
Kehadiran Alex yang mengejutkan Serly, membuat gadis ini kembali berbinar, betapa tidak, ia tidak menyangka, jika lelaki yang membuatnya gelisah dan memaksa matanya menjadi sulit terpejam walaupun rasa lelahnya menyerang tubuhnya. Alex menggendong tubuh Serly ala bridal style, membawa ke kamar gadis itu kemudian merebahkan tubuh itu diatas kasur.
"Kamu senang aku kembali sayang?" tanya Alex pada gadisnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Serly.
Dengan malu-malu Serly menyembunyikan wajahnya pada dada bidang lelaki tampan ini. Dadanya seakan dihinggapi beribu kupu-kupu karena terlalu senang saat Alex kembali menemuinya. Alex membiarkan gadisnya ini tersipu malu padanya. Justru sifat malunya Serly membuat Alex makin gemas untuk menggoda gadisnya ini.
"Mau aku temanin kamu tidur sayang?" tanya Alex menatap manik Serly yang hitam.
Anggukan kepala pelan dari Serly seakan memberikan lampu hijau pada lelaki pujaannya.
"Baiklah aku hanya menemanimu tidur saja, jika kamu menginginkan lebih dari ini, aku akan segera menikahimu terlebih dulu."
Mendengar kata menikah Serly kembali bangkit dan duduk di sisi Alex. Dengan merasa sedikit tidak percaya ucapan dari kekasihnya barusan, ia menanyakan lagi ucapan Alex pada dirinya.
"Benarkah kamu ingin menikahi aku tuan?"
"Kenapa tidak, aku akan melamarmu pada orangtuamu, bagaimana kalau besok kita berdua ke tempat tinggalmu," ucap Alex sengaja memancing Serly untuk mengetahui latar belakang gadis ini.
"Tidak mungkin ada kemiripan wajah keduanya yang begitu sama persis seperti wajah gadis ini dengan Lili tunangannya." ucap Alex membatin.
"Apakah istrimu tidak marah jika kamu menikahiku?"
"Aku belum memiliki istri nona Serly di usiaku sekarang ini, karena kesibukanku mengurus perusahaan."
"Bagaimana dengan kekasih atau tunangan anda tuan?"
Sesaat, Alex diam mendengar pertanyaan Serly tentang tunangan nya. "Justru kamu sayang tunanganku," ucapnya dalam diam.
"Aku tidak tahu keberadaannya, di mana dia saat ini, andai saja aku tahu, mungkin aku tidak akan di sini bersamamu Serly." jawab Alex meyakinkan Lili.
"Apakah dia kabur dari anda tuan?"
"Cukup sayang jangan terlalu menanyakan masalah pribadiku, dan jawablah pertanyaan dariku, Apakah keluargamu ada di sini?"
"Aku tidak tahu keluargaku dan siapa keluargaku, aku hanya tahu tuan Anderson yang menjadikan aku modelnya setelah aku pulih dari sakitku saat aku berada di rumah sakit beberapa bulan yang lalu."
"Maksud kamu, kamu tidak mengingat dirimu sendiri Serly?"
"Aku berusaha mengingatnya tuan tapi tetap saja aku tidak bisa. Tuan Anderson membawaku ke tempat agensi model dan menjadikan aku seorang model, yang aku ingat, aku sudah berada di rumah sakit setelah kesadaranku pulih dari koma sekitar dua minggu dirawat di rumah sakit. Tuan Anderson tidak menjelaskan apa yang terjadi padaku ketika aku sadar, kecuali kecelakaan yang ia katakan padaku saja."
"Astaga!" apakah gadis ini adalah Lili, tunanganku?" tanya Alex pada dirinya sendiri.
"Apa ada masalah tuan dengan ceritaku?" tanya Serly yang melihat Alex sedang memikirkan sesuatu sambil mengerutkan alisnya.
"Tidak sayang, tidurlah!" ucap Alex yang menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
Sambil memeluk kekasihnya, Alex menidurkan Serly seperti bayinya. Rambut gadis itu begitu harum, aroma samponya begitu memenangkan ketika dicium oleh Alex. Karena kelelahan dan kehangatan tubuh Alex, akhirnya Serly sudah berada di alam mimpinya. Gadis ini tidur seperti bayi yang baru melepaskan susu dari botol minumannya. Diam-diam Alex bangun dan menatap wajah gadisnya yang sudah terlelap tidur.
"Serly, apakah kamu gadisku Lili?" aku harus mencari tahu siapa kamu sebenarnya Serly, dari tuan Andersonmu itu. Jika kamu benar Lili tunanganku, aku akan mengambilnya dia darimu." ucap Alex seraya mengusap wajahnya Serly.
Dengan perlahan Alex keluar dari kamar Serly dan keluar ke arah balkon apartemen milik Serly, ia kemudian menghubungi asistennya Jack untuk menyelidiki latar belakang Serly dari tuan Anderson, orang yang pertama kali telah menemukan Serly.
"Hallo Jack!"
"Hallo bos!" apakah anda ingin di jemput sekarang?"
"Besok siang saja kamu jemput aku, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku!"
"Apa Itu bos?"
__ADS_1
"Tolong selidiki latar belakang Serly pada seorang laki-laki yang bernama Anderson, tapi sebelum itu temui dulu pemilik agensi itu, sejak kapan Serly bergabung dengan mereka, laporkan hasilnya kepadaku, sekecil apapun informasi dari mereka. Dan malam ini kamu bisa dekati Anabel, sepertinya dia mengetahui banyak hal tentang Serly.
"Siap bos!" secepatnya akan saya lakukan untuk anda."
Setelah menghubungi asistennya Jack, Alex kembali ke kamarnya Serly dan ikut tidur dalam satu selimut bersama gadisnya yang sudah lelap tidur. Alex mengecup lembut pucuk kepala Serly.
"Selamat malam sayang, sampai jumpa besok pagi."
🌷🌷🌷
Rei dan Malika sudah berada di Jerman sejak mengetahui kalau Alex sudah menemukan model brand ambasador untuk pesawat jet desain terbaru milik perusahaan mereka. Malika ingin memastikan sendiri model itu bisa melakukannya dengan baik ketika membawakan iklan dan melakukan sesi pemotretan yang akan di jadikan cover majalah bisnis dan banner pesawat jet tersebut.
Pasangan suami istri ini hanya membawa putranya Ezra, karena ada yang harus mereka lakukan untuk putra mereka, setelah urusan dengan launching pesawat jet terbaru mereka selesai. Kedatangan pasangan ini disambut hangat oleh tuan Alex yang sudah tidak sabar ingin memperkenalkan modelnya kali ini.
"Selamat datang tuan Rei dan nona Malika," ucap Alex mempersilahkan bosnya duduk di ruang kerjanya yang sangat mewah dengan desain interiornya itu.
Tidak lama Jack mengantarkan model mereka untuk diperkenalkan kepada pemilik perusahaan hebat ini. Serly masuk dengan percaya diri, senyumnya langsung terukir indah pada bibir cantiknya. Melihat sosok model itu, seketika Rei dan Malika sangat terkejut ketika melihat model mereka yang wajahnya sama persis seperti wajah tunangannya Alex. Walaupun mereka berdua belum pernah bertemu langsung dengan Lili namun mereka pernah melihat foto-fotonya Lili bersama Alex ketika keduanya melakukan acara pertunangan. Rei dan Malika saling melemparkan pandangan lalu beralih menatap wajah Alex, seakan ingin bertanya "Apakah ini Lili tunangan kamu?"
Alex yang mengetahui arti tatapan mata pasangan suami istri ini tersenyum dan mengedikkan bahunya, seakan ingin mengatakan dengan bahasa isyarat melalui gestur tubuhnya,
"Entahlah bos, aku sendiri juga belum tahu kemiripan gadis ini dengan kekasihku dan tolong jangan melihatku seperti itu."
Alex berdiri diikuti Rei dan Malika menyambut model mereka Serly.
"Tuan Reinaldi, perkenalkan ini model kita nona Serly dan Serly ini tuan Reinaldi dan nona Malika pemilik perusahaan ini dan sekaligus orang yang merancang sendiri desain pesawat jetnya. Merekalah yang akan menggunakan jasa anda sebagai model brand ambasador pesawat jet pribadi keluaran terbaru dengan sentuhan teknologi canggih sebagai inovasi terbaru." jelas tuan Alex pada Serly yang saat ini sedang menyimak penjelasan tuan Alex padanya.
Pasangan suami istri ini mengulurkan tangannya hendak menyalami Serly dan saling menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Rei!"
"Malika!"
"Serly!"
"Kami harap kerjasama kita kali ini memuaskan para perusahaan lain dan klien kita yang ingin memesan pesawat kita melakui anda sebagai model brand ambasador kali ini." ucap Malika yang sangat senang pada kepribadian Lili yang hangat dan lembut, namun tetap percaya diri.
"Saya akan berusaha lebih baik tuan, nyonya, untuk bisa membawakan iklan desain pesawat baru anda lebih mendunia, bukan hanya mengundang rasa kagum mereka pada keahlian anda pada rancangan desain pesawat anda saja, tapi mereka akan segera memilikinya, itu yang menjadi kekuatan prioritas iklan yang akan saya tampilkan nanti."
"Good luck Serly! thanks." ucap Malika sambil tersenyum menatap wajah cantik Serly.
Mereka berempat akhirnya mendiskusikan apa saja yang akan dilakukan Serly pada tampilan perdananya di iklan produk baru yang akan dilaunching bulan depan bertepatan dengan ulang tahun pernikahan Rei dan Malika. Gadis ini sangat cepat belajar pada hal-hal baru yang ia dapatkan dari orang-orang hebat seperti pasangan suami istri ini dan juga kekasihnya Alex. Malika yang lebih dominan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan produk mereka. Serly mengangguk-anggukan kepalanya setiap penuturan yang disampaikan oleh Malika sambil sesekali menatap mata Alex. Setelah dirasakannya cukup Malika mulai menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi tentang kehidupan Serly dengan obralan santai tanpa berusaha menyelidiki terlalu jauh kehidupan pribadi Serly.
🌷🌷🌷
Sesi pemotretan dimulai, penata gaya yang di arahkan langsung oleh fotografer profesional yang sudah menjadi langganan perusahaan Rei. Kostum yang dipakai oleh Serly dirancang langsung oleh desainer terkenal di negara tersebut. Model-model pendukung termasuk Anabel juga ikut dalam sesi pemotretan. Tiga lokasi yang strategis di ambil oleh fotografer sebagai background pendukung untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semuanya harus sempurna atau mendekati sempurna, itu yang diharapkan Malika karena ia sebagai istri dari pemilik perusahaan ini, yang ingin terjun langsung dalam persiapan launching produk pesawat terbaru milik suaminya.
"Sayang, jangan terlalu bekerja keras, karena kamu adalah pemiliknya, jadi luangkan waktumu untuk diriku saja." ucap Rei yang melihat istrinya terlalu fokus pada pekerjaan barunya ini.
"Aku punya banyak waktu senggang untukmu sayang, aku tidak sedang bekerja keras, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, memastikan sendiri semuanya berjalan dengan baik. Tunggulah sebentar lagi sayang, biarkan aku menyelesaikan ini dulu baru kita bisa menikmati kebersamaan kita nantinya," ucap Malika diikuti kecupan lembut pada bibir suaminya.
Lain halnya dengan Alex yang juga mengawasi langsung model cantiknya yang merupakan kekasih nya yang baru tiga hari disahkan dalam hatinya. Ia lebih semangat bekerja semenjak bertemu dengan Serly. Jack merasa sedikit lega karena ia akan memiliki banyak waktu untuk urusan pribadinya. Sudah hampir tiga jam mereka berkutat dengan sesi pemotretan dan shooting iklan yang pemerannya adalah Serly.
Kecantikan Serly terpancar dari setiap foto dan saat pengambilan gambar pada tampilan iklan yang diperankan olehnya. Dari angel manapun wajah Serly benar-benar fotojenetik ketika terlihat dari kamera. Hingga pengambilan gambar terakhir pose Serly yang tetap elegan dengan arahan dari Malika dan fotografer. Semuanya berakhir sempurna, tepuk tangan para team yang ada di lokasi syuting dan pemotretan Serly merasa puas dengan kerja keras mereka. Jabat tangan di antara para team, model dan juga pemilik perusahaan itu terjalin akrab. Kerja keras mereka hari ini sangat memuaskan Reinaldi dan Malika dan juga tidak terkecuali Alex. Mereka makan siang bersama di salah satu restoran yang sudah dibooking oleh Jack atas perintah Alex.
Rei dan Malika ambil bagian di acara makan siang tersebut. Tidak ada kecanggungan dari para team saat berhadapan langsung dengan pemilik perusahaan karena Rei sendiri tidak terlalu menjaga jarak dengan para pekerjanya. Hanya sifat posesifnya pada istrinya tetap berlaku.
"Sayang, apakah kita bisa pergi dari sini duluan?"
"Apakah kamu saat sedang menginginkanku sayang?"
__ADS_1
"Apakah aku harus menjawab setiap pertanyaan dari kamu itu?"
"Baiklah, kita akan tinggalkan mereka kembali ke istana." ucap Malika yang tidak ingin berdebat dengan suaminya.
Pasangan suami istri ini meninggalkan restoran ketika team yang lain masih merayakan keberhasilan mereka dalam pembuatan iklan dan sesi pemotretan untuk model brand ambasador untuk perusahaan pesawat jet milik tuan Reinaldi. Kali ini Jack yang mengantarkan pasangan ini pulang ke istana mereka. Dalam perjalanan kemesraan keduanya tidak berhenti dipamerkan. Selalu bersama, itulah yang diinginkan Rei pada istrinya. Baginya hiburan terbaik dan sekaligus pelepas dahaganya hanya bercinta dengan istri tercinta.
"Sayang, bagaimana pendapatmu tentang desain pesawat jet hasil rancangan aku yang sebentar lagi akan rampung? dan sekarang hanya tinggal pemasangan body pesawatnya saja."
"Sayang, buatku kamu bukan saja perancang pesawat jet terbaik, tapi setiap rancangan kamu memiliki sentuhan nilai seninya tersendiri, dan setiap seni memiliki penghargaannya juga sendiri."
"Aku belum mengerti dengan pendapatmu sayang. Bisa kamu sederhanakan lagi pendapatmu tentang pesawat hasil rancangan aku?"
"Untuk apa kita meminta validasi dari orang lain, kalau kita sendiri bisa mengakui hasil karyamu sebagai hasil seni yang membanggakan untuk kamu dan aku."
"Berarti kamu mengakui karyaku memiliki seni yang berkualitas dari kacamata seorang seniman?"
"Aku selalu terkesan dengan hasil karyamu, bagiku kamu bukan hanya sebagai pengusaha hebat dan seorang pekerja keras, tapi kamu adalah milikku yang paling hebat untuk membuatku selalu bahagia. Harta bagiku hanyalah fasilitas untuk mencapai kebahagiaan, namun jika tidak ada cinta di dalamnya harta seakan tidak berguna untuk dinikmati. Aku ingin kamu selalu ada untuk aku dan buah cinta kita. Jangan biarkan kami lelah untuk menunggumu di setiap sisa waktu mu saja yang bisa kamu luangkan untuk kami.
"Tidak akan sayangkuh karena kamu dan anak-anak kita adalah obat Jiwaku, memilikimu adalah kebanggaan untukku dan anak-anak kita adalah aset masa depan kita dunia dan akhirat kelak." ucap Rei seraya memeluk istrinya.
🌷🌷🌷🌷
Usai pengambilan sesi pemotretan dan syuting untuk iklan produk pesawat jet, Serly di antar pulang oleh Alex. Keduanya nampak bahagia karena sudah menunaikan kewajiban mereka dalam mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Dalam perjalanan menuju apartemen Serly, Alex sengaja memutar lagu
Autumn in my heart, lagu yang menjadi kesukaan Lili.
Lagu itu menemani perjalanan mereka, Serly yang awalnya banyak bercanda dengan kekasihnya, ketika mendengar lagu itu, ia langsung memejamkan matanya, menikmati setiap bait yang dinyanyikan oleh penyanyi tersebut yang terdengar di mobil Alex. Sampai lagu itu berakhir Serly menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Isak tangisnya terdengar oleh Alex yang sengaja membiarkan Serly larut dalam lantunan lagu tersebut.
"Serly, mengapa kamu tiba-tiba kamu menangis sayang," tanya Alex yang pura-pura tidak mengetahui keadaan gadis ini, karena ini adalah tujuannya untuk merangsang ingatan Serly kalau benar dia adalah gadis yang sama yaitu tunangannya Lili.
"Entahlah Alex, aku merasa pernah mendengarkan lagu ini sebelumnya, dan aku tidak merasa asing dengan lagu ini, sepertinya lagu ini membawa ingatanku pada seseorang yang sangat aku rindukan, bukan karena syair lagu itu yang sama tapi perasaanku sendiri yang disampaikan oleh syair lagu itu." ucap Serly yang masih juga menangis.
"Apakah lagu ini mengingatkan kamu pada seseorang yang mungkin orang itu sangat spesial dalam hidupmu Serly?"
"Iya sayang, dari tadi aku memaksa mengingat bingkai wajah yang aku sedang rindukan bersamaan lagu ini. Wajah orang itu yang terus terngiang dalam hatiku, tapi aku tidak bisa menjangkau sosok yang berdiri di belakangku yang memelukku, ini sangat menyiksaku Alex. Tiba-tiba aku merasa sangat merindukannya, tapi aku tidak tahu siapa yang sedang aku rindukan hiks...hiks!"
Tangis Serly tidak berhenti, membuat Alex tidak tega melihat kekasihnya ini berusaha mengingat dirinya. Walaupun begitu Alex merasa sudah mulai menemukan jawaban atas pertanyaannya tentang sosok Serly bahwa gadis yang saat ini bersamanya adalah Lili, tunangannya yang terbawa air bah pada 9 bulan yang lalu.
Setibanya di apartemen, Alex menenangkan gadisnya yang masih terus menangis setelah mereka berada dikamar.
"Sayang, mengapa kamu menjadi sensitif setelah mendengarkan lagu itu?"
"Aku merasa merindukan seseorang Alex tapi aku tidak ingat siapa dia."
"Sini sayang peluk aku, mungkin saja kamu mengingat orang itu setelah memelukku."
Serly memeluk tubuh kekar Alex, mencium aroma maskulin dari tubuh lelaki tampan ini, Alex mendekap tubuh kekasihnya, membiarkan Serly mengingat semua penggalan kisah cinta mereka dalam ingatannya. Alex merasa tersiksa jika bersama dengan wanita yang sama tapi gadis ini tidak mengingatnya sama sekali. Ini yang membuat Alex nekat memancing ingatan gadis ini pada dirinya dengan menghadirkan sesuatu yang bisa mengingatkan Serly pada dirinya.
"Sayang, apakah saat ini kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Alex setelah melepaskan pelukannya pada Lili."
"Iya Alex, entah mengapa setelah memelukmu, aku merasakan ketenangan dan rinduku terobati dengan aroma parfum milikmu."
"Apakah kamu sudah mengenali wajah orang yang hilang dalam ingatanmu, ataukah kamu pernah bertemu denganku sebelumnya?" pancing Alex yang sudah tidak sabar dengan amnesia yang saat ini Serly alami."
"Aku tidak ingat Alex, apa yang terjadi dengan masalalu aku, makin aku memaksa untuk mengingatnya malah membuat kepala makin sakit." ucap Serly seraya memijit-mijit pelipisnya karena terlalu berpikir keras untuk mengingat sesuatu.
Alex membawa gadisnya ketempat tidur, membaringkan tubuhnya bersama Serly, saat keduanya berada di atas tempat tidur, Alex menatap manik mata Serly, lalu mengecup bibir cantiknya. Keduanya saling berciuman, kali ini ciuman penuh kerinduan benar-benar mereka nikmati. Alex yang dulu pernah bersama Lili tidak sempat merasakan bibir gadisnya, karena Lili menolak itu sebab mereka belum terikat dalam hubungan pernikahan.
Bersama Serly, Alex hanya ingin mendapatkan bibir ini, bibir yang belum sempat di sentuhnya. Walaupun Serly belum mengingat dirinya, Alex tidak ingin memanfaatkan kepolosan Serly sekalipun hatinya menginginkannya melakukan lebih pada tubuh indah Serly.
__ADS_1
"Oh Lili sayang, cepatlah mengingatku, jika ingatanmu pulih, aku akan segera menikahimu, dengan begitu tubuhmu akan menjadi halal bila ku sentuh, aku sangat merindukanmu sayang," ucapnya membatin sambil tetap mel***t bibir gadisnya.
Keduanya kembali larut dalam suasana kerinduan yang ingin mereka lepaskan dengan saling memagutkan bibir mereka dalam ciuman panas yang mereka ciptakan.