
Prosesi pernikahan yang dilalui setiap mempelai pengantin dengan menjalani rangkaian acara mulai dari siraman, pengajian, mido doremi dan terakhir adalah pernikahan yang sangat di tunggu-tunggu oleh kedua mempelai.
Sebelum menggelar acara pernikahan, Malika dan Reinaldi menjalani serangkaian tradisi jawa. Setelah minggu lalu mereka berdua menjalani tradisi pingitan, Malika menjalani siraman dengan mengusung tradisi ada jawa. Darah jawa di dapatkan dari mamanya walaupun mamanya juga blasteran Jerman dan Belanda sedangkan dari papa ada darah Arab dan Jawa.
Begitu pula Reinaldi yang telah menggelar di kediamannya walaupun acara itu sendiri berlangsung di mansion milik Rei saat prosesi siraman Malika di lakukan di mansion tuan Daniel.
Prosesi siraman yang dijalankan keduanya tertutup dari media karena baik Rei dan Malika tidak mau kekhidmatan acara ini terganggu dengan kehadiran wartawan. Prosesi siraman berlangsung haru, baik Malika dan keluarga tidak dapat membendung air mata bahagia di hari ini. Ketika tubuh dibasuh oleh papanya tercinta tuan Daniel, dalam hati Malika mengucapkan terimakasih nya untuk lelaki yang telah membesarkannya ini.
"Terimakasih banyak untuk cinta pertamaku dan pahlawan pertamaku, terimakasih telah mencintaiku dengan penuh ketulusan."
Tidak hanya Malika yang menetes kan air mata di prosesi khidmat tersebut, di tempat yang berbeda Reinaldi juga meneteskan air mata ketika dirinya memohon doa restu kepada kedua orangtuanya.
Setelah menjalani prosesi adat pertama yaitu siraman, kini Malika dan keluarga melakukan pengajian di kediaman Rei. Kali ini pengajian di gelar dengan pembacaan Al-Qur'an yang dilakukan oleh Qoriah. Malika tampak anggun dan makin bersinar kala dirinya memakai jilbab berwarna putih dengan gamis modern, semakin mempesona dan elegan. Kecantikan gadis ini makin terpancar membuat si calon mertua makin kagum melihat kecantikan gadis 23 tahun ini.
Kini Malika sangat gembira menjalani rangkaian acara jelang pernikahan karena kehadiran orang tuanya tepat di saat dirinya harus melewati beberapa prosesi acara yang akan digelar sore ini. Kedua orangtua Malika sudah duduk mendampingi Malika bersama dengan para tamu undangan. Lantunan ayat Alquran mulai dibacakan oleh Qoriah dengan surah Lukman ayat 14, yang bunyi dengan artinya :
..."Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah - tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tuamu. Hanya kepada aku kembalimu."...
Malika meneteskan air matanya kala lantunan ayat suci dibacakan sangat merdu dan ketika mendengarkan arti potongan ayat tersebut Malika merasa tersentuh dihati dan jiwanya serta para tamu undangan yang turut menyimak lantunan ayat suci tersebut dibacakan oleh Qoriah.
Usai pengajian acara di teruskan dengan membaca surat cinta yang dilakukan oleh papa Malika untuk melepaskan masa lajang putrinya walaupun ini kali keduanya Malika membina rumah tangga lagi.
Tuan Daniel menatap semua wajah para undangan lalu beralih pada wajah putri cantiknya Malika, kemudian di arahkan mikrofon ke bibirnya diawali bacaan basmalah dia mulai berucap,
"Bismillahirrahmanirrahim Teruntuk putri tercantikku Malika Adira putri tugasku sebentar lagi akan selesai tugas itu akan aku serahkan pada seorang lelaki yang berhak memilikimu, papa memohon maaf jika selama membesarkan mu, perhatian dan kasih sayang papa berkurang dari apa yang kau harapkan dari papa karena kesibukan papa mencari nafkah untukmu, nak mungkin cinta papa belum sempurna untuk bisa kau rasakan tapi papa selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, mungkin kasih sayang papa tidak sebesar mamamu, namun percayalah sayang setiap peluh yang menetes dari tubuhku hanya ingin berjuang untuk memberikan kehidupan yang layak untukmu, Untuk itu papa mohon maaf ketika kau sedih, kau sakit atau kau butuhkan papa di masa sekolahmu dulu untuk hadir melihatmu menerima hadiah untuk prestasimu ataukah tidak bisa menjadi pahlawan saat ada yang ingin menyakitimu papa selalu tidak ada di momen itu, maafkan aku nak, papa hanya bisa mendoakan atas kebahagiaanmu kelak, semoga tidak ada lagi air mata saat dirimu terluka dan doa papa semoga kau selalu tersenyum menjalani hari-harimu yang akan kau jalani nanti bersama suamimu Reinaldi, terimakasih telah menjadi putri hebat untuk papa."
Malika sangat terenyuh mendengar ungkapan tulus dari seorang papa kandung untuk dirinya, tangisannya kembali menyeruak membuat para tamu undangan larut dalam rasa haru mereka pada acara tersebut.
Setelah acara pelepasan masa lajang Malika dari papa tercinta kini giliran Malika yang akan membacakan surat cinta untuk papa tercinta.
Malika mulai mengucapkan rasa terimakasih dan meminta kepada kedua orangtuanya, untuk melepaskan kembali masa lajangnya walaupun ini adalah kali kedua untuk Malika dan pertama untuk Reinaldi namun kesakralan acara ini masih kental dengan nuansa keharuan yang dirasakan oleh para kerabat dan undangan lainnya.
Salah satu panitia acara menyerahkan mikrofon untuk Malika, surat cinta sudah di persiapkan olehnya segera dibacakan gadis cantik ini. Malika merilekskan tubuhnya lalu menarik nafas halus mengendalikan perasaan emosionalnya lalu membacakan surat cinta untuk kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Untukmu Papaku, cinta pertama ku, penyemangat hidupku, pelindung kehormatanku serta jiwa ragaku. Aku putrimu Malika Andira putri Daniel Anjastara mengucapkan rasa terimakasihku yang tulus dari lubuk hatiku untukmu papaku.
Malika tahu malika belum mampu membahagiakan papa, Malika juga bukan anak yang penurut, juga bukan putri yang penyabar, tapi Malika selalu berusaha menjadi putri yang dibanggakan papa dan selalu berusaha tidak membuatmu kecewa, mungkin selama ini Malika selalu menyembunyikan rahasia hidup Malika, tapi bukan niat Malika untuk berbohong namun Malika tidak tega membuat kalian terluka.
Malika tidak tahu cara menunjukkan cinta yang besar untuk papa dan mama tapi ketahuilah setiap sujudku ada nama kalian yang ku sebut, setiap sedihku ada nama kalian yang ku panggil, setiap sakitku ada nama kalian yang kuratapi, betapa takutnya aku saat kutahu kalian tidak lagi bersamaku, air mata yang ku punya seakan terbenam dengan luka yang datang, tiada lagi basuhan pilu untuk menyembuhkan lukaku namun sakitnya kehilangan kalian tak dapat diobati dengan nilai apapun di dunia ini.
Terimakasih papa karenamu aku ada, lelahmu yang membuat ku tetap berdiri tegak sampai saat ini, kepayahanmu membuatku tidak pernah putus asa menapaki hidup dan didikanmu tak pernah membuatku takut berbuat kebaikan. Mungkin Malika tidak pernah menyatakan cinta malika secara nyata untukmu yang seharusnya Malika menyatakannya seperti menyatakan cinta kepada seorang kekasih ratusan kali sehari, tapi kali ini aku harus mengatakannya ayah sebelum Allah memisahkan lagi aku denganmu dengan begitu aku tidak lagi menyesali hidupku bahwa aku pernah mengatakan aku mencintaimu papaku. Aku mencintaimu wahai cinta pertama ku."
Tuan Daniel tidak mampu lagi menahan air matanya, berkali-kali pria paruh baya itu mengusap air matanya dengan tisu usai mendengarkan surat cinta dari putrinya Malika untuk dirinya. Setelah membaca surat cinta untuk papanya kini Malika beralih menatap mamanya dengan senyum dengan sisa suara yang masih parau usai membaca surat cinta untuk papanya, Malika mengatur kembali pernafasannya dengan menghembuskan nafasnya dengan lembut lalu membaca surat cinta untuk mamanya.
"Untukmu wahai mama, terimakasih sudah menampungku dalam rahimmu, menjagaku dgn segenap jiwa ragamu, menungguku dengan sabar sampai aku hadir ke dunia ini, bisa melahirkanku adalah tekadmu, tak apa bagimu kau merasakan sakit, tak mengapa bagimu saat aku selalu menangis, menyusuiku tanpa kenal waktu, menjagaku saat aku sakit tanpa mau mengeluh, mengajarkanku tentang apa saja tanpa ada bantahan, duhai mamaku pelukan hangatmu mempu menggoyahkan kemarahanku saat aku disakiti orang lain, belain kasihmu seperti jimat yang mampu menenangkanku, mungkin cintaku tidak sebanyak yang engkau punya namun aku mencintaimu sebesar sakit yang kau derita saat membesarkanku sampai saat ini, terimakasih mamaku dan aku akan mengatakan hal yang sama seperti aku mengatakan kepada papa bahwa aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu mamaku, penyejuk jiwaku, penguat hidupku, aku bersyukur kepada Allah menitipkan aku menjadi putri kandungmu. Terimakasih mama, maafkan aku untuk segala perbuataku yang telah membuatmu terluka."
Nyonya Alea tidak sanggup lagi menahan perasaannya, hatinya seperti tercabik-cabik oleh panah cinta yang ditancapkan putrinya, sungguh menyentuh kalbunya, memiliki anak satu-satunya ini tidak pernah menyusahkannya. Dipeluknya putrinya ini, menyalurkan semua kekuatan kasih untuk putri semata wayangnya, begitu pula dengan Malika yang menghamburkan pelukan pada ibunya. Tuan Daniel menghampiri istri dan putrinya, lalu ketiganya berpelukan, tangis haru para tamu undangan kala itu menjadi lautan air mata menyaksikan potongan episode dramatis keluarga kecil ini.
🌷🌷🌷
MC acara yang dibawakan oleh salah satu panitia dari IO penyelenggara acara tersebut membacakan lagi rangkaian acara yang dipandu oleh nona Mardia.
"Demikianlah acara pengajian dan pembacaan surat cinta dari ananda Malika Andira putri Daniel Anjastara yang sudah membuat kita hari ini bermandikan air mata, betapa besar cinta kedua orangtua kita kepada kita, tidak ada tandingannya cinta didunia ini dibandingkan cinta keduanya, untuk itu bagi yang masih memiliki orang tua ayo kita bahagiakan mereka selagi mereka hidup karena ladang amal kita adalah mereka, railah tiket amal ini sebagai bekal kita ke surga kelak, saya selaku MC dari acara ini membacakan acara terakhir kita yaitu pembacaan doa yang di pimpin oleh Al-Mukarramah ustadz kita yaitu ustadz Abdul Aziz untuk waktu dan tempat kami persilahkan," ucap Mardiana mempersilakan ustadz untuk memimpin doa untuk menutupi acara pengajian hari ini.
Para tamu undangan dan para kerabat dua keluarga yang mempunyai hajat hari itu makan bersama. Wajah Malika tampak sumringah usai melalui rangkaian prosesi pernikahannya sore itu.
Keluarga Rei yang menjalani proses acara yang sama di mansion Rei tampak bahagia, Rei yang tidak boleh lagi bertemu dengan kekasihnya tampak kesal dibuat oleh orangtuanya.
"Papi, aku kangen sama Malika, aku pingin lihat dia papi, sebentar aja," rengek Rei pada papinya.
"Ya ampun Rei, apakah tidak bisa kau tunggu sampai acara pernikahanmu dua hari lagi?," sungut tuan Romi pada putranya.
"Ini kelamaan papi, Rei nggak akan dekatin Malika, yang penting rei bisa lihat Malika dari sini," rayu Rei yang masih saja belum menyerah karena rindunya pada kekasihnya.
Nyonya Ambar yang baru saja masuk ke kamar Rei dengan membawa makanan untuk putranya melihat putra dan Papinya lagi berdebat langsung menegur putra kesayangannya itu.
"Sayang, ini masa pingitan kamu nggak boleh bertemu dengan Malika sampai acara pernikahan tiba," bujuk nyonya Ambar kali ini untuk menghentikan aksi nekad putranya itu.
__ADS_1
"Kalau begitu Rei mau melakukan panggilan video call dengan Malika," ucap Rei kesal seraya mengambil ponselnya lalu memencet nomor Malika.
Baru saja Rei memencet nomor Malika, ada panggilan dari asisten Raffi masuk.
"Assalamualaikum bos!"
"Waalaikumuslam!, ada apa Raffi?, awas kamu ya kalau nggak penting aku pecat kamu," ancam Rei pada asistennya Raffi.
"Begini bos, mengenai persidangan yang sudah digelar oleh pengadilan negeri tentang keabsahan kepemilikan perusahaan Cyber IT Anjastara group yang dimanipulasi oleh tuan Bagaskara telah dimenangkan oleh kita bos dengan bukti dan saksi yang kita ajukan," ucap Raffi melaporkan hasil sidang terakhir dari Pengadilan Negeri.
"Alhamdulillah, terimakasih Raffi ini informasi yang paling berharga untukku, bonusmu kali ini tiga kali lipat," balas Rei yang sangat bersyukur kepada Allah dengan memberi doble bonus kepada asistennya Raffi.
"Alhamdulillah, terimakasih bos, saya akan lebih semangat lagi melakukan tugas saya sebagai asistenmu bos," ucap Raffi senang mendapatkan bonus tambahan dari Rei.
Kedua orangtuanya mendengar putranya yang lagi berbicara dengan asisten Raffi kemudian bertanya pada Reinaldi putranya.
"Sayang, apa yang sedang kau lakukan pada perusahaan milik calon mertuamu."
Rei kemudian menceritakan semua upayanya untuk merebut kembali perusahaan calon mertuanya yang telah direbut oleh tuan Bagaskara.
Kedua orangtuanya sangat bersyukur karena mereka sudah mewujudkan kembali apa yang telah hilang dari hidup Malika.
Ketika Rei memencet nomor telepon Malika yang ada di ponselnya dengan sigap papinya merebut ponsel milik putranya tersebut.
"Jangan melanggar adat Rei, ini sudah aturan yang berlaku di negara kita nak, kau harus menunggu sampai hari di mana calon mertuamu menyerahkan putrinya secara syah di hadapan Allah," ucap tuan Romi yang menghalangi putranya melakukan video call dengan kekasihnya.
"Yah papi, rasanya mau kiamat kalau belum melihat wajah cantik Malika," ucap Rei mulai ngambek pada papinya.
"Eh, anak nakal tidakkah kau lihat dia sudah bersama dengan penjaganya lagi?, kamu tidak bisa melakukan seenaknya lagi pada Malika karena tuan Daniel bisa menerkammu nanti," ucap tuan Daniel lalu terkekeh menggoda putranya yang mulai cemberut.
"Yah nasib..nasib, begini nih nggak enaknya kalau jalanin ritual adat yang menyiksa," ucap Rei lalu membenamkan wajahnya ke bantal.
Kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putra mereka yang masih ngambek. Keduanya meninggalkan kamar putranya untuk mengurus lagi acara selanjutnya.
__ADS_1
🔥Yang merasa tersentuh di episode ini tolong like dan comen ya say🔥