
Ethan lantas berjalan dahulu,sementara Risa melihat-lihat ke sekitar.Namun pandangan nya malah berhenti di punggung pria yang tengah berjalan di depan nya.
Ia tinggi,rambut nya begitu nampak halus berkilau terkena cahaya lampu,punggung nya begitu kekar,ia nampak sungguh dewasa dan ketika wajah tampan nya menoleh ke arah nya ia begitu tampan meski mata dan bibir nya terlihat dingin tanpa senyuman,wajah itu membuat nya menjadi serasa istimewa.
"Pegang ini." Ucap Ethan yang memberikan jas nya agar Risa yang membawakan nya.
Namun saat hendak mengambil nya,Ethan malah melingkarkan jas itu di tubuh mungil Risa.
"Pakai saja biar gampang bawa nya nanti kamu jadiin sapu lantai jas mahal ku."
Risa pun tersenyum di buat nya,jas besar itu kini menghangatkan tubuh nya.
"Kamu mau beli sesuatu ?."
"Aku mau makan aja."
"Oh iya aku lupa kamu kan banyak makan."
Mereka pun berjalan makin dalam di tempat pekan raya itu.Saat Risa menoleh ke sebuah toko ia melihat gantungan kunci lucu.
Ia pun berhenti di sana dan melihat Gantungan kunci Angry Brid the movie warna merah itu dengan alis tebal dan raut muka yang marah membuat nya tertawa pelan,ukuran nya juga pas.
"Kamu sungguh mirip dengan pria yang sedang bersama ku saat ini hihi."
Ia pun melihat-lihat lagi dan ia menemukan boneka Angry brid pink nya dengan ukuran 30cm itu sangat lucu.
"Aku suka ini juga."
"Paman beli ini berapa semuanya."
"150ribu nona."
"Iya,ini paman uang nya,terimakasih."
"Iya,terimakasih nona."
Risa pun keluar dari toko itu saat ia menoleh ternyata Ethan menunggunya di sisi toko dari sana.
Risa pun mensejajarkan ganci itu dengan Ethan.wajah datar nantampan itu terlihat biasa saja di sandingkan dengan Boneka Raut marah itu.
"Hihi ini sifat nya dalam nya.Dia mirip sekali dengan Angry Brid ini." Batin Risa tersenyum ia pun mengaitkan ganci itu di tas nya.
"Ayo pergi kata nya mau makan."
"Iya,iya maaf."
Mereka berdua pun makan di sana,Risa makan dengan lahap,tanpa sadar ada cipratan kecap di sudut bibir Risa.
Ethan lantas menatap nya dan memberikan isyarat di sudut bibir nya.Merasa Risa paham ia hendak menggunakan tangan nya.
Ethan yang melihat itu menghentikan tangan itu.
"Jangan di seka pake tangan kamu nanti belepotan,cukup pakai jari saja,dasar ceroboh." Ucap Ethan yang langsung menyeka kecap di bibir nya itu.
Risa hanya menoleh ke sisi lain kala Ethan melakukan itu.
"Aku pergi sebentar ke toilet yah." Ucap Risa
__ADS_1
"Iya itu toilet nya di sudut tinggal jalan lurus belok kiri." Ucap Ethan
"Iya."
Risa pun begegas ke sana.Dan masuk ke dalam toilet membersihkan tangan nya,berkumur dan menyeka nya dengan tisu.
Saat selesai ia pun keluar.
"Cklek"
"Ahk." Pekik Risa kala tangannya di genggam seseorang dan ternyata dia adalah Angga betapa syok nya ia melihat nya.
"Lepas, ngapain kamu di sini." Ucap Risa meronta agar tangan nya tak di pegang lelaki itu.
"Lepas ... ih lepas ."
Semakin meronta cengkraman Angga semakin keras,membuat tulang tangan nya sakit rasa nya tangan nya akan patah jika ia lebih meronta.
"Ini hukuman untuk tangan mu yang menampar ku." Ucap Angga dengan tatapan jahat nya membuat Risa takut.
"Kau tau jika aku bisa memperlakukan mu lebih dari ini."
"Duss."
"Ahk." Pekik Angga kala Risa menginjak kaki nya dengan keras,sontak ia melepas tangan Risa.
Tak membuang kesempatan Risa berlari ke arah tampat di mana ia dan Ethan makan,
Namun gantungan kunci tu di pegang Angga,sontak gantungan kunci itu putus di tangan Angga.
Risa pun terus berlari namun ia melihat 2 pria dari arah sana malah berlari ke arah nya.
Melihat Risa lari Angga lantas mengejar nya dan menjatuhkan ganci itu hingga tergeletak menampakan kaki Angga yang berlari mengejar Risa.
"Tooloong." Teriak Risa berlari ke arah gelap tak ada yang mendengar nya berteriak, ia menjatuhkan jas Ethan di sana dan berlari terus karena mereka ber 3 terus mengejar nya.
Tas nya juga ia buang karena berat untuk berlari,sepatu hak nya juga ia tinggalkan.
"Mamaah ... Hiks " Risa terus berlari dan memilih tempat untuk bersembunyi di semak-semak.
Sementara Ethan masih menunggu Risa.
"Kemana dia ? Tidak mungkin dia tersesat,aku kan sudah memberitahu nya."
"Ahk dasar, gadis itu membuat ku kawatir." Ucap Ethan berjalan ke arah toilet.
Sampai nya ia di sana tak ada siapa pun.
"Kemana dia."
Ethan merasa menginjak sesuatu,ia pun menoleh ke bawah dan nampak lah ganci angry brid merah yang lusuh itu.
"Bukan kah ini ... " Ethan lantas mengingat jika Risa yang tengah memainkan ganci itu.
"Ini milik nya !! ... kenapa ini bisa putus seperti ini , seperti di paksa di tarik ."
"Apa jangan-jangan ... " Dada Ethan mulai terasa sesak memikirkan hal buruk.
__ADS_1
"Rissaaa !! ... Risaa !! .. " Ethan berteriak memanggil nya sambil berlari mencari nya.
Dari kehjauhan ia melihat bebeberpa pria berlari ke arah gelap.Segera ia berlari ke arah sana.
Sementara Risa tengah bersembunyi dari mereka di semak-semak.
"Bagaimana ini hiks aku takut ... Eriikk." Tiba-tiba ia menyebut nama nya kembali.Ia sungguh membutuhkan nya saat ini.
Salah seorang dari mereka menyalakan senter nya.
"Hei jangan pakai itu nanti orang-orang curiga."
"Baik bos."
Mereka pun masih mencari Risa di sana.Risa pun membekap mulut nya sambil menangis.
"Ini kejadian yang sama saat bersama nya, tapi dia tidak ada,apa yang harus ku lakukan."Batin Risa
Hujan gerimis pun mulai turun,membuat semuanya basah.
"Apa kalian menemukan nya." Tanya Angga
"Belum bos."
Ethan pun bergegas membuntuti mereka ber 3
"Apa Risa di kejar-kejar mereka."
Ethan semakin yakin melihat jas nya jatuh,tas dan sepatu nya di sana.Ia lantas meremas jaket nya.
"Awas saja mereka !."
Sementara Angga lantas melihat-lihat ke sekeliling yang remang-remang cahaya.
Risa sangat menggigil di sana,terasa sesuatu yang dingin bergerak di kaki nya,begitu dingin, basah dan lembut menggerayam di kakinya.
"Ular !!... Aahhhhkk." Risa berteriak dan menjauh dari sana.
"Itu dia !! Tangkap Dia ." Teriak Angga mengejar Risa
Ethan pun mendengar jeritan itu lantas berlari ke arah mereka.
"Toolonng ... hiks." Risa berlari dan melihat mereka bertiga tengah mengejar nya.
Pria yang membantu Angga lantas Ethan memukul nya.
"Bruk"
"Ahk."
"Dasar b*******n."
Ethan pun berkelahi dengan mereka berdua,Angga lantas terus berlari mengejar Risa.
"Ahk." Pekik Risa kala kaki nya tertusuk duri
Lari itu lantas menjadi pelan terasa darah hangat mengalir di telapak kaki nya.
__ADS_1
Risa pun terjatuh ke sakitan dan Angga senang melihag itu.
"Bangun !." Angga lantas memegang tangan Risa