Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 1 Masa SMA


__ADS_3

"Dreedd-dreedd."


Terdengar sesuatu bergetar di bawah bantal membangunkan sang Empu yang tengah terlelap di kasur nya,ia lantas meraih benda itu sambil merem-melek dia melihat ponsel nya.


"DOI."


Tulisan panggilan di layar ponsel nya ia pun menjawab panggilan dan menempelkan ponsel itu di telinga nya.


"Hallo." Ucap nya pelan dengan suara yg masih mengantuk.


"PAGGIIIII YAAAAANNGGGGGGG."


Teriak suara penelpon itu di telinga nya


Sontak ia terberanjak bangun dan menjauhkan ponsel nya.


"Astaga." gumam nya sambil mengusap wajah nya


"Arisa banguun nanti kamu kesiangan." ucap suara sang Ibu dari Dapur


"Iya Mah." ucap Risa sambil mematikan ponsel nya


Namaku Arisa Milar umur ku 18 tahun hari ini hari pertama ku Sekolah lagi setelah libur panjang kenaikan kelas,temana-teman mu memanggilku Risa.


Tahun ini tahun terakhir ku Sekolah kata Orang Aku cantik,baik pinter meski aku kurang tinggi.


"Haha."


Setelah mengetik itu di laptop nya Risa pun pergi Mandi dan memakai Seragam nya.


Dengan rambut panjang nya yang di cepol agar dia tak merasa gerah saat berjalan nanti.


Ia pun memakai lipstik pink dengan tipis di bibir nya yang mungil.


"Sempurna." Ucap nya


Ia pun bergegas turun ke bawah


"Risa ayo makan" ucap Mamah


"Iya Mah."


Risa pun makan bersama Ibu nya


Setelah selesai risa berangkat ke sekolah duluan


"Mah aku berangkat."


"Iya hati hati di jalan sekola yang bener jangan pacaran dulu nanti prestasi kamu turun lagi!."


"Iya Mah ... daahh."


Risa pun pergi sambil tersenyum


"Aku bakalan buktiin sama Mamah kalau pacaran gak bakalan ganggu aku belajar."


Tak lama Risa pun sampai di Sekolah


"Ko masih sepi apa masih libur ya,tapi gak mungkin."


Risa pun bejalan ke lorong ketiga pergi ke kelas baru nya.Dia pun mencoba untuk menelpon pacar nya Erik,namun tak di jawab.


Risa pun mencoba beberapa kali masih sama dan yang terakhir di riject.


"Erik kenapa sih." geram Risa


Ia pun mencoba mengirim pesan dan hanya di Read tanpa Erik balas pesan nya


"Aku juga bisa Rik emang kamu doang yang bisa cuekin aku kaya gini"


Tak lama seluruh murid pun telah datang Lonceng pun berbunyi semua masuk kelas namun Erik tidak sekolah.


"Ko aneh tadi pagi dia bangunin aku sampe telinga aku sakit tapi dia yang gak sekolah her ... an."


Sekolah pun berjalan seperti biasa nya


Sampai tiba saat nya pulang Kelas Risa yang terakhir keluar


"Eh Risa kamu mau ikut aku naik motor gak ?bentar lagi hujan loh." Ucap Davin


"Emmh ya udah deh aku ikut."


"Nih pake helem nya."


"Iya-iya."


Merekapun pergi naik motor


"Eh mau mampir ke Toko Buku yang baru buka gak katanya nya banyak buku terbaru."


"Buku? Di mana deket gak?"


"Deket,kita mampir ya."


"Iya."


Mereka pun sampai dan masuk melihat buku buku di sana


Tak lama ia keluar dengan membeli beberapa buku untuk di baca dirumah


"Yu pulang."


"Let's go." Ucap Davin


Mereka pun sampai dirumah Risa


"Makasih ya."

__ADS_1


"Iya."


Saat Risa hendak pergi Davin menahan tangan Risa


"Apa lagi Vin."


"Upah nya mana."


"Upah apa kirain tadi free."


"Ini" menunjuk ke pipi nya


"Oh itu ... ini."


"Plak."


Risa menampar pelan pipi itu


"Udah cepet pulang."


Ucap Risa sembari pergi ke dalam rumah


Davin hanya tersenyum


Sesampai nya dirumah sambil makan Risa menatap ponsel nya yang tak ada notifikasi apa pun.


Risa pun berganti pakaian dan pergi ke Kamar nya untuk membaca buku yang ia beli tadi,ia Membaca nya sampai ketiduran.


Ke esokan hari nya,


Risa bangun dan berangkat seperti biasa.


Saat bel berbunyi seluruh siswa pun masuk ke kelas melihat Erik yang memandang nya namun Risa memalingkan wajah nya pura-pura tak tau,mereka pun mulai belajar.


"Saat nya istirahat."


Risa pun masih terduduk di bangku nya.


Mengerjakan beberapa tugas dari guru nya khusus untuk nya mengolah keuangan kelas,yang lain pun pergi.


"Ri kamu mau makanan apa?Aku mau ke kantin nih." Ucap Rika


"Aku mau cemilan aja?Ini uang nya."


"Iya."


"Makasih ya." Ucap Risa


Kini hanya Risa sendiri di kelas dengan tangan yang terus bergerak menulis mengisi data data keungan tahun kemari ke halaman yang baru.


Tak lama


"Clekk"


Suara pintu di kunci Risa pun menengok ke sumber suara melihat Erik telah mengunci pintu nya.


Risa pun tak menghiraukan nya.


"Emm ... yang." Ucap Erik sambil memegang tangan nya


"Ishh ... "


Namun Risa tak mengirau kan nya dan menepis tangan itu.


"Kamu ... marah yah sama aku."


Namun Risa masih tak menjawab


"Ia lah masa enggak emang kamu pikir cuma kamu yang bisa acuhin perhatian aku,aku juga bisa kalee." Batin Risa


"Sini gantian biar aku yang nulis."


Ucap Erik sembari menarik paksa buku yang sedang Risa pakai


Sontak pena yang Risa pakai pun mencoret bagian yang sudah dia tulis


"Yaaahh."


Risa Kaget dan Kecewa seluruh tulisan yang ia tata serapih mungkin ternoda dengan garisan tinta hitam yang menggaris ketengah.


"Apaan sih kamu tuh ganggu."


Geram Risa sambil menatap nya tajam


"Ma ... af aku gak sengaja."


Ucap Erik sambil menggaruk Kepala nya


Tiba tiba Risa memasukan seluruh buku nya ke dalam Tas dan beranjak keluar kelas.


Erik pun mengejar nya


Saat Risa hampir meraih Kunci Pintu di atas,


Erik memegang tangan nya dan mengunci tubuh Risa dengan dada nya dari belakang


Erik pun menjatuhkan wajah nya di pundak Risa


membuat nya hampir menepel dengan pintu.


Risa pun membulatkan matanya ketika merasakan Nafas Erik di bahu nya.


"Aku minta maaf yang."


Ucap Erik berbisik di telinga Risa dengan napas yang tertiup ke tengkuk punggung nya.


Sontak hal itu membuat Bulu Kuduk nya merinding.

__ADS_1


Ia pun mendorong ke belakang agar Erik menjauh dari punggung nya


"Kamu apaan sih!"


Ucap Risa membuka kunci puntu segera ia membuka pintu dan akan beranjak ke Luar.


Namun tak sengaja Pintu yang Risa tarik mengenai wajah Erik.


"Bruuk."


"Ahk."


Pekik Erik kesakitan di bagian hidung nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Risa pun kaget mendengar rintihan Erik dan melihat wajah nya


Dengan memegang tangan Erik yang menutupi wajah nya ia beusaha untuk memastikan Erik baik baik saja


"Eh kamu gak papa kan maaf ... maaf duhh."


"Hidung ku Sa ... kit." sambil membuka kedua lengan nya.


Risa pun memegang wajah Erik melihat apa hidung nya terluka.


"Gak papa ko hidung kamu baik baik aja gak berdarah ko ma ... af." Ucap panik Risa


Ia Tak sadar kedua tangan Erik meraih wajah nya juga,pelan pelan Erik mulai mendekat kan wajah nya dengan wajah Risa yang tengah sibuk memperhatikan wajah nya.


"E ... ehhh."


Ia merasa wajah Erik semakin dekat dengan nya sampai-sampai hidung nya hampir bersentuhan, ia sadar ketika Erik memegang wajah nya dengan keras agar wajah nya tak bisa menjauh dari nya.


Ketika tinggal beberapa CM lagi bibir mereka bertemu Risa pun mendorong nya,membuat Erik tersungkur.


"Iih,kamu apaan sih dasar tukang cari cari kesempatan."


Ucap Risa dengan wajah yg sudah merah padam dan bergegas meninggalkan Erik.


Erik pun tertawa kecil melihat pacar mungil nya pergi.


Jam jam berikut nya seperti jam Sekolah biasa.


Risa pun masih mengacuh kan Erik


Saat waktu nya pulang,Erik pergi duluan dengan motor nya tau Risa sedang marah


"Dasar,dia bahkan gak membujuk ku atau apa ke." geram hati Risa


"Heii."


Ucap Davin sambil mengalungkan tangan nya di leher Risa


"Ahk apaan sih Vin."


Ucap Risa sambil melepas tangan itu


"Jalan bareng yah."


"Emang kamu gak bawa Motor yah."


"Engga,kemarin abis nganterin kamu motor nya mogok gak mau pulang kata nya mau nya sama kamu,jadi aku simpen di bengkel."


Ucap Davin


"Hmm ... kamu gitu ya,aku gak bakalan ikut kamu lagi deh."


Ucap Risa


"Eeh aku bercanda ko Risa"


Mereka pun berjalan pulang namun tiba-tiba Hujan.


Risa dan Davin pun berteduh di dalam Telpon umum,mereka saling berhadap hadapan


"Yaah tas aku basah."


"Iya aku juga,baju kamu juga basah tuh."


Ucap Davin menunjuk baju Risa yang basah menampakan tank top hijau yg menerawang sontak wajah Risa memerah


"Kya."


Jerit Risa


"jangan lihat."


Ucap Risa sebari menutupi tubuh nya


"Ups maaf gak sengaja."


Ucap Davin sembari memalingkan wajah nya


"Ini pakai jaket aku." ucap Davin


Mau tak mau Risa pun mengambil nya


"Makasih,ah rasanya nyaman."


Sambil tersipu malu Risa memakai jaket nya


"Ko jaket kamu gede banget sih sampai sampai rok aku ketutup loh."


Ucap heran Risa


"Ah kamu nya aja yang kekecilan"


"Ko hujan nya makin deras yah"

__ADS_1


"Iya dingin juga ya."


Sambil melipatkan tangan nya


__ADS_2