Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 66 Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Saat pintu di buka nampak lah suasana dinding yang rapuh tak berpenghuni namun sangat lah bersih.


Ia pun berada di lantai 3 bersama Anz,saat pintu ruangan itu terbuka nampak lah 3 pria sangar berotot yang menunggu Anz di sana.


Yang paling mencolok adalah pria paruh baya yang begitu santai nya tumpang kaki di atas meja menunggu mereka.


"Kau lama sekali." Ucap pria itu


"Kau tau urusan ku bukan hanya dengan mu saja." Ucap Anz


"Hah ... Untuk hal itu tak di ragukan aku tau aktifitas mu."


"Berhenti lah berbasa basi to the point,mana uang yang kau janji kan." Ucap Anz


"Hah tak kan ku serah kan begitu saja." Ucap pria itu dengan tatajam tajam bak pembunuh.


Namun mata itu malah berheti pada Risa,hal itu membuat Risa menelan ludah dengan sekuat tenaga kaki nya terasa gemetar.


"Hmm aku akan membayar nya 2x lipat ... Asal gadis yang kau bawa itu bisa jadi milik ku." Ucap pria itu


Bak terasa di sambar petir kata-kata itu membuat Risa membulatkan mata nya.


"Penawaran mu itu menarik." Ucap Anz

__ADS_1


Pria paruh baya itu menyeringai


"Namun itu tak sebanding dengan nya." Tutur Anz


Di tengah-tengah mereka berbincang bak singa dengan singa yang dengan sekali terkaman akan berkelahi,di luar Abian,Ethan dan ibu Dita tengah mengatur strategi bersama 8 orang sahabat Abian yang juga polisi.


Abian mecoba menyelamatkan Risa terlebih dahulu tanpa harus mengancam penyamaran nya.


Ia tak bisa mengambil resiko penuduhantanpa bukti yang kuat Anz mempunyai akar yang kuat dalam kepolisian di sana.


Abian lantas mengenakan seragam lengkap nya yang tak kurang apapun dengan senjata di tangan nya,ia mengisyaratkan kode-kode kepada rekan nya untuk berpencar dan perlahan masuk ke dalam.


Ethan dan Ibu Dita pun mengikuti dengan senjata yang mereka pegang karena kekurangan personil.


Sementara itu di ruangan atas perbincangan Anz dan pria paruh baya itu belum selesai hingga pria paruh baya itu menyodorkan 2 tas berisi uang yang begitu banyak.


"Ini akan pekerjaan mu dan aku butuh barang itu sekarang." Ucap pria itu


"Tentu." Ucap Anz yang sama mengeluarkan satu koper berisi seperti serbuk putih.


Mereka berdua saling bertatapan dengan kedua mata tajam mereka.


Perlahan tangan kiri Anz merayap ke saku celana belakang nya meraih sesuatu.

__ADS_1


Keringat dingin Anz mulai terlihat ia mengetahui ada yang mengintai nya,perlahan tanpa di sadari yang lain,ia meraih pistol dari dalam jas nya.


"BRAK !!" Suara pintu di dobrak


"AHK." Risa kaget mendengar nya


"JANGAN BERGERAK !!." Teriak Abian dengan menyodorkan senjata semua rekan nya ikut masuk mengelilingi mereka dengan senjata.


Anz dan yang lain nya di buat kaget akan hal itu.


"ANGKAT TANGAN ! KALIAN SUDAH KAMI KEPUNG."


Di saat yang Sama Anz lantas mengeluarkan pistol itu membuat seolah olah ia kan menjatuhkan pistol itu,namun ia malah  menembakan nya ke arah barang yang ia bawa dan,


"DUARRRRR."


Barang itu meledak dan menyemburkan api kemana mana sepontan semua orang yang ada di sana terhempas ledakan itu.


Anz membalikan kursi yang ia duduki dengan menarik Risa ke sana menghalau api yang menyambar itu.


Bak diterjang gempa geduh itu bergetar di buat nya menjatuhkan abu dari dinding yang terbakar,lampu di sana lantas padam membuat semua tak beraturan hanya api yang menggebu membuat cahaya remang-remang di sana.


Anz lantas membuka kursi itu dan nampak lah semua terluka atas kejadian itu.

__ADS_1


Abian berserta yang lain pun tergeletak terluka.Abian lantas melihat rekan-rekan nya yang sebagian tak sadarkan diri.Ia tak bisa mengambil resiko mempertaruhkan nyawa mereka.


Anz lantas menembakan beberapa peluru ke atas gedung.


__ADS_2