Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
"MODEL AMBASADOR"


__ADS_3

Pemilihan model yang dilakukan oleh perusahaan Rei di Jerman mewajibkan Alex harus memilih model yang menjadi brand ambasador untuk pesawat Jet keluaran terbaru dari hasil rancangan pemilik perusahaan pesawat jet yaitu Reinaldi.


Banyak model papan atas diseleksi ketat oleh Alex, namun tidak ada satu model pun yang membuatnya tertarik untuk brand ambasador untuk pesawat jet yang baru.


"Jack tugas kamu sekarang yang menyeleksi mereka sebelum acara peluncuran produk kita yang terbaru. Aku tidak terlalu tertarik dengan kecantikan para model itu yang hanya menjual tampang mereka tapi aku ingin sesuatu yang lain dari model itu yang membuat produk kita akan lebih berkelas dengan iklan yang akan menjadi ikon produk kita kali ini."


"Saya ingin lebih detailnya saja bos, seperti apa model yang anda inginkan?"


"Yang saya inginkan saat ini adalah sesuatu yang berkarakter yang terlihat dari model itu."


"Baik bos, saya akan mencoba menyeleksi mereka bukan hanya tampang mereka tapi juga wawasan mereka tentang produk kita."


"Bagus saya percayakan masalah itu padamu, buatlah saya senang malam ini dengan kejeniusanmu Jack atau kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya?"


"Tidak bos!" kali ini saya akan membuat bos berkesan bukan asal jadi seperti yang sudah-sudah, saya janji kali ini tidak akan mengecewakan bos."


"Baik, kalau begitu saya akan tinggalkan kamu dan saya akan pulang dulu."


🌷🌷🌷


Acara pementasan model dimulai dengan tema acara kali ini adalah


"Terbang bersama kami mencapai tujuan anda"


Jack yang bertugas menjadi team juri yang akan menyeleksi para model tersebut. Setiap model memberikan tampilan terbaik mereka dengan iklan produk pesawat jet milik perusahaan Reinaldi.


Lenggak lenggok bentuk tubuh ramping nan cantik layaknya seorang model berjalan di atas catwalk sangat profesional. Mimik wajah yang dingin fokus dengan tema apa yang sedang mereka tampilkan. Suara tamu undangan yang ikut menyaksikan penyeleksian itu dengan memberikan apresiasi sendiri kepada para model itu.


Tiba-tiba satu sosok model cantik yang membuat jack tersentak, senyum yang tadi terus mengembang membuat wajahnya seketika kaku, dengan tubuh gemetar seperti sedang melihat sesuatu yang sangat mengerikan, ia keluar dari tempat acara tersebut dan menghubungi tuan Alex.


"Hallo selamat malam tuan, bolehkah anda datang sekarang ke tempat acara kita?"


"Memangnya ada apa aku harus ke acara itu, bukannya aku sudah menyerahkan tanggung jawab pemilihan model kali ini ditanganmu?"


"Bos, jika kamu tidak datang, kamu akan kehilangan dia."


"Siapa maksudmu jack?"


"Datang dan lihatlah sendiri tuan, karena saya tidak bisa menjelaskan ini pada anda." ucap Jack yang langsung mematikan ponselnya.


Alex sangat gusar dengan ucapan jack yang membuatnya penasaran. Kemarahannya kepada Jack yang mengharuskannya kembali ke tempat acara. Ingin mengabaikan omongan Jack tapi dirinya juga penasaran karena kali ini jack sengaja membuat dirinya tergelitik ingin menyaksikan sendiri seseorang yang dimaksudkan oleh jack.


Tibalah Alex dengan menenteng jaketnya berlari ke dalam gedung pementasan tersebut. Ketika ia mendekati jack tidak disangka pandangannya teralih saat jack mengarahkan tangannya pada sosok model yang berjalan dengan langkah gemulai namun begitu anggun.


"Degg!"


"Lili!...kau Lili!" ucapnya lirih ditempatnya berdiri.


Jaket yang dibawa jatuh seketika, seperti halnya jack yang melihat wanita cantik berjalan anggun memperagakan miniatur pesawat dengan kalimat iklan yang disampaikannya. Tibalah giliran jack menanyakan gadis itu dengan pertanyaan seputar pesawat pribadi menurutnya.


"Apa yang kamu ketahui tentang perbedaan pesawat jet dan pesawat pribadi menurut anda?"


"Pesawat jet VIP adalah contoh konversi dari pesawat penumpang komersial menjadi jet bisnis mewah pribadi. Ruang kabin yang besar inilah yang membuat pesawat ini begitu menarik. Bisnis benar-benar dapat membangun kantor dan departemen kerja di dalam jet seperti halnya di gedung. Fokus pada kemewahan dan kenyamanan hanyalah keuntungan untuk membuat pekerja lebih produktif selama penerbangan bisnis yang panjang dan penting.


Biasanya, sebuah lisensi atau registrasi komersial membutuhkan standar yang lebih tinggi daripada lisensi atau registrasi pribadi. Contohnya, seorang pilot komersial harus mendemonstrasikan manuver hingga standar yang lebih tinggi, dan harus melewati pemeriksaan kesehatan. Sebuah pesawat yang terdaftar secara komersial memerlukan perawatan yang lebih sering atau lebih menyeluruh.

__ADS_1


Tujuan penerbanganlah yang menentukan apakah penerbangan tersebut komersial, bukan jenis pesawat atau pilotnya. Contohnya, sebuah pesawat komersil yang berkursi dua menarik iklan untuk uang adalah penerbangan komersial, sementara sebuah jet besar yang diterbangkan pemiliknya untuk liburan pribadi bukan penerbangan komersial, bahkan apabila pilotnya terlisensi secara komersial dan jet tersebut terdaftar secara komersial."


Semua hadirin dan para team juri dan tidak terkecuali Alex yang begitu kagum dengan jawaban lugas dan brilian yang disampaikan oleh Lili. Tepuk tangan setelah pun terjadi, Alex begitu bangga melihat gadisnya begitu cerdas tapi senyum itu surut seketika, saat Jack memanggil dengan menyebutkan nama Lili dengan tersenyum gadis yang mirip Lili itu menjawabnya.


"Nona Lili apakah anda menikmati berpergian dengan jet pribadi?"


"Maafkan tuan!" nama saya bukan Lili tapi nama saya Serly." jawab Lili santun lalu ia menjawab kembali pertanyaan yang diajukan Jack pada dirinya.


"Pesawat jet adalah impian setiap orang yang hanya dengan menghayalnya saja sudah merasa menikmati perjalanan dengan pesawat jet pribadi tersebut, dan untuk ukuran saya hanya sebagai orang yang tidak memiliki mimpi itu tapi harus mewujudkan mimpinya sendiri bahwa suatu saat saya bisa menikmati pesawat jet impian para eksekutif muda seperti anda misalnya tuan." ucap Lili lagi membuat Alex ingin berlari memeluk gadis yang begitu ia rindukan.


Melihat gelagat tuannya Jack langsung mengumumkan pilihan model brand ambasador untuk pesawat jet desain terbaru mereka yaitu Serly.


"Nona Serly jawaban anda sangat memuaskan saya sebagai team juri sekaligus asisten dari pemimpin perusahaan ini. Nona akan menjadi model brand ambasador kami untuk desain terbaru pesawat jet pribadi yang saat ini perusahaan kami butuhkan. Selamat bergabung nona Serly dan mohon kerjasamanya.


Mendengar namanya yang terpilih dari para peserta model yang lain membuat gadis ini melompat kegirangan.


"Wah, benarkah saya yang terpilih tuan?"


"Iya nona!" selamat bergabung dengan perusahaan kami semoga anda adalah model pertama yang akan terbang bersama kami sebagai tamu kehormatan kami di pesawat jet kami yang terbaru." jawab Jack dengan menunjukkan jempolnya pada Serly.


Terpilihnya Lili sebagai model brand ambasador pesawat jet desain terbaru Reinaldi membuat rekan model yang lain sangat marah pada gadis ini yang menurut mereka sebagai model pendatang baru. Lili yang merasa kalau dirinya sedang dipergunjingkan oleh teman-temannya memilih cuek dan tidak terlalu menggubris perkataan teman-temannya sesama model yang rata-rata diantara mereka adalah seniornya Lili atau Serly gadis yang wajahnya persis Lili tunangannya Alex.


🌷🌷🌷🌷


Acara pemilihan model sudah berakhir, Alex menunggu pintu keluar di mana Serly sedang mengganti bajunya di ruang ganti. Lama Alex menunggu Serly keluar dari ruang ganti tersebut.


Alex hanya berjalan mondar mandir di depan ruang ganti mengundang para model senior mencoba peruntungan mereka mendekati Alex.


"Selamat malam tuan Alex, apakah anda masih kenal saya?" Ucap Anabel kepada Alex yang sedang gelisah menunggu Serly.


"Tentu saja saya mengingat anda nona Anabel," ucap Alex datar karena merasa kesal dengan gadis yang selalu so akrab padanya.


"Itu bukan kemauan saya nona, pemilihan tadi lebih selektif karena kami butuh seorang model bukan hanya sebagai iklan pajangan di pesawat keluaran terbaru kami, tapi kami ingin model baru kali ini yang lebih brilian dalam menjelaskan apa saja keunggulan pesawat jet model terbaru kami. Dan model yang pantas itu adalah nona Serly.


Ketika Alex menyebutkan nama Serly, saat itu Serly sudah berdiri membelakanginya. Alex yang tidak menyadari kehadiran Serly terus saja memuji gadis itu di depan Anabel. Serly yang mendengar namanya di sebut Alex nampak malu-malu sambil memainkan ujung rambut panjangnya.


Anabel yang melihat tingkah Serly nampak sinis.


"Cih!" dasar kampungan, kamu hanya sedang beruntung gadis kampung!" ucap Anabel membatin.


"Terimakasih tuan atas pujian anda untuk saya." ucap Serly membuat lelaki tampan di depannya berbalik menatapnya.


"Oh nona Serly dari tadi saya sedang menunggu anda disini, jujui saja saya kagum dengan jawaban anda yang sangat cerdas saat berada di atas panggung."


"Tapi saya tidak sehebat yang anda kira tuan, karena saya pendatang baru dalam dunia modeling, jadi belum terlalu banyak tahu dengan dunia penerbangan." Ucap Serly yang tidak tahu kalau Alex adalah bos dari perusahaan pembuat pesawat jet pribadi untuk kalangan bisnis."


"Maaf tuan saya pamit duluan," kata Anabel yang merasa di cuekin oleh tuan Alex.


"Silahkan nona Anabel, semoga hari anda menyenangkan dan kamu Lili oh sorry maksud saya Serly, saya ingin berbicara hal penting dengan anda.


Anabel sudah berlalu pergi meninggalkan dua orang yang sangat membuatnya muak.


Sambil berjalan keluar gedung, Alex yang sedang berbunga-bunga melihat gadis impiannya yang delapan bulan lalu hilang kesapu ombak tsunami yang menghantam wilayah pulau Karimun Jawa. Kini mutiara cintanya ini kembali, membuatnya sangat bahagia, entah gadis ini benar-benar Lili yang berubah jadi Serly ataukah Serly yang mirip dengan Lili tunangannya.


Mereka sudah di luar gedung acara pemilihan model brand ambasador. Keduanya berhenti dan Alex merasa kembali kehilangan gadisnya kalau Serly pamit pulang. Ingin rasanya ia menahan Serly untuk tidak pulang dulu karena Alex masih merindukan Serly atau sosok Lili dalam diri Serly.

__ADS_1


"Nona Lili apakah boleh saya mengantar anda pulang?" tawar Alex yang melihat Serly yang ingin memesan taksi.


"Boleh tuan!" kalau anda tidak keberatan."


Dengan sigap Jack yang melihat bosnya berdiri dengan nona Serly menepikan mobilnya persis didepan keduanya. Alex langsung membuka pintu mobil itu untuk Serly. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Jantung Alex yang terus berdetak kencang dan otot rahangnya sepertinya kaku berada didepan Serly. Dirinya seakan jatuh cinta lagi kepada wanita yang sama. Hari-hari kesedihannya memikirkan tunangannya Lili seakan sirna dengan kehadiran Serly. Pertanyaan demi pertanyaan seakan sedang menumpuk di pikiran Alex tentang sosok gadis yang mirip dengan Lili kekasihnya.


"Apakah mereka adalah wanita yang sama?" bagaimana mungkin wajah mereka sama dan berada di tempat yang berbeda?" apakah aku harus menyelidiki siapa Serly?" bagaimana kalau Serly adalah Lili...aaakk!" ini sangat membuatku galau."


Serly yang melihat Alex yang duduk disebelahnya dengan wajah gelisah yang terus saja memijit keningnya membuatnya nekat menanyakannya pemimpin mafia ini. Tampang Alex walaupun sangat tampan membuat hati gadis langsung meleleh menatapnya. Jika dirinya sedang diam termenung wajah itu sangat menakutkan. Sely tidak perduli dengan sosok yang menurut sebagian orang adalah lelaki yang menakutkan. Gadis ini menganggap sosok Alex adalah pria romantis yang tidak membuat orang lain bosan berada disisinya.


"Tuan!" sejauh ini kita belum berkenalan, tapi anda sudah berani mengantar aku pulang," tanya Sely yang menatap Alex sendu.


Yang merasa ditatap wajah oleh paras cantik Serly balik menatap wajah gadis yang berada di samping saat ini dengan tatapan rindu. Air mata Alex tiba-tiba mengembun di pelupuk matanya. Antara bahagia dan sedih yang dirasakan oleh lelaki tampan ini. Berada di depan wanita yang sangat mirip wajahnya namun Serly bukanlah Lili, itulah yang membuat Alex sangat kesal.


"Tuan apakah anda baik-baik saja?"


Alex langsung meraih pinggang Serly dan memeluk gadis itu dengan penuh kerinduan. Serly merasa gelagapan mendapat perlakuan Alex yang tiba-tiba saja memeluknya. Tapi anehnya, tubuhnya yang tidak menolak dipeluk pria tampan ini, malah ia merasa sangat merindukan lelaki yang sekarang ada disampingnya. Seakan mereka pernah mengenal sebelumnya dan merasa saling memiliki satu sama lain. Serly berusaha mengangkat wajahnya menatap wajah sendu Alex dengan tatapan kerinduan yang sama yang Alex rasakan saat ini. Dengan spontan Alex meraih bibir Serly dengan bibirnya, dilu**tnya bibir gadis yang sangat ia rindukan. Gadis yang sudah menahan kakinya saat ia sudah berada di rumahnya untuk tidak lagi pergi setelah seharian bekerja, gadis yang terus memagari perasaannya yang tidak boleh memberikan hatinya pada wanita lain.


Serly membalas ciuman Alex dengan sama hangatnya, mereka seolah tak perduli dengan Jack yang fokus mengemudikan mobilnya. Asistennya ini tidak berani mengintip apa yang sedang dilakukan bosnya dengan wanitanya. Justru ia sangat terharu dengan pertemuan keduanya, walaupun Jack sendiri belum tahu model ambasador milik mereka ini adalah wanita yang sama yang pernah dicintai oleh bosnya. Lama Alex memagut bibir Serly dan Serly membiarkan ciuman Alex tidak ingin terlepas dari bibirnya seakan keduanya saling mengambil udara dengan pagutan bibir mereka. Karena merasa kelamaan ciuman itu terjadi, birahi keduanya mulai muncul untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman. Tapi Alex tidak ingin merendahkan gadisnya di depan Jack ia kemudian melepaskan pagutannya dan kembali mengurai pelukannya.


"Maafkan aku nona Serly!" ucap Alex kemudian."


Serly tidak menanggapi perkataan Alex gadis ini sibuk mencari apartemennya. Tinggal beberapa saat lagi ia tiba di apartemennya.


"Tuan!" dua blok lagi apartemen saya ada di sebelah kanan anda," pinta Serly pada Jack yang mengantarkannya."


"Baik nona Serly!" ucap Jack yang sudah membelokkan mobilnya ke areal apartemen tempat tinggal Serly."


"Jack, antarkan nona Serly di parkiran dekat dengan lantai kamarnya. Lantai berapa kamarmu nona?" tanya Alex kepada Serly.


"Lantai 12 tuan!"


Jack melajukan mobilnya lagi ke tempat parkiran di lantai yang dekat dengan kamar Serly. Setibanya lantai yang dimaksud Alex turun duluan untuk membukakan pintu pada Serly. Mendapatkan perlakuan hangat dari Alex hati Serly sangat senang, ia melangkahkan kakinya dan turun dari mobil Alex.


"Terimakasih tuan!" sudah mau mengantar saya pulang." ucap Serly lembut."


"Nona kalau tidak keberatan boleh saya mengantarkan anda sampai ke kamar anda, nona Serly?"


Gadis ini mengangguk senang, memang itu yang dia inginkan tidak perduli mereka baru berkenalan, karena Serly merasakan ada hal yang berbeda dalam dirinya ketika bersama lelaki tampan yang saat ini sedang bersamanya. Mereka berjalan beriringan tanpa rangkulan maupun gandengan tangan. Keduanya kembali merasa canggung, entah malu atau gengsi yang dirasakan oleh keduanya hingga tak terasa kamar Serly sudah dekat.


"Tuan ini kamar saya, apakah anda ingin mampir," tawar Serly pada Alex.


Demi menjaga imagenya depan gadis yang sangat mirip dengan kekasihnya Lili, Alex menolak dengan lembut tawaran Serly pada dirinya.


"Maaf nona Serly, lain kali saja saya mampir ke tempat anda, malam ini saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan lebih cepat."


Merasa ditolak, ada guratan kekecewaan diwajah Serly, ia merasa sangat malu seperti dirinya menjadi sangat murahan di depan Alex.


"Baiklah tuan!" selamat jalan dan terimakasih sudah bersedia mengantar saya pulang," ucap Serly dengan nada sedih membuat Alex merasa bersalah menolak tawaran gadis ini.


"Masuklah nona, sebaiknya anda istirahat karena lusa anda akan sering bertemu dengan saya di perusahaan karena kerjasama kita untuk brand ambasador pesawat jet baru."


Serly mendorong pintu yang tadi sudah sempat dibukanya sedikit, dengan langkah gontai ia masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu itu lagi. Alex membalikkan tubuhnya menuju mobil di mana Jack sedang menunggunya. Ada perasaan Alex yang hilang setelah meninggalkan kamar Serly.


Di dalam kamar Serly duduk di sofa dengan merebahkan tubuhnya sedikit bersandar di bangku panjang itu, dengan malas ia membuka high heelsnya, matanya terasa panas dan bulir bening itu turun tanpa terasa. Malam ini seakan menyiksanya untuk dilewati karena hatinya yang cepat terpaut pada lelaki yang baru dikenalnya. Ia bangkit lagi menuju ke kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya. Ketika ingin membuka gagang pintu kamar mandi, terdengar bel kamarnya berbunyi. Serly mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar mandi dan menghampiri pintu apartemennya. Ia membuka pintu apartemen itu dan ia sangat kaget ternyata.

__ADS_1


"Tuan Alex!" ucap Serly dengan mata terbelalak menatap wajah lelaki yang sedang ia pikirkan.


Tanpa berkata-kata pada Serly, Alex langsung menyambar bibir Serly dan mengulum bibir manis itu. Ciuman kerinduan yang tidak bisa ditundanya untuk menunggu datangnya pergantian malam, ia hanya menginginkan gadisnya, menghabiskan sisa malam ini. Biarlah hatiku puas menumpahkan kerinduanku yang selama ini aku bendung, biarlah berjalan apa adanya, jika terus menjaga jarak dengan gadis ini, akan lebih membuat rindunya menyiksa jiwanya.


__ADS_2