
"Makasih Pak." Ucap Risa senang dan menyeka air mata nya ia pun permisi ke depan
Beberapa menit pun berlalu hingga
"Kriing ... Kriing."
Bel nya berbunyi,semua murid dari kelas XII C pun keluar di urutan pertama.
Betapa senang nya Risa melihat Rika dan yang lain nya begitupun mereka.
Mereka berlari saling menghampiri.
"RISA."
"TEMAN-TEMAN."
"BRUK." Mereka pun saling berpelukan sambil menangis sambil tersenyum
"Kami kangen kamu Sa..hiks."
"Aku juga rindu kalian."
Sementara Sita dan teman Geng nya bergidik melihat mereka.
Tak lama kelas XII B dan A keluar, betapa ia senang melihat Arin keluar kelas.Arin pun membelalakan mata nya melihat Risa,ia pun berlari ke arah nya bahagia.
"Bruk." Arin memeluk Risa
"Risa ... akhirnya kita ketemu aku kangen sama kamu..hiks."
"Aku juga kangen kamu Rin."
"Kita jajan dulu ke kantin yu mumpung jam sekolah udah usai dan Risa juga ada di sini." Ucap Rika
"Ayo"
Mereka pun pergi ke kantin membeli makanan yang mereka inginkan.
Risa melihat mereka semua yang asyik memilih makanan.Suasana nya sungguh hangat canda tawa dan bercanda mereka membuat beban di hati nya meringan.
Mereka pun makan di meja,
"Eh nanti tahun baru kita kemah kelas 12 doang pasti seru deh iya kan."
"Iya,pasti seru ada Risa juga dan katanya ada alumni sekolah kita yang mau ikut katanya dia tampan loh masih lajang tapi udah sukses."
"Ah masa sih."
Risa hanya tersenyum melihat mereka membicarakan Ethan.
"Iya dia juga jadi murid kesayangan nya Pak Daniel loh.Bayangin Pak Daniel aja sayang sama dia pasti orang nya baik,tampan,rajin aah membayangkan itu gak sabar rasa nya pengen cepet-cepet nikah." Ucap Rika
"Huuuuuh!!..." sontak teman-teman yang lain bergemuruh Rika mengatakan itu.
"Haha iya bercanda maksud nya cepet-cepet kemah."
"Eh Risa tau gak siapa orang nya."
"Mm nanti kalian juga tau."
Risa sedikit menutupi nya dia malu jika nanti teman-teman nya menanyakan soal dia.
"Mm bentar yah aku ke toilet dulu." Ucap Risa
__ADS_1
"Iya jangan lama-lama yah."
"Iya."
Risa pun keluar dari kantin dan hendak ke toilet namun ia malah berjalan jalan di sekolah karena sudah sepi ia leluasa melepas rindu di sana.
"Sudah lama aku tak kesini." Ia membayangkan semua yang terjadi di sekolah itu dulu,ia tersenyum mengingat akan hal itu.
Ia berjalan pelan-pelan di sana saat hendak sampai di ujung.
"Astaga!!.." Tubuh nya terhenti saat ia hampir bertabrakan dengan tubuh seseorang.
"Davin ! ... untung gak tabrakan." Ucap nya melihat Davin
"Risa ... "
Davin menatap nya sayu dan tiba-tiba dia memegang tangan nya,menarik nya ke lorong belakang sekolah.
"Vin lepasin ko kamu tarik aku ke sini?."
"Gak papa aku cuma mau ngobrol bebas sama kamu." Ucap Davin tersenyum dan melepas tangan Risa.
"Kamu inget di sini kan ?."
"Di sini? ... hm." Risa mengingat ngingat hal yang terjadi di sini belakang kelas nya dengan lampu yang berkedip.
Sontak Risa mengingat nya dan malu akan hal yang terjadi wajah nya memerah.
"Kamu masih ingat kejadian itu?. Tapi aku lupa " Ucap Risa bohong
"Mau aku ingetin yah."
"Ah jangan."
Waktu itu
Saat Risa pergi ke sekolah pagi-pagi ia melihat lampu belakang kelas nya berkedip,ia pun membawa kursi plastik dari ruang TU untuk membetulkan nya.
Saat sudah di posisi yang pas,perlahan-lahan Risa naik dan mencoba memutar bohlam lampu itu.
Akhir nya lampu itu menyala dengan terang lagi tanpa berkedip.
Ditengah ke heningan sekolah ia merasa merinding,tiba-tiba
"DARR ...?."suara itu memecahkan keheningan
"AH!."Teriak Risa Kaget
Suara itu membuat nya terberanjak dan membalikan tubuh nya terburu-buru hingga nampak lah seseorang yang mengagetkan nya.
Namun kursi plastik itu tergelincir,akibat pergerakan Risa yang spontan membalikan tubuh nya,hingga kursi itu maju ke depan menjatuhkan sang Empu yang berdiri di sana.
Spontan orang yang mengagetkan nya ketiban tubuh Risa yang jatuh.
"AAH ... "
"BRUUKK"
"REk!." Suara ada yang sobek
Mereka berdua terjatuh Risa merasakan jika rok sepan nya sobek di pinggir nya.
"Kyaamm..." Davin menutup mulut itu ketika akan berteriak.
__ADS_1
Dan ternyata orang yang mengagetkan Risa tak lain adalah Davin.Saat ia melepaskan tangan nya dari bibir Risa ia pun mencubit pipi Davin dengan keras.
"Awhh sakit Sa."
"Itu belum seberapa Vin awas aja kamu yah."
Mereka jatuh dengan Davin di bawah Risa di atas,kaki Risa tebuka lebar makanya rok nya sobek.
Risa menatap Davin dan beranjak dari nya duduk.
"DAVIIN !! Lihat rok aku sobek hiks."
"Maaf ... maaf hehe." Davin hanya tertawa atas kejahilan nya.
"Sekarang gimana ?."
"Kamu pegang aja Sa sampai pulang." Davin tertawa dan meninggalkan Risa.
"AWAS KAMU VIN !!." Teriak Risa sambil melempar sepatu nya ke arah Davin.
Terpaksa ia memegang rok nya sampai pulang.
Mengingat kejadian itu Davin tertawa
"Jangan tertawa ihk aku lupa tuh." Elak Risa malu akan kejadian hari itu
"Jangan pura-pura lupa." Ucap Davin yang mendekat pada Risa.
Risa lantas menjauh dari Davin dan duduk di teras.
Davin pun menghapiri nya.Risa terduduk di sana ia merindukan Erik.
Ia bisa saja menghubungi nya di sosial media namun saat melihat poto Erik bersama gadis lain,ia tak ingin menerima kenyataan itu.Tak sekalipun ia ingin membuka kembali akun sosial media nya.
Davin melihat Risa yang termenung.ia menggenggam tangan nya,sontak Risa menoleh pada nya.
"Aku tau soal Erik." Ucap Davin pada Risa
Risa pun tertunduk seketika.
"Apa kalian sudah putus ? Aku belum bisa menghubungi nya." Tanya Davin
"Tidak! kami tidak putus.Hanya tak saling berhubungan saja." Ucap Risa
"Aku pikir itu sama ?."
Hati Risa merasa sakit mengingat hal itu,sampai kapan status mereka di gantung begini.
Sementara Erik yang sedang di Amerika terduduk di ruang tunggu UGD ternyata ayah nya terkena serangan jantung.
Ia bingung sendiri bersama Ibu nya yang tengah menangis.
Sebenar nya Ayah nya begitu karena dia selalu membantah nya.Erik memaksa untuk pulang ke Indonesia namun Ayah nya melarang.
"Aku akan pulang !!..." Ucap Erik
"Tidak!! ... Kau tidak boleh kemana mana sebelum sekolah mu lulus."
"Tidak Ayah aku akan pergi pulang hari ini juga."
Ucap Erik yang langsung menenteng tas di pundak nya.
"AYAH BILANG TIDAK!.KAMU MAU JADI ANAK DURHAKA."
__ADS_1
"Tapi ?.."