Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
LAMARAN INDAH


__ADS_3

Waktu terus bergulir meninggalkan kenangan, di sore hari nampak senja mulai menampakkan raut langit jingga bagaikan taburan emas berkilau menghiasi pancaran cahayanya mengundang semua mata penghuni bumi menatapnya kagum sebagai bentuk syukur mereka kepada Sang Penguasa semesta.


Sepasang kekasih yang sedang memadu kasih duduk di tepi pantai sambil melingkarkan tangan mereka dipinggang pasangannya.


Malika dan Rei memandang panorama alam yang memanjakan manik mereka yang masih setia menunggu matahari mulai terbenam sempurna menenggelamkan wajahnya untuk memberikan kesempatan kepada bulan yang ingin hadir menghiasi malam menggantikan dirinya. Senja berganti malam, kumandang azan magrib mulai bertalu menggema angkasa menyerukan suara mengingatkan makhluk hidup untuk bertasbih memujanya dalam bentuk ibadah sholat bagi kaum muslim.


Rei mengajak Malika untuk menunaikan sholat di mushola yang ada di area pantai Ancol.


Rei sengaja mengajak kekasihnya ini ke pantai Ancol sekedar memberi hiburan untuk Malika.


Sudah lima bulan Malika berada di mansion milik keluarga Rei, dirinya hampir tidak pernah keluar dari kediaman Rei. Kali ini hatinya merasa terhibur walaupun dengan hal yang sederhana namun sangat berarti untuk Malika.


Sholat sudah ditunaikan Rei mengajak Malika makan malam di salah satu restoran seafood yang terkenal di dalam area pantai Ancol.


Kendaraan mewah berwarna merah telah terparkir di ruas jalan yang sudah di penuhi mobil lainnya. Rei merengkuh pinggang Malika memasuki restoran yang sudah di reservasi sebelumnya.


Malika mengenakan kaos biru dengan celana Levis, memakai sepatu sneaker of white dengan tas selempang hitam, makeup lembut sebagai pelengkap kecantikan Malika. Begitu juga dengan Rei yang mengenakan kaos berwarna hitam dan celana jeans biru serta sepatu yang sama seperti Malika.


Keduanya sudah duduk di tempat duduk yang langsung menghadap ke arah pantai. Wajah Malika terlihat makin cantik saat rambut nya terkibas oleh angin pantai. Rei menatap wajah kekasihnya yang ada dihadapannya tanpa berkedip mengagumi sosok ibu satu anak ini yang tampak tidak kelihatan sama sekali kalau Malika telah memiliki seorang putra.


"Sayang, kamu mau makan ikan apa," tanya Malika pada Rei.


"Apa yang kamu pesan aku ikut aja sayang"


"Baiklah kita pesan ikan bakar, udang saus padang dan lobster."


Pelayan restoran menghampiri Malika dan mencatat menu yang dipesan oleh Malika. Pelayan itu membaca lagi pesanan Malika dan menawarkan minuman dan nasi yang belum terdaftar di menu pilihan pasangan ini.


"maaf nona, minumannya dan nasinya belum di sertakan dalam pesanan anda," ucap pelayan wanita itu pada Malika dan Rei.


"Sayang kamu mau minum apa?"


"Es kelapa!"


"Dua es kelapa dan dua nasi putih."


Pelayan itu meninggalkan pasangan ini menuju dapur restoran. Rei yang masih betah memandang wajah cantik Malika membuat Malika salah tingkah.


"Rei, kapan kamu berhenti menatapku," ucap Malika yang sudah tidak tahan dengan tingkah Rei pada dirinya.


Bukannya mengubah sikapnya, Rei malah mendekati Malika lalu mengecup bibir kenyal milik Malika. Malika yang merasa jengah mendorong tubuh Rei menjauhinya.


"Rei jaga sikapmu, di sni banyak orang, malu tahu!"


"Saat ini duniaku ada bersamamu sayang, aku tidak perduli dengan pandangan orang."


"Tapi kita belum menikah jangan asal nyosor gitu."


"Emang mereka mau memeriksa KTP kita sayang?,


Apakah perlu aku umumkan di sini bahwa aku mencintaimu?"


Rei bangkit dari duduknya menuju ke tempat biduanita yang sedang siap menghibur para pengunjung restoran. Rei meminta mikrofon dari biduanita itu untuk meminjamkan padanya. Rei mengumumkan sepatah dua kata untuk meminta perhatian pengunjung restoran itu.


"Assalamualaikum, selamat malam semuanya, bolehkah saya meminta waktu kalian untuk mendengarkan saya sebentar?"


Semua pengunjung menatap Rei dengan serius lalu siap mendengarkan lelaki


tampan ini menyampaikan niatnya.


"Malam ini saya ingin melamar seorang gadis yang selama ini membuat saya menjadi lelaki yang paling bahagia, untuk mendapatkannya saja penuh dengan perjuangan yang susah payah. Karena dialah hidupku berubah, karena dialah aku memiliki tujuan hidup, karena dialah dahaga hasratku akan bernilai pahala dan karena dialah aku rela mati bahkan rela untuk hidup lagi dari kematian.


Malika maukah engkau menerima ku menjadi suamimu, melalui semua ujian Allah, menempuh kehidupan panjang di sisa usia kita, memiliki anak-anak yang sholeh Sholehah, jadikan aku lelakimu, penjarakan pandanganku hanya untukmu, halalkan hasratku hanya padamu dan kurunglah ruang hatiku hanya memikirkan kamu seorang, jadilah bidadariku di dunia dan seorang ratu bidadariku di surga.


"are you marry me honey?"


Semua pengunjung menunggu jawaban dari Malika dengan perasaan cemas dan ada yang sudah merasa terharu dengan kalimat puitis dari Rei yang sedang melamar kekasihnya dihadapan pengunjung restoran dan para karyawan restoran tersebut. Begitu pula dengan Rei yang sudah mengeluarkan sekotak kecil cincin berlian putih untuk Malika. Akhirnya Malika melangkah dengan anggun melewati para pengunjung yang sudah berdiri menyaksikan momen berharga ini.


Dirinya sudah berada di hadapan

__ADS_1


Rei, mengambil mikrofon dari tangan Rei lalu mengucapkan dengan kalimat puitis yang nggak kalah harunya yang dilontarkan oleh Rei barusan.


"Aku mengenalmu hanya sesaat, mencintaimu dalam diamku, mengagumimu hanya dalam hatiku, mengharapkanmu menjadi suamiku adalah impianku, yang selama ini kucari telah aku temukan, untuk alasan apa aku menolakmu wahai calon ayah anak-anakku?, malam ini aku menerimamu bukan hanya dengan lisanku tapi hatiku yang sudah menetapkan kaulah pilihan terakhirku menemaniku di sisa usiaku, bersedia melahirkan putra putrimu, melayanimu semampuku sampai engkau ridho aku menjadi istrimu.


Semua pengunjung restoran bertepuk tangan, bersorak sorai, seketika lampu restoran di matikan hanya terlihat kembang api yang menyala dan nama Malika terukir dari kembang api itu


"I love you Malika"


Lampu restoran kembali menyala instrumen musik mengalun mengiringi Rei yang sedang menyemaikan cincin berlian di jari manis kekasihnya lalu mencium tangan lembut Malika lalu kembali berdiri mengecup lama bibir sensual milik Malika. Semua pengunjung kembali bertepuk tangan. Tidak hanya sampai di situ Rai kembali berbicara kepada para pengunjung dan Malika. Suasana kembali hening saat Rei membuka suara


"Terimakasih atas perhatian kalian semua malam ini dan terimakasih kekasihku yang telah menerima lamaranku malam yang sangat berkesan bagiku dan aku ingi mengucapkan rasa terima kasihku pada kalian semua sebagai bentuk syukur memiliki wanita sempurna ini, untuk itu saya mentraktir kalian semua silahkan laporkan ke kasir restoran bayaran atas nama saya Reinaldi. Terimakasih sekali lagi selamat menikmati hidangan kalian atau kalian ingin menambah lagi pesanan untuk dibawa pulang, silahkan saya akan membayarnya tolong para pelayan restoran untuk koordinasinya dengan semua bill dari para pengunjung restoran ini.


Semua pengunjung kembali bertepuk tangan dan mengucapkan selamat atas acara lamaran Rei dan Malika. Keduanya kembali ke meja makan mereka yang mereka duduki sebelumnya dengan hidangan seafood pesanan mereka yang sudah tersedia. wajah Malika masih bersemu merah mengingat momen lamaran yang mengharu biru. Dirinya tidak menyangka Rei melakukan semua ini dari mengajaknya menikmati matahari hari terbenam sampai makan malam romantis di restoran seafood yang ada di area pantai Ancol. Musik mulai mengalun seorang biduan menyanyikan lagu romantis yang dipesan oleh Rei untuk dipersembahkan kepada tunangannya Malika, lagu lawas milik penyanyi terkenal tanah air "Once" dengan judul lagu


"Dealova"


Aku ingin menjadi


Mimpi indah dalam tidurmu


Aku ingin menjadi sesuatu


Yang mungkin bisa kau rindu


Karena langkah merapuh tanpa dirimu


Oh, karena hati t'lah letih


Aku ingin menjadi sesuatu


Yang s'lalu bisa kau sentuh


Aku ingin kau tahu


Bahwa ku selalu memujamu


Tanpamu, sepinya waktu merantai hati


Kau seperti nyanyian dalam hatiku


Yang memanggil rinduku padamu, oh


Seperti udara yang kuhela


Kau selalu ada


Oh-uh-uh, oh-ho-uh-uh


Oh-uh-uh, oh-oh-oh


Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang


Tanpa dirimu aku merasa hilang


Dan sepi


Dan sepi


Kau seperti nyanyian dalam hatiku


Yang memanggil rinduku padamu, oh


Seperti udara yang kuhela


Kau selalu ada


Kau seperti nyanyian dalam hatiku


Yang memanggil rinduku padamu, oh

__ADS_1


Seperti udara yang kuhela


Kau selalu ada


Selalu ada


Kau selalu ada


Selalu ada


Kau selalu ada


Sya-na-na-na-na, na-na-na-oh-oh


Sya-na-na-na-na, na-na-na-oh-oh


Sya-na-na-na-na, na-na-na-oh-oh


Selalu ada***


"Sayang, apakah kamu senang dengan kejutan dariku malam ini?"


"Bukan hanya senang Rei tapi sangat bahagia, terimakasih untuk semuanya yang telah kau siapkan acara yang sangat sempurna ini."


"Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini bagiku memilikimu selain orangtuaku Malika."


"Kamu telah mengobati setiap luka yang kau berikan padaku sampai aku tidak tahu dengan cara apa aku membalas pengorbananmu Rei," ucap Malika sedih.


" Sayang cukup cinta, kasih sayang dan kesetiaan darimu sudah lebih cukup untukku.


Kita dipertemukan oleh takdir mungkin dengan cara yang salah tapi kesalahan itu membuat kita terikat dengan kehadiran baby Ezra. Bersabarlah sedikit lagi aku akan menemukan baby kita dengan cara apapun walaupun harta yang kupunya akan dihabiskan untuk menemui putra kita."


"Nanti kita makan apa Rei kalau kamu bangkrut," canda Malika sambil terkekeh.


"Ah kau ini selalu saja bercanda di saat aku lagi serius," ucap Rei dengan memasang wajah ngambek.


"Cih!!, anak mami banget sih Rei kamu," ucap Malika sambil memencet hidung Rei manja.


Rei memanfaatkan momen ketika Malika mendekatinya dengan menyambar bibir sensual Malika secara spontan. Ciuman itu sekejap karena Malika merasa tidak nyaman dihadapan banyak pasang mata yang menatap mereka dengan berbagai perasaan di hati dan pikiran mereka.


"Rei jaga sikapmu, kalau aku berharga bagimu tolong jangan mempertontonkan hal yang memalukan ini dihadapan orang walaupun itu hanya ciuman.


"Maafkan aku sayang, aku gemas melihatmu," ucap Rei terkekeh melihat Malika yang masih menahan rasa malu.


Makanan yang di santap mereka telah habis, Rei memanggil salah satu pelayan untuk mengambil bill miliknya dan bill para pengunjung restoran yang sudah di traktirnya malam ini. Tidak lama pelayan itu datang dengan bill yang terselip di buku pembayaran dan menyerahkan kepada Rai. Rei menyerahkan kartu ajaibnya lalu memberitahukan sesuatu pada pelayan itu. Rupanya bukan hanya para pengunjung restoran saja yang ditraktir oleh Rei tapi para karyawan juga mendapatkan cipratan rejeki dari pria tajir ini dengan nilai fantastis itu yaitu satu miliar yang harus dibagikan secara merata pada seluruh karyawan baik yang bertugas pada malam hari ini maupun yang lagi off malam ini. Pelayan itu menerima kartu ajaib milik Rei dengan tangan gemetar sambil mengucapkan beribu-ribu terimakasih pada Rei dan Malika. Rei mengajak Malika pulang, Malika yang sudah dipeluk pinggangnya oleh tangan Rei melangkah keluar sambil menundukkan kepalanya sedikit kepada para pengunjung restoran yang menatap mereka sambil mengucapkan doa dan ucapan selamat pada pasangan serasi itu. Ketika keduanya mendekati meja kasir untuk mengambil kartu ajaib semua karyawan termasuk pemilik restoran sudah berdiri berjejer menyambut Malika dan Rei dengan mengucapkan berbagai macam kalimat yang keluar dari mulut mereka. Ada yang bersalaman dengan Rei tapi ketika ada yang ingin menyalami Malika Rei langsung mencegahnya.


"Terimakasih tuan sudah mengunjungi restoran saya," kata pemilik restoran pada Rei.


"Terimakasih tuan Rei, saya manajer restoran ini mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas kebaikan anda dan selamat untuk pertunangan anda malam ini, semoga cepat menikah dan bahagia.


Rei dan Malika hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pamit pulang menuju ke tempat parkir. Banyak karyawan wanita yang tanpa sadar mengagumi sosok seorang Reinaldi saat pasangan itu meninggalkan restoran.


"Oh indahnya dunia ini andai aku bisa memiliki lelaki tampan, kaya dan baik hati seperti tuan Rei."


Tapi salah seorang karyawan berteriak pada teman-temannya yang masih berkumpul depan meja kasir.


"Hai teman-teman tahukah kalian kalau dia adalah Reinaldi pemilik maskapai penerbangan dan juga pemilik perusahaan pembuat pesawat jet yang berada di Jerman. Semuanya ramai berseru kata "hahh??"


"Harusnya tadi kita minta foto bareng sama pasangan itu," ucap salah seorang karyawan wanita dengan nada menyesal melewatkan momen berharga malam ini.


"Eh, loe jangan mimpi tuan Rei tidak ingin foto dirinya bersama orang-orang seperti kita, bukannya dia sombong tapi lebih menjaga dirinya dari wartawan yang selalu mengabarkan hal buruk tentangnya," ucap salah satu karyawan pria pada teman-temannya.


Mobil Rei telah keluar dari halaman parkir restoran seafood di bantu oleh seorang tukang parkir yang usianya sudah cukup tua dan Rei memberikan tip pada tukang parkir itu dengan nilai yang tidak disangka-sangka oleh pria tua itu, sambil menahan haru tukang parkir itu mengucapkan selamat jalan pada Rei dan terimakasih yang tulus pada pria tampan ini.


Mobil mewahnya kembali ke jalan raya ibukota yang masih ramai walaupun malam sudah beranjak larut.


Rei yang melirik ke arah Malika, namun gadis ini sudah tertidur disandaran kursinya.


"Dasar peri tidur selalu saja terlelap saat aku lagi senang ngobrol dengannya," ucap rei yang tersenyum melihat gadisnya.

__ADS_1


Mobil Rei sudah sampai di halaman mansion, Rei mengeluarkan tubuh gadisnya lalu menggendong Malika tanpa membangunkan gadisnya. Rei masuk ke kamar gadis itu diiringi oleh dua orang pelayan wanita membantu Rei meletakkan Malika di kasurnya. Dua pelayan itu keluar dan Rai merapikan selimut gadisnya lalu mengecup bibir gadis itu lembut.


"Selamat malam gadisku sampai jumpa besok pagi".


__ADS_2