Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 22 Ibu Nya Kecelakaan


__ADS_3

"Di sini lebih tenang yah."


"Iya"


Dalam keheningan mereka berdua menikmati angin malam itu,saling merasakan kehangatan tangan mereka yang saling menggenggam.


Mereka saling merasakan deru nafas masing-masing dan kehangatan uang mereka ciptakan kala Risa menyenderkan kepala nya di bahu Erik.


"Apa hubungan kita akan berakhir." Tanya Risa yang memecah keheningan antara mereka.


"Tidak jangan bicara seperti itu,aku tau ini berat buat kita berdua tapi aku yakin ko aku akan kembali sama kamu.Meski ini hari-hari akan sulit tanpa kamu."Ucap Erik


"Ini juga buat masa depan kita,bersabar yah aku mohon kamu jangan bilang seperti itu lagi."


Sontak Risa merasa bersalah mengatakan hal itu


"Besok pagi kamu pergi yah jangan lupa kabarin aku kalau udah nyampe." Ucap Risa


"Tentu aku akan selalu hubungin kamu jadi kamu tenang aja."Ucap Erik sambil mengelus pipi nya.


"Kenapa rasa nya semua akan berakhir di sini" gumam Risa makin erat menggenggam tangan Erik.


"Risa"


Ucap Erik yang menghadap kepadanya


"Iya"


"Kamu mau kan nikah sama aku?."


Sontak risa terkejut dengan pertanyaan itu


"Kenapa kamu bilang gitu ?."


"Suatu saat Aku akan kembali buat lamar kamu." Ucap Erik


"Kamu bercanda mulu perginya aja belum hihi." Risa tertawa kecil karena hal itu.


"Aku serius tau!." Ucap Erik yang malah mencubit pipi Risa dengan keras.


"Ahaha sakiit ih." ucap Risa sambil memukul-mukul Erik.


Mereka berdua lantas saling menggelitik pinggang dan saling mencubit.


"Iih udah"


Saat erik menjauhkan tubuh nya kemeja nya tak sengaja tersangkut di kancing overall milik Risa.


Ia melihat wajah manis itu dari dekat tersenyum dengan wajah yang memerah akibat kegelian


"Bentar yang diem."


"Ada apa?."


"Kemeja aku nyangkut di pengait overall kamu."


Risa pun melihat nya


Tangan Erik lantas ingin menggapai pengait itu


"Tunggu!!... "Ucap Risa kala melihat tangan Erik dekat dengan dada nya dan sial nya pengait nya di sana.


"Biar aku yang copotin." Ucap Risa


"Ya udah."


Risa pun mencoba melepas benang yang mengait di pengait overall nya ia tak sadar jika wajah nya terunduk dekat dengan wajah Erik hingga deru nafas Erik terdengar di telinga nya.


Erik terus memandangi wajah Risa


"Ah udah tuh udah lepas." ucap risa ia menadahkan wajah nya dengan Erik masih memandang nya.

__ADS_1


"Kenapa?." Tanya Risa sambil menatap mata Erik


Tangan Erik lantas mengelus pipi Risa.


Mata Risa tak kuat membalas tatapan mata yang menatap nya begitu dalam,kala Erik malah mendekat kan wajah nya,rambut Risa pun jatuh dan menyembunyikan wajah cantik nya.


Erik pun menyelipkan rambut itu di teli nga nya hingga nampak lah wajah malu itu.


"Risa ... aku sayang kamu." Ucap Erik sambil medekat kan wajah nya,Rasa cinta itu berubah menjadi sayang dan


"Cup"


Erik mencium pipi nya,ia lantas melihat wajah merah itu


"Risa." Ucap nya kala mata Risa terlihat terpejam,seperti nya ka memberikan izin atas nya.


Erik pun mendekatkan wajah nya kembali,menatap bibir manis itu dan ia mencium nya dengan lembut.


Namun Erik tak mampu untuk melakukan hal yang lebih hanya bibir mereka yang bersentuhan.Ia masih ragu jika belum menikah meski hanya sekedar mencium saja.


Erik lantas menjauh kan wajah nya dari Risa dan tertunduk


"Maaf." Ucal Erik takut Risa marah


Risa lantas melihat wajah Erik yang nampak merasa bersalah,ia memegang tangan itu dan menatap nya sambil tersenyum.


"Kamu gak marah ?." Tanya Erik


Risa hanya menggeleng dengan senyuman nya Erik yakin jika memang Risa tidak marah kepada nya atas kejadian barusan.


"Kita pulang yah udah jam 9 malam"


"Iya."


Mereka berdua pergi dan memberhentikan taksi mereka pun pergi pulang.


"Ciit..."


"Jangan lupa besok aku pergi jam 10." Ucap Erik


"Iya." Ucap Risa tersenyum dengan mata yang terpejam.


Erik sedikit membungkukan tubuh nya dan mengusap rambut Risa.


"Salamat malam queen ku jangan lupa mimpiin aku." Ucap Erik sambil mencium kening nya.


Risa hanya tersipu malu dengan itu senyum nya semakin lebar.


"Kamu juga."


"Sampai jumpa." Ucap Erik yang pergi naik taksi lagi.


Risa pun melambaikan tangan nya


"Sampai jumpa." teriak Risa


Lama-kelamaan saat taksi itu mulai menjauh dari penglihatan nya mulai membawa pergi kekasih nya senyum nya mulai pudar seiring tak terlihat nya taksi itu.


Risa pun masuk ke rumah


"Cklek." Pintu di buka


"Maaaah Risa pulang."Namun tak ada jawaban


"Kaya nya mamah belum pulang."


Ia membereskan baju seragam yang ada di tas nya


"Loh ko ponsel ku gak ada! ... "


"Yaampun,ponsel ku ketinggalan di ruang ganti di mall,gimana ini." Ucap Risa sambil mengacak -acakan Isi tas nya.

__ADS_1


"Ting tong"


Suara bel berbunyi


Risa pun turun ke bawah dan membuka pintu


"Cklek"


Pintu di buka dan betapa kaget nya ia


Melihat Ethan nampak dengan setelan rompi kerja nya yang kotor dan lengan kemeja putih nya sobek,darah nampak di sana dan rompi nya penuh bercak darah ia terengah-engah dengan kepala nya yang mengeluarkan darah sudut bibir nya sedikit membiru.



"Kamu kenapa ?." Teriak Risa


Ethan tak bicara ia lantas memegang  tangan nya dan menarik nya keluar.


"Ada apa, kita mau ke mana?."


 Ethan hanya diam ia tak menggubris nya,Risa marah dan hendak melepas kan tangan itu.


"LEPAS,KAMU TUH KENAPA?." Teriak Risa takut.


Ethan lantas berhenti dan menatap Risa dengan mata yang seperti ada kesedihan mendalam di hati nya.


"Ada apa ? Kamu jangan bikin aku takut." Ucap Risa yang mulai menitikan air mata nya.


Ethan lantas menghampiri risa dan tiba-tiba memeluk nya,ia membenam kan wajah nya di pundak nya.


"Ibu mu!." Ucap lirih Ethan di telinga Risa


Risa membelalakan mata nya kala mendengar sesuatu yang menyangkut Ibu nya,Risa pun mendorong tubuh Ethan.


"KENAPA SAMA MAMAH!." Ucap Risa yang mulai merasakan dada nya sesak air mata jatuh ia takut sangat takut terjadi sesuatu pada ibu nya.


"Mamah kenapa ka jawab Risa?."


"Ibu mu ada di Rumah Sakit Risa, dia terkena musibah."


Dada itu terasa sakit mendengar hal itu


Risa lantas pergi berlari ke arah Rumah Sakit meninggal kan Ethan di sana,Ethan lantas mengejar nya.


"Maaahhh." Teriak Risa yang berlari tanpa alas kaki rambut nya yang tergerai tertiup angin,mata nya terus berlinang air mata tangan nya bergetar banyak bayangan buruk menghampiri nya,


"Set."


Risa terhenti kala Ethan memengang tangan nya


"Kita naik mobil, biar aku ceritain semuanya."


Mereka pun pergi ke depan beruntung nya mobil Ethan sudah selesai di perbaiki.


Mereka pun pergi ke Rumah Sakit


"Sebenar nya apa yang terjadi? hiks...." Ucap Risa sambil menangis ia terus menyeka air mata nya.


"Sebenar nya tadi sore aku melihat ibu mu di begal ia mempertahan kan satu cincin nya yang kelihatan nya begitu berharga."


"Itu cincin pernikahan Mamah." Gumam Risa mengingat hal itu tak henti air mata nya jatuh.


"Aku berusaha menyelamatkan nya dengan melawan mereka, salah satu di antara mereka memegang palu juga senjata tajam, saat aku lengah preman itu ingin memukul ku dari belakang namun ibu mu menyelamatkan ku, dan malah ia yang terluka sekarang dia di ruang oprasi karena kepala nya terluka."


Ucap pengakuan Ethan


"Mah" Gumam hati Risa dengan air mata yang tak mau berhenti.Tak lama mereka sampai di Rumah Sakit.


Mereka pun pergi ke tempat oprasi Ibu Dita.


Saat ia melihat ruang oprasi yang masih dalam penanganan,kaki nya gemetar hingga ia tak kuat menopang tubuh nya membuat diri nya jatuh terduduk.

__ADS_1


"Duk" suara benturan kaki nya menyentuh lantai.


__ADS_2