
"Ya udah kamu pakai lagi jaket nya."
"Jangan gak usah aku gak kuasa lihat baju kamu haha..."
Ucap Davin sambil Tertawa
"Huuh dasar mesum,kamu mau ku pukul biar hangat."
Ucap Risa dengan tangan yang di kepal
"Jangan dong masa di pukul"
Semakin lama hujan makin lebat,Davin pun terduduk kedinginan sambil memeluk kaki nya ia menelungkup kan wajah nya
"Eeh kamu kenapa?"
Tak ada jawaban Risa pun menghampiri nya dan memegang wajah nya yang mulai pucat
"Enggak ko gak papa"
Davin pun berdiri kembali
"Tapi wajah mu pucat, tangan mu juga dingin pakai jaket mu lagi!."
Risa ingin melepas jaket nya namun Davin menghentikan nya
"Jangan."
"Ta ... pi."
"Sett"
Tiba tiba Davin menarik Risa kepelukan nya dan melingkarkan tangan nya di pundak Risa
"Kaya gini aja,sekarang kan jadi hangat."
Risa pun kaget
"Tapi masa gini si Vin." Risa mencoba melepaskan pelukan nya
"Jangan di lepas Sa,dingin"
Ucap Davin
"Ta ... pi."
Ucap Risa canggung
Tiba tiba Davin menelungkup kan wajah nya di pundak Risa
"Eh ko makin berat."
Ucap Risa menahan badan Davin
"Vin ... Daviin."
Ucap Risa tanpa sautan darinya
"Davin."
"Apa dia pingsan." gumam Risa
"Davin."
Dengan nada yang berat Davin menjawab nya
"Maaf Sa Sebentar ya dingin,sebentar aja."
Dia pun lega Davin gak papa
Dengan rasa cemas takut Davin sakit
Dia membalas pelukan Davin agar merasa lebih hangat
Muka Risa memerah kala ia membalas pelukan nya rasa nya seharusnya ini tak terjadi seperti ada kesalahan
Namun di balik tubuh Risa,Davin tersenyum lebar karena ini haya pura-pura.
"Akhi hihi Yes akhirnya aku bisa dekat dengan dia" Gumam hati Davin
Risa tak tau niat nya saat itu
Tak kuat lama berdiri mereka pun duduk tersimpuh di bawah sambil berpelukan
Tak lama hujan pun mereda
Erik yang pulang duluan kembali untuk menjemput Risa karena tau ia belum pulang saat menelpon ke rumah nya
"Vin hujan udah reda."
Ucap Risa sembari melepas pelukan nya
"Ah benar."
Dia juga melepaskan tangan nya
"Ayo pulang"
__ADS_1
Saat dia turun ia melihat Erik tengah berjalan ke arah nya dengan rambut yang sedikit basah
Erik merasa heran melihat merka beruda kenapa mereka berduaan di sana
"Kalian sedang apa?."
Ucap Erik menatap tajam mereka berdua
Risa tak menjawab
"Kami hanya berteduh sebentar"
Ucap Davin menyeringan di belakang Risa
Erik tau maksud seringai itu spontan dia cemburu
"Kenapa kamu pakai jaket dia!."
Sambil melpaskan jaket nya dari risa
"Eeh,kamu apa apan an sih."
Sontak Risa terkejut dengan tangan Erik yang mulai menurunkan relsleting jaket nya dan menarik jaket itu
"Nih gue balikin."
Ucap Erik sambil melempar nya kepada sang pemilik
Tiba tiba Risa lari pulang sendiri meninggalkan mereka berdua
"Eh Risa tungguu."
Ucap Erik yang gagal menangkap tangan Risa
Risa pun mulai menjauh
Erik dan Davin pun saling bertatapan
Davin pun tersenyum lebar
"Apaan sih lo."
"Enggak,yu nterin gue pulang aja."
"Huuh Lo aja sendiri."
Mereka berdua pun tertawa bagaimana pun mereka teman baik persaingan dalam cinta itu biasa
Mereka pun pulang,
Namun Risa masih enggan untuk bicara dengan Erik
"Ada apa dengan mereka berdua."gumam Risa
"Hm,bomat lah"
Risa pun ber istirahat
waktu pun berlalu
Hari ke 4 masuk sekolah setelah libur panjang sekola tahun ajaran baru hari ini Risa berangkat bersama Arin teman baik nya
Ia berangkat pagi pagi sekali ke sekolah karena hari ini jadwal piket Arin mau gak mau Risa juga pagi karena ia tidak mau pergi kesekolah sendirian.
"Pagi Risa."
Saut Arin
"Pagi Rin."
"Kenapa kamu murung Risa apa ada masalah?."
"Iya Rin akhir-akhir ini kenapa Erik berbeda sekarang dia cuek."
"Emang nya kenapa ? Masalah apa sebener nya lebih baik kamu bicara baik baik sama dia."
"Gak tau Rin bawaan nya pengen marah mulu, tapi kaya nya iya deh nanti aku bicara sama dia."
"Iya, tapi kalau suka marah GJ gitu kaya nya kamu mau dateng bulan tuh haha."
Ucap Arin tertawa
Risa pun tersenyum malu sambil nyenggol Arin.
Saat sampai di sekolah
"Rin mau di bantuin piket gak?."
"Ih gak usah malu tau kita kan beda kelas beb gk papa ko kamu selesain aja masalah kamu biar muka mu gak kusut."
"Ya udah deh kalau gk mau"
"Iya Risa daah aku masuk dulu ya "
"Iya"
Mereka pun masuk kelas masing-masing.
__ADS_1
Saat sampai di kelas Risa kirim pesan ke Erik
"Yang kamu di mana udah berangkat belum nanti aku tunggu di sekolah."
Setelah 2 menit
"Kenapa Erik belum balas ya apa dia masih marah."
tak lama ponsel Risa berbunyi
Pesan dari Erik
"Aku baru mandi yang, iya nanti kita ketemu."
Hati Risa pun berbunga sambil senyum bahagia.
Risa pun membalas pesan Erik
"Iya."
"Rasa nya malu deh kalu kirim pesan kangen kemarin kami bertengkar cuma gara gara hal sepele kaya nya aku lagi pusing deh jadi lampiasin marah sama dia tapi gk papa nanti aku minta maaf sama dia langsung."
Gumam Risa
Kodisi sekolah masih sepi risa melihat jam baru pukul 6.20
"Ah ko bosen ya"
Risa melihat ke jendela belakang sekola sambil melamun,tiba tiba terdengar suara sepatu dari belakang
"tap-tap-tap"
Semakin dekat jantung risa berdegup kencang dalam hati
"Apa itu Erik ?."
Risa tidak mau memalingkan wajah dia gugup bertemu Erik.
Tiba tiba ada yang memeluk nya dari belakang
sontak Risa syok dan dengan segera melepaskan tangan yang mendekap tubuh nya.
Risa pun membalikan badan nya dan ternyata itu adalah Davin
Risa pun sedikit merinyit
"Apa apaan sih kamu Vin ko tiba tiba peluk aku segala."
"Aku kangen Ri." sambil tertawa
"Ah kamu gk gitu juga kali." saut Risa
"Kenapa kita kan BFF." saut Davin
"Iya kita bertiga BFF aku kamu sama Erik tapi gak gitu juga di kalau Erik lihat gimana nanti dia salah paham lagi."
sambil berjalan untuk duduk di bangku
Risa pun duduk tapi Davin ngikutin,dia pun duduk di depan bangku Risa behadap hadapan.
Risa menatap Davin dengan heran namun Davin malah membalas tatapan Risa,
mata mereka saling menatap
"Rii."
"Emm..."
jawab Risa
"Di rambut kamu ada ulet."
Ucap Davin
Tiba tiba mata Risa terbelalak ketakutan sambil tak bergerak Risa pobia sama ulat.
Sungguh dia takut sampai sampai mata nya berair kaya mau nangis Davin terkejut dalam hati,dia cuma bercanda yah tanggung bohong deh.
"Diem ya Ris biar aku buang" Saut davin tangan nya mulai menyentuh rambut Risa dan menepis rambut nya seolah olah memang ada ulat nya.
Tiba tiba Risa menjerit sambil terberanjak dari kursi nya
"Aahhh!!!."
Sambil melirik melihat ulat nya tidak ada dia menatap wajah Davin yang tertahan menahan tawa.
Risa marah ia memukul punggung Davin
"Kamu ya dasar tukang jahil awas kamu ya!."
"Ha ... ha ... ha." spontan Davin tertawa senang
Risa menghampiri Davin sambil memukul nya meski gak terlalu keras
__ADS_1
Mata safir itu melihat wajah Risa yang sedikit marah
Tangan Davin memegang tangan yg sedari tadi memukul mukul nya.