Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
"PENANTIAN"


__ADS_3

Laut yang terbentang indah tanpa batas dinding untuk menahannya, hanya barisan gunung dan pulau - pulau menghalanginya sebagai batas pemisah antara wilayah satu dan lainnya. Bau air laut begitu khas di penciuman, harum dan warnanya menyejukkan tiap mata yang memandangnya, laut salah satu bukti kuasa sang Pencipta menjadikan lautan dari awal terciptanya bumi dengan mendatangkan air dalam bentuk batu meteor dengan berjuta-juta meteor lalu jatuh ke bumi membentuk kolam besar kemudian menjadi lautan, awal terciptanya laut telah tersebut dalam Alquran, kitab umat muslim sedunia.


Tak jauh dari tepi laut, duduk seorang gadis yang menanti kedatangan kekasihnya yang sudah memberikan janji pada dirinya untuk kembali menjemputnya sebagai pengantin.


Gadis cantik anak pak nelayan ini duduk di atas salah satu perahu milik nelayan setempat yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya ditepi pantai setelah mendapatkan hasil tangkapannya.


Lili masih menatap laut itu di mana para nelayan sudah sibuk melempar alat pancing mereka dari kejauhan pandangan mata Lili.


Bukan sehari dua hari, dia menunggu kekasihnya datang, hampir tiap hari entah siang maupun malam, gadis ini tetap setia menanti janji kekasihnya.


Dengan bekal ponsel yang dibelinya untuk bisa mendengarkan setiap musik yang ada dalam ponsel untuk menemani kesepiannya. Malam ini langit nampak cerah, taburan bintang mengeluarkan cahaya kelap kelipnya sebagai penghias malam. Angin laut berhembus lembut, menerpa wajah ayu Lili. Lili kembali memutar lagu kesukaannya yaitu lagu Korea yang berjudul,


"Autumn in my heart"


Yang memiliki arti sebagai berikut;


Jangan berpaling dari ku!


Lihatlah ke mataku…!


Semua dunia terlihat putih


Apakah kau lupa dengan janji yang telah kau buat…?


Mengapa kau menyerah untuk diriku?


Kau berpaling dengan begitu mudah


Tetapi bagiku… itu sangat sulit


Dari awal


Kita saling mencintai, yang tidak boleh kita mulai


Air mataku telah menyatu,


dengan permintaan Bahwa aku tidak bisa


memberikan  diri ini lebih kepada dirimu


kau tidak boleh


menghilang dari kehidupanku


Ketahuilah bahwa kau adalah penerang Ku


Jika kau pergi,


maka kau mengambil seluruh duniaku


Jangan lupa bahwa semua itu akan hilang


Aku hanya ingin bernapas


Dari cinta mu...


Aku tersenyum setiap kali aku memikirkanmu


Hal itu begitu sulit bagiku


Aku menangis setiap kali aku memikirkanmu


Aku takut segalanya tentangmu


Jangan berpaling dari ku!


Lihatlah ke mataku…!


Semua dunia terlihat putih


Apakah kau lupa dengan janji yang telah kau buat…?


Mengapa kau menyerah untuk diriku?


Kau berpaling dengan begitu mudah


Tetapi bagiku… itu sangat sulit


Dari awal


Kita saling mencintai, yang tidak boleh kita mulai


Air mataku telah menyatu,


dengan permintaan Bahwa aku tidak bisa


memberikan  diri ini lebih kepada dirimu.


Lagu itu kemudian berakhir, lantunan setiap syair yang dinyanyikan seakan menyiratkan kerinduannya saat pada sosok lelaki tampan yang bernama Alex.


"Alex kapan kamu akan menemuiku sayang, tahukah kau saat ini aku sangat merindukanmu?, apakah kau juga merindukanku?," ucap Malika monolog. Hiks!..hiks!..hiks!"...


Gadis itu kembali menangis dalam kegelapan malam dibawah langit yang dinaungin bintang-bintang yang menerangi malam, tangisnya memecah kesunyian, kerinduan hatinya tidak lagi dapat dibendung nya pada kekasih yang baru sekilas dikenalnya namun mampu menggetarkan hatinya dalam hitungan waktu sesaat.


"Aku juga merindukanmu sayang," ucap Alex yang sudah berdiri dibelakang kekasihnya sambil berbisik dikuping sebelah kanan Lili yang sedang duduk diatas perahu nelayan sambil memeluk kedua lututnya.


"Hah!!, Alexxxx," pekik Lili girang yang langsung membalikkan tubuhnya, seakan tak percaya lelaki yang sangat dirindukannya ini sudah berada dihadapannya.


Alex tersenyum dengan wajah yang ikut muram melihat wajah gadisnya yang awalnya kaget berubah ceria menyadari kehadirannya.


"Apakah kamu sedang menungguku sayang," ucap Alex sambil melingkarkan tangannya memeluk gadisnya.


"Tentu saja aku merindukanmu, kamu jahat, jahat Lex hiks!..hiks!"


Lili menangis haru sambil memukul manja dada kekasihnya. Alex makin mengeratkan pelukannya pada tubuh gadis yang sangat dirindukannya.


"Maafkan aku sayang yang telah membuatmu lama menunggu. Tapi sekarang aku sudah datang menemuimu, jangan lagi menangis, simpan air matamu untuk momen kebahagiaan kita yang lain," ucap Alex seraya menghapus air mata gadisnya dengan dua ujung jarinya.

__ADS_1


"Apakah kamu sangat mencintaiku Lili?," tanya Alex menggoda kekasih nya.


"Apakah tidak cukup kamu melihatku barusan menangisimu karena rindu?," balas Lili dengan kembali bertanya.


"Iya sayang, aku percaya akan cinta mu yang sudah tidak diragukan lagi."


"Oh ya, bagaimana kamu bisa ada disini, dari mana kamu datang dan bagaimana bisa sudah ada di sini," tanya Lili yang masih penasaran atas kehadiran kekasihnya yang tiba-tiba menemuinya di tepi pantai ini.


"Aku sudah mengikutimu selama seminggu ini sayang dengan menyamar, hanya ingin memperhatikanmu dari dekat dan ingin tahu apa saja aktivitasmu sehari-hari," ucap Alex yang membuat Lili membekap mulutnya merasa tidak percaya dengan kelakuan kekasihnya yang sudah menguntitnya.


"Kamu?, kenapa aku nggak tahu ya kamu sudah memata - mataiku," ucap lili sambil mencebikkan bibirnya dan memukul manja lengan Alex.


Alex kemudian menceritakan bagaimana awal dia datang ke pulau ini dan menyamar hanya untuk memperhatikan aktivitas keseharian gadisnya sampai dia menemukan gadisnya itu duduk menyendiri di tepi pantai di atas perahu malam ini.


Flashback on


Setelah mengantar Malika ke bandara dengan helikopter, Alex kembali menemui tuan Romi mantan bosnya itu. Tuan Romi dan istrinya menyambut lelaki tampan dan gagah itu di kediamannya.


"Selamat pagi tuan dan nyonya!," sapa Alex ramah lalu menyalami mantan bosnya itu.


"Pagi anak muda, kamu semakin tampan saja, apa kabarmu!," sambut tuan Romi dengan terkekeh.


Alex duduk di taman samping di kediaman bosnya itu, tuan Romi dan nyonya Ambar menatap wajah Alex seakan ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka.


"Ada apa anak muda wajahmu kelihatan sangat gelisah, apakah ada masalah yang ingin kamu sampaikan kepada kami?," tanya tuan Romi.


"Begini tuan saya datang ke sini menemui tuan dan nyonya untuk meminta tolong melamar gadis yang saya suka yang kita temui di pulau Karimun Jawa dua bulan yang lalu," ucap Alex sambil menelan salivanya kemudian menghembuskan nafas beratnya.


"Oooh..jadi kamu serius dengan gadis itu, siapa namanya kemarin Lex?," tanya tuan Romi yang sudah lupa dengan nama anak nelayan yang sudah menyelamatkan besannya itu.


"Lili tuan, ucap Alex singkat."


"Kapan kami perlu persiapan untuk melamar gadis pujaanmu itu?," tanya tuan Romi.


"Kira-kira dalam minggu ini tuan."


"Baiklah kami akan mengajak tuan Daniel dan istrinya untuk datang melamar gadis cantik itu untukmu, tuan Daniel dan istrinya pasti senang mendengar kabar ini," ucap tuan Romi lalu terkekeh melihat wajah ceria Alex.


"Kalau begitu aku ingin menemuinya dulu tuan supaya gadis itu memberitahukan kabar pinangan kita kepada orangtuanya."


"Lanjutkan!"


"Saya permisi tuan, nyonya, saya mau berangkat dulu," ucap Alex lalu bangkit dan melangkahkan kembali kakinya menuju helikopter yang sedang menunggu di landasan pacu di area mansion mantan bosnya itu.


Hari pertama di pulau Karimun Jawa.


Alex dibantu oleh salah satu anak buahnya yang mengemudikan helikopternya mengantarnya di pulau Karimun Jawa, Alex meminta anak buahnya tersebut untuk menurunkannya di salah satu tempat yang sepi yang jauh dari pemukiman penduduk. Alex turun dengan bantuan tali yang sudah tersedia di helikopternya. Lelaki tampan itu berjalan menyusuri pantai dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer dari lokasi rumah kekasihnya. Dia bermukim di salah satu rumah penduduk yang disewanya untuk melancarkan aksinya menguntit aktivitas sang kekasih.


Hari kedua:


Alex melihat Lili keluar dari rumahnya dengan berpenampilan rapi dan terlihat sangat cantik, rupanya gadis ini adalah seorang guru SD. Alex mengikuti langkah gadisnya menuju sekolah tempat gadis itu mengajar. Alex melihat gadisnya mengajar di salah satu kelas. Alex sangat terpana dengan kecantikan kekasihnya ini, melihat gadis itu berbicara dengan para siswanya, sifat keibuan terlihat jelas bagaimana interaksi gadis itu saat menenangkan salah satu siswanya yang menangis karena dijahili temen sekelasnya, setelah itu mengajar kembali dengan penuh kesabaran.


"Anak- anak hari ini ibu ingin mendengarkan kalian menyanyikan salah lagu kebangsaan, tapi sebelum itu dengarkan dulu ibu bernyanyi setelah itu baru kalian bernyanyi bagaimana, setuju mau dengar ibu guru menyanyikan lagu?," tanya Lili pada para siswanya yang sedang memperhatikan dirinya.


"Setujuuu!," seru semua siswanya serentak.


Lili mulai menyanyikan sebuah lagu kebangsaan Indonesia dengan judul lagu Indonesia Pusaka:


Indonesia tanah air beta


Pusaka abadi nan jaya


Slalu dipuja-puja bangsa


Disana tempat lahir beta


Dibuai dibesarkan bunda


Tempat berlindung di hari tua


Sampai akhir menutup mata


Indonesia tanah air beta


Pusaka abadi nan jaya


Slalu dipuja-puja bangsa


Disana tempat lahir beta


Dibuai dibesarkan bunda


Tempat berlindung di hari tua


Sampai akhir menutup mata.


Alex sangat menikmati suara indah kekasihnya, ingin rasanya dia memberi aplause usai mendengarkan lagu itu dinyanyikan oleh Lili. Alex tetap menatap wajah cantik kekasihnya yang dia intip dari balik jendela kelas di sekolah tempat gadis itu mengajar. Alex memuji gadisnya itu.


"Kamu cantik sekali sayang dan suaramu juga sangat indah dan merdu, kamu seperti paket yang dikemas dengan sempurna.


Kamu membuatku makin ingin mendapatkanmu secepatnya," ucap Alex yang masih mengikuti kegiatan Lili mengajar siswanya tersebut.


Hari ketiga:


Alex mengikuti Lili yang sedang belanja ke pasar, gadis ini membeli beberapa kebutuhannya, di perjalanan pulang kembali ke rumahnya lili ditegur para tetangganya dan gadis itu ditanyai oleh salah satu gadis tetangga yang sebaya dengan usianya.


"Hai Lili!"


"Hai!"


"Apa kabar cowok keren dari kota idaman kamu itu," tanya gadis itu yang bernama Endah.


Lili tidak bisa menjawabnya karena dirinya sendiri tidak mengetahui keberadaan lelaki pujaannya apalagi menghubungi lelaki yang sangat dirindukannya itu karena Lili tidak tahu alamat ataupun nomor hp lelaki itu, hanya sebuah nama Alex yang memiliki wajah tampan yang sudah tersimpan dibenaknya.


"Ko diam?


Kamu nggak bisa menjawabnya kan karena lelaki itu hanya mempermainkanmu saja, yakin deh orang kota rata-rata seperti itu kelakuannya, mereka hanya memberi janji manis untuk kita hanya dianggap sebagai gadis kampung yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gadis kota yang lebih menarik," ucap Endah membuat Lili hanya menarik nafas lembut dengan penuh kesabaran.

__ADS_1


"Aku yakin suatu hari nanti Alex memenuhi janjinya menjemputku di sini, kamu orang pertama yang akan mendapatkan kartu undangan pernikahanku, bersiaplah sayang karena saat itu tiba kau akan mengigit jarimu karena terlalu banyak menggonggong," imbuh Lili membungkam mulut Endah gadis tetangganya itu.


Dari jauh Alex yang mendengar percakapan kedua gadis itu memuji gadisnya itu.


"Jawaban yang cerdas gadis cantik, ingin rasanya saat ini aku memakanmu," ucap Alex bermonolog sambil tersenyum.


Hari ketiga:


Alex mengikuti lagi gadisnya yang berjalan di pinggir pantai saat pagi hari, gadis itu menyusuri pantai sampai jauh dari tempat tinggalnya, gadis itu berhenti menatap ombak yang datang silih berganti kemudian gadis itu melemparkan salah satu benda yang merupakan botol yang di dalamnya berisi lipatan kertas yang ditutup rapat ke arah laut.


"Alexxx!.. semoga kamu orang yang menemukan botol itu sayangg!, karena aku tidak tahu cara menyampaikan kerinduanku padamu," teriak Lili ke arah laut bersamaan dengan datangnya hempasan ombak.


Kemudian Lili mengambil sepotong kayu dan menulis sesuatu di atas pasir yang agak jauh dari hempasan ombak yang selalu menyapu bibir pasir pantai itu.


"Aku mencintaimu Alex, aku tidak akan pernah berhenti menantimu disini, aku yakin akan janjimu."


Gadis itu kemudian berlari kembali pulang menyusuri pantai menuju ke rumahnya. Alex ingin sekali mengikuti langkah kaki gadisnya namun rasa penasarannya ingin melihat apa yang ditulis oleh gadis itu diatas pasir. Alex membaca tulisan gadisnya air matanya mengalir membaca ungkapan kerinduan gadisnya yang tertuju untuknya.


"Lili sayang, begitu rindukah kau padaku sayang," ucapnya lirih.


Setelah membaca tulisan yang ada di pasir itu Alex teringat dengan isi botol yang dilemparkan Lili di laut itu, dirinya mendorong salah satu sampan nelayan yang berada di pantai itu, dengan cepat Alex mendayung sampan itu sambil mengedarkan pandangannya mencari botol itu yang terbawa riak ombak laut, tidak lama Alex menemukan botol itu kemudian mendekati sampannya dan mengambil botol itu diatas permukaan laut, Alex membaca isi surat cinta dari kekasihnya itu.


Untukmu kekasihku jika kamu adalah Alex yang menemukan botol ini, aku adalah gadis yang ada di pulau Karimun yang pernah kau datangin, gadis yang kau berikan janji untuk menjemputnya sebagai pengantinmu. Alex aku sangat merindukanmu, jika memang benar kau mencintaiku datanglah sayang karena aku selalu menantimu di pantai ini dimana kau telah mengikat janji hatimu untukku, salamku untuk hati dan jiwamu,


gadismu Lili


"Jika yang menemukan ini bukan Alex tolong lemparkan kembali botol ini ke laut biarkan botol ini mendatangi pemilik hatiku!"


Alex tidak mampu lagi menahan tangisnya, ia menangis memanggil nama Lili kekasihnya itu dengan berteriak sekerasnya.


"Liliiii!... Aku mencintaimu sayang, aku juga merindukanmuuu, kekasihkuu," teriak Alex ditengah lautan sambil menempelkan surat dan botol itu ke dada bidangnya.


Dari jauh Lili yang melangkahkan kakinya ingin masuk ke halaman rumahnya menghentikan langkahnya seakan mendengar teriakan suara Alex memanggil namanya.


"Alex, apakah kamu sudah datang sayang," gumam Lili kemudian membalikkan tubuhnya menghadap laut.


Gadis itu berlari kembali ke pantai dan berdiri melihat ke arah laut mencari sosok lelaki yang dirindukannya dengan satu tangan melindungi pandangannya diatas dahi, karena yang dilihatnya semua nya hanya perahu nelayan gadis itu kembali lagi pulang ke rumahnya.


Hari keempat:


Alex menunggu lagi gadisnya keluar menuju pantai malam ini, dengan menggunakan dress panjang dengan lengan pendek sebahu lili melangkah mencari tempat yang sangat sepi untuk menunggu kekasihnya datang dengan membawa ponselnya Lili duduk di atas perahu salah satu milik nelayan kemudian memutar lagu kesukaannya, lagu-lagu yang bertema kerinduan ini membawa lamunannya pada kekasihnya, saat lagu terakhir yang didengarnya Lili menangis sedih, Alex yang melihat kerinduan gadis itu pada dirinya tidak kuat lagi menahan dirinya untuk menghampiri gadisnya itu dan ketika Lili bergumam lirih kata-kata kerinduan untuknya Alex membalas kata-kata kerinduan yang sama untuk kekasih yang sangat dicintainya.


Flashback off


Alex merangkul tubuh kekasihnya, ingin mengecup bibir tipis Lili, tapi gadis ini menepis pipi kekasihnya untuk menjauhkan bibir kekasihnya itu yang hampir menyentuh bibirnya.


"Maaf Alex, aku tidak mau diriku akan menjadi fitnah di mata penduduk sini, tolong jangan salah paham, di pulau kecil ini, masih memegang adat istiadat yang kental dan aku tidak mau mempermalukan nama baik ayahku," ucap Lili menginginkan kekasihnya.


"Maaf sayang, aku terlalu merindukanmu, besok aku akan datang melamarmu," ucap Alex menenangkan gadisnya.


"Benarkah?


Kamu tidak sedang bercandakan?," tanya Lili dengan wajah yang berbinar-binar menatap wajah kekasihnya."


"Benar sayang tapi aku harus menunggu rombongan keluarga dekatku untuk datang meminangmu karena acara ini harus ada perwakilan dari orang yang dituakan, aku hanya seorang yatim piatu yang diadopsi oleh keluarga tuan Romi, hingga aku dewasa bekerja dengannya dan sekarang aku sudah menggantikannya memegang kekuasaan perusahaannya yang ada di Jerman."


Lili mendengar kisah hidup kekasihnya ini merasa prihatin dengan jalan hidup Alex. Ayah Alex dulu bekerja di perusahaan milik keluarga tuan Romi, masuk ke dunia mafia menjadi tangan kanan kakeknya Rei, tapi dirinya tertangkap oleh penjahat klan serigala, tubuh ayah Alex di siksa lalu di bunuh. Ibu memiliki darah Indonesia, beliau juga ditembak saat ingin kabur menyelamatkan diri dari sergapan musuh.


"Baiklah Alex aku akan meminta keluargaku bersiap-siap untuk menyambut keluargamu besok.


"Kalau begitu kamu pulanglah jangan lagi berkeliaran di sini apalagi di malam hari, aku akan mengantarmu sampai depan rumahmu," titah Alex lalu menggandeng tangan Lili menuju rumah gadisnya.


🌷🌷🌷


Acara lamaran tiba, kapal yang pernah datang menjemput kedua orangtua Malika kembali terlihat berlabuh di tengah laut, keluarga Rei dan keluarga Malika datang bersama menemani pria tampan ini melamar gadis pujaannya.


Rombongan ini membawa banyak barang sebagai hantaran pinangan untuk diserahkan ke keluarga Lili.


Sekitar jam 10 pagi nampak keluarga Lili sudah bersiap menyambut tamunya. Keluarga kecil ini tidak menyiapkan barang-barang bagus kecuali hasil laut yang mereka miliki. Lili memakai busana pemberian kekasihnya tentu saja dengan beberapa perhiasan mahal yang dikenakannya. Senyumnya terus menghiasi bibir tipisnya, jantungnya tidak berhenti berdegup kencang membuat parasnya makin menawan, para ibu-ibu tak berhenti memuji keluarga pak Taher karena mendapatkan calon menantu tajir melintir.


"Enak ya yang bakal punya mantu kaya," sindir salah satu tamu undangannya pak Taher.


"Ya ialah punya anak perawan secantik itu mana mungkin pria itu menolaknya."


"Pantas aja nak Lili nggak suka dengan putraku karena putraku nggak sekaya pria itu."


"Kalau lihat tampang cowok itu jauh banget dari pemuda-pemuda pulau ini, sudah tampan, kaya dan kharismatik banget.


"Yah kebetulan saja Lili beruntung sekali lirik langsung kecantol."


"Ehhm, deheman pak kades menyadarkan gosip ria ibu-ibu yang menjadi tamu pak Taher dan istri.


"Sudah selesai ngerumpinya," tanya pak kades ngeledek para ibu yang bergosip pagi itu.


" Tamu kita udah turun dari kapalnya di mohon kita keluar menyambut tamunya.


Para tetangga dan kerabat Lili sudah siap di luar rumah menyambut Rombongan Alex.


Rombongan Alex sudah berhadapan para penyambut rombongannya. Satu sama lain bersalaman kemudian menyerahkan seserahan pinangan.


Rombongan Alex sudah duduk di kursi barisan tamu dibawah tenda biru, sedangkan dari pihak Lili sudah bersiap membuka pembicaraan dengan menanyakan niat baik dari rombongan Alex.


"Assalamualaikum, perkenalkan nama saya pak Umar yang mewakili keluarga dari pak Taher ingin menanyakan maksud kedatangan bapak-bapak dan ibu-ibu yang datang ke rumah kami, mohon penjelasannya supaya kami tahu ada niat apa kalian bertandang ke kampung kami ini di pulau terpencil ini," tanya pak Umar pada rombongan keluarga Alex.


Tuan Romi berdiri menjawab pertanyaan dari keluarga Lili yang d ditujukan kepada mereka sebagai pihak keluarga Alex.


"Assalamualaikum untuk keluarga besar pak Taher dan para tamu kehormatan yang sudah bersedia hadir menyambut kedatangan kami ke pulau yang sangat indah ini yang memiliki seorang gadis cantik yang sangat di cintai putra kami yaitu Mohammad Daffa Williams atau yang biasa di panggil Alex.


"Saya sebagai pengganti mendiang kedua orang tua Alex ingin menyampaikan bahwa kedatangan kami ke sini untuk meminang putri pak Taher yaitu Nurlia Widyawati yang akan mendampingi putra kami menjadi istrinya.


Pak Umar menatap pak Taher sekeluarga meminta persetujuan dari keluarga tersebut. Pak Taher menganggukkan kepalanya menerima lamaran Alex untuk putri nya.


"Kami terima dengan lapang dada pinangan dari keluarga ananda tercinta Alex untuk memperistri putri kami Lili," ucap pak Umar lantang dihadapan para rombongan Alex dan para tamu undangan di kediaman pak Taher.


Semua menyambut dengan ucapan Hamdalah. Nyonya Ambar berdiri menghampiri Lili yang sudah keluar didampingi ibunya maju ke depan. Alex dan Lili sudah berada di depan para tamu undangan dan kedua keluarga besar mereka. Acara tukar cincin pun terjadi, Alex menyematkan cincin emas putih bertatahkan berlian pada jari manis kekasihnya, wajah lili sangat cantik memakai kebaya modern berwarna biru benhur warna kesukaan gadis ini yang sudah dibelikan oleh Alex untuk kekasihnya itu saat mereka bertemu.


Alex yang mengenakan kemeja lengan panjang dengan warna senada dengan kebaya yang dipakai Lili dan celana bahan berwarna hitam tampil gagah dengan tatanan rambut klimis membuat wajahnya terlihat makin tampan. Pasangan ini saling menatap dan saling mengagumi pesona mereka. Hadirin bertepuk tangan mengakhiri acara pertunangan tersebut. Kedua keluarga itu kembali bersalaman kemudian makan bersama di siang hari itu.

__ADS_1


 


__ADS_2