh tidak!, aku tidak ingin membayangkan hal yang mengerikan terjadi padamu sayang..hiks..hiks!"


🌷🌷🌷🌷


Tidak menunggu waktu lama, Alex bersama orang kepercayaannya terbang ke Indonesia untuk melihat langsung keadaan para korban usai terjadinya bencana alam yaitu tsunami yang melanda sebagian kecil wilayah laut Jawa terutama pulau Karimun dan sekitarnya.


Alex mengerahkan semua anak buahnya untuk membantu aparat yang berwenang mencari korban yang masih hidup dan terutama yang diharapkannya adalah kekasih nya Lili. Para petugas basarnas dan team gabungan lainnya sudah mengangkut sebagian para korban jiwa, hanya sedikit sekali yang masih ditemukan hidup usai bencana tsunami terjadi. Alex mendatangi posko kesehatan yang sudah menampung para korban selamat, satu persatu diteliti wajahnya oleh Alex diantara para korban jiwa yang selamat tersebut. Alex berpindah dari posko satu ke posko lainnya. Para relawan yang datang menolong sudah membawa bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan dan selimut.


Ingin rasanya Alex berteriak nama Lili diantara mereka namun ditahannya karena suasananya yang saat ini dihadapi Alex bukan hanya dirinya seorang yang sedang sibuk mencari orang yang mereka dicintai diantara para korban selamat, namun para keluarga korban yang baru tiba di pulau kecil itu, juga ikut mencari keluarga mereka baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Asisten Alex menyarankan pada bosnya untuk mencari juga korban jiwa yang sudah diletakkan di posko tersendiri dengan ribuan kantong jenazah.


"Tuan, apa tidak sebaiknya kita juga harus coba mencari kekasihmu diantara korban yang sudah meninggal juga bos?," tanya Jack pada bosnya yang saat ini masih dirundung duka.


"Apakah kamu berharap tunangan ku ada diantara onggokan mayat-mayat yang sudah terbungkus dalam kantong jenazah itu, Jack?"


"Tentu saja tidak begitu tuan, apa salahnya dicoba, kalau kita tidak bisa menemukan tunangan tuan diantara korban selamat, yah mungkin saja kita bisa mencoba menandai para korban di posko itu," ucap Jack sambil menunjukkan salah satu posko yang ia maksud dengan jari telunjuknya.


Alex membenarkan perkataan Jack, hanya saja yang ia takutkan menghadapi kebenaran kalau kekasihnya sudah tidak bernyawa lagi diantara kantong jenazah itu. Dengan berat hati Alex mengikuti saran Jack. Ia menuju ke posko yang di tunjukkan Jack tadi.


Satu persatu satu kantong mayat sudah ia buka, ada yang sudah tidak bisa ia tandai karena wajah itu sudah sebagian rusak tersapu ombak bersama dengan bahan material lainnya.


Dan betapa tercengangnya ia mendapati ayah sang gadis sudah meninggal dunia dan tidak jauh dari kantong jenazah pak Taher, ada istrinya juga sudah terbujur kaku dalam kantong mayat tersebut. Alex menangis histeris dengan apa yang ia lihat barusan. Jack yang juga mengenal keluarga kekasih bosnya itu ikut prihatin dengan kondisi tersebut.


"Ya Tuhan, apa Lili juga menjadi korban sama dengan kedua orangtuanya?," gumam Alex menatap tajam dua kantong mayat calon mertuanya itu.


"Bos apa tidak sebaiknya kita menyisiri pantai terdekat untuk menemukan tubuh nona Lili?"


Alex langsung menyambar jaketnya yang tadi tergeletak di lantai yang beralaskan pasir tersebut, ia memahami perkataan Jack. Mereka akhirnya kembali ke kapal mewah yang dulu pernah mereka datangi ketika sedang mencari tuan Daniel dan istrinya saat pesawat jet mereka jatuh di perairan tersebut.


Dengan menumpang speed boat Alex dan jack melakukan pencarian di sekitar pantai dengan para Basarnas yang sedang melakukan evakuasi korban baik yang selamat maupun yang sudah tewas terbawa air bah.


🌷🌷🌷🌷


Sekitar dua minggu mereka melakukan pencarian namun hasilnya tetap nihil, Alex kembali ke kediaman tuan Romi dengan menggunakan helikopternya. Kali ini ia sendirian pergi ke mansion mantan bosnya tersebut tanpa ditemani oleh Jack asisten pribadinya. Tuan Romi yang melihat Alex dengan penampilan yang berantakan, tidak mau mengomentari kesedihan mantan anak buahnya itu.


Wajah Alex sudah dipenuhi janggut yang dibiarkannya menghiasi wajah tampannya. Lama mereka duduk tanpa ada yang mulai berbicara. Rei yang melihat keadaan mantan anak buah papinya juga ikut sedih karena dirinya pernah berada diposisi yang sama mencari satu gadis seperti mencari jarum dalam sekam.


"Selamat siang tuan Alex," sapa Rei yang mencoba membuyarkan lamunan Alex.


"Siang tuan Rei," jawab Alex singkat.


"Apa yang bisa saya lakukan untuk menolongmu, katakan saja tuan Alex!"


"Tidak usah tuan Rei!, kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian sampai perbatasan pulau dan negara tetangga ini."


Rei dan papinya hanya menarik nafas berat, tidak ada yang bisa mereka lakukan karena Alex dan anak buahnya tidak berhenti mencari tambatan hatinya itu.


"Kalau begitu saya pamit duluan tuan Alex, saya ingin mengantar istri saya ke rumah sakit."

__ADS_1


"Apakah istrimu sakit Rei?"


"Tidak tuan, istriku sedang hamil anak kami yang kedua, dan kali ini kehamilannya kembar.


"Benarkah, kalau begitu selamat tuan Rei dan tuan Romi atas kedatangan anggota baru di rumah ini," ucap Alex memaksakan dirinya untuk tersenyum kepada ayah dan anak ini.


"Papi, aku jalan dulu," pamit Rei pada papi dan tuan Alex.


Malika yang sudah menunggu Rei di halaman mansion sedang menemani baby Ezra, bayi tampan ini, sudah mulai bergerak lincah yang membuatnya makin aktif.


"Hallo Ezra!"


"Iya dady!"


"Kita siap antar mami ke rumah sakit, apa kamu suka Ezra."


"Suka dady," ucap Ezra yang sudah fasih mengucapkan setiap kata."


Rei yang menyempatkan dirinya menemani istrinya ke rumah sakit bersama baby Ezra yang sepanjang jalan terus saja mengoceh, membuat orang tuanya terkekeh. Makin hari kecerdasan Ezra makin bertambah, ia mampu menghafal perkalian, abjad, nama binatang, nama tiap provinsi dan nama-nama negara di dunia beserta ibu kota negara tersebut. Tidak hanya itu Ezra mengusai tiga bahasa, selain bahasa Indonesia. Inilah yang membuat Rei makin betah di mansion menemani Ezra dan istrinya Malika.


"Sayang, apakah nanti bayi kembar kita ini juga sehebat abangnya?," tanya Malika di tengah perjalanan menuju rumah sakit."


"Tentu saja sayangkuh karena kita sudah mewarisi bibit unggul kepada anak-anak kita."


"Aku sangat bahagia Rei menjadi ibu dari anak-anak kita."


"Berarti jadikan kita program kesebelasan sepak bola?," goda Rei nakal sambil melirik bagian bawah istrinya."


"Rei, hati-hati ada putramu sayang, jaga tingkah lakumu kalau kamu ingin anakmu tidak terkontaminasi dengan otak mesummu itu."


Tidak lama ada nada dering dari ponsel Malika yang ternyata papanya yang meneleponnya, Malika menerima panggilan itu dari papanya.


"Assalamualaikum Malika!"


"Waalaikumuslam papa!"


"Malika, ada kabar duka dari mantan mertuamu sayang!"


"Siapa papa, bunda atau ayah?"


"Ayah mertuamu semalam mengalami kecelakaan di ruas jalan tol ketika balik dari rumah sakit usai berobat."


"Apa?


Innalilahi wa innailaihi raji'un, semoga almarhum husnul khatimah papa."


"Kamu tidak perlu ke rumah duka sayang, karena kondisimu yang lagi hamil besar," papa hanya mengabarkanmu saja, cukup papa saja yang mewakili kalian ke sana."


"Hati-hati nak, jaga kondisi kehamilanmu, jangan memikirkan hal yang berat."


"Insya Allah papa, Malika akan ingat selalu nasehat papa."


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumuslam papa!"


Berita duka yang disampaikan papa Malika membuat Rei juga turut prihatin, namun lelaki tampan ini memilih diam tanpa mengomentari mantan keluarga istrinya. Rei melajukan kencang mobilnya supaya mereka cepat melakukan konsultasi dan pemeriksaan lanjutan kehamilan ke dua Malika.


🌷🌷🌷


Malika yang sudah membuat janji dengan dokter Ryanti, kini berada di ruang pemeriksaan kehamilan milik Dokter Ryanti, Rei yang memangku Ezra sedikit kewalahan dengan kelincahan putranya, tapi keaktifan Ezra tidak menganggu maminya yang sedang di periksa oleh dokter Ryanti, kini kedua wanita cantik ini sibuk mengulas tentang perkembangan kehamilan Malika yang sudah memasuki usia kandungan delapan bulan.


"Nyonya, bayi kembarnya sudah mengalami peningkatan dalam pertumbuhannya, semua organ vital mereka terbentuk sempurna, begitupun panjang tubuh dan lingkar kepala serta beratnya sudah normal, nyonya boleh melakukan senam hamil karena di masa usia delapan bulan ibu sudah boleh beraktivitas yang agak berat, dan untuk tuan Rei anda ikut berpartisipasi dalam hal ini, agar sang ibu mudah untuk melahirkan nanti."


"Dengan senang hati, dokter itu adalah tugas utama saya," ucap Rei dengan mimik serius, membuat wajah Malika bersemu merah karena sangat malu di depan dokter Riyanti.


Cubitan kecil dilayangkan diperut Rei oleh Malika membuat lelaki gagah ini seketika terpekik.


"Auhhh!"


"Kamu makin menggodaku sayang dengan cubitanmu ini," goda Rei pada Malika yang membuat wanita ini makin kesal."


"Rei, kamu bisa diam nggak sayang," bisik Malika kesal di kuping Rei, membuat lelaki ini terkekeh.


Dokter Riyanti tersenyum melihat tingkah suami istri ini yang tidak risih saling menggoda dihadapannya. Rei yang tidak tega melihat istrinya yang kelamaan menahan malu akhirnya pamit pada dokter Ryanti usai melakukan pemeriksaan rutin terhadap istrinya.


"Terimakasih Dokter," kamit pulang dulu," ucap Rei seraya menyalami dokter yang diikuti Malika. Baby Ezra juga tidak ketinggalan ikut salim tangan dokter Ryanti.


"Kamu lucu sekali sayang," ucap dokter Riyanti seraya mencium baby Ezra gemas.


Dalam perjalanan Malika melihat kedai es cream langganannya, ia meminta Rei untuk berhenti di kedai es cream tersebut, mobil di parkir Rei di depan kedai. Mereka turun dari mobil untuk menikmati es cream.


Malika yang mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati es krim. Baby Ezra yang tidak sabar melihat antrian yang memesan es cream ikut antri di belakang para pengunjung kedai es cream tersebut. Rei yang melihat putranya ikut berbaris di antrian menyusul putranya Ezra.


"Ya ampun, baby kamu tampan sekali," puji seorang pengunjung wanita muda bersama empat orang temannya seraya mengangkat tubuh baby Ezra.


"Maaf nona, itu putra saya," ucap Rei yang tidak suka ada yang menggendong putranya."


"Astaga!, gimana putranya nggak tampan, ayahnya saja setampan itu, bibit yang benar-benar unggul, ucap teman yang satunya.

__ADS_1


"Oooh, aku siap dimadu deh kalau ayahnya setampan itu, ngomong-ngomong istrinya yang mana ya, suaminya sendiri di sini?," tanya pengunjung yang ketiga.


"Jangan-jangan dia duda, jadi kita punya kesempatan dong godain tuh "Duren" kali aja jodoh diantara kita.


Rei yang sudah mengambil putranya dari cewek-cewek ceriwis ini membuatnya sedikit kesal dengan gunjingan mereka pada dirinya. Cowok cool ini sengaja tidak menggubris pujian yang datang dari bibir-bibir mesum ini. Rei yang belum sempat menanyakan es cream apa yang disukai istrinya kembali lagi ke tempat Malika yang lagi menunggunya.


"Sayang, kamu mau es cream rasa apa?"


"Rasa cintamu!"


"Kamu ini, makin membuatku tidak sabaran melahapmu sayang!," ucap Rei membalas godaan istrinya.


Rei mengecup bibir sensual milik istrinya, membuat mata para gadis cantik tadi melebar dengan mulut yang setengah terbuka merasa tidak percaya apa sedang mereka saksikan kemesraan lelaki tampan yang baru saja mereka elu-elukan tadi.


Rei sengaja mengecup bibir istrinya dengan sedikit dikulum, ia melakukan itu untuk membungkam mulut gadis-gadis nakal itu.


"Ya ampun, itu istrinya, mampus kita, mana lebih cantik lagi dari kita, jauh banget cantiknya, sumpah!," ucap cewek yang sudah gugup melihat kecantikan Malika yang bukan saja membuat para pria yang mengagumi parasnya, namun kecantikannya juga tidak terlepas dari pujian sesama kaum hawa yang membuat mereka sangat iri melihat kesempurnaan Malika.


Rei memesan tiga es cream rasa coklat, mocca dan stroberi untuk mereka bertiga. Sepuluh menit kemudian es creamnya sudah berada di tangannya, dengan langkah cepat ia membawa nampan plastik yang memuat tiga cangkir es cream. Malika dan baby Ezra nampak ngiler melihat tumpukan es cream dengan toping coklat di atasnya.


"Ini untuk baby Ezra, ini untuk mami dan satu lagi untuk dady," ucap Rei sambil membagikan bagian es cream untuk anak dan istrinya yang sudah menggosok-gosokkan tangan mereka.


"Thank you Daddy!"


"You are wellcome baby!"


"Ezra suka sayang," tanya Malika yang melihat Ezra lagi menikmati es creamnya yang belepotan di sekitar bibir imutnya.


Malika seakan berlomba dengan putranya yang melahap es cream membuat suaminya ingin menyumbat bibir Malika dengan bibirnya.


"Sayang, cepat habiskan, aku ingin kita cepat sampai di mansion, kasihan baby Ezra kalau kelamaan diluar," ucap Rei membohongi istrinya dengan dalih putranya.


"Baik sayang, baby masih mau lagi es creamnya?," tawar Malika pada putranya.


"Oh, no, no!


"Ucap Rei dengan menggerakkan satu jarinya melarang baby Ezra menambah es cream lagi.


"Kamu dady yang palit," sahut Malika menggertak suaminya.


"Kasihan perut baby sayang, nanti malah kebanyakan makan es krim membuatnya flu.


Rei menggendong baby Ezra dan Malika menggandeng lengan suaminya keluar dari kedai es cream menuju mobil mereka. Banyak pasang mata menatap keluarga kecil ini yang memiliki wajah sempurna dengan rasa kagum yang bertambah- tambah.


Ketika mereka sudah berada di dalam mobil, Rei yang tidak tahan dengan istrinya, mengulum bibir Malika hingga membuat baby Ezra sedikit terjepit di antara perut besar maminya dan tekanan tubuh dadynya, membuat Ezra mendorong dadynya menjauhi maminya. Rei dan Malika tertawa karena kemesraan mereka dicegah oleh putranya.


"Cukup sayang, tadi katanya mau pulang cepat, ko malah mesraan di sini," ucap Malika sedikit mencebik pipinya.


"Ok, kita let's go baby," ucap Rei seraya menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan kedai es cream.


🌷🌷🌷🌷


Malam ini Rei yang sudah menanti dimana hari yang didambakannya telah tiba. Saat ini ia ingin mengakhiri puasanya yang selama hampir empat bulan ia harus menahan diri untuk tidak menjamah tubuh istrinya karena keadaan Malika yang masih lemah untuk melayani kebutuhannya.


Malika mengenakan lingerie warna merah yang memiliki ukuran khusus untuk wanita hamil. Walaupun perutnya makin membesar sedikitpun tidak mengurangi keseksiannya . Rei melihat Malika yang baru keluar dari kamar ganti menelan salivanya dan tersenyum manis sambil menggelengkan wajahnya sebagai bentuk kekagumannya pada wanita cantik yang telah memberikannya satu putra ini. Langkah kaki Malika yang nampak anggun ala peragawati yang sedang menampilkan lingerie yang sangat tipis ibu hamil. Malika yang sedang menggoda suaminya berdiri dipinggir tempat tidur sambil memainkan belahan dadanya sendiri.


"Sayang, sentuh aku," goda Malika dengan suara mende**h.


"Kamu sedang menyengatku dengan keseksianmu malam ini sayang," ucap Rei dengan hasrat menggebu.


Rei menarik lembut tubuh istrinya mengajak Malika naik ke tempat tidur, Rei memagut bibir istrinya, sambil meremas buah kenyal kesukaannya pada dada istrinya. Pertemuan lidah didalam rongga mulut keduanya yang saling mengecap, mengisap dan memutar lidah mereka menjadikan tarian seru yang menggetarkan rasa. Malika meraih benda pusaka yang sudah makin membesar dan mengeras yang ada dibawah perut suaminya, ia beralih menjilat benda pusaka itu dengan lidahnya sambil memainkan benda besar itu dalam genggamannya pada pusaka kesukaannya itu. Permainan mulut istrinya makin membawa Rei ke alam nirwana, erangan dan lenguhan panjang dari mulut lelaki ini menghantarkan istrinya untuk lebih dalam memasuki benda pusaka ke dalam kerongkongannya.


"Ahhh!...sssttt... sayang kamu makin hebat!," puji Rei sambil membelai lembut kepala istrinya yang sedang memanjakan benda pusakanya.


Malika melepaskan benda pusaka dari mulutnya dan beranjak menaiki milik Rei yang sudah siap ditancap oleh tubuhnya yang ia arahkan ke sarangnya yang sempit. Kini tubuh mereka saling berhadapan saat Malika sudah sempurna menenggelamkan milik suaminya dalam dirinya, Malika mulai mengusai tubuh suaminya dengan memutari bo**ngnya memberi sensasi hebat pada milik Rei. Dengan cepat Rei membuka lengerie istrinya sehingga terpampang bukit besar yang menggiurkan, tangan satu meremas bukit kembar itu sambil mengisap benda kenyal kesukaannya. Malika mengerang nikmat saat suaminya memainkan put**gnya dengan mulut suaminya itu. Keduanya sudah tenggelam dalam kenikmatan hingga Rei berganti posisi, sekarang Rei yang sudah di atas tubuh istrinya, kini lelaki tampan ini mulai menghentakkan tubuhnya dalam milik istrinya sampai akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan setelah melakukan pelepasan cairan nikmat dari bagian inti mereka.


"Ooohh...ssst Reiii, aku mendapatkannya sayang." ucap Malika dengan mengerang nikmat merasakan tubuhnya yang bergetar hebat karena sudah mencapai puncak kenikmatan.


"Milikmu makin membuatku terus ketagihan sayang," puji Rei dengan peluh yang sudah bercucuran membasahi tubuhnya.


Rei menjatuhkan tubuhnya sebelah istrinya lalu mencium perut gendut Malika. Ia mengatur lagi pernafasannya dengan tersenyum manja menatap wajah cantik istrinya.


"Apakah kamu sudah puas sayang," tanya Malika setelah nafasnya mulai normal.


"Aku tidak mengenal kata puas sayang pada tubuhmu, aku ingin melakukan lagi, bolehkah sayang?," tanya Rei karena pusakanya kembali tegak mengacung.


"Lakukan sayang, ucap Malika yang


mengharapkan hal yang sama dari suaminya.


Rei berpindah posisi, dengan melebarkan kaki istrinya, jejak cairan masih terdapat di sarang istrinya. Rei membersihkan dengan jilatannya, Mallika mengerang mendapati lidah suaminya makin memasuki lebih dalam pada sarangnya, Rei mengisap habis jus lezat yang dikeluarkan lagi oleh Malika dari sarangnya.


"Reiiiih..ahhhk!, sayang ini sangat nikmat, kamu apakan milikku," tanya Malika dengan mengerang manja.


Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Rei mengigit lembut dengan lidahnya pada dua gumpalan daging yang menutupi sarang istrinya dengan bibirnya. Sampai akhirnya Malika mendesak suaminya untuk mengakhiri jeratan nikmat yang sudah menyiksanya sejak tadi. Rei kembali memacu tubuh istrinya dari samping dengan sedikit mengangkat kaki Malika untuk memudahkan dirinya melakukan permainan. Keduanya mendapatkan lagi pucak kenikmatan setelah hentakan terakhir Rei pada inti istrinya. akhirnya keduanya kelelahan dan tertidur pulas menyusuri alam mimpi indah.


🌷🌷🌷


Jauh dari tempat berbeda, Alex yang masih menangisi kekasihnya yang telah hilang tertelan dahsyatnya bencana tsunami di pulau Karimun Jawa. Sedangkan nyonya Andien yang harus merasakan lagi kehilangan dua orang yang sangat dicintainya, setelah kepergian putra tunggalnya yang telah meninggal dunia dua tahun lalu, kini gantian suaminya tuan Pramudia juga harus meregang nyawa saat terjadi kecelakaan tunggal di ruas jalan bebas hambatan dalam kota.

__ADS_1


Kesedihan dua orang insan ini membuat mereka sulit menerima kenyataan. Mereka harus menjalani hari-harinya tanpa kekasih maupun suami. Kisah pilu ini harus dirasakan keduanya tanpa tahu kapan akan berakhir.


__ADS_2