Obat Jiwa CEO

Obat Jiwa CEO
"TERDAMPAR"


__ADS_3

Kisah cinta antara Alex dan Lili terukir indah dibingkai foto yang dipajang Alex diruang kerjanya maupun di dinding kamarnya. Kerinduan pada gadisnya ini, membuat ia selalu menghabiskan waktu senggangnya untuk melamunkan wajah tunangannya itu.


Setiap kali ia lelah maupun sedang memikirkan permasalahan perusahaannya, lelaki yang merupakan ketua mafia ini selalu menatap foto kekasihnya, baginya hanya menatap foto itu, ia mendapatkan kembali kekuatannya entah hatinya yang kuat atau ilham yang didapatkan olehnya. Baginya hal itu sangat menyenangkan hatinya. Terperangkap dalam kerinduan atas cinta yang dibangun untuk satu tujuan yaitu menikah namun harus pupus karena kehilangan kekasih tercinta.


Kehadiran Serly, seorang gadis yang masih misterius baginya, walaupun wajahnya persis sama dengan wajah tunangannya, namun Alex belum merasa puas jika Serly belum mengingat dirinya sendiri. Alex senang dengan Serly namun Alex belum benar-benar membuka hatinya untuk Serly, bagaimanapun juga ia harus mengetahui siapa sebenarnya gadis itu, sampai semua kebenarannya terungkap.


Jack masih menunggu informasi dari tuan Saga, sudah satu minggu ini Jack meminta anak buahnya mengikuti gerak gerik tuan Saga, karena ia sudah mengancam tuan Saga, apa bila pria itu berkhianat maka cek itu tidak bisa dicairkan oleh lelaki pemilik agensi model tersebut.


Tuan Saga yang belum sempat bertemu dengan tuan Anderson karena kesibukannya. Ketika ia sedang mengotak ngatik ponselnya memeriksa semua pesan masuk dari klien yang selalu meminta agensinya untuk membuat kontrak kerja baru dengan model-model yang telah melalui seleksi ketat yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Tiba-tiba tuan Saga mendapatkan pesan singkat dari Jack.


"Tuan Saga anda belum melakukan apa yang saya minta, jika kamu ingin kehilangan cek senilai tiga kali lipat dengan harga kontak kerja para modelmu, maka jalankan perintahku secepatnya."


"Aaa sial!" aku harus menghubungi secepatnya tuan Anderson atau aku akan kehilangan selembar cek ini begitu saja." ucap tuan Saga sangat geram dengan misi yang diemban olehnya dari Jack.


Lelaki itu merasa sangat takut jika satu lembar cek tidak akan berlaku jika ia tidak menempatkan janjinya pada Jack. Ia memutuskan untuk menghubungi tuan Anderson, yang merupakan orang yang sudah menyerahkan gadis itu untuk bekerja di agensinya. Sambungan itu terjawab dari seberang sana.


"Hallo, selamat sore tuan Anderson!"


"Selamat sore tuan Saga!"


"Bagaimana kabar anda?, sudah lama anda tidak mengunjungi agensi saya setelah anda membawa Serly ke agensi untuk terakhir kalinya."


"Iya tuan Saga saya baru pulang dari Asia Tenggara untuk mencari gadis-gadis muda yang memiliki tubuh profesional untuk bisa dijadikan model di agensi anda."


"Saat ini saya tidak terlalu membutuhkan model baru, saya hanya ingin anda datang ke tempat saya karena ada perayaan kecil yang akan saya adakan di apartemen saya, apakah anda bersedia temanin saya minum tuan Anderson?"


"Aahh!" tentu saja akan saya penuhi undangan pesta anda tuan Saga, bagiku pesta minuman keras adalah kesenangan saya. Ada perayaan apa yang anda akan adakan tuan Saga?"


"Tidak terlalu berarti perayaan ini tuan Anderson, aku hanya ingin anda bisa datang ke pesta saya malam ini."


"Baiklah, dengan senang hati saya akan menghadiri pesta anda tuan Saga."


"Kalau begitu, nanti malam jam 7 aku tunggu anda di apartemenku." ucap tuan Saga untuk mengakhiri percakapan mereka.


Obrolan itu terputus setelah menetapkan janji temu untuk keduanya. Tuan saga meminta pelayannya membelikan minuman alkohol untuknya, karena ia tahu tuan Anderson merupakan seorang alkoholik.


"Kaulah kartu jackpotku, tuan Anderson," gumam tuan Saga dengan menarik salah satu sudut bibirnya ke atas sambil melihat di ratusan gedung yang ada di seberang gedung agensi miliknya.


Tuan Anderson yang tidak paham dengan tipu muslihat tuan Saga menerima undangan tuan Saga dengan senang hati. Pria alkoholik ini merasa suatu kehormatan baginya, jika di undang oleh pemilik agensi model yang sangat bergengsi itu. Lelaki pemeras yang selalu menjadikan gadis-gadis muda sebagai sumber keuangannya ini memilih jas terbaiknya untuk acara pesta minum mereka nanti, karena seorang tuan Saga selalu berpenampilan parlente jika menyangkut dengan pakaian yang dikenakannya, itu tidak mengherankan karena tuan Saga adalah pemilik agensi yang harus menjaga penampilannya untuk menaikkan citranya kepada para kliennya.


Malam yang ditunggu telah tiba, dengan sedikit menyemprotkan parfum maskulin sebagai pelengkap penampilannya malam ini, tuan Anderson berangkat ke apartemen tuan Saga. Di depan pintu kamar apartemen tuan Saga lelaki ini memencet bel beberapa kali dan tuan Saga membukakan pintunya setelah melihat siapa yang datang melalui bel layar camera yang terpasang di depan dinding apartemennya.


"Oh, selamat malam tuan Anderson, selamat datang di apartemenku," sambut tuan Saga seraya merangkul bahu tuan Anderson.


"Anda makin tampan tuan Anderson," puji tuan Saga ingin menyenangkan hati tamunya ini.


"Bukan saya yang makin tampan tuan, tapi andalah yang makin bersinar dari hari ke hari tuan Saga."


"Ha..ha..ha..ha!" tawa keduanya menggema ruang tamu apartemen tuan Saga.


"Silahkan duduk tuan Anderson, anggap saja rumah anda sendiri."


"Mana pestanya tuan Saga, bukankah kamu bilang akan mengadakan pesta?" tanya tuan Anderson setelah melihat di ruang tamu itu tidak ada orang lain selain dirinya dan tuan Saga pemilik apartemen tersebut."


"Aku sengaja tidak mengundang orang lain karena ini hanya pesta untuk kita berdua, aku dan kamu tuan Anderson!"


"Ha...ha..ha!" apakah aku sangat istimewa untukmu tuan Saga?"


"Tentu saja tuan, karena kamu selalu memberiku model-model berbakat yang kamu miliki untuk agensiku, dan Serly adalah gadis yang memiliki keberuntungan besar karena baru bergabung di agensi milikku, dia sudah memberi keuntungan padaku begitu besar dan tentu saja rekening milikmu juga akan bertambah, iyakan tuan Anderson, ha...ha...ha!" ucap tuan Saga seraya menuangkan minuman beralkohol tersebut ke gelas tuan Saga.

__ADS_1


"Oh tentu saja tuan Saga, Serly itu bukan hanya cantik, gadis itu adalah jackpotku saat ini." ucap tuan Anderson yang sudah meneguk minumannya.


Keduanya kembali terkekeh menceritakan tentang Serly yang membawa keberuntungan untuk keduanya. Dengan kelihaiannya, tuan Saga mulai memancing sedikit demi sedikit informasi tentang Serly dari tuan Anderson. Tuan Anderson yang sudah mulai mabuk menceritakan apa saja tentang Serly kepada tuan Saga, dan tuan Saga yang sengaja merekam semua pembicaraan mereka dengan menggunakan ponselnya nampak menikmati cerita tuan Anderson yang belum pernah ia mengetahui bagaimana kehidupan Serly sebelum gadis itu masuk ke agensinya.


"Ngomong tentang Serly, bagaimana anda bisa menemukannya, tentu saja dia bukan berasal dari negara ini bukan?, karena dari wajahnya gadis itu yang saya amati kalau tidak salah berwajah asia, apakah kamu menemukannya disana seperti model lainnya?"


"Iya, saya menemukan Serly suatu kebetulan bukan sengaja menemukannya di bar atau klub manapun. Saat itu saya sedang berlayar dengan kapal pesiar saya, di pagi hari saat saya ingin melakukan diving, ketika masih berada di atas kapal pesiar saya.


Di salah satu pulau di Asia tenggara, saya terlebih dahulu melihat keadaan di daerah sekitar pesisir pantai dengan menggunakan teropong, tidak sengaja saya melihat seorang yang sedang berada di atas sebuah papan sedang terombang-ambing ditengah laut. Saya meminta kru kapal saya untuk mendekati sosok tubuh itu, mungkin ia masih hidup saat itu.


FLASH BACK ON


Pagi yang cerah, udara disekitar pantai di suatu pulau di salah satu negara Asia tenggara saat itu sangat baik untuk melakukan diving karena saat itu lautnya sangat tenang. Tuan Anderson bersama teman wanitanya memilih olahraga diving untuk meregangkan otot mereka dan melihat indahnya taman laut yang berada di pulau tersebut. Sebelum melakukan diving, tuan Anderson mengambil teropongnya, ia melihat keadaan sekitar pantai tersebut. Dari jauh ia melihat seseorang yang terbawa arus ombak yang terombang-ambing di tengah laut, merasa penasaran keadaan orang itu, ia meminta kru kapal untuk mendekatkan kapalnya supaya bisa menolong orang itu, siapa tahu orang itu masih hidup.


"Hei, lihat ada orang di tengah laut, seru tuan Anderson kepada penumpang lainnya yang ada di atas kapal pesiar itu."


Mendengar teriakan tuan Anderson yang mengatakan ada orang yang mengambang di laut membuat yang lain langsung berkumpul dan melihat sosok yang ditunjuk oleh tuan Anderson. Ada yang merasa takut kalau sosok itu sudah mati, namun yang lainnya masih penasaran dengan sosok itu.


"Tolonglah dia, mungkin dia masih hidup!" pinta tuan Anderson kepada awak kapal untuk mendekati kapalnya ke sosok itu.


Kapal itu mulai bergerak mendekati sosok yang masih terbawa sapuan ombak. Para awak kapal mencoba menyelamatkan Serly dengan menggunakan pelampung. Mereka mulai menolong gadis itu setelah memastikan denyut nadinya apakah masih ada kehidupan pada gadis itu atau tidak. Kata salah seorang team penolong itu bahwa nafas dan nadinya masih berfungsi normal. Tubuh gadis itu diangkat dan dibawah naik ke atas kapal.


Team medis yang ada dikapal itu siap menangani tubuh Serly, keadaannya sangat parah dia mengalami dehidrasi akut. Kapal kembali berlayar ke Jerman atas perintah tuan Anderson sebagai pemilik kapal pesiar. Tubuh gadis itu dibawa ke rumah sakit supaya mendapatkan perawatan yang lebih optimal. Selama dua minggu mengalami koma, setelah itu gadis itu sadar dari komanya. Tubuhnya lebih cepat pulih karena menjalani perawatan yang sangat intensif di rumah sakit yang ada di Jerman.


Saat menyadari bahwa dirinya sudah berada di rumah sakit, ia tidak mengingat apapun termasuk dirinya sendiri, dia tidak mengenal siapa dirinya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh tuan Anderson sebagai harta karunnya, karena ia mendapat lagi mangsa baru yang akan ia jadikan model seperti biasanya.


Penghasilan mereka akan dibagi dua dengannya, dengan memanfaatkan gadis-gadis itu untuk mengeruk keuntungan, tidak perduli rasa lelah menghantui tubuh mereka yang jelas lembar demi lembar harus dihasilkan oleh gadis-gadis itu. Saat itu Serly masih menggunakan bahasa negaranya yang sulit dipahami tuan Anderson. Hingga ada perawat Indonesia yang bekerja di rumah sakit itu membantu Lili dan tuan Anderson sebagai penerjemah. Lili yang merasa berhutang budi karena dirinya ditolong oleh lelaki itu mau saja dijadikan model oleh tuan Anderson setelah ia sudah sangat sehat.


"Di mana aku?" ucap Lili sambil menatap heran tempat yang tidak dikenalnya dan dihadapannya sudah duduk seorang lelaki berusia empat puluhan yang selalu menunggunya siang dan malam.


"Tenanglah nona, anda mengalami kecelakaan." ucap tuan Anderson kepada Lili yang baru sadar dari komanya.


"Apakah kamu bisa berbicara bahasa Inggris, nona?" tanya tuan Anderson kepada Lili karena dia juga tidak mengerti bahasa yang digunakan Lili.


Lili menggeleng lemah, namun juga takut dengan tuan Anderson, ia menutup tubuhnya dengan selimut,


seakan hidupnya akan terancam oleh orang ini.


"Tolong aku!" dimana aku?" bagaimana aku bisa ada disini?"


Kata-kata itu yang Lili selalu ucapkan, mentalnya seakan terganggu, bingung dengan siapa yang saat ini ada dihadapannya. Hingga datang seorang perawat Indonesia yang kebetulan hari itu bertugas mengecek suhu tubuh Lili dan menggantikan cairan infusnya. Lili kembali berteriak,


"Di mana akuuu!"...hiks..hiks..hiks!"


Mendengar Lili berbicara bahasa Indonesia, suster Ecy bertanya pada Lili yang sedang duduk sambil memaju mundurkan tubuhnya karena masih merasa takut.


"Apakah anda berasal dari Indonesia nona Serly," ucap suster Ecy yang mengetahui nama Serly yang ada di catatan medisnya mencoba mengajak Lili untuk ngobrol.


"Saya tidak tahu dari mana asal saya dan saya tidak tahu siapa saya dan mengapa saya berada disini?" ucap Lili menanyakan tentang dirinya pada suster Ecy dengan tubuhnya yang gemetar karena ketakutan.


Mungkin trauma pasca tsunami yang dialaminya saat itu membuat dirinya lupa akan ingatannya.


"Dengar nona Serly, kamu berasal dari Indonesia sama dengan aku, kita berasal dari negara yang sama.


Kamu berada disini karena kamu mengalami kecelakaan...?


"Maaf suster, bukan tugas anda untuk menjelaskan sesuatu pada nona Serly, bisa kita bicara sebentar diluar suster," pinta tuan Anderson yang merasa takut kehilangan Lili jika suster ini banyak bicara dengan Lili.


Suster Ecy dan tuan Anderson sedikit berdebat diluar kamar inap Lili. Entah apa yang mereka bicarakan namun ada kesepakatan antara suster dan tuan Anderson, yang meminta suster Ecy menutup mulutnya dan cukup membatunya sebagai penerjemahnya. Kemudian tuan Anderson dan suster Ecy kembali masuk menemui Lili.

__ADS_1


"Jangan mendekatiku, aku tidak mengenalmu," ucap Lili yang makin menekuk lututnya takut dengan tuan Anderson.


"Tenanglah nona Serly, aku tidak akan menyakitimu, kamu masih sakit, kamu hanya mengalami kecelakaan sehingga membuatmu tidak ingat dengan dirimu sendiri.


Tuan Anderson memberi isyarat kepada suster Ecy membantu menenangkan Lili.


"Nona Serly, tuan Anderson orang baik, dia yang menemukan nona ketika nona mengalami kecelakaan." ucap suster Ecy menerangkan siapa tuan Anderson pada Lili, lelaki yang telah menolongnya dari hamparan laut saat ia sedang terdampar di suatu pulau tempat tuan Anderson berlibur di sekitar pulau tersebut.


"Nama nona adalah Serly, gunakan nama yang diberikan tuan Anderson kepada anda sampai anda ingat nama anda sendiri nona," ucap suster Ecy lagi pada Serly.


"Perkenalkan nama saya Ecy, kalau anda butuh bantuan panggil saja saya dengan memencet tombol yang ada di samping tempat tidur anda." ucap suster Ecy.


Lili hanya mengangguk mengerti, ia kemudian tidur kembali setelah disuntik obat penenang oleh suster Ecy.


Sejak saat itu Lili masih tidak mengingat siapa dirinya, itulah sebabnya tuan Anderson memanfaatkan amnesia Lili untuk kepentingannya.


Flash back off


Setelah mendengar kisah pertemuan pertama kali Serly dan tuan Anderson, tuan Saga kembali menuangkan minumannya ke gelas tamu satu-satunya ini. Karena sudah terlalu mabuk akhirnya tuan Anderson jatuh tertidur. Melihat hal ini, tuan Saga masuk ke kamarnya dan mengirim hasil rekaman pengakuan tuan Anderson tentang Serly ke Jack.


Jack menerima pesan itu bergegas menghubungi ponsel tuan Alex.


"Hallo, selamat malam tuan Alex, maaf tuan kalau saya menganggu anda tuan."


"Ada apa Jack?"


"Bolehkah saya ke rumah anda tuan, saya mau menyampaikan informasi penting ini langsung ke anda."


"Apakah ini ada kaitannya dengan Serly?"


"Benar tuan, itu tujuan saya ingin bertamu ke rumah anda."


"Baiklah, saya tunggu kedatanganmu Jack."


Sambungan diputus, Jack langsung mengendarai mobilnya menuju rumah tuan Alex. Setibanya di rumah bosnya, Jack memberikan ponselnya pada tuan Alex.


"Dengarlah tuan!" ini rekaman suaranya tuan Anderson dan tuan Saga. Saya sengaja meminta tolong pada tuan Saga untuk menjebak tuan Anderson dengan mengundang tuan itu ke rumahnya."


Tanpa banyak tanya lagi tuan Alex menyalakan suara ponsel Jack agar audionya terdengar jelas. Mereka berdua mendengar cerita yang disampaikan oleh tuan Anderson. Alex begitu shock mendengar kisah terdamparnya Lili di suatu pulau di salah satu negara tetangga Indonesia. Walaupun tempat itu pernah didatangi Alex untuk melakukan pencarian sosok tubuh Lili saat itu tapi mereka sama sekali tidak menemukan Lili.


"Bos apakah Lili diselamatkan tuan Anderson setelah kita mencari di lokasi yang sama saat itu?" tanya Jack setelah mereka mendengar percakapan tuan Anderson dan tuan Saga di ponsel miliknya.


"Mungkin seperti itu Jack, kita pasti selisih beberapa jam dengan kapal tuan Anderson saat tiba di lokasi tersebut.


Kita akan jadikan percakapan ini sebagai bukti bahwa nona Serly adalah gadis yang sama yaitu tunanganku Lili."


"Bos sebaiknya jangan dulu melakukan tindakan apapun karena sebentar lagi acara launching produk kita akan di adakan dalam waktu dekat ini, jika kita mendahului tindakan kita kepada tuan Anderson takutnya akan mempengaruhi acara penting tersebut. Dan ini akan berakhir kacau mengingat nona Serly adalah model iklan yang menjadi orang penting di acara itu nanti."


"Benar juga Jack apa katamu, tapi sebelum hari itu datang, lakukan penjagaan ketat kepada Lili, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada dia


lagi. Jika dia menolak ada pengawalan terhadapnya katakan saja ini adalah bagian dari prosedur protokol keamanan padanya dari perusahaan kita."


"Baik tuan nanti aku kerahkan anak buahku untuk mengawasi nona Lili 24 jam. Kalau begitu saya pamit tuan."


"Simpan rekaman ini di file kamu Jack dan jangan sampai orang lain tahu selain kita berdua. Berikan uang penutup mulut untuk tuan Saga dan jika dia berusaha licik, lakukan sesuatu padanya seperti cara kita menghukum para bajingan seperti dia."


Jack meninggalkan rumah bosnya dan akan melakukan sesuatu untuk kekasih bosnya tersebut. Alex merasa lega dan sangat bersyukur bahwa gadis yang ia temui dan saat ini menjadi kekasihnya adalah gadis yang sama yang telah hilang 9 bulan yang lalu. Air mata kebahagiaannya kembali menetes mengingat bencana tsunami itu bisa saja menelan kekasihnya dalam lautan yang terdalam. Bagi seorang Lili kehidupannya bukan miliknya sendiri melainkan ia hidup untuk orang yang sangat mencintainya yang sedang menunggunya disana..


"Mereka yang ingin hidup secara naluriah mencari tempat-tempat di atas bumi Tuhannya, suatu tempat yang bisa membuatmu tetap hangat diantara hamparan laut yang ingin menjaga tubuhmu tetap aman diatas permukaannya, ia tidak ingin menelanmu karena doa tulus seorang hamba yang meminta keajaiban dari Tuhannya untuk keselamatanmu. Jika kamu tidak bisa hidup untuk dirimu sendiri, namun berjuanglah untuk mempertahankan hidupmu demi orang-orang yang yang sangat mencintaimu, menantimu dengan tangis mereka, mencemaskan keadaan hidup matimu karena takutnya mereka akan kehilangan mu, kehadiranmu adalah harapan terbesar untuk kekasih yang mencintaimu apa adanya bukan ada apanya."

__ADS_1


__ADS_2