Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
PENCARIAN


__ADS_3

Tuan Romi adalah seorang mantan mafia yang sudah meninggalkan dunia hitamnya karena ingin hijrah di jalan Allah, tapi melihat calon menantunya Malika yang masih belum kelihatan bahagia membuat hatinya gusar ingin melakukan sesuatu untuk calon menantu cantiknya tersebut.


Tuan Romi menggunakan koneksinya, meminta tuan Alex untuk melakukan pencarian kedua orang Malika di tempat terakhir kali hilang kontak dengan menara ATC bandara dengan pesawat jet milik pribadi tuan Daniel.


Alex merupakan mantan asisten tuan Romi selama dirinya menjadi ketua mafia, saat dirinya ingin mengundurkan diri dari dunia mafia ia memberikan tahtanya itu kepada seorang Alex yang di nilainya memiliki potensi dan kapasitas sebagai pemimpin mafia.


Alex yang awalnya tidak menyangka dirinya akan dinobatkan menjadi pemimpin mafia baru di klan macan menggantikan tuan Romi, dirinya tidak henti-hentinya berterima kasih mendapatkan kepercayaan besar dari tuannya itu. Alex berjanji tetap mengutamakan kepentingan mantan bosnya itu jika dirinya dibutuhkan dalam situasi apapun.


Sudah dua bulan Alex dan teamnya melakukan pencarian, menyisiri semua titik awal jatuhnya pesawat jet pribadi tuan Daniel, berkat banyaknya petunjuk dengan alat lacak yang sangat canggih yang mereka miliki, akhirnya ditemukan juga kotak hitam milik pesawat jet pribadi tersebut.


Kotak hitam tersebut dibawa oleh Alex ke tempat laboratorium khusus milik tuan Romi di negara Jerman untuk dilakukan penelitian oleh team ahli. Tapi yang dibutuhkan sekarang ini adalah pencarian kedua orangtua Malika yang mungkin masih hidup.


Team Alex bergerak ke pulau Karimun yang berbatasan langsung dengan perbatasan laut Jawa barat dan pulau Nusa Kambangan yang menjadi titik pencarian kedua orang tua Malika.


Setelah dilakukan pencarian selama satu bulan di mana bangkai pesawat jet pribadi milik tuan Daniel ditemukan maka pencarian di perluas di berbagai tempat di pesisir pantai tersebut. Team dari pihak Alex mendapatkan sinyal yang sudah dipindai oleh alat pelacak dengan jam tangan yang dipakai oleh tuan Daniel. Kehebatan alat pelacak yang sengaja dipasang pada aksesoris di tubuh tuan Daniel dan istrinya berupa jam tangan sangat membantu mereka menemukan kedua orangtua itu di pulau karimun yang penduduknya tinggal di sekitar bibir pantai.


Alex dan teamnya bernafas lega setelah pencarian mereka selama dua bulan berhasil. Alex langsung menghubungi tuan Romi mantan bosnya itu.


"Selamat siang bos!"


"Selamat siang Alex!"


"Apa ada kabar baik untukku hari ini Alex?"


"Tentu saja bos, kami berhasil menemukan titik sinyal yang terlacak oleh team kami kepada sahabat anda tuan Daniel dan istrinya. Tapi kami belum bertemu dengan keduanya karena ingin menanyakan dulu perintah selanjutnya dari anda bos."


"Alhamdulillah, terimakasih Alex jangan dulu ada pergerakan lanjutan karena aku sendiri yang akan menemui keduanya, aku akan ke sana menggunakan helikopterku."


"Baik tuan kami akan menunggu kedatangan anda, kapal laut kami berada di tengah laut, mungkin anda bisa mendarat di landasan pacu di atas kapalku."


"Ok Alex, good job brother, thank you so much."


"You are wellcome Mr. Romi, see you tomorrow."


Keduanya menutup ponsel mereka bersamaan. Perasaan tuan Romi siang ini begitu bahagia, wajahnya makin cerah dengan senyum terukir di bibirnya membuat wajah itu makin tampan di usianya sekarang. Keceriaan tuan Romi mengundang kecurigaan istrinya yang dari tadi menatap suaminya yang sedang makan bersama keluarganya.


"Papi kenapa sih senyum-senyum sendiri?, apa ada yang papi sedang sembunyikan dari mami?, papi nggak sedang selingkuhkan?," tanya nyonya Ambar yang makin penasaran melihat rona wajah suaminya.


"Ada deh, rahasia dong," ucap tuan Romi dengan mengedipkan satu matanya ke arah istrinya.


Rei dan Malika yang berada di meja makan hanya saling menatap lalu keduanya tidak terlalu ambil pusing dengan pembicaraan tuan Romi dan nyonya Ambar. Keduanya lebih senang menikmati makan siang mereka dengan sesekali saling menatap dan menggoda menggunakan gestur tubuh mereka.


🌷🌷🌷


Nyonya Ambar yang masih penasaran dengan suaminya masih tetap ngotot agar suaminya mau menceritakan sesuatu yang sedang di sembunyikannya, tuan Romi mengajak istrinya masuk ke kamar mereka karena hal ini tidak mungkin disampaikan di depan Malika dan Rei putranya.

__ADS_1


"Sayang kita ke kamar saja, papi lagi kangen sama mami, kalau mau informasi yang komplit, pelayanannya juga harus komplit ya," goda tuan Romi seraya merangkul bahu istrinya.


"Cih, curang banget sih papi cuma cerita gitu aja minta imbalan," ujar nyonya Ambar dengan wajah setengah manja ke suaminya.


"Itu harus sayang, karena terlalu mahal informasi ini kalau diceritakan secara gratis, hmm!"


Wajah nyonya Ambar bersemu merah, mendengar rayuan maut suaminya yang sudah mulai aksi panasnya. Tidak dengan pasangan muda yang satunya, setelah makan siang lebih sibuk dengan urusan ponsel, keduanya tidak lagi berdebat tapi masih ada hal lain yang mereka bahas tentang konsep pernikahan sederhana mereka.


Malika dan Rei ingin hari sakral mereka cukup di hadiri keluarga besar dan kolega yang jumlahnya dibatasin sesuai dengan kapasitas taman di dalam area mansion sepanjang danau buatan dengan hamparan bunga yang sudah terhias ditangan para tukang kebun handal yang ada di mansion milik tuan Romi. Malika yang masih serius menatap ponselnya membuat Rei jengah, entah apa yang dirasakan lelaki tampan yang ada di hadapan Malika.


"Sayang!"


"Hmmm!"


"Bisakah matamu menatapku sebentar?," tanya Rei yang sudah hilang kesabaran terhadap tunangannya ini.


"Aku dengar ko sayang, katakan saja," ucap Malika tidak perduli pada Rei.


"Seandainya ponselmu bisa menggantikan diriku dengannya, aku rela sayang"


Malika meletakkan ponselnya lalu menatap Rei garang.


"Kamu maunya apa sih Rei, kenapa jadi bandingin ponselku dengan dirimu?," ucap Malika sambil mencebikkan pipinya.


"Ya enaklah jadi ponsel kamu, di pencet, di elus, kadang diciumin, apa nggak enak tuh, kalah aku sama ponselmu itu, makanya aku ingin jadi ponselmu aja," ucap Rei sembari berbaring di sofa yang didudukinya yang ada di taman belakang mansion.


Rei sangat gemas dengan tingkah Malika yang menggoda dirinya, dengan cepat Rei meraup wajah Malika menyambar bibir kenyal kekasihnya, lalu ******* bibir Malika. Malika yang kaget dengan ulah spontan kekasihnya ini, ingin segera menyudahi ciuman itu dengan mendorong tubuh kekar Rei, namun tenaga Malika yang tidak sepadan dengan pelukan Rei membuatnya menyerah lalu ikut menikmati ciuman itu sampai keduanya kehabisan nafas.


Pelayan yang ada di sekitar taman sudah pergi menghindari sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta Itu bermesraan. Itu mereka lakukan karena merupakan salah satu aturan dalam mansion tuan Romi.


Jika ada pertemuan intim keluarga tuan mereka, maka para pelayan harus menjauhi tempat di mana anggota keluarga sedang bermesraan atau ada percekcokan pribadi.


🌷🌷🌷


Helikopter tuan Romi sudah mendarat di atas landasan pacu di area mansion tuan Romi. Tuan Romi yang sudah siap dengan segala perbekalannya menghampiri helikopter yang sedang menjemput dirinya.


Area sekitar landasan itu tampak ikut tertiup oleh baling-baling, tampak satu orang petugas helikopter turun dan berdiri di pintu helikopter untuk menyambut tuan Romi.


Nyonya Ambar hanya melepaskan suaminya pergi dengan berdiri tidak jauh dari helikopter, sedangkan Malika heran calon ayah mertuanya pergi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.


"Mamiii!!


"Papi mau ke mana?," teriak malika kencang karena suara helikopter yang memecahkan gendang telinga mereka sehingga tidak saling mendengar saat berbicara satu sama lainnya.


"Papi ada tugas penting sayang, tugas rahasia jadi kita nggak boleh tahu," jawab nyonya Ambar berbohong kepada Malika.

__ADS_1


Helikopter kembali naik lalu terbang membawa tuan Romi dengan 2 orang kru helikopter menuju pulau Karimun di mana tuan Daniel dan istrinya telah ditemukan oleh teamnya.


Helikopter sudah tiba di landasan pacu di atas kapal milik tuan Alex, tuan Romi turun dari helikopter dan di sambut oleh Alex yang sudah menunggunya di atas kapal.


Tuan Romi dan Alex berpelukan erat melepaskan rindu mereka yang sudah bertahun tahun jarang bertemu.


"Bos senang bertemu denganmu lagi, kamu makin tua bos tapi Kelihatan lebih gagah," ucap Alex menyalami mantan bosnya tuan Romi.


"Terimakasih Alex, setidaknya kamu sudah makin hebat di dunia kerajaan bisnis para mafia," ujar tuan Romi yang memeluk tubuh mantan anak buahnya.


"Apakah dua orang sasaran kita sudah tahu kedatangan kita ke sini?," tanya tuan Romi yang sedang memegang teropong ditangannya untuk melihat keadaan sekitar pantai di pulau Karimun.


"Hanya para nelayan saja bos yang melintas di dekat kapal kami bos tanpa ingin menganggu kegiatan kami."


"Ayo kita bergerak mumpung masih terang, kita harus menjemput dua orang target kita, siapkan team dokter dan peralatan medis yang mungkin akan dibutuhkan di sana."


Tuan Romi, tuan Alex dan dua orang team menggunakan sekoci menuju pulau Karimun untuk menjemput kedua orangtua Malika yang di temukan di pulau tersebut.


Selang beberapa menit sekoci sudah berlabuh tepat di bibir pantai, banyak anak-anak dan orang dewasa yang mengerubuti sekoci mereka.


beberapa pengawal yang mengawal tuan Romi dan Alex siap mengamankan area di bibir pantai.


tuan Romi turun di bantu oleh Alex menapaki pasir pantai. Keduanya berjalan menyusuri ke arah rumah penduduk dengan mengikuti sinyal. Team dokter mengikuti keduanya dengan membawa perlengkapan mereka, makin dekat mereka berjalan makin jelas sinyal yang terpantau milik tuan Daniel yang ada di alat pelacak yang mereka miliki.


Sampailah mereka di sebuah gubuk sederhana milik seorang nelayan. Pemilik gubuk itu tersentak melihat orang baru yang ada di hadapannya lalu menghampiri dirinya yang sedang menjemur ikan asin yang sudah dikeringkan di balai-balai kecil depan gubuknya.


"Selamat siang tuan!"


"Selamat siang, kalian siapa mengapa datang ke gubukku?"


"Kami dari kota Jakarta sedang mencari dua orang yang mungkin terdampar di pulau ini," ucap tuan Romi menjawab pertanyaan pak nelayan yang usianya sekitar 60 tahun itu.


Saat pak nelayan ingin membalas jawaban atas pertanyaan tuan Romi, nampak seorang lelaki yang sedang berjalan dengan tongkat penyangga yang diapit di bawah ketiaknya yang kanan menatap ke arah tuan Romi dan teamnya.


Tuan Romi yang langsung mengenali sahabatnya itu lalu berteriak memanggil nama lelaki paruh baya itu yang tidak lain adalah tuan Daniel ayah Malika.


"Daniel, kaukah itu?," tanya tuan Romi dengan suara bergetar menahan haru.


"Romi, apakah kau sahabatku Romi?," tanya tuan Daniel dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Romi menghampiri sahabat itu dengan menghamburkan pelukan ke lelaki tampan yang sudah kelihatan kurus tidak terawat mengalami luka di beberapa bagian tubuh yang sudah mulai mengering. Tangis haru pertemuan dua sahabat itu terjadi begitu mengharukan orang- orang yang menyaksikan pertemuan mereka.


Tuan Alex yang juga mengenali tuan Daniel hanya menatap kedua sahabat itu melepaskan rindu mereka, saat keduanya menguraikan pelukan, keluarlah dua orang wanita yang salah satunya merupakan istri tuan Daniel nyonya Alea.


Nyonya Alea yang mengenal tuan Romi langsung terhenyak karena tidak menyangka sahabat suaminya ada di pulau ini juga. Nyonya Alea yang mengalami patah tulang pada lengan kirinya yang saat ini sedang dibalut kain yang di ikat di lehernya sebagai penyangga tangannya yang patah.

__ADS_1


Dua orang team dokter bergerak mendekati kedua pasien mereka untuk melakukan perawatan namun di cegah oleh tuan Daniel karena menghargai pak nelayan yang sudah berusaha mengobati luka mereka saat di temukan keduanya terombang ambing di tengah laut lepas berada di sayap pesawat yang patah untuk menopang tubuh mereka supaya tidak tenggelam.


__ADS_2