Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 63 Kebenaran Dika


__ADS_3

"Aku senang bertemu dengan mu hiks." Risa menangis dipundak nya.


Abian pun berani memeluk Risa dengan tangan yang mendekap punggung mungil itu.


Namun Risa menyadari sesuatu dengan segera ia melepas pelukan nya.


"Kamu salah satu dari mereka ?!." Tanya Risa


"Tidak ! Aku hanya sedang menjalankan tugas menyamar menyelidiki sesuatu,maka nya nama ku menjadi Dika."


"Benarkah ?."


"Iya,aku tau kenapa Anz sangat mengincar mu,aku juga tau kalau kamu di culik oleh Erwin." Ucap Abian


Risa hanya terdiam,mata nya berpaling dari mata yang sedari tadi menatap nya,ketika mendengar semua itu, mata nya lantas berlinang air mata di tengah air hujan yang jatuh di pipi nya.


Melihat itu Abian merasa iba,ia mengangkat dagu itu agar menadah dan menatap nya kembali.


Risa pun menatap nya,kedua mata coklat itu saling bertemu dan saling menatap begitu dalam dengan mata sayu mereka.


"Apa Anz menyakitimu ?." Tanya Abian


Mendengar itu mata Risa membulat,ia ingat perlakuan Anz pada nya, seketika tubuh nya gemetar.


Meski dagu nya di pegang abian agar menadah menatap nya,tetapi mengingat itu mata nya tak berani menatap mata coklat itu.


"Apa dia memperlakukan mu lebih dari penyiksaan." Tanya Abian memastikan.


Mendengar itu mata Risa menatap lagi pada Abian.


"Tidak ! Dia hanya menyakitiku,dia menyiksa ku hiks." Ucap Risa menangis


"Hei jangan menangis." Ucap Abian yang menyeka Air mata itu dan mengelus pipi mulus itu.


"Bawa aku pulang !."


Ucap Risa yang langsung memeluk Abian,rasa nya batin Risa bergejolak untuk pergi dari tempat ini kala mengetahui Abian ada di sini.


"Aku harap dia bisa menolongku." Batin Risa


Abian hanya memating kala gadis itu memeluk nya lagi.


"Kenapa dengan dadaku,rasa nya begitu sesak,gelisah tak karuan seperti ini,ketika gadis ini memeluk ku,perasaan apa ini." Batin Abian merasakan hal berbeda kala gadis itu memeluk nya lagi.


Untuk menghilangkan rasa tak karuan nya ia memeluk tubuh mungil itu dengan erat dan benar,perasaan gelisah dan tak karuan itu hilang seketika,berubah menjadi perasaan yang menenangkan.


Ia pun menglus pundak Risa.

__ADS_1


"Tunggu lah sebentar lagi, aku akan berusaha mengeluarkan mu dari sini dan ingat lah namaku Dika." Ucap Abian menenangkan Risa.


"Tapi kenapa aku mau sekarang,aku bisa melopat keluar tembok besar itu jika ada kamu." Ucap Risa yang mulai melepas dekapan itu.


"Tidak,jangan ceroboh di sana ada penjaga yang akan lihat kamu,kalau kamu tertangkap entah apa yang akan di lakukan Anz padamu." Ucab Abian memperingatkan.


"Aku harus bagaimana sekarang." Ucap Risa bingung.


"Bertahan lah sebentar lagi." Ucap Abian


"Tidak aku tidak bisa menunggu." Ucap Risa yang tak mau mendengarkan Abian ia tak ingin melepas kesempatan ini,jika ia masih di sini entap apa yang akan di lakukan Anz malam ini pada nya.


"Minggir lah." Ucap Risa yang beranjak dari sana ia memberikan kumis dan jas milik Abian, ia mencoba untuk kembali menaiki kursi.


"Astaga kenapa dia keras kepala sekali." Ucap Abian yang ikut beranjak dari persembunyian mereka.


Hujan gerimis pun mulai reda,Risa beranjak dan menaiki kursi itu lagi.


Sementara Abian menoleh ke belakang dan merasa ada seseorang mendekat ke arah mereka.


"Hei ! Ada orang cepat sembunyi."


Risa menoleh,Abian pun memegang pinggang Risa agar ia mudah turun dari kursi itu,Abian menarik mundur Risa dan bersembunyi lagi di rerungkunan pohon itu.


Mereka berdua terduduk dengan abian yang mendekap Risa dari belakang.Abian hanya menoleh ke arah sumber suara.


"Risa !." Teriak wanita itu mencari nya.


Sementara Risa merasakan hangat di punggung nya kala tubuh kekar itu memeluk nya dari belakang.


Terasa dada bidang nya begitu menempel di punggung nya,tangan itu melingkar di bahu dan perut nya.


Merasa ada yang mendekat Abian berisyarat agar kaki Risa di tekuk.


"Dia juga tidak ada di sini,mungkin dia di balkon atas." Ucap pelayan wanita itu yang langsung pergi.


"Huft syukurlah kita gak ketahuan." Ucap Abian yang menoleh ke arah Risa.


Merasa mereka terlalu dekat Abian perlahan melepas tangan nya dari Risa.


"Maaf." Ucap Abian merasa tak enak dengan kejadian barusan.


"Tidak apa-apa."


"Sebaik nya kamu segera masuk ada pelayan yang mencari mu."


Mata Risa membulat dan beranjak dari sana ia segera masuk lagi kedalam meski keadaan nya basah kuyup.

__ADS_1


Saat ia hendak pergi ia menoleh pada Abian,ia melambaikan tangan mengisyarat kan agar Risa cepat masuk ke dalam.


Risa pun menurut dan pergi masuk ke dalam.


"Kamu dari mana ! Kenapa kamu basah kuyup !." Ucap kepala pelayan


"Maaf Bu."


"Astaga ! Sebentar lagi tuan Anz pulang sebaik nya kamu rapihkan penampilan mu,apa kamu tidak melihat,kami selalu rapih itu salah satu syarat di sini,tuan Anz tidak suka kekumuhan." Jelas ketua pelayan itu.


"Maaf Bu."


"Cepat pergi dan ganti pakaian mu ! Ingat kan kamar mu yang mana !"


"Iya baik Bu."


Risa pun pergi ke kamar nya.


"Cklek."


Pintu itu lantas terbuka dan nampak lah kamar kecil nuansa putih abu itu,Risa pun masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri nya dari lumpur.


"Tak terasa badan ku pulih sendiri." Batin Risa


Selesai mandi ia melihat rak kecil di sana,nampak lah pakaian pelayan wanita lengakap di sana meski semua nya warna hitam putih.


Ia pun memakainya


"Kenapa baju pelayan ini juga dres kaya baju pelayan barusan dan rok nya pendek di atas lutut semua,tadi aku lihat pelayan yang lain ada celana panjang  nya." Batin Risa


"Ahk masa bodoh lah,yang penting gak kedinginan dan gak pakai baju satu."


Risa pun merapikan pakaian nya,rambut nya di sisir rapih dan tergerai karena tidak ada ikat rambut ia pun keluar dari sana.


"Cepat sajikan makanan ini,tuan Anz sudah pulang."


"Baik."


Risa pun bergegas merapihkan meja makan,ia mengelap lagi meja itu agar bersih,merapihkan kembali piring dan garpu.


Ia menyelipkan rambut nya di sela telinga nya kala rambut itu menghalangi penglihatan nya,saat selesai ia hendak pergi kedapur.


Namun mata nya terhenti kala melihat Anz menatap nya mata coklat itu bertemu dengan mata hitam pekat itu.


Risa syok dan menolehkan pandangan dengan cepat ia pergi ke dapur,ia sungguh takut apakah malam ini akan lebih baik.


Namun saat ia hendak membawakan makanan lagi ia melihat Anz tengah duduk di meja makan dan berbincang dengan penjaga.

__ADS_1


Tak sengaja ia mendengar.


__ADS_2