
Para team yang datang bersama tuan Romi dan Alex dipersilahkan duduk oleh tuan rumah di atas bale yang terbuat dari bambu untuk beristirahat, keluarga nelayan yang sederhana itu menyiapkan minuman hangat dan beberapa jenis cemilan seperti keripik pisang dan makanan umbi-umbian yang di rebus sebagai teman minum teh siang itu.
Setelah menunggu beberapa saat, keluarlah seorang gadis cantik anak pak nelayan yang membawa nampan yang berisi minuman sedangkan si ibu membawa cemilan dan rebusan umbi-umbian untuk para tamu.
Ketika gadis cantik yang usianya sekitar 22 tahun memberi gelas kopi untuk tuan Alex manik keduanya bertemu hingga membuat Alex menatap lekat wajah gadis desa yang begitu ayu membuatnya salah fokus sehingga pegangan gelas kopi sedikit tumpah di pahanya.
"Aduh aiiss," desis Alex menahan perih terkena tumpahan kopi yang masih panas itu, membuat gadis cantik ini kaget dan merasa bersalah.
"Oh maaf tuan saya tidak sengaja, maafkan saya," ucap gadis yang bernama Lili itu merasa salah tingkah dan juga takut menatap wajah Alex yang berubah memerah.
"Nggak apa cantik, saya yang salah seraya memegang salah satu tangan lili sambil tersenyum manis pada lili.
Panas tumpahan kopi ini tidak begitu terasa setelah aku menatap wajah cantikmu," ucap Alex yang sedang mengagumi kecantikan wanita dihadapannya ini.
Lili buru-buru masuk ke dalam rumahnya menahan malu tapi jantungnya yang hampir loncat dari tubuhnya mengingat perlakuan Alex padanya yang begitu lembut, membuat gadis ini tersenyum sambil menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya.
Dikamarnya Lili masih mengintip Alex yang sedang mengobrol dengan teman-temannya di depan rumahnya. Pria tampan ini di goda oleh teman-temannya yang sudah berani merayu putri nelayan tersebut.
"Ya Allah kenapa dia tampan sekali," gumam Lili yang memainkan anak rambutnya yang panjang.
Di ruang tamu tuan Daniel, istrinya dan tuan Romi sedang bercengkrama sambil menikmati kudapan yang sama yang disiapkan oleh lili dan ibunya.
Tuan Romi mulai membuka suara menanyakan tentang kecelakaan pesawat jet pribadi milik sahabatnya yang menimpa mereka.
Tuan Daniel mengenang lagi peristiwa yang hampir merenggut nyawa dia dan istrinya, peristiwa yang mengerikan itu terjadi saat keduanya akan kembali lagi ke Jakarta pasca mengikuti prosesi pemakaman ayahanda nyonya Alea di Jogjakarta.
"Kejadiannya sangat cepat, saat pesawat kami sudah berada di ketinggian beberapa ratus kaki di atas permukaan laut tiba-tiba pesawat itu mulai hilang keseimbangan dengan cepat, lalu badan pesawat jatuh menukik ke dalam laut," ucap tuan Daniel yang mulai mengenang kembali peristiwa naas itu.
"Karena hari sudah malam aku yang masih ada dalam badan pesawat karena seatbelt yang masih terikat di kursi pesawat, aku melihat istriku juga masih ada ditempatnya, aku membuka seatbelt milikku kemudian milik istriku.
Saat itu istriku tidak sadarkan diri karena kami berdua sudah memakai baju pelampung sebelum pesawat itu jatuh, jadi muda bagi kami untuk naik ke atas permukaan laut.
Ditengah laut yang sudah gelap saya yang melihat ada sayap pesawat mengambang di atas permukaan laut yang dekat dengan posisi saya, sambil menyeret tubuh istriku saya berenang meraih sayap pesawat tersebut sebagai pegangan untuk kami.
Ku angkat tubuh istriku untuk naik keatas patahan sayap pesawat itu. Tidak lama datanglah dua orang nelayan yang sedang memancing ikan malam itu berusaha menolong kami tubuh kami di pindahkan ke perahu mereka, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi."
Tuan Daniel lalu menangis saat mengenang lagi peristiwa itu dan istrinya mengusap punggung tangan suaminya ikut menangis.
__ADS_1
Tuan Romi menghela nafas berat lalu mengucapkan syukur kepada Allah yang telah melindungi sahabatnya.
"Alhamdulillah kalian masih di lindungi Allah dan Allah mengirimkan hambaNya yang lain untuk menolong kalian.
Tapi bagaimana bisa jam tanganmu tidak terlepas saat itu, kamu tahu, berkat jam tanganmu yang kamu, kami bisa melacak keberadaanmu di pulau ini. Alat pelacak yang miliki mampu menangkap sinyal pada alat pelacakmu dan kami bisa menemukanmu," ucap tuan Romi yang sangat kagum dengan kehebatan bos pemilik perusahaan Cyber IT group Anjastara ini sekaligus sahabatnya.
"Alhamdulillah jam ini tidak terlepas dari pergelangan tanganku karena satu-satunya alat pelacak yang bisa dilacak oleh peralatan canggih," ucap tuan Daniel.
"Mengapa kamu tidak melakukan upaya untuk mencari bantuan setelahnya saat kamu mengetahui keberadaanmu yang sudah selamat dari kecelakaan supaya orang-orangmu bisa menjemput kalian di sini," ucap tuan Romi yang masih merasa bingung karena tuan Daniel tidak melakukan upaya untuk menghubungi keluarganya.
"Saya sudah mengetahui permainan licik yang dilakukan oleh asistenku yang sudah merencanakan kejahatannya untuk mencelakaiku.
Saya tahu ketika saya ingin mematikan ponselku ada pesan masuk dari asisten Rama, aku membukanya dan membaca pesan itu bahwa sebentar lagi pesawat jet kami akan jatuh dan kami akan mati dengan begitu dia akan mengusai perusahaanku setelah menyingkirkan Malika putriku," kenang tuan Daniel lalu mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya yang sudah meletup-letup mengusai dirinya.
"Entah bagaimana nasib putriku, apakah dia sudah melahirkan dengan selamat, kami tidak tahu dan takut ingin mencari tahu makanya kami memilih bersembunyi dulu di sini sampai keadaan kami benar-benar pulih," ucap nyonya Alea yang sedih mengingat putrinya.
Tuan Romi yang mendengar kekuatiran istri sahabatnya mengingat nasib Malika langsung menenangkan nyonya Alea. Dia menceritakan segala sesuatunya yang terjadi pada Malika dan putranya Rei.
Mendengar penuturan tuan Romi, tuan Daniel dan istrinya sangat shock lalu mereka juga bersyukur putri mereka Malika berada di tangan orang yang tepat walaupun ada guratan kekecewaan di wajah kedua orangtuanya Malika pada putra sahabatnya ini.
🌷🌷🌷
"Sore bos Romi!, maaf saya menganggu perbincangan kalian, sebaiknya kita cepat kembali ke kapal karena hari sudah mulai gelap, entar lagi arus air laut akan mengalami pusaran arus. Kita harus segera berangkat," ucap Alex mengingatkan bosnya.
"Tuan Daniel dan nyonya Alea kami datang menjemput kalian, tolong persiapkan diri kalian," ucap tuan Romi yang sudah berdiri ingin melangkah kakinya keluar dari rumah sederhana milik pak nelayan.
Pak Taher dan keluarganya hanya melihat kesibukan kegiatan orang kaya ini berkemas. Tidak ada yang mereka bawa kecuali apa yang melekat di tubuh kedua orang tua Malika. Keluarga kecil itu melepaskan tuan Daniel dan istrinya dengan pelukan, ada rasa kehilangan mendalam yang dirasakan oleh mereka setelah sekian bulan mereka hidup bersama.
Keluarga sederhana ini sudah menganggap tuan Daniel dan istrinya seperti saudara. Saat ingin meninggalkan rumah itu nyonya Alea membuka liontin milik nya yang bermata merah delima lalu memakaikan ke leher ibu Aini dan gelangnya untuk gadis cantik pak nelayan yaitu Lili.
"Pakailah liontin ini Jeng, sebagai kenangan dariku, ini tidak seberapa dibandingkan dengan kebaikan dan ketulusan keluarga kalian terhadap kami," ucap nyonya Alea kepada bu Aini.
"Ya Allah jeng ini terlalu mahal dan saya nggak pantas memakai ini," ujar bu Aini yang sangat sungkan dengan pemberian dari nyonya Alea.
"Kalau jeng tidak ingin memakainya simpan saja sebagai kenangan dariku," ucap nyonya Alea yang memaksa ibu Aini menerima liontin pemberiannya.
"Terimakasih untuk semuanya pak Taher atas jasa-jasa kalian, karena kebaikan kalian kami masih bisa menghirup udara dunia, kami tidak akan melupakan semua yang telah kalian lakukan untuk kami. Insya Allah kalau ada kesempatan kami akan berkunjung lagi ke pulau ini," ucap tuan Daniel sembari memeluk pak Taher seorang nelayan yang telah menyelamatkan dirinya dan istrinya.
__ADS_1
Merekapun pamit meninggalkan rumah sederhana yang sudah menampung mereka selama beberapa bulan ini.
"Selamat tinggal semuanya, assalamualaikum,"ucap tuan Daniel pada keluarga pak Taher.
Keluarga pak Taher ikut mengantar suami istri itu sampai ke bibir pantai.
Karena ingin mengejar waktu, rombongan tuan Romi dan orang tua Malika berjalan cepat ke speed boat yang sudah menunggu mereka. Tapi ada seorang gadis yang merasa hatinya ikut pergi saat melihat sosok Alex yang baru dikenalnya siang itu, sedangkan Alex yang merasa hatinya telah dicuri oleh gadis anak nelayan tersebut merasakan perpisahan itu sangat menyakitkan bagi keduanya.
Speed boat itu mulai bergerak membawa mereka ke tengah laut menuju kapal pesiar milik Alex, tiba-tiba Alex melompat lalu berenang kembali ke bibir pantai menghampiri ke arah gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta, semua orang tersentak melihat sikap nekat Alex yang rela berenang kembali ke darat ingin mengejar jantung hatinya itu. Saat tiba di pinggir pantai, Alex meraih tangan Lili lalu mengatakan perasaannya pada gadis cantik yang mirip dengan artis Korea Jun ji hyun yaitu Lili.
"Lili!
Aku tahu ini terlalu cepat untuk kita, tapi aku harus mengatakan ini supaya dadaku merasa lega. Ketahuilah sayang, aku mencintaimu!, setelah urusanku selesai aku akan datang lagi menjemputmu sebagai pengantinku.
Tunggulah aku sayang, jaga dirimu, jagalah hatimu untukku, jagalah tubuhmu untuk slalu sehat, aku akan membawamu dari sini dengan izin ayahmu, berjanjilah padaku bahwa kau akan menunggu ku kecuali kau tidak mencintaiku," ucap Alex terburu-buru pada Lili yang nampak shock dengan pernyataan Alex yang spontan.
Speed boat yang membawa rombongan tadi kembali menjemput Alex, sedangkan Lili yang masih shock tidak bisa berkata apa-apa pada pria tampan yang sudah mengikat hatinya itu.
Alex sudah kembali naik ke speed boat dan saat speed boat itu bergerak Lili baru berteriak kepada Alex.
"Tuan Alexxxx!!
Aku mencintaimuuu!!
Aku Akan menunggumu di pantai iniii!!"
Alex sangat girang mendengar perkataan pujaan hatinya itu lalu tangannya di angkat lalu menempelkan jarinya ke bibirnya melakukan kissbye pada Lili.
Lili juga membalas hal yang sama yang dilakukan oleh Alex pada dirinya.
Lama kelamaan speed boat itu menjauh dan makin mengecil dari pandangan mata tapi masih bisa di lihat pergerakan rombongan itu menaiki kapal mewah milik Alex yang sudah mulai berlayar dengan membunyikan suaranya yang terdengar nyaring menandakan kapal akan kembali berlayar.
Tangis keluarga pak Taher pecah melepaskan kepergian orangtuanya Malika. Lili yang merasa kehilangan cintanya yang kembali berlayar berlari kembali ke rumahnya diikuti kedua orangtuanya. Perpisahan yang menyakitkan saat cinta diantara mereka sudah terjalin yang menyatukan jiwa mereka.
"Selamat tinggal kekasihku, aku akan kembali lagi ke pulau ini untukmu," ucap Alex bermonolog dengan tetap berdiri di palung kapal mewah miliknya."
Di Dalam kapal mewah tersebut, Tuan Romi meminta tuan Daniel dan istrinya untuk berobat di luar negeri, selain memulihkan kondisi tubuh mereka juga menghindari komplotan asisten Rama. Team medis yang ada di dalam kapal mewah itu mulai melakukan perawatan kepada kedua sahabat tuan Romi. Walaupun memiliki klinik kecil di dalam kapal mewah itu, namun fasilitas yang sudah dilengkapi semua kebutuhan alat medis yang memadai standar dunia kedokteran termasuk dokter ahli yang dipekerjakan oleh Alex sang mafia tampan itu, yang memiliki tubuh atletis, hidung mancung dengan tatapan mata tajam.
__ADS_1
Pria blasteran India, Amerika dan Indonesia ini sangat piawai dalam urusan bisnis dan hebat sebagai chief, ilmu bela diri yang dikuasainya adalah wushu. Di saat memasak pria ini nampak menerapkan ilmu bela dirinya dalam mengolah masakan, apalagi saat ini Alex sedang mengalami demam cinta membuatnya ingin memasak makanan apa saja untuk menyenangkan tamu-tamunya.
Kapal mewah itu terus berlayar meninggalkan pulau Karimun, meninggalkan sekelumit kenangan yang sudah terukir di sanubari Tuan Daniel dan nyonya Alea serta tuan Alex.