
Keserakahan manusia tidak terlepas dari janji manis setan untuk mengelabuinya menelan manisnya dosa walaupun dirinya tahu usianya tidak cukup untuk menghabiskan apa yang telah ditempuhnya dengan cara yang salah.
Begitupun yang terjadi dengan asisten Rama, bukan hanya perusahaan besar Cyber IT group Anjastara yang diambilnya namun juga semua aset yang dimiliki oleh keluarga tuan Daniel diembatnya juga.
Malika berada dirumah mertuanya sudah memasuki hari ke tiga, bagi Malika tiga hari bagaikan tiga tahun dalam neraka. Malika mencoba menghubungi ponsel asisten Rama, tapi asisten Rama tidak pernah mau mengangkat panggilan telepon dari Malika, Malika sudah sangat gusar, dia beralih menghubungi Aida sekertarisnya.
"Hallo assalamualaikum Aida!"
"Waalaikumuslam, Malika!! kamu ke mana saja?"
"Maaf Aida itu tidak penting dijawab, saya ingin bicara dengan asisten Rama tolong ke ruangan dia sekarang."
"Malika ini gawat, keadaan perusahaan sudah sangat kacau dan barusan ada rapat pemegang saham dan perusahaan kamu beserta semua aset milikmu sudah berpindah tangan pada Bagaskara group."
Degg!!
Wajah Malika berubah pucat saat mendengar percakapannya dengan Aida sekertarisnya melalui ponselnya. Apa yang dia dikuatirkan terjadi juga, kecurigaannya pada asisten Rama terbukti.
"Makanya aku sudah berapa kali menghubungi ponselmu untuk memberi tahukan hal ini padamu dan di mana kamu sekarang Malika?"
"Bagaimana bisa terjadi Aida?
Aku tidak pernah menyerahkan perusahaan milikku pada tuan Bagas, pasti ini ada kesalahpahaman atau penipuan yang dilakukan oleh asisten Rama."
"Malika, bukankah kamu yang sudah menandatangani penyerahan aset perusahaanmu pada asisten Rama dan sekarang menjadi perusahaan milik tuan Bagas?
"Demi Allah saya tidak melakukannya atau jangan-jangan?
astaga jadi beberapa malam lalu aku di minta asisten Rama untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan lain, jadi si kutu itu berani menipuku?"
"Sekarang apa yang mesti saya lakukan untuk membantumu mengembalikan perusahaan milik mu?"
"Ikuti saja permainan asisten Rama dan berpura-puralah kalau kamu mendukungnya Aida, aku percaya dengan kinerjamu saudaraku."
Degg!!
Aida termangu mendengar ucapan Malika yang menganggap dirinya adalah saudara. Aida menyambut tawaran persaudaraan itu dengan perasaan haru dan bahagia walaupun kadang-kadang Malika menempatkan dirinya hanya karyawan sama seperti staf yang lain namun kali ini Aida merasakan pengakuan Malika bukan untuk menyenangkan hatinya tapi lebih kepada pengharapan yang besar yang perlu pengorbanan yang besar untuk bos sekaligus sahabatnya itu yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Malika pada Aida.
"Hallo Aida apa kau mendengarkan permintaanku?," tanya Malika untuk membuyarkan lamunan Aida di seberang teleponnya.
"Iya Malika tentu saja, aku akan memperjuangkan kembali milik keluargamu dari tangan seorang pengkhianat asisten Rama."
__ADS_1
"Bagus!, aku tidak akan melupakan jasamu ini dan buktikan kesetiaan mu sebagai sekertarisku juga saudaraku.
Laporkan semua pergerakan asisten Rama di perusahaan beserta komplotannya."
"Siap bos, tidak ada yang tidak mungkin untukmu selama kita berjuang dijalan yang benar di hadapan Allah dan di mata hukum."
"Aida aku mengandalkanmu saudaraku."
Sambungan telepon seluler milik Malika diputus sepihak oleh Malika dengan perasaan marah dan kecewa dengan perlakuan asisten Rama. Gadis cantik ini membuka lagi CCTV perusahaan yang didalam ponselnya. Dia melihat semua pergerakan asisten Rama dan komplotannya. Banyak sekali direktur utama beberapa perusahaan besar yang sudah diblacklist oleh Malika terakhir sebelum dirinya diserang di mansionnya beberapa hari yang lalu. Suara tangisan baby Ezra menghentikan aktivitas Malika pada ponselnya dan mengalihkan perhatiannya pada Ezra yang sedang ditangani oleh Rena kepala pelayannya.
"Bibi berikan baby Ezra padaku," kata Malika seraya merentangkan tangannya untuk mengambil babynya dari tangan bibi Rena.
Rena menyerahkan baby Ezra ke tangan nona mudanya lalu Rena duduk di samping Malika yang sedang duduk di sofa bad milik almarhum suaminya Arie yang ada di dalam kamar tersebut.
"Nona, sebenarnya apa yang terjadi dengan perusahaan non?"
"Asisten Rama mengkhianatiku bibi, semua aset perusahaan dan kepemilikan lainnya di ambil alih oleh si kutu itu kecuali harta kekayaan yang di bank tanah air dan luar negeri milik keluargaku tidak bisa disentuhnya karena prosesnya tidak muda harus dengan kehadiran ahli waris yang bisa mengambil alih prosedurnya tentu saja dengan didampingi oleh pengacara perusahaan."
"Berarti kita tidak bisa tinggal ditempat yang kemarin nona muda ceritakan padaku?"
"Iya bibi, saya mohon maaf kita harus bertahan disini dulu sambil memikirkan langkah selanjutnya, tolong bibi bersabar dan terus berdoa semoga kita bisa bebas dari neraka ini," keluh Malika pada bibi Rena.
Rena membelai rambut Malika dengan perasaan yang sama sedihnya dengan nona mudanya, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Rena karena dirinya sendiri yatim piatu tidak ada tempat baginya untuk didatangi kecuali bersama nona mudanya. Rena telah berhutang budi pada keluarga tuan Daniel yang pernah menyelesaikan dirinya saat terjadi transaksi perdagangan anak dibawah umur untuk dijadikan wanita penghibur para pria hidung belang.
Dibawah asuhan nyonya Alea dan tuan Daniel, Rena tumbuh besar bersama Malika yang selisih usia 10 tahun dengan dirinya.
Ketika usianya dewasa nyonya Andien mengangkatnya menjadi kepala pelayan di mansion menggantikan kepala pelayan yang sebelumnya mengundurkan diri karena usianya yang sudah cukup tua.
🌷🌷🌷
Malika meletakkan kembali baby Ezra setelah menyusui babynya ke dalam boks bayi. Malika melanjutkan kembali aktivitas pada ponselnya yang sempat tertunda.
"Bibi, besok aku mau ke perusahaan, ingin menyaksikan secara langsung sepak terjangnya si kutu itu,"
"Sebaiknya jangan dulu nona karena nona baru sembuh, rahim nona belum kuat dan orang-orang kepercayaan tuan dan nona pasti sudah ikut mengkhianati nona muda.
Bibi takut nona mengalami pendarahan lagi, mereka tidak akan segan-segan menyeret nona keluar dari perusahaan itu," ujar Rena yang memberikan pengertian pada nona mudanya.
"Aku harus bagaimana bibi untuk menyelamatkan perusahaanku, aku tidak Rela kalau mereka merebut perusahaanku dengan sangat licik," ucap Malika yang menangisi nasibnya.
"Nona masih punya harta yang ada di setiap bank di Indonesia maupun diluar negeri yang tidak tersentuh oleh asisten Rama, gunakan harta itu untuk melawan Rama tentunya dengan menyewa pengacara handal.
__ADS_1
Tapi untuk saat ini tunda dulu niat nona dengan menyusun strategi yang tepat, sampai nona muda sembuh."
Malika yang menyimak nasehat kepala pelayannya dengan ide berlian Rena, membuatnya sangat kagum dan memikirkan kembali kenekatannya yang akan merugikan dirinya.
"Bibi sangat berlian pemikirannya, Malika makin sayang sama bibi, jangan tinggalkan Malika ya bibi," pinta Malika lalu memeluk wanita yang sudah dianggap keluarganya ini.
🌷🌷🌷
Di perusahaan Cyber IT group Anjastara sedang menggelar rapat dengan para pemegang saham untuk memilih tujuan Bagaskara sebagai pemilik sah yang menggantikan tuan Daniel papanya Malika. Semua yang ada di meja rapat itu ada yang setuju tapi ada juga yang sebagian terpaksa menyetujui pengangkatan kepemilikan perusahaan Cyber IT group Bagaskara.
"Tuan selamat atas keberhasilan anda yang telah merebut perusahaan ini," ucap salah seorang pemegang saham tertinggi di ruang rapat itu dengan sedikit ngeledek ke arah tuan Ardian Bagaskara."
"Terimakasih atas perhatiannya tuan Rendi, kuharap kedepannya kita dapat bekerja sama dengan baik.
Semua yang ada di ruang rapat bertepuk tangan saat tirai yang ada di papan layar monitor terbuka dan tuan Ardian Bagaskara menggunting pita merah sebagai pemilik baru perusahaan Cyber IT group Anjastara sebelumnya.
Rapat dilanjutkan dengan makan siang bersama, asisten Rama hanya menyaksikan kemenangan yang harus dimilikinya dengan menelan salivanya. Rasa penyesalan tergambar jelas diwajahnya.
"Kenapa aku bodoh sekali menerima tawaran tuan Bagas yang akan menjadikan dirinya direktur utama kepemilikan perusahaan Cyber IT group Anjastara ini malah berbalik arah dengan harapannya."
Kenapa si kunyuk itu malah yang mendapatkan apa sudah diperjuangkannya."
"Tuan Rama aku tidak akan melupakan jasamu untuk ini, aku akan mengirimmu di cabang perusahaanku di kota Surabaya," sapa tuan bagas dari balik punggung asisten Rama yang sedang menatap kosong gedung-gedung yang ada di seberang jalan raya."
"Maaf tuan Bagas, banyak sekali rahasia keberhasilan perusahaan ini yang belum anda ketahui tentunya anda pasti sangat membutuhkanku.
Bukankah anda tertarik dengan pembuatan ponsel baru yang diciptakan Malika putri tuan Daniel yang sangat canggih tersebut?
Dalam merakit semua sistem komponen data yang tersimpan dalam chip ponsel itu cukup rumit karena masih butuh akun Malika untuk membuka file yang menyimpan data cara perakitan dan penyimpanannya yang sudah didesain oleh si jenius cantik itu."
Tuan bagas mengerutkan alisnya memikirkan setiap perkataan asisten Rama."
"Apakah itu hal sulit untuk dikerjakan tuan Rama?"
"Tentu ini sangat sulit karena Malika menyimpan data perusahaan ini dengan menggunakan kata sandi, yang hanya dibuka oleh pemiliknya.
Tuan Bagas makin gusar dengan cara kerja asisten Rama yang hanya setengah jadi belum sempurna yang diinginkannya.
"Terus apa yang harus kita lakukan dengan gadis itu untuk memberi kata sandi pada akun miliknya?"
"Ada cara yang sangat jitu tuan Bagas untuk memancing Malika bisa memberikan kata sandi pada akun miliknya."
__ADS_1
"Apakah kau ingin membunuhnya. juga?"
"Tentu saja tidak secara langsung tuan bagas, ada seseorang yang kita akan manfaatkan dirinya karena orang ini memiliki kepentingan yang sama seperti kita," ucap Rama dengan tersenyum licik.