
"Kamu mau ngapain ke sini, lihat dokumen yang baru di revisi hari ini."
"Mm ... boleh mana ?."
"Ini ..."
Angga pun melihat dokumen nya
"Mm ... sini sebentar deh aku gak ngerti ini."
Niat hati ingin menjaga jarak dengan Angga malah ia tak berdaya dan menghampiri nya dengan pelan dan was-was ia mendekati nya.
"Yang mana?."
"Yang ini !!." Angga malah memegang tangan Risa dan menjatuhkan nya di kursi.
"Ahk"
Angga menopangkan tangan nya di meja dengan tangan nya yang mencengkram tangan Risa.
"Kamu tau kan aku gak suka di acuhin."
"Ta ... pi"
Belum sempat bicara Angga memegang dagu Risa dengan kuat.
"Ah sa ... kit."
"Asal kamu tau banyak wanita diluar sana banyak wanita yang kejar-kejar aku hanya untuk jadi wanita stand on night ku,hanya kamu wanita yang paling buat aku marah dasar wanita murahan."
Mendengar hal itu bak tersambar petir di siang hari,Risa menepis keras tangan Angga dan
"Plak." Risa kalap dan menampar pipi Angga
"Siapa yang Murahan ?wanita yang kejar-kejar kamu atau aku yang sama sekali gak tertarik sama kamu!." Ucap Risa yang langsung pergi ke luar ruangan meninggalkan Angga yang masih memegang pipi merah nya.
"Ch ... Awas saja dia!."
Risa langsung pergi ke toilet,
"Kenapa ada pria searogan dia ... hiks." Risa menangis di sana ia tak terima jika di bilang murahan.
"Kenapa nasib ku begini ... hiks ... kenapa semakin dewasa semakin banyak masalah datang ... hiks." Risa terduduk di sana
"Kenapa dunia luar ini begitu keras ... Hiks ... Hiks."
Sungguh ia butuh sandaran namun apalah daya ia sendirian tak ada yang mendengar jeritan hatinya.
__ADS_1
"Begini lah hidup seorang diri jauh dari orang yang di sayang,jauh dari sahabat,dunia ini keras sayang." Batin Risa
Ia terus menyeka air mata nya di sana,merasa lebih baik ia pun kembali ke ruangan nya ia sudah siap dengan kamarahan Angga.
Namun saat sampai Angga sudah tak di sana.Hati nya pun merasa lega dia pergi.
Namun ia juga menyesal telah menampar Angga.Risa pun pergi ke arah jendela ia memandangi pemandangan di sana,air mata nya terus jatuh.
"Apa belakangan ini sikap ku pada pria kasar yah?apa aku keterlaluan ?."
Merenungi itu hati nya berkata
"Iya aku keterlaluan akhir-akhir ini dengan pria,apa ini karena masalah ku dengan Erik yang membuatku sedikit sensitif dan suka menyakiti pria yang dekat dengan ku."
Sementara Angga pergi dari kantor itu dengan wajah merah nya karena marah dengan Risa yang telah menampar nya.
"Dia harus merasakan akibat nya."
Sementara Ethan pun selesai meting dan melihat arloji na tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00.
"Apa Risa sudah makan siang ?."
Ethan pun hendak menelpon nya namun ia urungkan niat nya,ia sedikit marah ketika ia tidur Risa membangunkan nya dengan tiba-tiba,padahal Ethan yang tak terbiasa tidir di sofa pun mencoba nya hanya untuk menemani Risa di rumah sakit.
"Biarkan saja lah dia untuk beberapa waktu,sepertinya dia masih marah soal pacar nya,aku gak mau terlalu dekat sama dia jika dalam keadaan ini,aku takut menjadi pelampiasan nya saja." Ucap Ethan.
Jam kantor pun telah usai,ia pun pergi ke Rumah Sakit.
Di sana ia melihat Ibu nya yang berjalan-jalan naik kursi roda bersama Suster nya.Ia pun memghampiri nya.
"Mah ... "
Ucap nya sambil memegang tangan nya
"Cepet sembuh ya Mah semangat !." Ucap Risa yang mencium tangan itu.
"Mah Risa ngerjain tugas dulu yah,di sini sambil nemenin Mamah."
Risa pun mengeluarkan kertas ujian itu dan mengisi nya di samping Ibu nya.
"Maafin Mamah Risa seandainya Papah kamu ada mungkin kamu gak harus jadi tulang punggung saat Mamah sakit." Batin Ibu nya merintih tak tega melihat Risa yang kehidupan nya berantakan.
Hari demi hari berlalu perlahan demi perlahan Ibu nya berangsur membaik ia sudah bisa menggerakan tangan nya meski suara yang masih sedikit hilang ada hilang ada.
Risa pun selesai mengerjakan ujian nya yang numpuk itu.
Tak terasa 5 hari sudah berlalu tanpa Ethan,Angga ataupun Erik
__ADS_1
"Apa Ethan masih marah yah soal kemarin sampai-sampai dia gak mau temuin aku lagi udah 5 hari dia gak ada kabar, apa dia baik-baik saja." Batin Risa
Padahal Ethan selalu datang ke Rumah Sakit saat Risa sudah pergi menjenguk ibu nya dia datang.Ia sengaja mengindari Risa beberapa hari ini untuk memastikan perasaan nya pada nya.
Apa dia akan mencari nya saat ia tak bertemu dengan nya.Namun ternyata 5 hari ini Risa tak menyakan kabar nya sama sekali ia terlalu keras kepala tak ingin bantuan dari orang lain.
Dan untuk hari ini Ethan harus pergi lagi bertemu klien nya di luar kota,Ethan sangat merindukan nya namun ia memendam hasrat nya sebentar.
Di sela ia cuti satu hari dari Kantor Risa bergegas ke sekolah nya hendak memberikan kertas ujian nya.
Saat sampai di Sekolah ternyata teman-teman nya masih mengerjakan ujian yang terakhir,saat ia sudah di depan ruangan Kepala Sekolah.
"Tok ... tok ... tok... Permisi Pak."
"Iya silahkan masuk"
"Cklek ... " Pintu nya pun di buka
"EH Risa,ayo masuk nak."
Risa pun masuk dan bersalaman dengan Guru nya.
"Iya Pak."
"Udah selesai kamu isi kertas ujian nya ?."
"Sudah Pak ini." Ucap Risa sambil mengeluarkan kertas jawaban ujian nya.
"Ethan gak sama kamu kesini ?."
"Tidak Pak."
"Kirain Bapak dia yang akan antar lembar jawaban kamu ?.
"Tidak Pak,terimakasih Bapak Udah percaya sama saya meski saya udah lama gak sekolah,Bapak baik sama saya kasih kesempatan buat bisa lulus."
"Iya Risa Bapak maklumi keadaan kamu yang lagi susah sekarang, Bapak percaya sama kamu kamu kan anak yang berprestasi kamu bolos ada alasan nya dan Ethan juga bertanggung jawab atas keadaan mu yang memang bukan di rekayasa."
"Makasih banyak Pak." Ucap Risa yang menitikan air mata.
"Kamu kenapa kok nangis ?."
"Gak papa Pak cuma saya rindu sekolah ini,saya rindu teman-teman saya."
"Oh gitu,tunggu aja di depan sebentar lagi mereka selesai mengerjakan ujian nya."
"Emang boleh Pak."
__ADS_1
"Iya boleh."