Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
PERAN NYONYA AMBAR


__ADS_3

Perasaan cinta tidak hanya dimiliki oleh Reinaldi untuk gadis yang telah mengobati jiwanya, peran tuan Romi mewujudkan cinta yang sama untuk Malika dengan mencari calon besannya itu yang terdampar di pulau Karimun Jawa yang sekarang ini sedang menjalani perawatan di RS mewah di negara Jerman.


Tidak mau ketinggalan dengan peran suaminya untuk Mallika, nyonya Ambar juga memerintahkan anak buahnya merenovasi lagi mansion milik Malika. Nyonya Ambar menghubungi arsitek ternama untuk membantunya mengerjakan proyek ini, ada lagi perintahnya untuk mencari lagi para pelayan yang pernah bekerja di mansion Malika bagi yang masih hidup.


Semuanya dilakukan oleh nyonya Ambar kali ini dengan tidak sedikit mengeluarkan koceknya hanya untuk mewujudkan cintanya pada calon menantu idamannya Malika.


Pagi ini nyonya Ambar sudah rapi dan sangat cantik, penampilan ibu satu putra ini begitu menawan bahkan wajah cantiknya tidak terlihat seperti wanita yang berusia limapuluh tahun. Dress hijau tosca yang di padu dengan aksesoris kalung mutiara serta jam tangan rolex, membuat penampilannya makin menawan, tidak ketinggalan sepatu dan tas jinjing yang branded sebagai pelengkap keanggunan seorang istri cantik millionaire ini.


"Wah, mami cantik banget, mami mau ke mana, Malika ikut ya mami," pinta Malika dengan suara manjanya merengek kepada ibu mertua kesayangannya saat wanita cantik itu turun dari tangga.


"Mami mau ketemu dengan teman-teman sosialita mami sayang, nanti kamu boring di sana kalau kamu ikut mami sayang," tolak nyonya Ambar membohongi tunangan putranya ini seperti membujuk anak kecil yang sedang memaksa ibunya supaya diajak pergi.


"Besok aja kita shopping ke Mall ya, jangan sekarang ya cantik," bujuk nyonya Ambar lagi untuk menenangkan calon menantunya ini.


"Sama aku saja ya sayang," ucap Rei yang sudah ada di belakang Malika sambil melingkarkan dua tangannya kepinggang gadisnya ini.


"Ihh, kamu apaan sih Rei, lepasin nggak, malu tahu di depan mami, kamu peluk - peluk aku kaya gini," ucap Malika sambil berontak dalam lingkaran tangan Rei pada pinggangnya meminta pria tampan ini melepaskan tangannya.


Melihat pasangan muda ini yang lagi bemanja ria, nyonya Ambar langsung kabur menaiki mobil Lamborghini merah yang sudah terparkir di halaman mansion.


"Mami jalan dulu sayang, hati-hati lho kalian di rumah, banyak setannya," teriak nyonya Ambar mengingatkan pasangan sejoli ini yang lagi kasmaran lalu melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang telah menunggunya.


"Tuh kan gara-gara kamu mami jadi kabur, jadi aku nggak bisa ikut mami deh, kamu nyebelin banget sih sayang," rengek Malika manja dalam pelukan Reinaldi.


Rei mengecup ceruk leher jenjang Malika, wangi harum tubuh itu kembali menganggu penciuman Reinaldi, Rei kemudian melepaskan pelukannya lalu meninggalkan Malika begitu saja. Malika yang bingung dengan tingkah Rei mengejar lelaki tampan itu, tapi Rei lebih mempercepat langkahnya kembali ke kamarnya.


"Rei!..Rei, buka pintunya sayang kamu kenapa, apakah aku berbuat salah padamu?, tolong sayang buka pintunya," pinta Malika yang sudah ada di depan pintu kamar Rei.


"Aku lagi nggak enak badan sayang, tolong jangan ganggu aku, aku mau tidur lagi sebentar," teriak Rei dari dalam kamarnya.


Malika mengalah lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri. Sesampainya di kamar Malika duduk di bangku riasnya sambil menatap wajah cantiknya di cermin.


"Emang Rei sakit apa, perasaan tadi suhu tubuhnya biasa aja, kenapa tiba-tiba mengeluh sakit?," batin Malika.


Dari dalam kamar, Rei sedang merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan gelora birahinya saat memeluk Malika tadi dan mencium wangi tubuh gadis itu yang sangat membuatnya terangsang, wangi tubuh itu bukan dari parfum, lotion ataupun handbody apa lagi sabun mandi, wangi ini tercium langsung dari dalam tubuh Malika yang sesekali menyeruak saat tubuh Malika didekati oleh Rei pada tengkuk leher jenjang milik Malika.


"Ya Tuhan kapan aku bisa memiliki tubuhnya, aku tidak kuat lagi menahan syahwatku, tolong aku ya Tuhan," ucap Rei sambil melakukan treadmill yang ada di kamarnya untuk bisa mengendalikan syahwatnya dengan melakukan olahraga.


🌷🌷🌷


Nyonya Ambar sudah berada di daerah Ciputat, tujuannya kali ini adalah menemui mantan kepala pelayan menantunya Malika yaitu bibi Rena.


Mobil merah Lamborghini yang di bawa sendiri oleh nyonya Ambar sudah terparkir di depan pekarangan rumah mamang Ahmad sopir pribadi almarhum Arie. Istri mamang Ahmad ambu Lilis yang sedang menyulam switer di teras rumahnya, sesaat menghentikan kegiatannya itu.


Awalnya wanita tua ini takut kalau yang datang itu nyonya Andien bos dari suaminya tapi ketika sosok wanita cantik yang lebih elegan penampilannya itu turun dari mobilnya baru ambu Lilis menarik nafasnya lega.


"Assalamualaikum, punteun ibu," sapa nyonya Ambar pada ambu Lilis.


"Waalaikumuslam, silahkan masuk nyonya, maaf anda siapa nyonya?," tanya ambu Lilis hati-hati kepada nyonya Ambar.


"Apakah benar ini rumah mamang Ahmad ibu?"


"Benar nyonya, mari silahkan masuk," sahut ambu Lilis lagi menyambut tamunya sopan.


Nyonya Ambar melangkahkan kakinya dengan sangat anggun saat memasuki rumah sederhana itu, dirinya masih berdiri sambil melihat foto keluarga mamang Ahmad yang menempel di dinding.

__ADS_1


"Silahkan duduk nyonya!," titah ambu Lilis pada tamunya.


"Perkenalkan bu nama saya Ambar, saya adalah calon ibu mertua nona Malika yang merupakan janda dari istri almarhum tuan Arie Arya Pramudya Darmawangsa.


Ambu Lilis begitu kaget saat mendengar nama Malika, setahunya nyonya Malika sampai saat ini hilang entah ke mana bahkan sulit di hubungi setelah peristiwa kecelakaan naas itu.


"Maaf nyonya apakah nona Malika ada bersama dengan anda nyonya saat ini?," tanya ambu Lilis.


"Benar sekali ibu, saat ini Malika aman di rumah saya, saya sudah mengetahui kisah pilu tentang gadis itu dari mulutnya sendiri sampai dia harus kehilangan putranya dan...


Belum sempat nyonya Ambar menceritakan semuanya pada ambu Lilis muncullah Rena kepala pelayan menantunya.


"Maaf nyonya apakah nona muda saya baik-baik saja?," tanya Rena yang baru keluar dari kamarnya ketika mendengar nama Malika di sebut oleh nyonya Ambar.


"Alhamdulillah Rena, nona mudamu selalu sehat, dia aman bersamaku, aku menjaganya seperti putriku sendiri, apa lagi gadis cantik itu sebentar lagi akan menjadi menantuku," ucap nyonya Ambar menghibur Rena.


"Alhamdulillah nyonya, terimakasih nyonya sudah merawat nona muda dengan sangat baik, semoga nona mudaku merasa terhibur di tempat anda, oh ya siapa nama putra anda nyonya," tanya Rena yang belum mengetahui calon suami nona mudanya.


"Reinaldi!"


"Apa?


Maksudnya nyonya, nama kecil putra anda Rei?


sepertinya aku pernah mendengar nama itu disebut saat nona Malika melahirkan tuan baby Ezra, terus apa hubungannya antara nona muda dengan putra dari nyonya ini bukankah seharusnya nyonya muda menyebut nama tuan Arie suaminya, kan dia sedang melahirkan putra dari suaminya Arie kenapa malah menyebut nama pria lain, putra dari nyonya ini?," gumamnya membatin.


"Ada apa nona Rena, apa yang sedang anda pikirkan?, tanya nyonya Ambar melihat Rena yang termenung setelah mendengar nama putranya disebut olehnya barusan.


"Oh tidak apa-apa nyonya, saya cuma kangen saja sama nona muda," ucap Rena berbohong kepada nyonya Ambar.


"Assalamualaikum!"


Kata-kata nyonya Ambar terhenti karena terdengar suara orang yang sedang memberi salam dari luar rumah. Ketiganya sama-sama melihat siapa yang datang.


"Waalaikumuslam,


Jawab ketiga wanita ini berbarengan menjawab salam dari seorang lelaki tersebut.


"Ya Allah Jajang putra ambu kamu sudah pulang nak," ucap ambu haru menyambut putranya yang baru pulang dari dinas kemiliterannya. Dipeluknya putra itu dengan penuh kasih sayang.


"Maaf nyonya, permisi," ucap Jajang yang langsung masuk ke kamarnya setelah mencium punggung tangan ibunya dan menyalami nyonya Ambar dan Rena.


Nyonya Ambar hanya mengangguk hormat ke arah Jajang sedangkan Rena hanya tersenyum malu dan ada rasa kerinduan pada lelaki tampan nan gagah itu.


"Aduh maaf nyonya Ambar tadi iklan dulu, itu putra saya Jajang baru pulang dinas selama 4 bulan ini kami di tinggal olehnya.


"Maaf putra anda dinas di mana ya bu, kalau boleh saya tahu," tanya nyonya Ambar pada ambu Lilis.


"Putra saya seorang abdi negara nyonya, beliau adalah salah satu putra terbaik yang di miliki oleh Indonesia yang di kirim oleh negara untuk menjaga perdamaian dunia sebagai pasukan Garuda atau kontingen Garuda.


"Subhanallah, hebat banget putranya bu, ibu memiliki seorang putra yang rela mengabdi untuk negaranya?," puji nyonya Ambar yang kagum dengan didikan ambu Lilis pada putranya.


"Terimakasih pujiannya nyonya, oh ya tadi nyonya mau ngomong apa ya, boleh diteruskan nyonya?," tanya ambu Lilis.


"Begini saya datang ke sini ingin membawa pulang gadis manis ini ambu karena saya ingin Rena bekerja lagi di mansion milik calon menantu saya Malika, mau nggak mbak Rena bekerja lagi di tempat tuan Daniel dan nyonya Alea?," tanya nyonya Ambar.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh membawa calon istriku pergi dari rumahku nyonya, karena sebentar lagi aku akan menikahinya yaitu calon nyonya di rumah ini," ucap Jajang membuat Rena yang tidak menyangka lelaki impiannya ini yang sempat dikenalnya sebulan saja waktu kebersamaan mereka saat itu, kini melamarnya secara tiba-tiba.


"Maksud Aa apa ya?," tanya Rena yang masih penasaran pada putra mamang Ahmad ini.


"Bersiaplah Rena aku akan menikahimu di bulan ini karena waktuku tidak banyak, masa libur ku hanya dua bulan, jadi aku sengaja pulang ke tanah air sengaja ingin menikahimu secepatnya sayang," jawab Jajang membuat perasaan gadis ini antara percaya dan tidak mendengar lamaran yang di lontarkan oleh pria tampan ini yang sudah mengisi kerinduan pada palung hatinya yang terdalam.


Lamaran jajang yang mendadak pada Rena membuat gadis ini berbunga-bunga, ternyata khayalan nya selama lima bulan ini tidak sia-sia walaupun sebelumnya Jajang belum menyampaikan perasaannya pada Rena.


"Kenapa mendadak sekali Aa, kenapa aa tidak menyampaikan sebelumnya supaya Rena bisa menyiapkan diri," jawab Rena yang masih malu-malu dihadapan ambu Lilis dan nyonya Ambar yang sedari tadi menonton drama percintaan gratis ini.


"Maafkan aa Rena, bukan aa ingin mempermainkan perasaanmu tapi aa harus sholat istikharah dulu, bagaimanapun juga aa harus menetapkan pilihan aa padamu atas ridho Allah yang akan memberi petunjuk untuk aa bahwa jodohku adalah kamu, aa nggak mau salah pilih karena aa tidak selamanya ada disisimu karena tugasku sebagai abdi negara membuat cinta kita akan teruji nantinya dengan sebuah nilai kesetiaan, apakah hatimu akan tetap terjaga untukku ataukah kejenuhanmu yang akan membuat cintamu berpaling saat aku meninggalkanmu dalam rentan waktu yang sangat lama karena tugas mulia ini, itulah yang membuatku harus konsultasi dulu dengan Allah melalui sholat istikharah untuk memantapkan pilihan jodohku.


"Berarti ada dua wanita dong dalam hati aa sampai aa harus menjalani sholat istikharah segala," tanya Rena hati-hati pada calon suaminya ini.


"Sebelum kamu datang dalam kehidupanku ada wanita yang aa sukai tapi dia belum tahu kalau aa suka sama dia atau tidak, nah karena aa nggak mau umbar janji pada kalian berdua makanya aa minta petunjuk pada Allah siapa diantara kalian yang Allah menangkan hatinya untuk aa," jawab Jajang bijak pada Rena yang masih tersipu malu mendengar ocehan pria tampan ini.


Nyonya Ambar dan ambu sangat terharu mendengar penuturan Jajang, lelaki yang sudah berusia 34 tahun ini sangat matang dalam berpikir, tidak sembrono dalam bertindak namun tegas dalam hal untuk memilih, menjadikan Allah sebagai tempatnya untuk berkonsultasi hanya ingin mendapatkan satu wanita teman hidupnya sampai mati.


"Hebat kamu anak muda, aku salut dengan pendirianmu, kamu pantas menjadi abdi negara dan layak untuk mendapatkan Rena sebagai istrimu, pasangan yang sangat serasi yang nantinya akan melahirkan putra putri calon tunas bangsa bukan cuma baik dan cerdas tapi berakhlak dan bermanfaat untuk agama dan negaranya, selamat bu Lilis hari ini saya sudah mendapatkan banyak pelajaran berharga dari keluarga ini, kalau begitu saya pamit pulang dulu ibu Lilis terimakasih banyak sudah menerima saya dengan sangat bersahabat, ucap nyonya Ambar.


Hai anak muda! jangan lupa sertakan nama keluarga saya dalam agenda undanganmu," ucap nyonya Ambar sambil menepuk bahu kekar Jajang.


"Terimakasih banyak nyonya sudah mau mampir ke tempat saya, salam untuk nona Malika dan keluarga nyonya," ucap ambu Lilis ramah pada nyonya Ambar.


"Nyonya tunggu sebentar, ada yang ingin saya titipkan untuk nona muda," ucap Rena kemudian masuk ke kamarnya mengambil sesuatu.


Rena keluar lagi dari kamarnya membawa sebuah album foto dan menyerahkan kepada nyonya Ambar. Nyonya Ambar yang menerima album foto itu lalu meminta izin pada Rena untuk melihatnya sebentar.


"Rena, bolehkah saya buka album ini nak," tanya nyonya Ambar menatap wajah Rena meminta persetujuan dari gadis manis ini.


"Silahkan nyonya toh itu milik calon menantu anda."


Ketika nyonya Ambar memulai membuka album foto itu betapa terkejutnya nyonya melihat semua foto yang ada di album itu, tangan nyonya itu tampak berkeringat, mulutnya sedikit terbuka dengan wajahnya yang mulai tampak pucat.


"Ya Allah cucu oma, ini cucuku, ya Allah ini cucuku," ucap nyonya Ambar terpekik dengan bibir gemetar dan berurai air mata, hatinya begitu sakit dan juga bahagia melihat setiap pertumbuhan cucunya dari waktu ke waktu dalam album ini.


"Maaf nyonya itu foto tuan baby yang Rena terima fotonya dari mamang Ahmad yang diam-diam selalu memotret lagi foto-fotonya tuan baby yang ada di mansion nyonya Andien bosnya mamang," ucap Rena menjelaskan keberadaan foto itu.


"Berarti cucuku masih hidup, di mana cucuku Rena, tolong katakan di mana cucuku berada?, tanya nyonya Ambar setengah memaksa kepada Rena.


"Kalau itu saya tidak tahu nyonya, saya sudah mencari tahu melalui mamang Ahmad tapi beliau tidak mengetahui keberadaan tuan baby, yang mamang tahu baby ada di luar negeri tepatnya kami tidak tahu tempat tinggal tuan baby saat ini.


"Baiklah Rena ini saja sudah cukup untuk menghibur keluargaku aku ingin cepat pulang untuk memberikan album ini pada keluargaku," ucap nyonya Ambar bergegas berdiri lalu bersalaman pada Rena, ambu dan Jajang.


"Hati-hati ya nyonya Ambar, sampaikan salamku untuk nona muda dan tuan Reinaldi, jangan lupa ngundang kami juga ya nyonya," pinta Rena yang sudah membuka pintu mobil nyonya Ambar.


"Terimakasih Rena dan ibu Lilis sudah meluangkan waktu untuk saya, dan kamu Rena akan menjadi tamu istimewa nanti di acara pernikahan Malika dan putraku Rei, jaga dirimu cantik, bye sayang," pamit nyonya Ambar pada Rena lalu cipika cipiki dengan Rena dan ambu Lilis.


Akhirnya pertemuan singkat itu membawa banyak kesan untuk nyonya Ambar, wanita anggun itu sudah menancapkan kembali gas mobilnya supaya lebih cepat sampai di mansionnya, sepanjang jalan hatinya terasa berbunga-bunga setelah melihat foto tampan cucunya Ezra, sedangkan di rumah mamang Ahmad, Rena masih bingung memikirkan hubungan antara nyonya Ambar dengan tuan babynya.


"Sebenarnya ada hubungan apa nyonya Ambar dan tuan baby, bukankah tuan baby itu cucunya nyonya Andien tapi kenapa nyonya Ambar merasa seperti tuan baby itu cucu kandungnya, aaahh!!, mumet ih mikirin hubungan orang," gumam Rena lirih.


"Mending mikirin hubungan kita saja sayang yang sudah pasti," goda Jajang lalu menggenggam tangan Rena dengan mesra.


"Eh si Aa ngagetin aja," ucap Rena malu-malu tapi mau."

__ADS_1


__ADS_2