
Ia melempar sabuk itu di ranjang kala Risa malah makin jauh dan.
"Hap."
Ia memegang kaki mungil itu dan menarik nya agar mendekat.
"Kyaa."
"Tolong jangan lakukan ini padaku ... hiks."
Anz menyeringai ia mendekatkan tubuh nya pada Risa.
Risa menahan tubuh itu agar tak mendekat dengan tangan nya.Dengan sengaja Anz memegaang tangan itu dan dengan brutal ia mengecup leher Risa.
Membuat tanda merah dikulit putih yang berubah membiru.
"JANGAN ! hiks."
Tangan Risa terlepas dan mencoba menjauhkan tubuh Anz.
Anz pun menjauh saat itu ia mengambil kembali sabuk nya,saat Anz menjauh dengan segera Risa menyampingkan tubuh nya.
Anz menyeringai dan ....
"Plakk."
"Kyaa sakiit !!!" Rintih Risa kala Anz memukul punggung Risa dengan sabuk nya.
"Plakkk ... Plakkk."
"Ahk sakiiitt hentikan."
Tanpa Rasa iba iya melakukan hal itu pada Risa.
Sementara Dika diluar masih menatap ke dalam kamar itu,tak terdengar apa pun dari kamar itu.
"Apa yang dia lakukan pada Risa !, apa jangan-jangan." Batin nya membayangkal hal itu wajah nya memerah kala membayangkan nya.
Tangan nya mengepal erat,alis nya lantas menajam,mata nya berlinang.
"Aku harap tak terjadi apapun pada mereka !. Aku harus cari cara agar pria itu keluar dari sana." Ucap Dika yang tak lain adalah Abian.
Ia pun pergi dari sana.
Sementara Risa merasakan sakit yang teramat sakit di punggung nya yang terasa makin panas akibat sabuk yang Anz pukulkan pada nya.
Tangan itu begitu erat mencengkram Erat seprei putih itu,makin Erat ia mencengkram nya makin sakit di punggung nya.
"Plak !!"
"KAKAK !!." Jerit Risa berbicara tanpa arah.
__ADS_1
"DEG." Mendengar Risa menjerit dengan teriakan kakak membuat jantung nya berdegup begitu kencang mengingat adik mungil nan manis nya Ciki.
Tangan Anz yang memegang Sabuk itu tiba-tiba terasa gemetar.Ia pun menatap Risa.
"Benar,jika dia masih hidup mungkin dia sudah sebesar nya."Batin Anz
"Aku mohon hentikan hiks" Rintih Risa sambil menangis.
Punggung mungil nya lantas memerah melihat itu Anz berhenti memukulinya.
Perlahan tangan yang Erat mencengkram seprei itu lantas meregangkan tenanga nya
Rasa sakit itu,menghilangkan kesadaran nya,perlahan mata itu tertutup sendiri meski Risa tak menginginkan nya.
"Mamah,Ethan tolong." Ucap nya pelan kala kelopak mata itu tertutup sepenuh nya
Tubuh nya begitu gemetar,Anz menatap nya mata nya berubah sayu dengan tangan nya yang gementar.
Melihat bekas sabuk itu menggaris di punggung mungil nan putih nya berubah menjadi merah yang acak-acakan.
Anz lantas menyelipkan rambut risa di telinga nya,perlahan ia sentuh punggung merah itu punggung nya bereaksi dengan tubuh nya yang sontak bergerak.
Anz mengelus punggung itu.
"Inilah yang pantas kau dapat kan." Batin nya
Sementara Ethan yang telah sampai di rumah nya.Ia lantas masuk ke kamarnya dan melepas jas nya.
"Bruk."
"Ahk aku harus bagaimana." Ucap nya kebingungan sendiri.
Ethan lantas duduk di sudut ranjang dengan kemeja putih dan dasi yang menggantung di leher nya tak beraturan.
Ia lantas termenung di sana,saat ia menatap ke luar jendala membuat kamar yang gelap itu terang dengan cahaya bulan yang masuk menyinari nya di sana.
Mata nya menatap sinar rembulan putih dengan langit dark blue nya tanpa sang awan menutupi nya,nampak cahaya biru yang di pantulkan kaca jendela itu,wajah nya bercahaya kala sinar itu menerpa diri nya.
"Apa dia sekarang bisa menatap bulan yang sama." Batin Ethan
Ia lantas menatap ke arah ranjang mengingat saat Risa tidur dengan nya di sana.
Ethan lantas menyingkap rambut nya dengan tangan nya.
Terlintas kenangan di pikiran nya Senyum manis nya,tatapan marah nya,ketakutan nya,penderitaan nya dan kebahagiaan nya serasa menjadi bagian di hidup nya sekarang.
Meski Cinta ini belum terbalas.
"Tak bisa ku pungkiri jika memang aku sangat mencintai nya." Ucap Ethan
"Bertahan lah aku akan menyelamatkan mu dan percayalah apa pun yang terjadi mencintaimu adalah kebahagiaan di hidupku dan aku senang atas diri mu ... Risa ... " Batin nya
__ADS_1
Rasa nya begitu sakit memikirkan jika gadis itu tak ada di hadapan nya sekarang.Hati nya bak terasa di cabik-cabik mengingat ia kehilangan diri nya tadi siang.
"Bruk."
Ethan lantas menjatuhkan dirinya di kasur,dengan rasa lelah karena pencarian nya tak berbuahkan hasil.
Sementara melihat Risa tak bergerak,Anz lantas membuka jas dan kemeja itu.
Nampak lah ia bertelanjang dada dengan tubuh kekar nan putih itu menampakan dada bidang nya dengan perut sispak...... itu.
Ia menyeringai dan menatap Risa yang tak sadar.
"Kau akan menikmati malam ini dengan kedinginan." Ucap nya dengan niat jahat nya.
Anz lantas mendekati Risa di sudt ranjang membuat Risa terlentang ia mencoba membuat tangan Risa berada di leher nya.Ia pun meraih pinggang mungil itu.
Anz lantas mengangkat tubuh itu di dekapan nya.Sementara wajah Risa tertelungkup di leher Anz.
Ia membawa nya ke kamar mandi dan membuat punggung Risa menempel di dinding kamar mandi yang dingin.
Ia menahan tubuh itu dengan tangan Anz.
"Cuit Shhhhh."
Ia menyalakan shower nya,perlahan air dingin itu jatuh di kepala mereka dan perlahan turun menelusuri tubuh mereka.
"Ah Dingin ! "
Merasa terbangunkan Risa sadar saat air itu membasahi nya.luka di punggung nya terasa sangat perih.
Mata nya membulat kala melihat di hadapan nya wajah Anz yang tengah menyeringai memeluk nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN !."Teriak Risa
"Bukan kah segar mandi di tengah malam begini." Ucap Anz
"Lepaskan aku."
Dengan tenaga terakhir nya ia memukul-mukul Anz.
Anz senang dengan keadaan itu tida nikmat tertara ketika ia menyiksa gadis yang berbeda dari yang lain,ia lebih puas dengan nya karena amarah nya tersalurkan tak seperti dengan wanita yang sering bermalam bersama nya.
Anz merasakan air dingin itu tak terasa dingin kala kehangatan menyelimuti nya,ketika tubuh nya menempel dengan lekukan tubuh gadis ini, hanya dengan pembatas kain baju nya yang perlahan mulai basah.
Risa menggigil di buat nya,nafas nya mulai terengah-engah,ia merasa hidung nya sangat panas ketika mengirup udara,tenggorokan nya mulai sakit meski hanya menelan saliva nya sendiri.
Kepala nya sangat pusing, ia sangat kedinginan hingga telinga nya terasa panas,ia tak bisa mengendalikan gemetar nya.
"T ... o ... long jangan lakukan i ... ni." Ucap Risa terbata karena menggigil.
Namun Anz merasa birahi nya terbuai hingga mulai mengecilkan shower itu hingga hanya tetesan demi tetesa kecil yang berjatuhan di tubuh mereka.
__ADS_1