
Tidak ada cinta tanpa sebuah pengorbanan, apapun cara pasangan untuk mengungkapkan perasaan mendalam mereka dengan sebuah pengorbanan, untuk itu perjuangan di mulai entah dengan hal yang sederhana atau mungkin juga dengan cara mempertaruhkan perasaan, air mata, materi, darah bahkan nyawa sekalipun akan diberikannya hanya untuk sebuah cinta semata. Kini perjuangan yang akan dilakukan oleh seorang anak manusia harus berkorban untuk memenangkan cintanya untuk seorang gadis pujaannya.
Reinaldi telah menyelidiki kasus penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh asisten Rama kepada keluarga Malika, Rama yang telah memanipulasi data kepemilikan perusahaan Cyber IT Anjastara group yang bekerja sama dengan tuan Bagaskara seorang mafia perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dalam mengelola perusahaan Cyber.
Karena persaingan bisnis dan juga tergiur dengan keuntungan perusahaan yang akan mereka dapatkan maka segala cara telah mereka tempuh untuk mendapatkan keabsahan pemilik baru perusahaan Cyber IT Anjastara menjadi Cyber IT Bagaskara group yang dipimpin oleh tuan Ardian. Rei memanggil asisten Raffi untuk ke ruang kerjanya. Asisten Raffi sudah berada di depan pintu ruang kerja Rei, pintu dibuka, masuklah Raffi menemui bosnya tersebut.
"Selamat pagi bos!"
"Selamat pagi Raffi!
Apakah sudah ada perkembangan penyelidikanmu pada perusahaan milik keluarga tunanganku Malika?"
"Sudah bos, semuanya sudah saya telusuri, beberapa bulan terakhir ini perusahaan itu tidak bisa melakukan produksi ponsel terbaru yang mereka gadang-gadangkan sebagai ponsel dengan memiliki teknologi canggih lebih hebat dari pada ponsel yang sudah dipasarkan oleh perusahan lain yang sama produknya.
Saya sudah mencari penyebabnya bisa menjadi salah satu jalan untuk mencegah bisnis yang stagnan. Umumnya beberapa penyebab ini bisa karena produk yang ditawarkan kurang sesuai, layanan yang kurang memuaskan, hingga harga dan kualitasnya yang kurang baik.
Sejauh ini banyak relasi perusahaan yang terjalin dengan perusahaan tersebut, sebelumnya menarik diri, dan perusahaan itu sekarang sudah di ambang bangkrut dan tuan Ardian Bagaskara ingin menjual semua sahamnya dengan menawarkan nilai saham yang paling tinggi kepada perusahaan bonafid lainnya walaupun dia mengetahui perusahaan Cyber IT Anjastara group yang sebelumnya tidak bisa di selamatkan walaupun pengadilan niaga setempat sudah memvonis kalau perusahaan itu sudah bangkrut.
Rei mendengar apa yang disampaikan oleh asisten Raffi dengan menyungging kan bibirnya, keinginannya untuk merebut kembali perusahaan tunangannya itu sudah ada di depan mata. Dia menyambut kabar baik itu dengan meminta Raffi membeli kembali semua aset milik Malika yang dicuri oleh asisten Rama dan tuan Bagaskara.
"Raffi, beli semua saham serta aset milik mereka dengan harga yang mereka tawarkan tapi jangan biarkan asisten Rama meninggalkan kota Jakarta atau negara ini, aku ingin melakukan perhitungan dengan manusia berbulu domba itu.
Raffi hanya mengangguk apa yang diperintahkan oleh tuannya lalu segera meninggalkan ruang kerja Rei, tapi saat hendak membalikkan badannya, Rei menyeru Raffi untuk berhenti.
"Tunggu Raffi, ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan, jatuhkan perusahaan Bagaskara group seperti dia menghancurkan perusahaan kekasihku, ajak semua mitra usahanya untuk kembali bergabung dengan perusahaan Malika, suntikan dana yang besar pada perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Bagaskara group, supaya semua perusahaan yang mendukungnya akan meninggalkannya, tawarkan saham dari perusahaan kita untuk mereka yang bersedia membuka mulut tentang permainan kotor yang selama ini sering dilakukan tuan Ardian Bagaskara.
Lelaki brengsek itu harus mendekam di penjara bersama asisten Rama.
Saya minta dalam tiga hari laporan perusahaan Malika sudah berhasil kamu dapatkan. Kerahkan semua anak buahmu untuk membantu pekerjaanmu agar lebih cepat diselesaikan. Dan aku tidak mau mendengar kata gagal dalam misi rahasia ini."
"Baik tuan segera saya laksanakan rencana apa yang anda minta, mohon doanya semoga sesuai dengan ekspektasi anda, saya permisi tuan," ucap Raffi pamit dari hadapan bosnya dengan sedikit membungkukkan punggungnya pada Rei.
Rei menelepon relasi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Bagaskara untuk meminta perusahaan-perusahaan tersebut mau bekerjasama dengan perusahaannya, alhasil beberapa perusahaan itu antusias menerima tawaran Rei, karena bagi mereka tawaran dari seorang CEO muda yang memiliki raja bisnis yang sudah menguasai dunia Eropa dan Asia timur, Jelas ini membuat perusahaan mereka bukan hanya membawa keberuntungan tapi juga akan menuai keuntungan yang berlipat ganda pada perusahaan yang akan mereka kembangkan nanti.
Langkah awal ini yang akan diambil lebih cepat oleh Rei sebelum dijalankan oleh asisten Raffi, Rei merasa apabila dirinya yang langsung menghubungi perusahaan-perusahaan itu maka perusahaan-perusahaan itu akan tunduk pada perintahnya, karena pengaruhnya yang sangat kuat dalam mengusai pasar modal saham dunia.
🌷🌷🌷
Tuan Bagaskara yang mengetahui laporan keuangan dari beberapa perusahaan miliknya tersentak kaget ketika membaca laporan itu, kini dirinya harus mengalami dilema karena perusahaan miliknya dengan perusahaan yang baru dikuasainya sama-sama mengalami bangkrut dan jatuh pailit dalam waktu bersamaan, apa lagi aset miliknya yang lain dikabarkan sudah disita oleh Bank membuatnya tidak bisa berkutik, dia mencoba menghubungi semua relasi perusahaan lain namun dalam sekejap semua perusahaan itu menolak tawarannya bahkan menolak untuk tidak membantunya dalam hal apapun. Lelaki yang terkenal sebagai pemimpin mafia ini akan dikucilkan oleh orang-orang yang awalnya sangat segan dengan lelaki kejam ini, pamornya telah hilang dan para koneksinya tidak lagi menganggapnya ada membuat tuan Bagaskara mengamuk di ruang kerjanya.
"Sialan!
Kemana para bajingan yang selalu jadi penjilatku, berani sekali mereka bermain-main dengan seorang Ardian Bagaskara," ucapnya sambil menggebrak meja dengan mulut yang mengatup rapat dengan menggemeretakkan giginya."
__ADS_1
Asisten Rama masuk ke ruangan tuan Bagaskara dengan wajah pucat, ucapannya yang terburu-buru dengan nafasnya yang tersengal-sengal ketika berbicara dengan tuan Bagaskara.
"Maaf tuan, ada pengadilan negeri di wilayah setempat datang untuk menyita semua dokumen perusahaan kita," ucap Rama pada tuan Bagaskara.
"Apa??
Mereka sudah di sini?, mengapa kau biarkan mereka masuk ke perusahaanku?"
" Maaf tuan mereka datang dengan membawa surat perintah pengadilan tuan, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa," ucap asisten Rama dengan suara bergetar.
Tidak lama pintu ruangan tuan Bagaskara di ketuk, karena tidak ada reaksi dari dalam ruangan, pintu itu di buka oleh petugas pengadilan.
"Selamat siang tuan Bagaskara kami dari Pengadilan Negeri setempat akan melakukan proses penyitaan semua berkas yang memiliki dokumen rahasia perusahaan ini untuk di bawa ke pengadilan sebagai proses penyelidikan lebih lanjut dan ini surat perintahnya," ucap pak Asril dengan memperlihatkan surat perintah penyitaan tersebut.
"Atas dasar apa kalian ingin memeriksa dokumen perusahaanku?," tanya tuan Bagaskara yang tetap tenang menghadapi para petugas pengadilan sudah ramai di ruang kerjanya bahkan di ruang arsip perusahaan.
"Ada laporan dari dalam perusahaan ini bahwa anda sudah memanipulasi data kepemilikan perusahaan yang sebelumnya adalah milik tuan Daniel Anjastara."
Tuan Bagaskara terperanjat dari duduknya lalu mengernyitkan dahinya menatap tajam wajah pak Asril petugas pengadilan itu dengan tatapan intimidasi.
"Saya pasti sudah difitnah dan saya harap anda tunjukkan buktinya siapa orang yang sudah tega memfitnah saya!," ucap tuan Bagaskara menatap garang kepada para petugas pengadilan.
Saat petugas pengadilan itu belum siap untuk menjawab pertanyaan tuan Bagaskara, seorang wanita cantik memasuki ruangan itu dengan menjawab tegas pada tuan Bagas kara.
Aku yang telah melaporkan aksi kotor anda tuan Bagaskara yang terhormat. Andalah yang telah merebut perusahaan ini secara licik dan otak utama dari semua kekacauan ini adalah dia pak karena dia yang mencoba merayu asisten Rama untuk mengkhianati tuan Daniel, dan dia juga yang telah menyerang kediamannya tuan Daniel dan satu hal lagi mereka juga yang telah merencanakan pembunuhan atas nona Malika putri dari tuan Daniel, sekarang wanita itu tidak diketahui rimbanya sampai saat ini," ucap Aida sengit saat membongkar semua kejahatan yang dilakukan oleh asisten Rama dan tuan Bagaskara.
Belum juga keduanya membela diri datang lagi tiga orang polisi yang ingin menangkap tuan Bagaskara dan asisten Rama.
"Selamat siang tuan Bagaskara dan tuan Rama kami dari kepolisian membawa surat perintah penangkapan anda atas tuduhan penculikan dan penyerangan nona Malika dan putranya sekitar lima bulan yang lalu. Anda berhak didampingi pengacara anda," ucap petugas polisi tersebut dengan memerintahkan dua anak buahnya untuk membekuk kedua tersangka yaitu tuan Bagaskara yang asisten Rama.
Keduanya di bekuk dengan tangan diborgol, lalu digiring oleh petugas polisi itu keluar dari perusahaan dengan wajah tertunduk malu. Aida tersenyum puas karena pengorbanannya untuk melindungi perusahaan milik keluarga sahabatnya berjalan dengan baik.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah telah melindungiku dan memudahkan setiap urusanku..aamiin," doa Aida dengan suara lirih.
🌷🌷🌷🌷
Para karyawan perusahaan Cyber IT kembali ke meja kerja mereka tidak terkecuali Aida, sekertaris Malika ini duduk di kursi kebesarannya dengan wajah termenung, tapi saat dia ingin meraih ponselnya datanglah dua orang laki-laki tampan yang tidak dikenalinya. Dua lelaki itu memberikan salam pada Aida dan Aida menerima mereka sebagai tamu perusahaan di ruang tamu milik perusahaan. Dua lelaki tampan itu adalah Tuan Reinaldi dan asisten Raffi.
"Selamat siang nona!," sapa asisten Raffi menyapa Aida yang sudah berdiri di tempatnya.
"Selamat siang!," ucap Aida dengan tersenyum ramah menyambut tamunya itu.
"Perkenalkan nama saya Raffi dan saya adalah asisten dari tuan Reinaldi, beliau ini pemilik perusahaan maskapai penerbangan JANE air," ucap Raffi sambil memperkenalkan tuan Reinaldi.
__ADS_1
Ketiganya saling bersalaman dengan menyebutkan nama masing-masing lalu kembali duduk di sofa.
"Maaf apa yang bisa saya bantu tuan Reinaldi?"
"Begini nona Aida, saya ke sini ingin menanyakan status perusahaan ini," tanya Reinaldi dengan sikap serius.
"Ini masih dalam proses hukum, jadi saya belum bisa memastikan keabsahan pemilik perusahaan ini, dan saya sebagai sekertaris nona Malika sampai saat ini belum tahu keberadaan bos saya itu," ucap Aida sedih.
Aida menceritakan bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan semua bukti kejahatan yang dilakukan tuan Bagaskara dan asisten Rama dengan berpura-pura menjadi sekutu mereka, itu juga atas perintah Malika.
Tuan Reinaldi mulai mengerti semua penjelasan Aida, dia lalu tersenyum dan memberi aplause kepada Aida atas keberanian gadis ini mempertahankan milik bosnya dengan mengorbankan nyawanya demi mendapatkan kebenaran. Tapi tidak bagi Raffi lelaki ini hanya menatap wajah cantik Aida tanpa berkedip membuat Reinaldi berdehem untuk menyadarkan asistennya ini dalam lamunannya.
Raffi seketika memalingkan wajahnya dengan berpura-pura batuk, Rei terkekeh melihat tingkah asistennya ini yang langsung kesetrum maniknya melihat wanita cantik di hadapan mereka.
"Tuan Rei kalau di izinkan anda saya ingin menikahi gadis ini sekarang juga," ucap Raffi yang sudah panas dingin dengan pesona Aida."
"Cih!, kau ini menggampangkan wanita, kamu kira beli kacang rebus langsung bungkus terus bawa pulang?"
Raffi menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengambil berkas yang tadi di bawah olehnya pada Aida.
"Nona Aida saya ingin ikut terlibat dalam proses pengadilan untuk mendapatkan lagi hak Malika sebagai pemilik perusahaan Cyber IT Anjastara group karena saya adalah tunangan nona Malika Andira putri Daniel Anjastara," ucap Reinaldi dengan percaya diri.
"Apa?
Jadi tuan Reinaldi mengetahui keberadaan nona Malika bos dan sahabat aku?," tanya Aida dengan wajah heran setengah tak percaya atas ucapan Reinaldi barusan.
"Dia sekarang berada di rumahku dan tinggal bersamaku, insya Allah sebentar lagi kami akan menikah."
"Apakah dia mau menikahi anda dalam keadaan dirinya yang sangat menyedihkan seperti sekarang ini?
Kehilangan kedua orang tua, perusahaan, mansion dan putranya dalam waktu singkat?"
"Untuk itu saya mendatangi anda untuk meminta bantuan anda menolong saya untuk mendapatkan kembali hak Malika yang telah dirampas oleh manusia-manusia bodoh itu.
Apakah anda bersedia membantu saya menjadi saksi atau apa saja saat ada di persidangan nanti."
"Tanpa dimintapun, toh itu sudah menjadi tugas saya sebagai sekertaris dan saudaranya nona Malika," ucap Aida dengan penuh penekanan pada kata-katanya.
"Tapi saya harap anda rahasiakan semua ini dari Malika dan mohon anda jangan dulu menyebarkan informasi ini kepada siapapun mengingat Malika masih dalam keadaan labil," pinta Rei dengan mengatupkan kedua telapak tangannya pada sekertaris kekasihnya ini.
"Baiklah tuan, saya janji sampai keadaan perusahaan ini kembali stabil, asalkan anda bersedia mempertemukan saya dengan nona Malika," pinta Aida dengan penuh kerinduan pada Malika.
"Anda akan bertemu dengannya saat kami gelar pernikahan yang sebentar lagi akan di adakan, mohon doanya semoga semuanya lancar sampai hari H, saya juga sekalian mohon pamit karena ada janji lain dengan klien saya siang ini."
__ADS_1
Tuan Reinaldi dan asisten Raffi meninggalkan perusahaan Cyber IT Anjastara group, keduanya sudah kembali ke kantor, hanya menunggu proses perkara perusahaan milik tuan Daniel yang akan di sidangkan minggu depan di kantor kejaksaan Jakarta Selatan.