
Saat sampai ia langsung mandi membersihkan tubuh nya,saat selesai ia melihat baju seragam nya.
"Seperti nya untuk pertama kali ini aku bolos, aku harus jagain Mamah." Ucap Risa
Ia lantas akan pergi lagi ke rumah sakit,ia mencari uang di kamar ibu nya namun saya tak ada sepeser pun.
"Ya ampun, aku lupa jika semua harta yang mamah pegang di rampas begal itu." Ucap Risa terduduk bersimpuh dengan memeluk kedua kaki nya ia menangis lagi.
"Aku harus apa? Bagaimana cara bayar biaya rumah sakit Mamah.:
Ia pun pergi ke luar hendak melaporkan barang ibu nya yang hilang ke kantor Polisi naik taksi.
Setelah dari sana ia lantas teringat ponsel nya ia lantas pergi ke mall dan pergi ke ruang kehilangan.
"Pa apa ponsel saya ada merek nya *****5A?."
"Maaf yah gak ada." Ucap penjaga di sana
Risa pun pergi dengan lesu.
"Ya ampun ini udah mau jam 10!." Ucap Risa ingat akan kekasih nya yang akan pergi,ia lantas berlari pergi ke sana yang tak jauh dari kantor polisi.
Ia tiba di sana dengan terengah-engah ia melihat ke sekitar nya ia tak melihat Erik.
Ia masih melihat-lihat ke sekitar dengan banyak nya orang beralalu lalang di depan nya,ia lantas melihat punggung seorang pria yang seperti nya ia kenal tengah memainkan ponsel nya seperti menelpon seseorang.
"Eriiik." Teriak Risa
Sontak si pria menoleh dan ternyata benar dia kekasih nya,ia lantas berlari ke arah nya dan
"Brukkk"
Risa langsung memeluk Erik hingga ia mundur beberapa langkah akibat dorongan yang Risa berikan,dengan ponsel di tangan nya langusung ia matikan penelpon itu.
Baru kali ini Risa tak menghiraukan banyak orang yang melihat kelakuan nya.
Ia tak mampu menahan semua nya hingga ia tak perduli sekitar nya.
Dengan postif thinking banyak orang melihat mereka berdua tak terlihat seperti pasangan kekasih namun seperti adik dan kakak karena mereka masih remaja.
"Kamu kemana aja yang aku telponin gak di angkat aku takut saat aku pergi gak lihat kamu." Ucap Erik yang mendekap punggung Risa.
"Hiks ... ponsel ku hilang,maaf." Ucap Risa yang menyembunyikan wajah nya ia takut air mata nya jatuh.
Dengan ke adaan saat ini ia sungguh terpuruk ibu nya koma, ia masih bingung harus mencari uang ke mana, dan sial nya kekasih yang ia cintai akan pergi jauh dari nya.
"Ponsel kamu kenapa bisa hilang yang?."
"Di mall waktu belanja kemarin."
"Ya ampun aku pikir gak hilang"
Namun tak jauh dari mereka berdua nampak Ethan yang tak sengaja melihat semua itu.
__ADS_1
Ethan tengah menunggu calon partner bisnis nya di sana bersama sekertaris wanita nya Vina.
Rasa nya dada nya sesak melihat hal itu dia merasa sangat marah tak di pungkiri jika memang ia cemburu dengan anak laki-laki yang bersama Risa.
"Ch." Umpat Ethan dengan tangan yang mengepal kuat jika ia memegang pena pasti pena itu patah.
Ia lantas pergi.
"Tuan mau kemana? ini klien nya gimana?." Ucap Vina
"Aku mau pergi ! Kamu yang urus." Ucap ketus Ethan sambil berjalan ke luar bandara.
"Ya ampuun aku ko punya bos gitu amat kalau bicara kaya singa tapi wajah nya kaya anak harimau,aahh bikin gereget udah di deketin udah dandan cantik-cantik tiap hari percuma susah banget dapetin hati nya." Umpat Vina dalam hati nya.
Sementara itu Risa masih terus memeluk Erik.
"Risa sebentar lagi aku pergi,kita duduk dulu sebentar di sana." Ucap Erik menunjuk ke tempat tunggu yang sedang kosong.
"Mm iya." Ucap Risa mulai melepas pelukan itu
Mereka pun duduk di sana.
Risa lantas menyandarkan kepala nya di pundak Erik,sungguh rasa nya berat sekali ia butuh sandaran meski hanya sebentar.
Tangan mereka saling menggenggam erat.
"Kamu baik baik aja." Tanya Erik
"Iya aku baik." Ucap Risa tak mau menceritakan semua nya pada Erik.
Ucap Erik menghadap kan tubuh nya pada Risa,
Ia memegang pipi itu dan menatap mata nya.
"Iya"
"Tapi mata kamu bengkak pasti ada sesuatu, aku mohon jangan rahasiain sesuatu dari ku."
Risa tak tega jika ia bohong
"Sebenar nya Ibu ku masuk Rumah Sakit."
"Kenapa ! Kok bisa?."
"Mamah kecelakaan."
Erik lantas memeluk Risa
"Maafin aku yang di saat seperti ini aku malah harus pergi,maaf aku tak berdaya tapi bukan berarti aku gak peduli." Ucap Erik yang menitikan air mata.
"Tak apa, kamu juga puya masalah sendiri."
Ia lantas melepas pelukan itu
__ADS_1
"Jaga diri mu baik-baik aku pasti akan terus hubungin kamu meski sekarang kita LDR dulu,tapi suatu saat nanti aku akan kembali buat nikahin kamu."
"Aku harap juga begitu." Gumam hati Risa.
Dari kejauhan davin bersandar di dinding lorong bersembunyi dan melihat mereka berdua meski ia datang bersama Erik dia tau jika mereka berdua butuh waktu bersama.
Saat Erik hendak pergi Davin pun pergi ke arah mereka.
"Risa." Ucap nya
"Kamu di sini Davin." Tanya Risa
"Iya udah dari tadi tapi aku ada urusan bentar." ucap nya.
"Apa luka mu sudah kering."
"Iya mungkin butuh beberapa hari lagi untuk sembuh." Ucap Davin
"Iya lah masa luka tiba-tiba sembuh ajaib kamu." Ucap Erik.
"Yah kamu benar masih untung luka ini bisa sembuh tapi hati ini masih mungkin." Gumam hati Davin.
Tak lama waktu sudah menunjukan pukul 10 suara pemberitahuan pun terdengar menandakan pesawat sebentar lagi akan berangkat menuju AS.
"Aku pergi dulu,jaga diri kamu baik-baik." Ucap Erik sambil mengelus kepala Risa.
"Iya, kamu juga hati-hati kalau udah sampai kabarin."
"Iya." Ucap Erik sambil memeluk Risa di hadapan Davin.
Pelukam itu sungguh lah erat mereka bedua meitikan air mata.
"Iya hati-hati Rik." Ucap Davin
Erik pun melepaskan pelukan itu ia memegang tangan Risa.
Dan
"Cup"
Tiba-tiba Erik mencium sudut bibir Risa,membuat Davin memalingkan wajah nya.
Sontak Risa membelalakan mata nya dengan apa yang di lakukan Erik.
"Aku akan ambil lagi sepenuh nya ciuman itu." ucap Erik
Risa tak mampu berkata-kata ia terlalu malu akan hal itu,wajah nya menghangat sungguh sudah merah padam di buat nya.
"Titip dia vin tolong jagain dia."
"OK tenang aja aku usahain buat jaga dia."
"Sampai jumpa." Erik perlahan-lahan pergi tangan yang ia pegang mulai menjauh jarak mereka mulai terbentang hingga hanya jari nya yang masih memegang tangan nya.
__ADS_1
Dan