
Jack mendatangi rumah Alex, ia sudah mengetahui keberadaan Serly walaupun belum pasti kebenaran laporan dari anak buahnya. Alex yang masih menggunakan teksedonya nampak sedang menghubungi beberapa pejabat penting untuk membantunya mencari keberadaan nona Serly atau Lili.
"Bos!"
"Ada apa Jack?
Apakah kamu sudah menemukan sesuatu tentang keberadaan Lili?"
"Iya tuan, ada informasi baru yang saya dapatkan bahwa tuan Anderson yang membawa nona Lili keluar dari bandara dengan menggunakan baju pria sehingga kita tidak bisa melacaknya tuan, dari kamera drone, tertangkap gambar keduanya sedang menaiki taksi menuju ke arah pantai. Sepertinya malam ini mereka akan berlayar bos."
"Apa?"
"Ini sudah jam 2 pagi Jack, kasihan Lili dari semalam dia sudah tidak bisa tidur karena memikirkan acara hari ini, sekarang dia harus dipaksa pergi berlayar, memang tuan Anderson mau membawa Lili ke mana Jack." tanya tuan Alex kesal.
"Ada yang lebih penting dari ini bos." ucap Jack lagi.
"Apa Itu Jack?"
"Kabarnya, tuan Anderson bukan saja mempekerjakan para gadis-gadis itu menjadi model terkenal, tapi gadis-gadis yang masih perawan akan dijualnya dengan harga fantastis tuan, apa lagi dia tahu kalau Lili masih gadis tulen yang belum tersentuh oleh lelaki manapun."
Degg!"
Alex nampak shock mendengar penuturan Jack tentang sepak terjangnya tuan Anderson orang yang menemukan Lili pertama kali setelah terjadinya tsunami, hatinya sangat tidak rela jika si bedebah itu tega menjual Lili hanya untuk memuaskan ambisinya akan uang.
"Brengsek kamu Anderson, kamu tidak tahu dengan siapa saat ini kamu berhadapan." ucap tuan Alex sambil mengepalkan erat tangannya sampai buku-buku tangannya terlihat putih.
"Tuan, apa yang harus saya lakukan untuk anda tuan?
"Jack, siapkan helikopter secepatnya, malam ini juga kita harus mendapatkan kembali Lili sebelum pria laknat itu menghancurkan hidup kekasihku." pinta Alex menahan gemuruh didadanya yang hampir mau meledak."
"Baik tuan, siap laksanakan!"
Jack kembali ke bandara mengambil helikopter dan menjemput lagi tuan Alex yang sedang menunggunya. Tidak lama Jack sudah siap di landasan pacu menunggu bosnya yang lagi berlari ke arahnya. Helikopter itu kembali mengudara menuju ke arah pantai sesuai informasi terakhir yang disampaikan Jack pada Alex.
Karena hari masih gelap sekitar jam 5 subuh, helikopter itu sudah mengitari daerah sekitar pantai. mungkin perjalanan kapal pesiar yang membawa Lili sudah jauh meninggalkan kota Hamburg Jerman. Alex tidak putus asa ia terus meminta Jack terus mencari keberadaan kapal pesiar milik tuan Anderson.
"Lili sayang, tunggu aku akan menjemputmu sayang, tidak perduli kamu lupa ingatan, asalkan bersama denganmu aku merasa kembali hidup."
"Tuan, sepertinya mereka sudah jauh meninggalkan kota ini."
"Cari terus Jack, aku tidak perduli, Lili hanya punya kita yang akan menolongnya, jika kita tidak bertindak cepat, kasihan gadis malang itu.
"Baik tuan, segera laksanakan."
Diantara banyaknya kapal di atas permukaan laut, cukup sulit mengetahui kapal pesiar milik tuan Anderson. Alex terus berpikir, apa yang harus ia lakukan untuk mengetahui kapal tuan Anderson dari atas udara hanya dengan mengandalkan helikopter miliknya.
Pencarian dihentikan, helikopter kembali lagi ke darat. Ditengah kebingungannya, Alex baru mengingat satu nama yang bisa membantunya.
"Ya Tuhan, kenapa aku bisa lupa kalau ada orang yang sangat tepat untuk aku minta tolong." Alex yang baru mengingat orang yang dimaksud.
Ia bergegas kembali ke helikopter menuju istana milik Rei yang ada di Hamburg. Perjalanan yang hanya lima menit ke istana Rei dengan menggunakan helikopter. Pagi hari helikopter Alex yang tiba-tiba muncul membuat para penghuni istana keluar melihat siapa yang datang sepagi itu. Alex berlari ke dalam istana, buru-buru menghampiri Rei tanpa menghiraukan pertanyaan pelayan padanya. Rei yang melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan Alex mencoba menghampiri Alex yang sedang mencari dirinya.
"Selamat pagi tuan Rei, maaf menganggu keluarga anda sepagi ini." ucap Alex yang nampak kurang tidur karena kelihatan dari garis bawah matanya hitam.
"Tidak masalah tuan Alex, apakah ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Apakah saya bisa bicara dengan nona Malika tuan Rei, ini sangat genting, hanya nona Malika yang bisa menolong saya."
__ADS_1
"Kelihatannya sangat serius, ada masalah apa tuan Alex?" tanya Malika yang sudah ada di balik punggung Alex.
"Syukurlah nona Malika, saya benar-benar butuh bantuan anda karena saat ini Lili diculik, maksud saya Serly diculik oleh tuan Anderson, dia akan dijual untuk dijadikan wanita penghibur di salah satu kota yang saya tidak tahu ke mana gadis itu dibawa oleh germo itu." ucap Alex sedih.
"Apa??
Bagaimana bisa nona Serly diculik dan apa hubungannya Serly dan Lili saya agak kurang paham dengan penjelasan anda tuan Alex." ucap Malika yang masih merasa bingung dengan penjelasan Alex tentang Serly.
"Nona Malika, Lili adalah Serly, mereka adalah orang yang sama dengan nama yang berbeda, Lili mengalami amnesia setelah terdampar di suatu pulau dan diselamatkan oleh tuan Anderson."
"Astaga, pantesan keduanya sangat mirip, rupanya mereka adalah orang yang sama." ucap Malika yang sudah memahami jalan cerita Alex tentang kekasihnya Lili.
"Apa yang bisa kami bantu tuan Alex?" tanya Rei lagi.
"Begini nona Malika, saya kemarin sudah memiliki ponsel pintar terbaru buatan anda, cuma saya belum mengerti cara pengoperasian sistemnya. Bagaimana meretas CCTV pada tempat-tempat yang dilewati oleh Lili melalui ponsel pintar buatan anda."
"Baiklah, ikuti saya, kita ke ruang makan supaya lebih enak untuk menjelaskannya." ucap Malika kemudian duduk di antara kursi-kursi kosong di meja panjang
yang biasa digunakan perjamuan makan untuk keluarga besar."
Malika mulai menjelaskan cara kerja ponselnya dengan mengikuti jejak terakhir Lili di toilet wanita di bandara kecil milik perusahaan suaminya. Alex dan Rei memperhatikan setiap detail cara kerja ponsel pintar itu dan apa yang mereka cari akhirnya menemukan titik terang.
"Tuan, kapal pesiar milik tuan Anderson sekarang sedang berlayar menuju negara Belanda. Ikuti peta ini dan ini titik koordinat yang terlacak oleh ponsel yang sekarang dimiliki oleh Lili. jika sama-sama memiliki ponsel pintar ini, maka akan mudah menemukannya melalui sinyal JPS yang terkirim dari ponsel satu ke ponsel lainnya dengan merek yang sama."
"Ya Tuhan, semuda ini cara kerja ponsel buatan kamu yang bisa melacak orang yang hilang, terimakasih nona, anda sudah membalas budi orang tua Lili yang pernah menyelamatkan kedua orangtuamu." ucap Alex haru kepada Malika.
Malika baru ingat jasa orangtua Lili yang sudah menemukan orang tuanya dan merawat mereka selama terdampar di pulau Karimun Jawa beberapa tahun yang lalu.
"Ya Allah, beginikah cara Engkau mempertemukan kami untuk saling menolong satu sama lain?" tanya Malika dalam keheningannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Rei, terimakasih nona Malika atas bantuannya, saya harus lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca lagi petunjuk pemakaian ponsel pintar buatan anda. Sesuai namanya Ezra smartphone."
Rei dan Malika melepaskan kepergian tuan Alex yang kembali menerbangkan helikopternya. Tidak lama Alex pergi, tuan Daniel dan nyonya Alea baru keluar dari mushola yang ada di dalam istana itu.
"Malika, siapa yang datang dengan helikopter sepagi ini?"
"Tuan Alex mama."
Malika menceritakan semua kejadian yang menimpa Lili putri dari pak Taher yang pernah menolong tuan Daniel dan istrinya ketika pesawat mereka jatuh di perairan Karimun Jawa. Orangtua itu merasa sangat shock mendengar cerita kisah hidup gadis malang itu.
"Ya Allah semoga neng Lili selamat dari pria penipu itu ya papa." ucap nyonya Alea sedih.
"Kita doakan yang terbaik untuk mereka mama, bagaimanapun juga orang tuanya pernah berjasa atas hidup kita." ucap tuan Daniel yang mengenang kebaikan orangtua Lili kepada mereka.
🌷🌷🌷
Alex dan Jack kembali melakukan pencarian kapal pesiar milik tuan Anderson dengan petunjuk arah melalui ponsel pintar. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi waktu setempat, keadaan sekitar daerah tersebut sudah mulai nampak cerah. Alex tidak meminta bantuan patroli air, ia kuatir apabila polisi turun tangan keselamatan Lili akan terancam.
Tibalah mereka pada satu titik temu di mana kapal pesiar yang sedang berlayar menuju suatu negara dapat mereka temukan. Alex meminta Jack lebih merapat tepat di atas geladak kapal pesiar milik tuan Anderson, Alex ingin turun menggunakan tangga tali yang ada di helikopter tersebut.
Suara bising di udara mengagetkan penghuni kapal. Khususnya tuan Anderson dan Lili yang mendengar ada suara helikopter berada di atas mereka. Mendengar ada yang tidak beres di atas sana, tuan Anderson mengambil pistolnya untuk berjaga-jaga. Lelaki alkoholik itu keluar dan melihat sosok yang ia kenal adalah tuan Alex yang merupakan pemimpin perusahaan pembuatan pesawat jet pribadi milik tuan Reinaldi.
"Brengsek, kenapa orang itu nekat mendatangi kapalku dengan helikopter." ucap tuan Anderson yang geram dengan tuan Alex yang menganggu tidurnya.
Ketika tuan Alex hendak melompat di atas geladak kapalnya tuan Anderson, seketika tuan Anderson menembak ke arah tuan Alex. Spontan tuan Alex masih bisa menghindari tembakan yang dilakukan oleh tuan Anderson kepadanya. Lili yang mendengar suara tembakan ikut keluar dari kapal dan naik ke atas geladak kapal, ia begitu kaget melihat Alex yang menggelantung di tangga tali helikopter.
Lili sangat tegang melihat Alex yang sudah hampir jatuh dari helikopter miliknya. Melihat Alex yang sedang kewalahan mengatur posisinya, tuan Anderson melancarkan lagi tembakannya pada tubuh Alex, dengan cepat Alex menghindar dari tembakan itu dan naas baginya ia tidak bisa lagi berpegangan pada tangga tali helikopter, iapun menjatuhkan dirinya ke laut. Helikopter yang di bawa Jack hampir oleng karena ikut menghindar dari tembakan peluru yang di arahkan ke helikopter. Seketika Lili berteriak histeris melihat Alex yang jatuh ke laut, dan tepat disaat yang sama, ingatan Lili kembali, bayangan masa lalunya mulai muncul dalam benaknya, ingatannya pada Alex yang pernah melompat ke laut hanya untuk menyampaikan cintanya pada Lili, ingatan semua akan kenangan terus muncul silih berganti di benaknya. Ia mengenang kembali kejadian tsunami yang menimpa kampung halamannya, kepalanya tiba-tiba pusing dan di saat itu tuan Anderson menghentikan aksi tembaknya, ia kemudian ingin menolong Lili. Tapi, sayang tuan Alex yang tiba-tiba muncul dari arah belakang tubuhnya meraih kerah baju tuan Anderson menariknya ke belakang dan melayangkan satu bogem mentah tepat di hidungnya sehingga hidung tuan Anderson mengeluarkan darah segar. Tuan Alex mengambil pistol dari tangan tuan Anderson dan menarik pelatuk dan mengarahkan ke kening tuan Anderson. Lelaki itu mengangkat tangannya menyerah dan memohon untuk tidak ditembak Alex.
__ADS_1
Setelah misi penyelamatan Lili berakhir, polisi air dan helikopter dari perusahaan milik Rei datang menyelamatkan tuan mereka Alex dan tunangannya Lili. Tuan Anderson tidak bisa berbuat banyak karena kapalnya sudah dikepung atas dan bawah oleh kepolisian setempat.
Surat izin berlayarnya dicabut oleh pejabat terkait. Tuan Anderson akan berada di tahanan begitu lama karena banyak kasus yang pernah dilakukannya sehingga ia harus menerima semua tuduhan dengan pasal berlapis yang akan dijalankan olehnya. Sedangkan kapten kapal dan kru kapal lainnya hanya dikenakan wajib lapor saja.
🌷🌷🌷
Keadaan Lili yang sudah siuman dari pingsannya membuat Alex lega. Lili yang sedang terbaring dirumah sakit melihat Alex ada di hadapannya tersenyum haru. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan kekasihnya ini. Alex yang belum menyadari kalau Serly sudah mengingat dirinya sendiri hanya membalas senyuman manis gadisnya.
"Kamu sudah siuman sayang." tanya Alex yang diikuti anggukan kepala Lili.
"Jangan tinggalkan aku lagi Serly, aku begitu takut sayang...hiks..hiks!"
Tangis Alex pecah karena ia sangat takut kehilangan Lili lagi untuk kedua kalinya. Lili juga ikut menangis melihat tunangannya ini yang sangat mencintainya. Ia bangkit memeluk kekasihnya itu yang masih berbaring.
"Alex sayang, ini aku Lili, aku sudah mengingat siapa diriku sayang." bisik Lili dalam pelukan Alex.
"Apa?'
Alex menguraikan pelukannya, menatap Lili tak percaya, ia ingin memastikan kembali pendengarannya, takutnya ia hanya sedang halusinasi karena hampir dua hari ia belum sempat tidur.
"Alex, ini aku Lili tunanganmu yang hilang terbawa tsunami beberapa bulan yang lalu." ucap Lili mengulangi lagi ucapannya yang tadi untuk meyakinkan Lili.
"Ya Tuhan, kamu benar-benar Lili, gadisku, tunanganku...hiks..hiks!"
Lili terkekeh melihat tingkah lucu dari tunangannya ini. Tingkahnya seperti anak kecil yang baru bertemu ibunya yang sudah lama pergi. Pelukan kembali terjadi, kali ini Alex tidak perduli lagi dengan keadaan lili, ia memagut bibir Lili dan Lili membalas pagutan bibir Alex, keduanya sedang menikmati ciuman yang penuh kerinduan sore itu tanpa mau berhenti.
Suster yang baru masuk melihat kemesraan pasangan ini tersenyum malu, ia meninggalkan kembali ruang inap Lili karena tidak ingin menganggu kemesraan diantara keduanya yang mungkin sedang dilanda kerinduan.
Setelah merasa puas melepaskan kerinduan mereka, Alex yang masih penasaran dengan Lili yang bisa selamat dari bencana besar tsunami yang melanda kampung halamannya itu lalu bertanya lagi pada Lili yang sudah mendapatkan kembali ingatannya.
"Sayang bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?"
"Apakah kamu ingin tahu kejadian hari itu," tebak Lili yang langsung dibenarkan oleh Alex.
Ketika Lili ingin menceritakan kembali peristiwa naas itu, terdengar ketukan pintu dan ternyata sudah datang Rei dan Malika beserta orangtua mereka juga ikut menjenguk Lili. Gadis ini yang masih ingat keluarga itu tersenyum haru, dengan jelas ia menyebut nama-nama mereka semua. Malika dan Rei saling menatap dan merasa senang melihat Lili sudah mengingat mereka semua.
"Apakah ingatanmu sudah kembali Lili?" tanya Malika pada gadis yang merupakan model ambasador perusahaan mereka itu.
"Sudah nona Malika, saya sudah mengingat semuanya." ucap Lili sedih.
Walaupun ia bersyukur karena ingatannya kembali namun sayang, ingatan tentang orang-orang yang dicintainya akan sangat mempengaruhi dirinya. Kesedihan akan dirasakannya lagi apa bila ia tahu bahwa kedua orangtuanya tidak luput dari peristiwa tsunami dahsyat saat itu. Alex sedikit bingung untuk memberitahukan kedua orang tua Lili yang sudah ditemukan tewas hari itu juga. Kasian Lili dia baru mengingat dirinya, dan harus menerima kenyataan orangtuanya sudah dulu meninggalkan dirinya sebatang kara. Tapi Tuhan maha baik, Dia mempertemukan Lili dengan pujaan hatinya walaupun dengan cara yang cukup tragis.
"Lili, tolong ceritakan pada kami nak bagaimana runtutan kejadian hari itu?" tanya nyonya Alea yang sangat dekat dengan Lili saat mereka masih di pulau Karimun Jawa.
"Baiklah nyonya saya akan menceritakan kejadian hari itu." ucap Lili yang mulai mengisahkan peristiwa naas itu.
Flash back on
Hari itu sekitar jam 10 pagi semua orang berteriak melihat keadaan air laut yang tiba-tiba surut menjauhi bibir pantai. Ikan-ikan menggelepar di mana-mana. Merasa itu adalah berkah dari Allah, mereka ramai-ramai menangkap ikan dengan alat seadanya. Padahal sudah ada peringatan dari orang tua yang sudah sepuh usianya bisa melihat dengan mata batin mereka bahwa hari itu akan terjadi bencana air bah, sekuat tenaga ia meminta orang-orang menjauhi laut untuk menyelamatkan diri. Tapi teriakan peringatannya tidak dihiraukan oleh penduduk setempat yang masih mengais rezeki mereka yang dianggap suatu kebetulan yang menguntungkan.
Aku dan kedua orangtuaku lebih mendengar peringatan dari kakek tua itu, kami mulai membuat persiapan untuk bisa dibawa dan menuju ke tempat yang aman. Ketika kami mengungsi dari jauh sudah terlihat ombak laut makin mendekat dengan ketinggian sekitar 10 meter dan kami terus berlari, satu tujuan kami hanya mesjid, dengan hitungan detik air bah itu sudah menyapu seluruh wilayah pulau itu. Ditengah kepanikan semua orang tidak bisa menyelamatkan diri, saya dan orangtua ikut hanyut dalam gelombang besar itu dan saat itu saya tidak sadarkan diri ketika kepala saya terhantam benda material yang membuat saya seketika tidak sadarkan diri sampai akhirnya saya terbawa arus dan terakhir saya sadar sudah berada di rumah sakit ditemanin tuan Anderson. Dialah yang memperkenalkan saya di dunia modeling.
Flash back off
Semua yang ada di ruangan itu mendengar kisah Lili begitu trenyuh. Lili menangis setelah menceritakan penggalan peristiwa memilukan itu. Nyonya Alea memeluk putri tunggal pak Taher itu yang sudah dianggap putrinya.
"Sayang, kami adalah orang tuamu sekarang karena kedua orang tuamu sudah meninggal hari itu juga. Alex tunanganmu yang menemukan kedua orang tuamu sudah tidak bernyawa lagi, kekasihmu ini, berhari-hari mencari keberadaanmu yang tidak membuahkan hasil, sampai akhirnya ia hanya mengurung dirinya di kamar menghabiskan waktunya untuk memikirkan nasibmu. Cintanya begitu kuat nak, hingga Tuhan tidak tega padanya dengan membawamu kembali dalam pelukannya." ucap nyonya Alea yang membuat tangis Lili makin meraung.
__ADS_1
Semua yang ada disitu, ikut menitikkan air mata mereka, Malika menghamburkan pelukannya ke dada suaminya, gadis ini ikut terhanyut dalam kisah sedih Lili karena ia pernah merasakan bagaimana kehilangan orangtuanya yang membuat hidupnya terasa hampa. Rei mengusap punggung istrinya untuk menenangkan Malika yang masih sesenggukan sedangkan Lili merasakan ketenangan dalam pelukan nyonya Alea yang sudah dianggap ibu bagi dirinya. Tuan Daniel meminta Alex untuk mengurus pernikahan mereka secepatnya, Lili harus dihalalkan segera mungkin oleh Alex. Dan untuk sementara Lili harus tinggal di istana tuan Romi sampai keduanya siap menikah. Alex sangat antusias, ia kemudian menghubungi Jack agar mendaftar kan pernikahan mereka secara Islam. Keluarga Rei turut membantu terlaksananya acara pernikahan tersebut.
"Hanya kekuatan cinta, pengorbanan akan terasa berharga, dengan cinta yang ada, engkau akan menemukan kembali cintamu yang hilang, percayalah! cinta sejati itu ada, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan saat cinta yang datang padamu adalah suatu kebenaran bukan kebetulan."