
"Oh ya udah"
Balas Risa singkat
"Hmmm niat nya mau main sama Arin tapi malah ketemu CEO tua itu "
Risa pun melanjut kan makan
Selang beberapa lama,nampak lah seorang pria sedang mengendap-endap di belakang nya
"HEI!!..." Teriak Erik sambil memegang pundak Risa
Sontak Risa terkejut dan tersedak
"Uhuk ... uhuk."
"Ahk maaf... ini minum." Ucap Erik sambil mengelus pundak Risa
Risa pun meminum nya.
"Hh ... lega." Ucap Risa sambil menatap tajam kepada Erik
"Ups sory ya hihi."
"Awwhh...duh maaf ... maaf."
Pekik Erik kala Risa mencubit perut nya.
"Ahk kamu kaya hantu aja ngagetin untung aku gak langsung mati,kalu aku mati aku yang akan jadi hantu nya."
"Ha ha Maaf ... maaf"
"Kamu sendiri di sini?."Tanya Erik
"Ah iya tadi sih berdua sama Arin sekarang sendirian tadi ada orang tua yang temenin aku."
Ucap Risa sambil melanjut kan makan nya.
"Orang tua siapa ?." Ucap Erik heran
"Ahk engga ko gak penting." Ucap Risa tak bilang jika orang tua itu seorang CEO
"Eh kamu mau nih masih banyak."
"Mau dong asal di suapin."
"Ini aaaa" Rissa meyuapi Erik
"Kita pulang yu udah malem nih udah jam 11 malem." Ucap Erik sambil menarik Risa pulang
"Tapi orang tua itu gimana, terus makanan nya gimana sayang tau aku masih mau."
"bawa aja, ahh udah lah dia kan udah gede bisa pulang sendiri."
"Iya deh."
Sementara Ethan pun keluar dari kamar mandi dan nampak Risa tak ada dia pun bertanya pada pedagang nya.
"Pa tadi gadis cantik yang duduk di sini kemana ya."
"Dia udah pulang barusan di jemput sama temen nya deh kaya nya."
"Oh iya makasih ya pa."
"Iya."
Tak lama ponsel nya berdering.
"Halo ada apa?
"Oh meting emang klaien nya udah samapi,oh iya, iya aku kesana sekarang." Ucap Ethan di telpon
Risa dan Erik berjalan pulang bersama,mereka bergandengan tangan
"Eh jangan gantung status kita dong Risa."
"Emang nya kenapa?."
__ADS_1
"Gak papa sih cuma aku mau kejelasan aja"
"Meski status kita gak pacaran pun gak papa asal saling cinta saling sayang aku tunggu kamu dateng ke rumah lamar aku."
Mendengar semua itu Erik tersenyum
"Ok gimana kalau besok."
"Mmm masa besok sih bukan cepet-cepet juga kali."
"Tadi kamu minta nya gitu."
"Ah."
Risa melepas tangan mereka dan mempercepat langkah nya meninggalkan Erik
"Eh tunggu aku, Risa awas loh ada Adrian kamu jalan malam-malam gini sedirian."
Mendengar itu Risa langsung berhenti dan membalikan tubuh nya dengan bibir yang cemberut ia menunggu Erik.
"Gitu dong tungguin"
Risa terdiam tak menjawab nya
"Kamu diem,aku cium." Ancam Erik
"Ya kamu mau aku pukul."
"Risa!!.." Tiba-tiba nada bicara Erik berbeda
Risa heran mendengar suara nya yang berat saat ia menatap wajah nya Erik nampak murung
"Iya ada apa ?."
"Aku ... aku akan pergi ke Amerika." Ucap Erik
Sontak Risa berhenti dan menatap Erik tak percaya
"Maksud kamu?."
"Aku mau lanjut sekolah di sana Risa aku harus pergi untuk belajar mengurus bisnis ayah ku."
"Kalau kita udah nikah pasti aku ajak kamu." Ucap lirih Erik
"Ahk kamu bercanda ya." Ucap Risa sambil mencubit pinggang Erik dan bergelantungan di tangan nya.
Sontak Erik memegang pundak Risa
"Aku serius"
Risa menatap mata Erik,mata yang penuh kejujuran itu menatap nya sayu.
sontak hati Risa merasa sangat sakit mendengar kebenaran hal itu.
"Taa ... pi kapan kamu pergi."
Ucap lirih suara Risa yang mulai berat dan serak ia tak mampu berkata kata, dada nya terasa sesak tenggorokan nya tiba tiba merasa serak dan sakit.
Air mata tak terasa becucur dari mata nya
Risa pun segera menutup wajah nya dengan tangan nya,agar Erik tak melihat nya menangis
"Risa" Ucap Erik sembari ingin melepaskan tangan Risa
"Jaa ... ngan di lepas " Ucap Risa mengerahka tenaga nya agar Erik tak melihat wajah nya.
"hiks..hiks." Suara Risa menangis pun terdengar
Sontak Erik pun duduk bersimpuh di depan Risa.
"Maaf kan aku Risa aku juga gak ingin pergi ninggalin kamu "
Erik pun memeluk pinggang Risa dan menenggelam kan wajah nya di perut nya ia pun menangis di sana.
"Maaf Risa."
Risa pun melepaskan tangan nya dan meraih pundak Erik agar berdiri
__ADS_1
dengan wajah yang penuh air mata mereka saling menatap tanpa bicara
Mereka berdua pun berpelukan sambil menangis Erik menyembunyikan wajah nya di bahu Risa.
Sementara Risa hanya mencengkram pundak pria yang ia cintai.
"Sudah jangan menangis." Ucap Erik menenangkan
"Mungkin ini ujian untuk cinta kita berdua ku harap kamu adalah jodoh ku."
"Lebih baik sekarang kita pulang."
"Ayo aku gendong."Tawar Erik sambil berjongkok di hadapan Risa.
Risa pun menurut dan mulai mendekap Erik dari belakang.
"Pegangan ya."
"Iya." Ucap Risa yang mulai merasa lebih tenang
"Pegangan."
Erik pun menggendong Risa dan mulai berjalan pulang
Risa pun menyamankan badan nya ia menatap Erik dari belakang dengan mata yang berkaca tak menyangka sosok yang besama nya kini akan pergi,
Risa mencium harum parfum milik Erik yang membuat nya nyaman berada di sana.
"Yang." ucap Erik
"Mm iya."
"Kamu tidur gak."
"Enggak emang kenapa?."
Suara Risa terdengar dekat sekali dengan telinga Erik hingga membuat nya tersenyum.
"Ku pikir kamu tidur."
Risa terdiam
"Kapan kamu pergi ke Amerika"
"Minggu depan."Ucap Erik dengan mata yang melihat ke bawah kosong.
"Mmm, berapa lama kamu pergi."
"Aku juga gak tau, aku punya tanggung jawab untuk mengurus usaha keluargaku yang, mungkin akan sedikit lama, tapi aku akan usahain supaya bisa ketemu kamu terus."
Risa hanya terdiam mendengar semua itu
Saat berjalan pulang tiba-tiba Erik berhenti,
"Kenapa kamu berhenti ?."
"Sekarang kamu turun dan lari lah bersembunyi atau minta bantuan jika aku gak kembali."
Ucap Erik dengan mata tajam nya melihat 4 orang menghadang nya.
Sontak Risa membelalakan mata nya ketika ia melihat 4 orang pria menghadang nya dan sial nya lagi salah satu nya adalah Adrian
Risa pun perlahan turun sungguh saat melihat semua ini Risa ber gemetar ia melihat Erik kawatir ia akan terluka.
namun Erik tau jika Adrian sangat mengincar Risa dari pada dirinya Erik langsung membelakangi Risa.
"Terus kamu gimana." Risa memegang tangan nya
"Jangan khawatirin aku,lebih baik kamu sembunyi."
"Ayo kita lari."
"Kamu aja biar aku hadang mereka"
"mereka terlalu banyak aku takut mereka lukain kamu." Ucap Risa pada Erik
"Tapi kan gak maco."
__ADS_1
"Emang kamu mau bonyok." Bisik Risa
"Tapi kamu lebih bener."