
Angga menatap risa yang terbaring tak berdaya di kasur nya dengan tubuh mulus wajah nan cantik nya di sana
Ia lantas menghampiri risa melepas sepatu nya dan mulai menaiki ranjang
Angga lantas naik merangkak mensejajarkan tubuh mereka
"Jang..an deket deket" ucap risa yang perlahan memukul mukul dada angga
angga lantas menangkap tangan yang tak diam itu
Ia lantas menjatuhkan kepala nya di atas pundak risa dan membenam kan wajah nya di sana
mencium harum manis nya strouberi itu membuat nya tak beranjak dari sana ia masih ingin mencium aroma yang sungguh membuat nya begitu nyaman di sana
Sementara ethan pun sampai di tempat pesta angga dan masuk ke dalam ia melihat ke sekeliling banyak yang menari makanan berserakan dan kemeriahan musik menggema di sana banyak pria mabuk di sana
Ia lantas bertanya pada orang yang tepat abian
"Permisi kamu lihat nona risa tidak"
"Oh dia tadi di bawa angga ke dalam" ucap abian
"Oh ok terimakasih"
Ethan lantas terus bertanya kepada pelayan
" kamu lihat tuan angga"
"Iya tadi dia pergi ke kamar nya dengan gadis cantik" ucap pelayan di sana
"Makasih"
Ethan lantas bergegas ke sana
"Dasar hidung belang" ucap ethan pada angga ia tau karena angga adalah sahabat nya
Dia tau karena angga lebih dari nya yang hanya menikmati status saja namun angga menikmati wanita lebih dari itu
Beberapa ruangan pun mulai ia lewati hingga sampai di kamar nya
"Cklek..cklek"
"Pintu nya di kunci"
Tubuh nya gemetar dan mencoba mendobrak pintu itu
"Brak....brakk...BRAKK"
Dengan 3 hentakan
Pintu itu lantas terbuka
Betapa kaget nya ethan melihat angga yang hendak mencium bibir risa menengok ke arah nya dengan risa yang sudah tak terkendali dengan wajah merah nya yang nampak mambuk berat
Angga menindih risa yang terus merota
Ethan lantas menghampiri mereka dan menarik engga hingga jatuh di ranjang nya membuat nya terlempar ke bagian ranjang yang lain
Ethan pun bergegas mengambil tas dan menggendong risa pergi dari sana
"Dasar sialan" umpat ethan
Dengan angga yang sempoyongan di kasur
Ethan membopong risa di bahu nya
__ADS_1
"Ahh" teriak risa dengan bagian perut yang sakit karena bahu ethan
Ethan memegang kuat pinggang dan kaki risa agar ia tak jatuh sementara tangan yang satu nya membawa sepatu dan tas nya
Ethan langsung membawa nya lewat belakang
"Astaga" ucap para pelayan di sana
Ethan pun berputar ke arah depan
"Le..pas sakit" ucap risa dengan wajah yang merah padam
"Tunggu sebetar lagi sampai,, kamu kecil kecil berat banget sih"
"Jangan gitu,, nanti mamah marah" teriak risa melantur
Saat sampai di mobil nya ethan menurunkan risa
Namun tubuh risa tak kuat berdiri hingga hampir terjatuh namun ethan mendekap pinggang mungil itu dengan tangan yang sebelah nya lagi memegang kepala risa
"Apa angga sudah mencium mu" tanya ethan cemburu
Risa hanya diam dengan mata terpejam nya tangan nya mencengkram jas ethan wajah nya tak nampak terbenam di dada nya
Ethan lantas menopangkan tubuh risa di mobil nya di dekap dengan tubuh nya dan mengangkat dagu itu agar wajah nya menadah ethan lantas melihat bibir risa yang merah
"Seperti nya belum lipstik nya masih utuh"ucap ethan senang
ternyata ia bisa se posesif itu dengan wanita ini ia tak ingin seseorang menyentuh nya lebih dari nya
Saat risa menadah ethan kembali memegang kepala risa dengan jari nya di sela rambut risa
Ia mendekat kepada risa dan tergoda untuk mencium nya dan
"Cup"
"Awmm" pekik risa kala bibir nya di gigit ethan yang berhasil meneroboskan benda lembut itu ke dalam mulut nya
Sungguh risa di buat tak bisa menolak oleh nya
risa tak kuat dengan apa yang ethan lakukan ia mencoba mendorong pria itu namun ia tak kuat
rasa nya tenanga nya tak bisa di pakai
"le..pas" teriak risa yang terengah engah
ethan pun mencoba menahan diri nya kala ingin melakukan lebih dari hal ini
ia sungguh mengingin gadis ini hanya untuk nya milik nya seorang
Ia sangat menikmati hal ini meski dalam ke adaan risa yang seperti ini membuat nya leluasa mengungkap kan perasaan nya
"Untung saja ke adaan di sini sepi" gumam hati ethan
Wajah ethan sungguh panas di buatnya pipi itu lantas terus memerah
risa lega ia bisa menghirup udara segar kala ethan sedikit melepaskan bibir itu tak tega degan ke adaan risa
"kaa..mu kurang ajar"
cap risa tak kuat degan kepala nya sangat pusing
mendengar hal itu ethan hanya tersenyum
Risa menutup mulut nya
__ADS_1
"Ommh" pekik risa merasa mual dengan perut nya yang sakit dari tadi
Risa lantas pergi menjauh dari ethan
Di pinggir jalan ada got ia memuntahkan semua yang ia makan di sana
"Ooo..oo"
"Ahhk" pekik risa perut nya terasa sangatsakit air mata nya terus jatuh
"Oo"
Melihat risa ethan menghampiri nya dengan sebotol air dari mobil nya
Ethan mengelus ngelus pundak dan punggung risa
"Ini minum dulu" ucap ethan
Risa pun mengambil dan berkumur dengan air itu ia lantas minum sedikit
"Apa lebih baik" tanya ethan
"Hah hah sekarang lebih baik" ucap risa terengah engah
Ia lantas menyeka bibir nya dengan tisu yang di berikan ethan
"Ayo kita pulang" ucap ethan yang merangkul risa berdiri
Ia melepas jas nya dan memakai kan nya di tubuh risa yang terasa dingin dengan dress yang seperti itu
Kini ia hanya mengenakan kemeja putih dengan celana hitam dan dasi biru kuning yang menggantung
Risa masih berjalan sempoyongan ke sana ke mari
"Ah dia masih mabuk" ucap ethan
Saat sampai di depan mobil nya Ethan pun membuka kan pintu nya
Risa mencoba menatap wajah ethan
"Si...iapa dia ?" Ia terus melihat ethan dari byangan yang tak jelas dan terus bergerak itu nampak seperti erik
"A..apa itu..ee..rik" gumam hati risa
"Ayo masuk" ucap ethan
Risa pun menghampiri nya dan
"Bruk"
Ia memeluk ethan
"Yaaanggh aku kangenhh" ucap risa
Ethan lantas melepas pelukan itu
"Iya ayo kita pulang,,duduk lah" ucap ethan
"Tidak mau, aku mau buaah"
"Iya nanti kita beli, kamu masuk dulu"
"Jangan bohong nanti mamah marah"
"Iya iya"
__ADS_1
Risa pun duduk di mobil dengan mata nya yang masih terpejam
Ethan lantas memakaikan sabuk pengaman nya