Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 61 Kesal


__ADS_3

"Sekarang cepat bawa dia,agar dia bisa segera bekerja."


Para pelayan itu pun masuk kedalam kamar itu.


"Hei,cepat bangun dan ayo bekerja."


Risa pun mengangguk,pera pelayan tau keadaan Risa mereka membantu nya untuk berdiri dan berjalan.


"Kita ganti dulu pakaian mu."


Risa pun menuruti mereka,ia beganti pakaian dengan dengan baju pelayan,berwarna hitam putih berlayer selutut,meski itu pakaian pelayan tetap saja itu terlihat mewah ketika Risa memakai nya.


"Dia cantik sekali." Ucap salah satu pelayan di sana.


"Iya,tapi sayang nasib nya sama seperti kita."


"Diam !."


Risa pun berjalan mengarah ke para pelayan.


"Nama kamu siapa ?."


"Namaku Risa."


"Baiklah Risa berhubungan tuan Anz ingin kamu melayani nya,dan karena kamu sedang sakit kamu hanya perlu antar makanan ini ke meja makan."


"Baik."


"Tapi ! Makan lah dulu,agar keadaan mu pulih."


"Tidak terimakasih." Ucap Risa


"Jangan seperti itu aku tak suka di bantah ! Jika kamu ingin bekerja dengan baik keadaan mu harus pulih,jika tidak kami yang akan tanggung resiko atas kesalahan mu nanti." Ucap tegas kepala pelayan.


Risa pun mengangguk dan mencoba makan meski selera makan nya belum ada,ia memaksakan nya.


Setelah selesai makan,Risa pun mencoba mengerjakan semua tugas yang di berikan.


Sementara Anz yang telah rapih turun dari kamar nya,setelan jas abu nya nampak pas dengan nya wajah begitu tampan bak wajah Aktris korea.


Saat ia turun nampaklah Risa yang tengah menyiapkan sarapan nya di meja,mata Anz di buat nya tak berkedip.


Ketika ia masih terlihat canit meski mengenakan pakaian pelayan itu,tak bisa ia pungkiri gadis itu memang benar-benar cantik.


Anz pun duduk akan makan,saat ia duduk nampaklah makanan yang berbeda kali ini harum nya makanan membuat perut nya tak sabar memakan nya,dengan segera Risa pergi dari sana.

__ADS_1


Anz pun makan di sana di meja besar itu,ia hanya sendiri di sana.


Setelah makan Anz langsung pergi ke kantor nya,saat ia di luar ia membagi tugas para penjaga sebagian bersama nya dan sebagian di rumah.


Abian merasa senang ia berjaga dirumah,Anz pun pergi.


Namun Abian tak bisa bertingkah gegabah,pengamana di rumah ini begitu ketat ia tak bisa mengabari siapa pun sekarang tentang Risa.


Sementara Risa tengah duduk bersimpuh di lantai tak kuasa dengan keringat dingin yang membuat nya lesu.


"Aku ingin pulang,sebaiknya aku kabur dari sini."


"Tapi tidak,ini tak seperti di dalam drama tv yang bisa berhasil lolos,ini kenyataan dan bagaimana jika aku tertangkap,apa yang akan di lakukan pria jahat itu pada ku,aku takut." Batin Risa berkecamuk.


"Aku harus memantau keadaan sekitar."


Risa pun berdiri dan berjalan menulusuri rumah megah itu melihat ke luar nampak lah tiap penjaga di setiap Sudut rumah nya.


"Tak ada yang bisa ku lakukan sekarang."


Ucap Risa pasrah dengan keadaan sekarang.


Sementara Ethan dan Ibu Dita masih menghubungi polisi mencari tahu keberadaan Risa.


Waktu pun terus berlalu hingga sore hari pun tiba,Anz lantas sudah pulang dan dengan segera ia pergi ke dalam ruangan buku milik nya.


"Cklek." Pintu Ruangan itu lantas terbuka menampakan rak buku yang berjajar rapih dengan beberapa buku tergeletak di kasur seperti biasa.


Anz mencari beberapa dokumen yang ia simpan.


"Akhir nya ketemu juga." Ucap Anz yang di buat kelelahan mencari dokumen itu.


Anz lantas melepas jas nya hingga ia hanya mengenakan Kemeja putih, rompi coklat dan dasi merah yang ia lepas tergantung di dada nya.


Merasa lelah Anz lantas berbaring di kasur kecil itu,ia menyalakan walkietoolkie nya.


"Pelayan suruh pelayan baru itu kemari !." Ucap Anz


Mendengar itu kepala pelayan menyuruh Risa untuk menghampiri Anz,Risa pun menurut dan perlahan pergi ke sana.


"Cklek."


Pintu itu terbuka menampakan buku-buku berjajar dengan rapih,nampak lah sang pemilik tengah berbaring di ranjang itu.


"Ada a ... pa tuan memanggilku." Ucap Risa dengan gemetar.

__ADS_1


"Ambilkan aku air !."


Risa pun menoleh ke sudut ranjang yang tak jauh dari diri nya yang saat ini tengah berbaring.


"Dia ! Air itu sungguh dekat dengan nya." Geram batin Risa.


Tak mau di sakiti Risa berjalan perlahan ke arah air minum itu dengan langkah yang gemetar ia mencoba menuangkan air dan membawa nya pada Anz.


"Ini." Ucap Risa yang menyodorkan gelas berisi air itu kepada Anz yang tengah berbaring,nampak lah Anz yang tengah memegang kening nya.


Tangan itu tak meraih gelas yang di pegang Risa melainkan tangan yang memegang gelas nya ia memegang tangan itu dengan kasar.Sontak hal itu membuat tangan Risa bergoyang dan menjatuhkan air itu di pipi dan tubuh Anz.


Risa membulatkan mata nya melihat air itu jatuh di tubuh Anz,ia sungguh sangat takut melihat mata Anz.


Namun Anz kelihatan sangat lelah,hingga Anz malah menarik Risa kedekapan nya dan


"Ahk."


"Byurr." Air itu jatuh di kemeja putih yang semakin basah menampakan kulit putih dan tubuh kekar itu menerawang,dada bidang nya begitu terlihat dengan otot kekar nya.


Anz lantas bangun dari tidur nya dan membuat Risa naik ke ranjang dengan satu tarikan.


Ia menjatuhkan Risa di kasur dan membuat tangan itu ia letakan di atas kepala nya.


Anz menatap Risa yang mata nya membulat sempurna di buat nya,wajah nya lantas memerah dengan mata yang berbinar karena air mata,melihat Anz ada di atas nya.


Anz lantas membuat tubuh Risa berada di ************ nya,sontak Risa menaikan paha nya.Anz menopang tubuh nya dengan tangan yang memegang tangan Risa begitu kuat.


Perlahan ia membungkukan tubuh nya.


"Kau membuat baju ku basah ! Kau harus menerima akibat nya !." Ucap Anz yang makin kuat mencengkram tangan Risa hingga tangan nya mati rasa akibat darah yang tak mengalir membuat tangan Risa membiru.


"Sakit !." Teriak Risa tak tahan


Anz kalap melihat wajah cantik itu meringis kesakitan ia belum puas jika hanya melihat itu.


Anz lantas mendekatkan wajah nya,hal itu membuat Risa mengeleng-gelengkan kepala nya ketika hidung pria itu makin dekat dengan wajah nya.


Melihat Risa menggeleng-geleng Anz lantas melepas satu tangan Risa dan meraih dagu gadis itu agar diam.


Ia mencengkram dagu mungil itu dengan kuat, satu tangan Risa merasa lebih baik dengan rasa hangat ketika darah itu mengalir lagi ke tangan nya.


Ia lantas mencengkram tangan Anz agar pria itu menjauh,bukan nya menjauh Anz malah menatap nya tajam.


Bibir nya nampak mendekat dan

__ADS_1


__ADS_2