Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
SURPRISE


__ADS_3

Setiap hubungan diawali dengan rasa cinta akan berakhir dengan ikatan suci dimana janji setia sehidup semati yang terjadi pada setiap hubungan terwujud dalam sebuah pernikahan. Kadang kisah pernikahan pasangan tidak semua diawali dengan rasa cinta, kadang sebuah keterpaksaan, kadang diawali suatu perjanjian entah itu hutang materi bahkan hutang nyawa, mungkin diawali dengan sebuah kebodohan ataupun kebohongan tetap saja berakhir dengan pernikahan.


Sebuah babak baru pasangan berawal dari sini, ada yang bisa menikmati pernikahannya dengan penuh cinta, ada yang menjalaninya dengan penuh kehampaan bahkan ada yang melaluinya dengan kesulitan dan kesengsaraan. Kisah yang dimulai dari awal bahagia namun berakhir dengan perpisahan entah itu dengan perceraian maupun dengan kematian. Begitu pula yang akan terjadi dengan perjalanan kisah cinta antara Reinaldi Safa Rahmansyah dan Malika Andira Putri yang akan mengucap janji suci pernikahan mereka hari ini.


Pernikahan yang awalnya tidak diinginkan Malika dengan pesta yang megah karena ketidak hadiran kedua orangtuanya kini berubah menjadi pernikahan dengan pesta yang meriah sesuai dengan keinginan keluarga Tuan Romi.


Malika terlihat anggun mengenakan kebaya adat jawa berwarna putih buatan desainer kondang tanah air. Kebaya yang didesain simple dengan bahan dasar brokat dihiasi payet dari batu permata, aksen full payet sampai bawahan rok menonjolkan kesan delicate dan elegan.


Kebaya Malika terlihat serasi dengan beskap putih milik Reinaldi. Kesan glamor begitu terasa meskipun desain busananya sederhana, kesan bold di dapat dari bentuk alis yang tegas dan riasan mata intense dengan bulu mata palsu, eye shadow coklat dengan sentuhan shimmer gold berpadu elegan dengan blush on bronze serta lipstik glossy warna nude.


Selain tiara disematkan juga canduk mantul aksesori khas pengantin jawa. Semua mata yang melihat Malika keluar dari ruang ganti menuju tempat sebagai ruang tunggu pengantin wanita bercak kagum "sempurna" kata yang tepat disematkan kepada sosok Malika Andira Putri. Malika duduk dengan anggun di tempat yang sudah disiapkan untuk dirinya membaur dengan para kerabat yang sedang menunggu pembacaan ijab kabul oleh sang calon suami di ruang utama di mana hadirnya penghulu, wali nikah, para saksi dan para tamu kehormatan dan tamu undangan lainnya.


Kini kedua pengantin sudah siap menyambut acara yang sangat menggetarkan. Mempelai pria yaitu Reinaldi sudah duduk di hadapan penghulu, dua saksi dari pihak Reinaldi yaitu paman Andre dan pamannya Angga sedangkan dari Malika adalah Raditya dan Arjun yang tidak lain adalah kerabat dari tuan Daniel.


Di dampingi oleh Tuan Daniel sebagai wali yang akan menikahkan putrinya Malika melihat Rei yang berkali-kali menarik nafas lembut. Debaran jantungnya seakan berpacu dengan waktu, rasa gugupnya menghadapi hari bersejarah ini baginya sangatlah berat. Akhirnya ijab kabul dimulai


Tuan Daniel menyalami tangan Rei dengan mengucapkan ikrar pernikahan.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Reinaldi Safa Bin Romi Rahmansyah dengan anak saya yang bernama Malika Andira Putri Binti Daniel Anjastara dengan maskawin berupa emas seberat 5555 kg dan perusahaan Cyber IT Anjastara group dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya Malika Andira Putri Binti Daniel Anjastara dengan mas kawin tersebut tunai."


"Bagaimana para saksi?," tanya penghulu kepada kedua belah pihak saksi pernikahan.


"Sah!"


"Sah!"


Acara ijab kabul ditutup dengan doa oleh penghulu. Ucapan ijab kabul yang diucapkan oleh Reinaldi sangat fasih dan lancar sehingga membuat pihak keluarga mempelai laki-laki dan perempuan menarik nafas lega, acara dilanjutkan dengan berbagai upacara tradisi adat jawa.


Saat Malika ingin berdiri menghampiri Rei yang sekarang sah sebagai suaminya, tiba-tiba dikagetkan dengan dua wanita yang sangat dirindukannya yaitu Rena dan Aida, kepala pelayannya dan juga sekertarisnya sekaligus sahabatnya yang menghampirinya untuk mengantarkan Malika ke tempat Reinaldi yang sudah menunggunya.


"Bibi Rena!


"Aida!


"Ya Allah kalian hadir juga," pekik Malika yang tidak percaya ada dua wanita yang sangat berperan dalam hidupnya."


"Selamat nona muda semoga Samawa," ucap Rena haru seraya mencium pipi Malika.


"Selamat Malika, semoga pernikahanmu ini membawa kebahagiaan," ucap Aida lalu memeluk sahabatnya itu.


Malika ingin menangis tapi langsung di larang oleh kedua wanita dihadapannya ini, mereka kemudian mengantarkan Malika ke tempat suaminya Reinaldi yang sedang berdiri menunggunya.


Ketika langkah Malika hampir mendekati Reinaldi, tampak Reinaldi menatap istrinya tanpa berkedip. Kagum dan terpesona dengan kecantikan wanita yang sangat dicintainya ini.


Malika mencium punggung tangan dan telapak tangan Rei dengan penuh takzim saat wajahnya di angkat usai mencium punggung tangan dan telapak tangan Rei, Malika mengucapkan kata-kata indah dihadapan Reinaldi.


"Terimakasih imamku, kan ku jaga hati dan jiwaku untukmu, terimakasih telah menyelamatkan kehormatan keluargaku dengan mengembalikan semua aset perusahaan orang tuaku, aku bersyukur memilihmu sebagai suamiku dan memilikimu sebagai imamku, terimakasih atas perjuanganmu mendapatkanku. Kau kini segalanya bagiku."

__ADS_1


Reinaldi menyambut istrinya dengan keharuan yang dirasakannya saat ini, dikecup pucuk kepala istrinya dan didoakan istrinya dengan sebuah kalimat indah


"Ya Allah lindungilah istri hamba dari kejahatan dunia, kuatkan rahimnya untuk melahirkan putra putriku, jauhkanlah segala maksiat dari cinta suci kami, anugerahkan kami anak-anak yang sholeh sholehah, aamiin."


🌷🌷🌷


Semua rangkaian acara ijab kabul telah usai dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan dengan di usung konsep internasional.


Kini Malika sudah mengganti kebayanya dengan gaun pengantin indah yang dipesan langsung dari Paris Perancis, Malika disulap menjadi seorang ratu dari negeri dongeng, di ruang ganti Rei terus memandangi wajah cantik istrinya ini dengan berseru,


"Sayang, nggak usah ke pesta ya, langsung ke kamar aja," rayu Rei pada Malika yang sedang dirapikan pemasangan mahkota tiara berlapiskan berlian di atas kepala Malika oleh team IO.


"Mau ngapain di kamar sayang," tanya Malika yang merasa aneh dengan sikap Rei padanya.


"Ya tentu saja mau makan kamu sayang, aku sudah nggak kuat lihat wajah cantikmu itu, aku nggak rela para tamu undangan menatap dan ikut menikmati kecantikanmu, aku bisa mati karena rasa cemburu sayang," rengek Rei pada istrinya ini.


"Cih, anak mami, nggak sabaran banget jadi suami, tunggu sebentar lagi, waktu buatmu nanti sangat panjang sayangkuh."


Perdebatan mereka membuat geli para IO di ruang ganti itu. Perdebatan keduanya baru terhenti saat dua panitia menjemput mereka untuk menuju pelaminan mereka karena para undangan sudah mulai berdatangan.


Para dayang-dayang sudah siap berdiri menyambut raja dan ratu sehari itu, keduanya bergandengan tangan melangkah anggun dengan senyum yang terus terukir dibibir keduanya mengikuti arahan dari protekoler acara resepsi pernikahan.


Kini keduanya sudah berada di atas pelaminan, para tamu undangan yang sudah antri ingin bersalaman dengan kedua mempelai ini. Doa dan ucapan dari para tamu silih berganti, Malika dan Rei serta kedua orangtua mereka turut mendampingi kedua mempelai ini.


Bidikan foto dari fotografer handal mengambil gambar terbaik dari setiap pose pengantin baru ini.


Dan tanpa di duga seorang dokter yang bekerja di rumah sakit Malika tampak terperanjat saat menyalami Malika.


Mendengar putranya disebut, Malika tampak shock menyadari tamu undangannya ini adalah dokter yang bekerja di rumah sakit suaminya.


"Iya dokter, ini saya Malika ibu dari baby Ezra," ucap Malika gugup menjawab pertanyaan dokter Endra.


"Putra yang anda rawat adalah putra kandung saya dokter Endra, apakah ada masalah," timpal Reinaldi yang menjawab atas pertanyaan dokter Endra yang sedang bingung hubungan Malika dan Reinaldi bosnya sendiri.


Akhirnya dokter Endra pamit setelah menyalami Malika dan Reinaldi. Dokter Endra memilih menyantap makanan yang tersaji mulai dari makanan lokal sampai makanan internasional yang tersedia di acara resepsi tersebut, hampir semua kuliner khas seluruh daerah yang ada di Indonesia tersaji lengkap di acara tersebut, tinggal selera para tamu yang ingin memilih apa yang ingin mereka nikmati makanan tersebut.


🌷🌷🌷


Iringan musik klasik dan nyanyian para biduan dan biduanita terus mengiringi acara tersebut, kemudian dilanjutkan dengan acara dansa, Reinaldi mengajak istrinya berdansa, keduanya hanyut dalam alunan musik bersama dengan pasangan lainnya. Musik berhenti dan acara dansa juga selesai, kini acara kejutan untuk keluarga mempelai.


Nyonya Ambar sebagai perwakilan dari keluarga untuk mengumumkan sesuatu yang ingin di sampaikan kepada para tamu undangan.


"Assalamualaikum wt.wb, salamat malam, salam sejahtera. Malam ini adalah malam resepsi pernikahan putra putri kami, kami mohon doanya semoga pernikahan keduanya tetap langgeng sampai kakek nenek dan Samawa.. aamiin.


Malam ini aku akan memberikan sebuah kejutan untuk keluargaku dan keluarga baruku yaitu besanku tuan Daniel dan nyonya Alea orang tua dari mempelai wanita yaitu Malika menantu tercatikku dan juga menantu terhebatku.


Semua diharapkan untuk menyaksikan tayangan di layar yang sudah kami siapkan untuk kejutan ini, saya persilahkan panitia untuk menayangkannya," ucap nyonya Ambar dengan percaya diri.


Semua tamu mulai mengalihkan perhatian mereka ke arah layar yang disebutkan oleh nyonya Ambar selaku pemilik hajat ini. Tampilan gambar pertama adalah perusahaan Cyber IT Anjastara group milik Malika yang sekarang dikembalikan ke pemilik sah tuan Daniel Anjastara.

__ADS_1


Tampilan gambar kedua adalah mansion kediaman keluarga tuan Daniel yang telah selesai di renovasi oleh nyonya Ambar


Tampilan gambar ketiga adalah penjemputan tuan Daniel yang dilakukan oleh tuan Romi di pulau Karimun setelah mengalami kecelakaan jatuhnya pesawat jet pribadi miliknya.


Tayangan terakhir adalah foto-foto pertumbuhan baby Ezra dari usia dua Minggu sampai usia enam bulan.


Surprise demi surprise di tayangkan dilayar dalam ruangan itu membuat Malika sangat shock ketika melihat baby Ezra yang sudah mulai kelihatan tampan dan wajahnya persis Reinaldi. Malika akhirnya pingsan tidak kuat menahan kerinduannya pada putranya tersebut.


Seketika, Rei sangat panik melihat istrinya pingsan, Rei mengangkat tubuh itu lalu mengantar Malika ke dalam kamar hotel yang sudah diikuti oleh kedua orangtuanya Malika. Malika ditidurkan di pembaringan kasur hotel tersebut.


mamanya memberikan semprotan parfum ke tisu lalu didekati ke penciuman putrinya, beberapa saat Malika kembali sadar, gadis yang baru dinikahi Reinaldi menangis dalam pelukan mamanya.


"Mama anakku mam, baby Ezra mama, aku rindu pada babyku hiks!..hiks!"


"Mama juga sayang ingin bertemu dengan putramu, cucu mama, kami semua belum sempat bertemu dengannya, hanya baru melihat foto-fotonya yang ditayangkan dilayar ruang resepsimu tadi," ucap nyonya Alea sambil mengelus pipi putrinya lembut.


Nyonya Ambar dan tuan Romi sudah berlari menyusul kamar hotel milik putranya, wanita paruh baya itu tidak enak hati melihat menantunya pingsan gara-gara dirinya yang ingin memberi surprise berujung jadi luka. Nyonya Ambar mendekati menantunya itu seraya berucap,


"Maafkan mami sayang, bukan niat mami menghancurkan hari bahagiamu, awalnya mami ingin kamu tahu keadaan putramu untuk mengobati rasa rindumu, rindu ayahnya dan juga kami oma dan opanya," ujar nyonya Ambar lalu menyeka air mata Malika yang terus menetes dipipinya.


"Ya Allah mami, kenapa mami melakukannya sekarang, kenapa nggak bisa tunggu besok," sesal Rei pada maminya yang telah merusak momen berharga baginya.


Rei, membuka dasi yang di pakainya, lalu menariknya dengan kasar, hatinya sangat gusar karena penantiannya selama ini untuk bisa bersama Malika harus kandas di awal pernikahan mereka. Tuan Romi dan tuan Daniel hanya berdiri menyaksikan keadaan yang menimpa Malika. Keduanya ingin meninggalkan kamar pengantin baru ini namun langkah mereka terhenti saat Malika memanggil lagi keduanya, kedua besanan ini menghampiri Malika yang masih duduk di pembaringan dengan wajah yang masih sembab.


"Papi, terimakasih atas apa yang sudah papi lakukan untuk kedua orangtua Malika, papi baik banget hiks!..hiks!


maafkan Malika papi tidak tahu dan tidak mau cari tahu bagaimana kedua orangtuaku bisa hadir ditengah kita.


"Tidak usah berterima kasih Malika, sudah seharusnya tanggungjawab papi untuk melihat mu bahagia, papi tahu pasti kamu masih ingin mencari kedua orangtuamu tapi karena keadaanmu yang masih labil saat itu membuat papi ingin menolong mu sebisa papi," ucap tuan Romi lembut pada menantunya itu.


"Terus bagaimana dengan mansion dan perusahaan, siapa yang menyelamatkan keduanya, juga foto baby Ezra bagaimana bisa didapatkan?," tanya Malika yang penasaran dengan semua kejutan di hari pernikahannya.


"Kalau perusahaanmu, memang Rei yang mengurus semuanya tapi peran yang paling besar untuk merebut lagi perusahaanmu adalah sahabatmu Aida sedangkan mansion dan foto baby Ezra peran mamimu sayang," ucap tuan Romi."


Malika bangkit dari duduknya menghamburkan pelukannya ke nyonya Ambar yang masih berdiri dengan perasaan bersalah.


"Mami terimakasih sudah melakukan yang terbaik untuk Malika, Malika mohon maaf karena Malika tidak bisa mengendalikan perasaan Malika ketika menyaksikan pertumbuhan baby Ezra, ternyata putraku sangat tampan," puji Malika lalu tersenyum menatap wajah nyonya Ambar sendu.


"Kami yang harus berterimakasih padamu sayang, karena kamu rela mengorbankan harga dirimu demi mempertahankan keturunanku, melewati semua kesulitan sendiri tanpa orang lain mengetahui termasuk kedua orang tuamu, itu yang mami salut pada perjuangan mu, Malika putriku, terimakasih sayang," ucap nyonya Ambar membuat yang lainnya ikut terharu.


Akhirnya nyonya Alea menceritakan semua apa yang telah terjadi, ketidaktahuan Malika yang saat itu kalau dirinya sudah berbadan dua.


"Mami, selain agama melarang kita untuk membunuh janin yang kita kandung karena kesalahan orangtuanya, tapi aku menginginkan bayiku tumbuh dalam rahimku dan ketika aku mengetahui Rei pelakunya aku menghukumnya sampai baby lahir," ucap Malika menyesali perbuatannya.


Tuan Daniel yang mendengar semuanya mengakhiri perbincangan itu karena merasa tidak nyaman berada di kamar pengantin putri dan menantunya ini. Mereka pamit pulang meninggalkan pengantin baru ini dikamarnya.


"Ayo besan, kita tinggalkan kamar ini karena urusan kita dengan para tamu undangan belum kelar," ucap tuan Daniel lalu memeluk Malika dan Rei menantunya.


"Rei, jaga Malika nak, jangan membuatnya menangis lagi kecuali air mata kebahagiaan, terimakasih apa yang telah kau lakukan untuk keluargaku dan nyonya Ambar, terimakasih untuk semuanya, kami sangat menghargai pengorbanan mu," ucap tuan Daniel seraya menyalami nyonya Ambar, tuan Romi dan Reinaldi. Kedua orangtua Malika dan Rei meninggalkan kamar pengantin itu lalu kembali ke acara resepsi yang belum berakhir karena insiden kecil yang terjadi malam ini.

__ADS_1


Kini tinggallah pengantin baru ini memadu kasih mereka. Rei menghampiri Malika kemudian menggenggam lembut tangan istrinya lalu mengucapkan,


"Terimakasih istriku telah mengizinkan putraku hidup, aku tidak akan pernah melupakan pengorbananmu," ucap Rei lalu mendekati wajahnya ke wajah istrinya lalu memagut bibir lembut yang sedari pagi menggoda imannya untuk memulai aktifitas ibadah pertamanya secara halal tanpa ada rasa takut dan bersalah.


__ADS_2