Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
"MENGINAP"


__ADS_3

Anak-anak berlari meneriaki eyang utinya setelah turun dari mobil. Nyonya Alea, melihat cucu-cucunya menghampiri mereka. Pelayan siap mengeluarkan koper majikannya. Rei dan Malika saling merangkul pundak mereka, Melihat kegirangan anak-anak bertemu dengan eyang putrinya.


"Eyanggg!" panggil mereka serentak.


"Eh, cucu-cucu eyang makin besar, cantik dan tampan." puji nyonya Alea menyambut ketiga cucunya."


"Eyang aku punya Barbie baru eyang," pamer Tania.


"Aku punya ponsel baru, tadi dikasih sama eyang kakung, iyakan eyang," tanya Ezra pada tuan Daniel.


"Rania juga punya ponsel baru wehh," ucap Rania sambil menjulurkan lidahnya ke abangnya Ezra.


"Eh Rania nggak boleh begitu sama abang Ezra, ayo minta maaf," ucap Malika mengingatkan putrinya.


"Ayo masuk dulu, eyang sudah masakin kesukaan kalian." pinta nyonya Alea kepada ketiga cucunya.


"Tania mau berenang eyang," rengek Tania pada eyang utinya.


"Entar sore saja sayang sama daddy, sekarang lagi panas mataharinya, nanti wajah Tania jadi jelek lho!" ucap Rei menasehati Tania.


"Daddy jahat ngatain Tania jelek, Tania cantik seperti mommy," ngadu Tania membuat yang lain terkekeh.


"Iya dong, cucu oma semuanya cantik, Tania dan juga Rania." hibur nyonya Alea pada si kembar.


"Eyang Kakung nanti malam kita bangun kemah ya, Ezra mau jadi anak pramuka.


"Besok malam saja, jangan sekarang, eyang kakung belum membeli tendanya sayang." ucap tuan Daniel pada cucunya Ezra.


Semuanya sudah berkumpul di meja makan, Malika melayani suaminya lalu kedua orangtuanya setelah itu ketiga anaknya kemudian untuk dirinya.


"Sekarang, baca doa dulu sebelum makan." ucap tuan Daniel kepada keluarganya.


Doa dipimpin oleh tuan Daniel sedangkan yang lain hanya menengadahkan kedua tangan mereka. Kemudian mereka menikmati hidangan makan siang dengan tenang. Malika merasakan kembali kebersamaan dengan orangtuanya setelah enam tahun pernikahannya dengan Rei.


Usai makan siang, mereka berkumpul di ruang keluarga dan saling bercerita. Rei yang ingin banyak tahu tentang perusahaan Cyber IT milik mertuanya sibuk bertanya tentang dunia yang sangat menarik minatnya itu.


Banyak sekali hal-hal baru yang di sampaikan oleh papa mertuanya kepada dirinya. Rei nampak menyimak setiap penjelasan dari mertuanya bagaimana mereka mampu meretas berbagai kejahatan yang berhubungan dengan dunia teknologi.


Ini pengelaman baru baginya. Rencana Rei untuk membangun ruang CCTV seperti milik Malika yang ada dalam bungker di sanggupi mertuanya. Semua harus melalui prosedur hukum dan mentaati peraturan undang-undang ITE.


🌷🌷🌷


Keesokan harinya, tuan Daniel meminta pelayannya membangun tenda di halaman belakang mansion untuk ketiga cucunya. Ezra ikut sibuk membantu para pelayan untuk membangun tenda. Gayanya seperti bos besar yang sedang mengarahkan para pelayan itu untuk mengikuti sarannya.


"Om, Ezra mau pintu keluarnya menghadap timur dan di pinggirnya di kasih garam. Nanti malam buatkan aku api unggun. Bawakan kantong selimutku dan juga bantalku. dan jangan lupa makanan ringan dan minuman air mineral. Semuanya harus sudah tersedia disini." titah Ezra kepada pelayan eyangnya.


"Siap tuan muda."


Semua permintaan Ezra sudah tersedia di tenda itu. Ezra tersenyum puas melihat tendanya sudah berdiri. putra Rei ini memeriksa segala sesuatunya yang sudah disiapkan oleh pelayan. Ia kembali berbicara dengan beberapa orang pelayan itu.


"Pekerjaan kalian sangat rapi, aku suka cara kerja kalian, nanti aku akan minta uang ke daddyku untuk membayar kalian." ucap Ezra membuat para pelayan yang ada di luar tenda, menahan tawa karena mereka tidak menyangka anak sekecil itu berani mengatur mereka yang jauh lebih tua dari usianya.

__ADS_1


"Tuan muda, apakah ada lagi yang bisa kami bantu?" tanya pelayan Wawan.


"Untuk saat ini cukup, aku mau beristirahat di tendaku, jangan mengangguku kecuali ada hal yang sangat penting, kalian mengerti?" ucap Ezra kepada pelayan dengan so dewasanya.


"Iya tuan muda kami mengerti."


"Kalau begitu tinggalkan aku, nanti aku hubungi kalian kalau aku butuh sesuatu. Cukup dua orang saja yang menjagaku di sini dan yang lainnya kembali ke tugas kalian masing-masing." perintah Ezra kepada para pelayan eyang utinya.


"Baik tuan muda, kami permisi dulu."


"Silahkan!" ucap Ezra datar.


Setelah jauh dari tenda Ezra, para pelayan itu tertawa terbahak-bahak.


"Eh, kamu lihat nggak tadi tuan muda kita itu, gayanya ampun deh ngalahin orang dewasa, bagaimana nanti kalau dia sudah beranjak remaja, kecil-kecil begitu cara bicaranya membuat kita sampai bergidik." ucap Anton sambil tertawa.


"Kamu tahu, aku sampai bengong mendengar dia berbicara layaknya orang dewasa kepada kita. Antara lucu dan kagum juga gemas sama kelakuannya tuan muda kita itu."


Mendengar pelayannya sedang membicarakan putranya, membuat Malika penasaran, ia memanggil keempat orang pelayan itu untuk menghampirinya.


"Bisa saya bicara dengan kalian sebentar." tegur Malika ketika pelayan itu melintas di hadapannya.


"Eh, nona muda, maafkan kami, kami tidak tahu kalau nona muda ada di sini.


"Apa yang sedang kalian bicarakan barusan?" tanya Malika penuh selidik kepada pelayannya.


"Maaf nona muda kami tadi merasa lucu saja sama tuan muda Ezra." jawab pelayan Rayan.


"Ada apa dengan putraku sampai membuat kalian tertawa seperti itu?"


"Apakah kalian tahu kalau Ezra memiliki kemampuan otaknya melebihi mahasiswa yang sudah mencapai tingkat akhir?"


"Apa?" maksud nyonya tuan muda Ezra sangat jenius?"


"Iya, jangan menertawakannya, karena kemampuannya itu membuat perubahan sikapnya kadang seperti orang dewasa dan kadang kembali menjadi dirinya sendiri."


"Baik nona muda kami tidak akan lagi menertawakannya."


"Kembalilah ke tugas kalian dan ikuti saja permintaan putraku."


🌷🌷🌷🌷


Malam tiba, keluarga tuan Daniel sudah duduk mengelilingi api unggun yang telah dinyalakan oleh pelayan. Anak-anak tampak antusias melihat api itu, mereka meminta daddynya menyanyikan sebuah lagu. Tapi Rei bukan menyanggupinya malah meminta Ezra yang menyanyikan lagu untuk mereka.


"Daddy ayo daddy nyanyikan lagu buat kita semua." pinta Ezra kepada Rei.


"Kamu dong yang harus bernyanyi untuk daddy, mommy, eyang kakung dan eyang uti." timpal Rei pada putranya Ezra.


"Tapi nanti gantian sama daddy ya nyanyi."


Ezra bersiap untuk mempersembahkan lagu kepada semuanya. Ia menarik nafas lembut kemudian mengucapkan kata-kata indah untuk daddynya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, selamat malam semuanya." ucap Ezra yang mulai membuka acara.


"waalaikumuslam, selamat malam Ezra."


"Lagu ini, akan Ezra persembahkan untuk daddy dan eyang kakung karena mereka adalah ayah terbaik untuk aku dan mommyku."


"Judul lagunya yaitu Ayah."


Engkaulah nafasku


Yang menjaga di dalam hidupku


Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik


Kau tak pernah lelah


Sebagai penopang dalam hidupku


Kau berikan aku semua yang terindah


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Kau tak pernah lelah


Sebagai penopang dalam hidupku


Kau berikan aku semua yang terindah


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Tidak terasa semuanya meneteskan air mata haru. Suara indah Ezra membuat Malika memeluk papanya. Sedangkan Rei menghampiri putranya sambil menangis memeluk putranya.

__ADS_1


Nyonya Alea memeluk kedua cucu kembarnya yang juga ikut menangis. Lirik lagu yang sangat menyentuh bagi mereka yang mendengarnya, betapa seorang ayah telah menjadi panutan untuk putranya. Acara kemping itu ditutup dengan lagu lainnya yang dinyanyikan bersama anggota keluarga. Mereka kemudian masuk ke dalam tenda Ezra yang cukup lebar dan makan malam di sana yang sudah disiapkan oleh pelayan mereka.


Usai makan Ezra meminta daddynya menginap didalam tendanya bersama mommynya. Mereka akhirnya tidur bersama di dalam tenda bersama si kembar.


__ADS_2